
...Happy Reading...
...❤️...
Pukul 8.00 Misha sudah ada di perjalanan menuju ke perusahaan RV gamstore, dimana akan diadakannya tempat pemotretan misha menggantikan salah satu model yang sedang sakit.
Mami Vita sendiri yang mengemudi menuju gedung yang menjulang tinggi. Saat di rumah awalnya Riyan ingin ikut mengantarkan nya tapi tiba tiba dia ada meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan.
"Kamu gemeteran". Ucap mami Vita saat melihat tangan Misha yang gemeteran.
Saat ini mereka masih ada didalam mobil baru sampai di depan gedung kantor milik mami Vita.
"Maklum mi ini hal yang baru Misha lakukan". Cengir misha menatap ke arah mami Vita. Sedangkan mami Vita mengelus tangannya Misha untuk menenangkan gadis itu sebelum masuk.
Saat mereka masuk, banyak karyawan yang menundukkan kepala nya memberi hormat kepada pemilik perusahaan.
Mereka langsung menuju lokasi pemotretan dimana ada di lantai 5. Gedung RV gamstore memiliki 10 lantai dimana menjadi perusahaan pusat yang ada di semua cabang yang ada di seluruh dunia.
Pertama yang Misha lakukan adalah make up di ruangan rias yang ada disana. Ada beberapa model juga yang sedang dirias. Misha menyapanya dengan sopan. Ia juga tidak mengenal mereka mungkin hanya beberapa yang ia pernah lihat di sosial media tapi tidak terlalu tahu.
Misha di ruangan itu terus ditemani mami Vita, dia sama sekali tidak ditinggalkan karena tahu bahwa saat ini Misha sangat grogi bahkan terus berkeringat sampai sampai ia di-make up sambil harus memegang kipas kecil.
Periasnya juga sedikit berbincang dengan misha untuk menghilangkan rasa gugup itu. Sampai mereka mulai bercanda bersama karena menurut Misha dia orangnya sangat terbuka dan mampu mengimbangi misha yang sangat cerewet itu.
Tapi, Misha hanya cerewet kepada orang yang menurutnya cocok atau bisa diajak bercanda. Jika tidak mungkin dia hanya akan diam tanpa banyak bicara.
Misha melakukan pemotretan dengan bimbingan salah satu staf yang ada disana. Lama kelamaan Misha mulai bisa membaur dengan yang lain sampai mami Vita bisa meninggalkannya menuju ruangan untuk melakukan pekerjaan lain.
Namun mami Vita tetap meminta salah satu orang untuk terus menemani Misha takutnya dia ingin sesuatu.
3 jam melakukan pemotretan dengan 2 busana dan beberapa partner akhirnya dia selesai juga dan segera berganti pakaian tanpa menghapus make up.
Misha langsung pamit untuk pergi ke ruangan mami Vita setelah ditelpon. Dia gak mungkin terus berada disana yang masih melajukan pemotretan takutnya akan mengganggu.
Ting
Pintu lift terbuka di lantai 10. Dimana ruangan mami Vita berada.
Ruangan itu cukup berbeda karena hanya ada beberapa ruangan dan juga memiliki outdoor yang sedikit luas yang ditanami dengan tanaman tinggi.
Tok, , tok, , tok
"Masuk".
Cklek
Pintu ruangan perlahan dibuka. Misha melihat mami Vita yang sedang sibuk berbincang dengan beberapa karyawannya disana.
"Maaf Misha ganggu". Ucap Misha dengan sopan.
"Tidak apa masuk aja".
"Misha tunggu di luar aja kebetulan mau telpon Riyan".
"Baiklah mami sebentar lagi selesai, apa kamu ingin sesuatu". Seru mami Vita dengan suara yang sangat halus berbeda saat berbicara dengan orang lain.
Hal itu membuat semua karyawan yang ada disana bertanya tanya. Siapa wanita ini?? Ada hubungan apa dengan pemilik RV gamstore??.
Tentu saja mereka berpikir yang aneh aneh karena mereka beru melihat misha di kantor itu. Tahu tahu pemilik perusahaan membawanya ke sana untuk menggantikan model yang sedang sakit.
Drrrttt, , drrrttt, , drrrttt
Saat ingin menjawab lagi, ponsel Misha berdering dengan nama Riyan disana. Kepastian dia menelpon karena sebentar lagi jam makan siang.
__ADS_1
"Tidak ada, Misha keluar dulu mi".
"Iya sayang".
Misha langsung keluar, lalu pergi ke luar duduk di sopa yang ada disana sambil mengangkat panggilan dari sang pujaan hati.
"Hello". Sapa misha mengangkat panggilan.
"Apa udah selesai, aku ingin ajak buat makan siang diluar".
"Baru selesai tapi mami masih meeting di dalam. Katanya habis ini mami bakal ajak aku makan diluar".
"Ya udah aku jemput sekarang kita makan berdua saja oke tunggu aku". Ucap Riyan dengan cepat ingin menutup panggilan itu.
"Eh tunggu, , mami gimana??".
"Urusan mami mah gampang, tunggu aku bye sayang".
Pip
Belum juga berbicara lagi panggilan itu sudah dimatikan dan kepastian sebentar lagi Riyan ada disana.
Misha menunggu disana dengan memainkan ponsel. Beberapa kali juga ia mengambil photo untuk dia up di sosial media. Gak lupa juga bikin story' dengan latar belakang rooftop yang ada disana.
Dia sangat menyukai saat ada disana. Karena banyak pepohonan yang ditanam disana membuat udara sangat segar dan bisa menghirup alam.
Dilihat ke atas ternyata itu atap kaca yang bisa dibuka. Misha bisa menebaknya kalau sedang hujan kepastian akan ditutup dan pasti akan lebih indah menyaksikan itu semua.
