
Di bandara Soekarno Hatta seorang pria tampan menuruni pesawat pribadi diikuti beberapa orang di belakang.
Dengan disambut ketat oleh para bodyguard dan diarahkan langsung menuju mobil yang sudah disiapkan.
"Ga Lo mau langsung ke makam bunda??". Tanya Riyan yang satu mobil dengan Angga.
"Iya tadi ayah bilangnya kaya gitu dan udah disetujui sama mami papi". Balas Angga.
Riyan menganggukkan kepalanya dan langsung menatap jalanan kota Jakarta yang sangat ia rindukan.
Beberapa tahun ia tidak menginjakan negara yang sudah membesarkan nya karena fokus dengan studi nya di London.
Riyan lahir di Italia saat maminya ikut bisnis papinya disana. Waktu hamil besar mami Vita selalu mengikuti kemanapun suaminya pergi bersama dengan Angga yang waktu itu umur 3 tahun.
Papinya Riyan tidak akan tenang jika meninggalkan istrinya sendiri di Indonesia dengan keadaan hamil. Karena mereka sama sama anak tunggal dan anak yatim piatu, jadi tidak punya saudara atau sanak saudara disana.
Di perjalanan menuju makam almarhum ibunya Angga suasana di dalam mobil hening tidak ada suara apapun. Mereka fokus dengan aktivitas mereka masing masing.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di pemakaman. Sebelum masuk Angga dan Riyan membeli bunga dari beberapa penjual yang ada di sekitar TPU.
Semua orang sudah janji tidak akan ada air mata yang menetes. Mereka sudah ikhlas dengan kepergian almarhum bundanya Angga. Itulah janji sebelum pergi tidak ada kesedihan dalam masa panjang.
Beberapa menit kemudian Riyan dan orang tuanya kembali duluan ke mobil. Mereka akan memberi waktu pada ayah dan anak mengunjungi makam wanita yang mereka cintai.
Mereka akan menunggu di mobil dan akan pulang bersama sama.
Tidak lama kemudian anak dan bapak itu datang menghampiri majikannya dengan tersenyum manis.
Didalam senyum itu mereka melihat kesedihan dan kerinduan bersamaan.
"Papi kasih waktu buat kalian untuk istirahat sejenak sebelum bergabung dengan perusahaan". Ucap papi rindra pada kedua putranya.
"Riyan akan langsung kerja di perusahan Pi. . Kemarin Ian cuma bercanda". Seru Riyan menolak ucapan papinya.
"Tidak ada penolakan".
"Tap-".
"Sayang kamu juga harus istirahat. Jangan ikuti jejak papi kamu yang gila kerja. . Kamu juga Angga jangan kaya ayah kamu yang susah diomongin". Potong mami Vita tanpa ada penolakan lagi.
"Baik mi". Ucap kedua putra mereka bersamaan.
"Lebih baik kalau kamu bawa menantu mami ke rumah". Celetuk mami Vita memasuki mobil duluan.
"Mami". Pekik Riyan sedikit sebal.
Akhir akhir ini sang mami sering meminta dibawakan menantu ke rumah dengan cepat. Tidak hanya itu Riyan sering diancam akan dijodohkan jika sudah lulus studi di London.
Berbeda dengan Angga yang tidak pernah ditanyakan tentang pasangan. Maminya tidak akan menuntut apapun darinya. Itulah yang membuat iri dari Angga yang tidak pusing dengan Omelan tentang pasangan di setiap obrolannya.
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
__ADS_1
Ujian praktek dimulai, semua siswa jurusan komputer berkumpul di lab untuk mengerjakan tugas mereka.
Untuk hari ini dimulai dengan kelas 12b setelah kemarin kelas sebelah.
Misha sudah menyiapkan dengan matang file yang akan ia buat. Semua sudah tersimpan rapih di dalam berkas komputer tempat nanti ia praktek.
4 jam berada di lab membuat gadis cantik itu keluar dengan menahan lapar. Habis praktek semua siswa tidak diizinkan keluar karena ada bimbingan lanjut dari guru pembimbing.
"Ke kantin ayo". Ajak misha yang kelaparan.
"Emang ada apa disana ini udah lewat jam istirahat". Ujar tina.
Jika istirahat telat makanan di kantin kebanyakan akan habis karena mereka tidak pernah menyediakan lebih takut tidak habis. Membuat yang istirahat terakhir akan kehabisan makanan.
"Cek aja dulu". Usul Elma yang pergi duluan.
"Lah si ****** main tinggalin aja. . Woy tas Lo gak diambil". Teriak Misha.
"Gue lupa bawain sekalian". Balas Elma dengan teriakan karena posisi mereka sudah jauh.
"Kampret Lo". Umpat Misha.
Walaupun mengumpat Misha tetap membawa tas Elma ke kantin.
Sebelum sampai ke kantin Misha, Tina dan Sinta melihat Elma yang datang kembali dengan jajanan ditangannya.
"Gak ada apa apa di kantin". Ujar Elma dengan mulut penuh makanan.
"Terus mau makan dimana??". Tanya Misha ikut makan cemilan Elma.
"Yuk". Balas Sinta dan dapat anggukan kepala dari yang lain.
Mereka ingin pergi ke palkiran mengambil motor tetapi langsung dicegah oleh Misha.
"Eh tunggu dulu gue harus balikin ini dulu sebentar". Seru Misha menenteng paper bag berisi hoodie.
"Ya udah ayo".
Keempat gadis itu pergi menuju kelas jurusan mekanik untuk mengantar Misha memberikan hoodie kepada Kelvin.
Samapi di sana kebetulan tidak ada guru membuat Misha langsung masuk ke dalam kelas mendekati Adit cs yang sedang berkumpul.
"Sha ngapain kesini??". Tanya Adit melihat kedatangan Misha ke kelasnya.
"Gue ada perlu sama Kelvin". Ujar Misha membuat seseorang dari mereka kaget.
"Gue". Tunjuk Kelvin pada dirinya sendiri.
"Ia gue mau balikin hoodie Lo yang dulu. . Sorry baru gue balikin soalnya gue lupa kalau mau berangkat sekolah". Ucap Misha memberikan paper bag yang ia bawa.
"Gak papa kok". Ujar Kelvin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Makasih ya. . Kalau gitu gue balik dulu". Pamit Misha.
"Sama sama. . Lo mau langsung balik??". Tanya Kelvin.
"Ia ujian gue udah selesai jadi langsung balik aja". Balas Misha.
"Sha cepetan gue udah lapar banget nih". Pekik Tina yang memasuki kelas.
"Ia ayo. . ". Balas Misha menarik tangan Tina.
"Kalian mau kemana??". Tanya Adit dengan sedikit berteriak.
"Mau ke caffe". Balas Tina.
Tidak ada obrolan lagi karena keempat gadis itu langsung pergi meninggalkan kelas jurusan mekanik menuju ke caffe untuk makan dan sekedar nongkrong sebentar.
Sampai di caffe mereka langsung memesan beberapa makanan untuk mengganjal perut. Seberapa laparnya mereka tidak akan memesan nasi malahan mereka memesan beberapa cemilan disana.
Caffe yang mereka pilih memang bernuansa alam yang dikelilingi dengan pemandangan sawah yang sangat indah. Tetapi kekurangannya disana sangat panas karena sangat terbuka.
Cocok juga untuk orang yang suka photo. Mereka menyediakan beberapa sudut tempat berphoto di setiap area caffe.
..........
Seminggu kemudian adalah hari ujian akhir mereka di sekolah menengah atas. Ujian nasional ini berbasis komputer yang membuat semua orang mendapat sesi dalam ujian karena pasilitas komputer yang kurang memadai.
Hari pertama kebetulan kelas Misha mendapatkan sesi kedua yang akan di selenggarakan pukul 11.00 siang nanti.
Habis belajar sampai larut malam membuat gadis kecil bernama Misha bangun kesiangan. Ibunya tau bahwa anaknya mendapat sesi 2 membuat ia tidak membangunkan nya dulu.
Pukul 07.00 ia terbangun dan langsung cuci muka untuk langsung belajar sebentar sebelum berangkat ke sekolah.
Misha juga tidak mau jauh dari ponsel nya takut ada pengumuman di dalam grup yang sangat penting untuk ujian.
1 jam menuju ujian Misha sudah siap dengan pakaian seragamnya. Ia berangkat setalah Tina menjemput nya dirumah.
Berangkat berboncengan bersama menuju sekolah. Di hari ujian Tina mengajak Misha untuk berangkat bareng dan akan menjemput nya ke rumah.
Sebelum memasuki ruang ujian Misha dan yang lain mendapat bimbingan dari guru pembimbing dalam ujian berlangsung. Ruangan juga akan diawasi oleh guru pengawas dari sekolah lain dan sebaliknya.
Hal itu agar tidak menimbulkan kecurangan apapun di setiap ujian berlangsung. .
...-------------------...
Hai reader. . .
Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .
Dukung terus author. .
Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .
__ADS_1
Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .
Happy reading semua. . . . .