
Seminggu sudah misha tinggal di apartemen Riyan dengan kebosanan. Misha belum memutuskan untuk berkerja dimana. Riyan juga minggu ini sangat sibuk dan hanya bertukar pesan lewat telpon.
Walaupun jarak apartemen ke kantor sangat dekat tidak membuat Riyan datang kesana. Hanya 1 atau 2 kali saat makan siang.
Duduk didepan telivisi mencari film drakor yang ingin ia tonton tapi tidak ada yang menarik untuk ditonton. Mungkin karena ia sangat bosan.
Misha berjalan menuju balkon kamar untuk melihat bangunan tinggi yang ada didepan. Melihat perusaan Riyan membuat Misha merindukan pemuda itu.
Seperti terhubung pada seseorang, ponsel misha yang ada di atas tempat tidur berdering atas nama Riyan dilayar ponsel.
["Hello sayang, lagi apa??". Sapa Riyan di sebarang telpon. ]
"Lagi bosan".
["Kenapa??". ]
"Gak tau pengen jalan tapi gak tau kemana". Ucap Misha lesu.
Misha terus memandang ke arah depan dengan ponsel yang masih ada di telinga.
["Mau jalan kemana??aku temenin". ].
"Nggak tau.. kamu kerja aja lagian kamu sibuk kasihan Angga kalau ditinggal terus". Seru Misha.
["No,, 15 menit lagi aku jemput ke apartemen". Ucap Riyan tidak ada penolakan lagi. ]
"Baiklah aku siap siap dulu".
Panggilan terputus membuat misha dengan cepat pergi ke dalam untuk bersiap siap. Misha selalu memakai pakaian kasual yang selalu cocok saat digunakan.
Pakaian itu membuat Misha tambah lebih cantik padahal pakaian itu ia beli dari online dengan harga murah. Tapi kalau sudah dipakai seperti pakaian mahal yang dibeli di toko toko yang ada di mall.
Kurang dari 15 menit seperti janjinya Misha mendengar seseorang membuka pintu. Ia tidak heran lagi jika Riyan masuk tanpa membunyikan bel.
Riyan memiliki kartu akses masuk utama dan yang ada di tangan Misha hanya kartu cadangan.
Misha masih ada di kamar bergegas menemui Riyan yang sudah duduk di sopa.
"Mau jalan kemana??". Tanya Misha.
"Kemanapun yang penting sama kamu". Jawab Riyan membuat Misha memanyunkan bibir.
Saat ini Riyan masih menggunakan jas lengkap setelan kantor yang membuat Misha diam memandang tanpa ingin menatap ke arah lain.
Melihat tatapan Misha Riyan menatap dirinya yang terlihat bingung.
"Apa kamu akan pergi dengan pakaian itu". Tunjuk Misha pada Riyan yang terlihat bingung.
"Emangnya ada yang salah". Ucap Riyan terus menatap ke arah pakaian yang dia pakai.
"Haish~ kita di sini aja gak usah pergi". Seru Misha duduk di samping Riyan.
"Apa yang salah sayang". Riyan tidak mengerti akan kesalahan yang membuat Misha ngambek.
"Masa ia aku jalan sama kamu pakai pakaian seperti itu.. nanti dikira aku jalan sama om om". Celetuk Misha.
Riyan tersenyum dengan ucapan Misha. Masa ia wajah tampan seperti nya disebut om om. Kan buta orang itu.
Karena terburu-buru dengan waktu yang mepet membuat Riyan tidak ada waktu untuk berganti pakaian padahal di ruangan kantor dia memiliki banyak pakaian ganti yang ada di kamar pribadi.
__ADS_1
Gak lama kemudian suara bel berbunyi membuat Misha bangun untuk membuka pintu. Saat pintu dibuka mami Vita berdiri dengan senyum mengembang melihat Misha yang membuka pintu.
"Sayang mami kangen.. kenapa kamu gak datang kerumah dan malah milih tinggal di apartemen". Seru mami Vita bergandengan masuk ke dalam apartemen.
"Sha juga kangen sama mami".
"Kenapa kamu disini bukannya kerja". Kata mami Vita saat melihat anak cowoknya duduk santai di sopa.
"Mau jalan sama Misha". Balas Riyan dengan acuh. Riyan bisa melihat sang mami datang pasti ada maunya ke apartemen. "ngapain mami kesini??".
"Terserah mami dong.. udah kamu kerja aja sana". Usir mami Vita.
"Mami yang pulang. Riyan mau pergi sama Misha ada urusan".
"Sha temenin mami yuk. Mami mau ambil barang ke mall". Ajak mami Vita kepada Misha mengacuhkan anak cowoknya yang ingin mengeluh.
"Misha akan pergi sama Riyan". Sahut Riyan berjalan kearah Misha yang dipeluk sang mami.
"Plis ya temenin mami". Bujuk sang mami membuat Riyan juga ikut memohon untuk pergi bersama dirinya.
Melihat tatapan sang mami membuat Misha tidak enak untuk menolak. Sampai akhirnya Misha ikut dengan mami Vita ke mall membuat Riyan merajuk.
Misha dibawa dengan cepat ke kamar untuk bersiap siap dan pergi mengabaikan Riyan yang masih duduk lesu.
Berjalan berdua dengan mami Vita istri pemilik apartemen membuat mereka menjadi pusat perhatian semua orang.
Masuk ke dalam mobil yang sudah ada di lobi apartemen bahkan pintu mobil dibuka oleh penjaga disana membuat Misha tidak enak diperlakukan seperti itu.
Diperjalanan dia wanita yang berbeda usia itu mengobrol dengan akrab. Apapun topiknya Misha selau nyambung. Apalagi jika sudah dekat sama seseorang yang buat dia nyaman, Misha akan berubah menjadi cerewet dan banyak ngomong.
Sampai di mall. Mami Vita langsung masuk ke salah satu toko untuk mengambil barang. Tapi bukan hanya sekedar itu. Mami Vita mengajak Misha memasuki toko satu ke toko lain dan membelikan beberapa barang untuk Misha.
Sebelum pulang mereka pergi untuk makan siang. Saking asik berkeliling sampai waktu makan siang terlewatkan.
"Mau pesan apa sha??". Tanya mami Vita melihat menu yang ada di atas meja.
"Hm~ sha chicken yakitori Don". Jawab Misha.
"Mba pesan chicken yakitori Don 1, pork Don dan minuman soft drink 2". Ucap mami Vita pada pelayan restoran.
"Apa ada tambahan lain??".
"Nggak itu aja".
Saat makanan yang dipesan datang mereka langsung makan dengan tenang sambil sedikit berbincang bincang.
"Sha habis ini kita pulang ya.. mami ada meeting". Ucap mami Vita.
"Iya mi".
Selesai makan mereka akan langsung pulang tapi saat keluar restoran Misha melihat cemilan yang ingin ia makan nanti di apartemen.
Melihat itu mami Vita mengiyakan dan menemani misha. Untung saja pengunjung tidak ramai yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
Jajanan yang Misha beli 1 kebab, 1 burger dan Boba. Melihat Misha yang suka makan menjaga mami Vita tersenyum menggelengkan kepala. Padahal baru saja mereka keluar restoran tapi Misha sudah membeli banyak cemilan.
Sesampainya di lobi apartemen, Misha masuk sendiri karena mami Vita akan langsung pergi. Tangan Misha banyak membawa 4 paper bag belanjaan dan satu tangan lain membawa makanan yang ia beli tadi.
Saat memasuki apartemen, Misha dikagetkan dengan keberadaan Riyan yang masih ada di sana. Ia tidak mengira bahwa Riyan akan menunggu sampai misha pulang.
__ADS_1
"Kamu dari tadi disini??".
Misha meletakan semua barang di sopa lain dan duduk disamping Riyan yang sedang mengerjakan pekerjaan kantor dengan wajah ditekuk.
Melihat Riyan yang sedang ngambek membuat Misha menghela nafas. Ia tahu riyan marah karena rencananya gak ditepati dan malah menemani nyokapnya ke mall.
Misha bangkit tanpa bicara apapun. Ia pergi ke restoran bawah untuk membeli makanan. Misha tahu bahwa Riyan belum makan siang karena di apartemen nya tidak ada apa apa.
Membeli makanan hanya untuk 1 orang. Lalu kembali ke apartemen untuk menyiapkan makanan itu ke atas piring.
Misha meletakan semua makanan di atas meja dan tentunya harus membujuk Riyan untuk makan.
"Makan dulu baru selesaikan pekerjaan. Kalau tidak makan rencana kita batal". Ujar Misha dengan sedikit ancaman.
"Emang sudah batal dari awal". