Destiny In My Life

Destiny In My Life
Go publik


__ADS_3

...🌸🌸...


Pagi yang cerah. Matahari menyinari bumi dengan sangat indah, angin berhembus dengan kencang dan suhu udara diluar sangat dingin. Akan tetapi tidak bisa menghambat siapapun saat bekerja bahkan hanya sekedar jalan jalan menikmati liburan.


Khususunya Misha dan Riyan.


Sepasang kekasih itu sudah siap dengan pakaian tebal untuk pergi ke Universal studio Japan.


Tak lupa juga misha membawa kamera untuk mengabadikan momen dan juga membawa baterai cadangan.


Mereka pergi dengan Riyan membawa mobil, awalnya misha menolak tapi Riyan tetap kekeh ingin memakai transportasi pribadi dibandingkan transportasi umum. Ada banyak alasan yang Riyan berikan sampai Misha setuju.


Pertama yang mereka lakukan adalah mencari sarapan terlebih dahulu karena Misha belum sempat membuat sarapan saat di apartemen.


Mereka duduk di salah satu restoran untuk sarapan pagi yang ringan saja. Misha juga menolak untuk makan berat karena dia memang tidak bisa makan makanan berat di pagi hari.


Beberapa waktu yang lalu dari pihak Misha dan Riyan sudah meng-upload foto mereka berdua. Sudah bisa ditebak saat ini para fansnya sedang heboh di media sosial.


Bahkan misha jarang sekali membuka ponsel dan menonaktifkan notifikasi agar tidak terganggu.


"Udah selesai belum??". Tanya Riyan.


"Udah, kenapa emangnya??".


"Berangkat sekarang". Ajak Riyan dengan tatapan berbeda. Hal itu membuat Misha heran, dia bisa menebak bahwa saat ini kekasihnya sedang menyembunyikan sesuatu.


Tidak ingin banyak tanya, Misha hanya bisa mengikuti apa kemauan Riyan. Daripada dirinya akan ribet sendiri.


Di dalam mobil tidak ada pembicaraan apapun. Dari pihak Misha maupun Riyan tidak ada yang membuka suara sama sekali.


Sesekali misha menatap ke arah Riyan yang sedang mengemudi. Ekspresi yang dia tunjukan membuat Misha sungguh kebingungan. Apa salah dia, pikir Misha.


"By, ada apa!?".


"...". Tidak ada jawaban sama sekali, dia tidak tahu apa-apa.


Lama kelamaan misha merasa kesal. Dilihat dari Maps sebentar lagi mereka akan sampai ke tujuan tapi mood Misha sudah tidak baik baik saja.


"Kalau kamu diam terus, kita pulang saja".


Mendengar itu Riyan mendongakkan kepalanya menatap ke arah Misha. "Kok pulang??".


Tidak menjawab ucapan kekasihnya, Misha duduk menghadap ke arah Riyan dengan kedua kaki disilangkan di atas kursi. Dia memegang kedua pipi Riyan agar menatap dirinya terus. Saat ini dia ingin masalahnya langsung diatasi tanpa menunggu lama.


"Jelaskan semuanya yang ada di hati kamu". Ucap Misha dengan sangat mendalam.


"...". Riyan hanya diam, dia terus menatap mata wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan merasa bersalah.


Tentu saja hal itu membuat Misha heran. Dia tidak tahu apa yang terjadi tapi Riyan hanya diam.


"Maafin aku". Riyan langsung memeluk Misha dengan erat. Ada apa dengan kekasihnya saat ini, pikir Misha.

__ADS_1


"Aku gak mau kamu ditatap seperti itu sama orang lain. Aku gak marah sama kamu tapi aku kesal sendiri sama diri aku". Kata Riyan dengan suara pelan.


Misha yang mendengar itu hanya mengusap punggung Riyan agar lebih tenang. Pemuda itu kian kesini memang sangat posesif terhadap siapapun. Ketika mereka jalan berdua, Riyan akan menandai Misha sebagai miliknya kepada orang disekitar mereka.


Jujur. Saat di restoran tadi Misha memang merasakan beberapa orang asing menatap dirinya sedari awal masuk.


Dia kira Riyan tidak akan merasakan itu tapi ternyata dia diam agar tidak membuat kekacauan disana. Jika Riyan melakukan hal yang tidak diinginkan kepastian misha akan marah. Begitulah pikir Riyan.


Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Misha. Gadis itu hanya bisa diam menenangkan Riyan. Jika dia berkata apapun, dia malah takut situasinya bertambah kacau.


Setelah terlihat tenang. Mereka melanjutkan perjalanan awal yang sudah direncanakan dari apartemen. Seperti biasa, Misha yang mood nya sudah balik terus berjalan kesana kemari membawa kamera untuk mengabadikan momen.


"Sayang photoin aku". Pinta Misha menyerahkan kamera kepada Riyan.


Sudah banyak yang mereka ambil dengan berbagai gaya dan tempat yang pertama kali dia datangi.


"Mau kemana!??". Ajak Riyan menunjuk ke arah tempat yang menjual beberapa aksesoris kartun.


Dengan antusias Misha mengangguk dan menggandeng tangan Riyan menuju tempat yang ditunjukan tadi.


Hanya bando karakter yang membuat Misha tertarik.


Saat ini Misha sangat senang. Walaupun berbaur dengan banyak orang tidak membuat acara jalan jalannya terganggu. Terlihat banyak yang menatap dia tapi mereka tidak berencana mendekat.


Itulah yang membuat Misha selalu menghargai para fans saat berlibur. Misha merasa privasinya tidak terganggu. Itu juga mencerminkan mereka saling menghargai antara fans dan idola.


.....


Banyak cemilan yang dimakan dan bersenang-senang di sana membuat mereka lupa waktu. Bahkan jam makan siang mereka lewatkan.


"By, lapar??". Rengek misha pelan saat mereka duduk di bangku kosong di sana.


"Mau makan apa??". Riyan merapihkan rambut misha yang berantakan.


"Apa aja".


"Ya udah sekalian pulang, gimana??". Usul Riyan.


"Boleh, aku juga cepak bangat". Ujar Misha setuju.


Drrrttt drrrttt drrrttt


Baru bangkit dari tempat duduk, ponsel Riyan yang ada di dalam tas Misha berbunyi.


"Mami". Ucap Misha menyerahkan ponsel kepada Riyan.


Riyan mengambil ponsel itu lalu meletakan nya di telinga setelah menekan layar. "Hello mi".


".....".


"Iya, ini memang rencana Riyan sama Misha".

__ADS_1


".....".


"Riyan juga gak tahu, tapi misha sudah bisa menebaknya dari awal. Mami tahu kan tunangan Riyan siapa??". Ucap Riyan menatap ke arah Misha.


Mendengar itu misha merasa heran. Apa yang anak dan ibunya bahas di telpon. Dia tidak bisa mendengarkan ucapan mereka karena suasana disana sangat ramai.


"Riyan tau, mami tenang aja. BTW respon papi gimana??".


"....".


"Ck, males ah. Riyan tutup dulu, bye mi".


Pip


Terlihat panggilan sudah berakhir.


Misha yang penasaran terus menatap ke arah Riyan sampai pemuda itu bisa menebak apa isi pikiran sang kekasih.


"Mami tanyain masalah berita yang ramai di media sosial". Riyan mengelus rambut Misha dengan gemes. "Dan berita itu sampai dirilis di acara gosip di telivisi". Lanjutnya membuat misha kaget.


"Seriously??".


"Iya sayang, ayo katanya lapar". Riyan memegang tangan Misha agar segera pergi.


Mereka akan pergi ke salah satu restoran terkenal disana. Misha yang hobi makan tentu saja tidak bisa pilih pilih asalkan makanan itu halal.


Sampai di restoran yang Riyan pilih. Mereka bermain ponsel masing masing sambil menunggu makanan datang.


Membuka ponsel bukanlah hanya sekedar menunggu, gadis itu ingin meng-upload foto yang tadi diambil dengan beberapa gaya yang sangat romantis bersama sang kekasih, siapa lagi kalau bukan Riyan.


Mulai sekarang misha sering sekali membuat story' di akun Instagram tanpa memperlihatkan wajah Riyan tapi menggambarkan kebersamaan mereka.


Banyak kenalan Misha yang DM mempertanyakannya dengan jelas tapi saat ini gadis itu tidak ada waktu membalas satu per satu. Dia akan membalasnya nanti saat sampai di apartemen.


DM yang masuk bukan hanya dari kenalannya melainkan banyak fans juga yang DM dengan banyak pertanyaan. Bahkan gak jarang mereka spam agar bisa Misha baca.


Mereka berlibur selama 3 hari berdua di negara sakura. Hari terakhir yang tidak bisa Misha lupakan disana karena hari itu bertepatan dengan turun salju pertama.


Jika tidak ada pekerjaan lain, mungkin Misha meminta perpanjang waktu liburan tapi apa daya. Dia harus kembali ke Jakarta untuk berkerja.


Padahal Misha sangat suka bermain salju, akan tetapi setelah itu Misha akan sakit karena kedinginan.


Misha memang gadis yang tidak bisa menahan hawa yang sangat dingin. Jika itu terjadi dia pasti akan langsung terkena bersin dengan ujung ujungnya demam tinggi.


Seperti malam ini.


Seharian bermain salju, malamnya Misha terus merengek dengan kening yang ditempel gel penurun panas.


Saat mendapatkan omelan dari Riyan, Misha akan kembali merengek seperti anak kecil. Maka dari itu Riyan tidak pernah meninggalkan Misha sedikitpun dari tempat tidur.


To be continued, , ,

__ADS_1


__ADS_2