"Gak pengen pulang rasanya". Gumam Misha sedikit merebahkan tubuhnya menatap ke atas.
Misha menutup matanya agar lebih meresapi ketenangan yang ia rasakan. Hanya terdengar selir angin yang menghembus kesana kemari. Sampai akhirnya Misha dikagetkan seseorang yang melakukan sesuatu.
Cup
Misha yang kaget langsung duduk menatap ke arah belakang. Tapi saat melihat si pelaku, Misha menghela nafas lega.
"Tch, , ". Decak Misha langsung memunggungi Riyan kembali.
Dalam pikirannya Misha sudah memikirkan yang aneh aneh karena memang suasana disana sangat sepi.
"Kenapa tidur disini". Seru Riyan duduk disamping misha.
"Aku hanya berbaring bukan tidur".
"Yuk berangkat,, aku sudah lapar". Ajak Riyan kepada Misha.
"Udah bilang mami??".
"Belum, aku baru sampai langsung kesini karena lihat kamu".
"Ya udah pamit dulu yuk baru berangkat,, soalnya tadi mami ajak aku juga makan".
Riyan dan Misha pergi ke ruangan mami Vita yang ternyata masih melakukan meeting.
Melihat anaknya ada disana mami Vita sudah bisa menebak bahwa dia akan mengambil calon menantunya untuk dibawa pergi.
"Udah sana,, mami tahu kamu mau apa. Mami ada pekerjaan disini. Sha kamu makan sama Riyan aja ya". Seru mami Vita yang memberhentikan meeting itu lagi.
"Mami tahu aja kemauan anaknya ini". Ucap Riyan dengan senyum manis sambil memegang tangan misha.
"Mami tahu otak busuk kamu".
"Kalau gitu Misha pergi dulu sama Riyan mi,, maaf kalau Misha gak bisa nemenin mami makan siang hari ini".
__ADS_1
"Gak apa sayang,, mami juga banyak kerjaan disini malahan mami yang minta maaf sama kamu".
"Tidak apa Misha paham.. kalau gitu Misha pamit dulu". Misha mencium tangan mami Vita dengan lembut. Diikuti dengan riyan.
Semua yang mereka lakukan gak lepas dari pandangan semua karyawan yang ada disana. Pikiran mereka tambah berpikir yang tidak tidak. Apalagi mereka juga jarang melihat anak pemilik perusahaan datang ke sana.
.
.
Di restoran
Riyan membawa misha ke restoran Korea. Ingin mengeluh tapi misha urungkan karena perutnya sudah sangat lapar.
Misha memesan beberapa makanan kesukaannya. Kenapa Riyan membawanya ke restoran itu padahal mereka juga baru pulang dari Korea yang pasti saat disana mereka makan Korean food.
Mereka makan sambil sedikit berbincang mengenai apapun yang Riyan bahas.
"Gimana lebih suka pemotretan apa di perusahaan??". Tanya Riyan kepada Misha.
"Pemotretan hanya beberapa jam bayarannya full tapi aku mending kerja di kantor aja.. kayanya tuntutan nya lebih banyak jadi model deh".
"Kenapa??".
"Gak tahu. Aku belum siap menghadapi netizen".
"Ya udah mending kamu di kantor aja biar kita sering ketemu".
"Itu mah mau kamu".
Riyan tersenyum dengan ucapan misha karena dia tahu Riyan tidak ingin jauh darinya sebentar saja. Jika tidak ada kabar dari misha sebentar saja dia akan resah membuat semua orang kewalahan.
Setelah makan siang Misha datang ke perusahaan. Dia hanya mengambil cuti setengah hari saja dan langsung bekerja kembali setelah jam istirahat.
Beberapa pekerjaan sudah menunggunya diruangan dan kemungkinan malam ini misha akan lembur sampai jam 8 malam.
"Nanti aku jemput pas pulang ya, aku ada acara sore makanya gak bakal ada dikantor jam segitu". Ucap Riyan saat mereka ada di dalam lift.
"Iya tapi nanti kalau gak bisa kabarin aku jangan memaksa".
"Siap sayang".
Misha keluar duluan saat pintu lift terbuka di lantai dimana ruangannya berada. Sementara Riyan pergi ke ruangan yang ada di lantai paling atas.
Setelah duduk di kursi kerjanya, misha langsung fokus pada pekerjaannya yang menumpuk. Tak lupa juga mengatur AC agar tidak kedinginan.
1 jam, 2 jam, 3 jam sampai tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Saking fokusnya ada seseorang yang masuk ke ruangan Misha tidak tahu itu.
"Apa nona Misha akan lembur hari ini??". Tanya Elma yang masuk ke ruangan Misha.
"Ah iya mba, pekerjaan saya banyak makanya mengambil lembur. Mba ingin pulang??".
"Iya saya ada urusan penting, ini beberapa berkas buat minggu depan". Elma memberikan beberapa berkas kehadapan Misha yang langsung diambil.
"Terimakasih dan hati hati dijalan".
"Iya, kalau begitu saya permisi".
Misha hanya mengangguk kan kepala lalu melihat elma yang keluar dari ruangannya. Sebelum melanjutkan pekerjaannya, ia memutuskan untuk membuat minuman terlebih dahulu. Diruangan lain beberapa karyawan juga ada yang lembur. Tidak hanya misha seorang.
Dia bisa saja membawanya ke rumah tapi jika di apartemen ada Riyan pasti dia tidak akan bisa mengerjakan itu semua. Riyan akan terus mengganggu dia saat bekerja dengan berbagai cara.
To be continued, , ,
__ADS_1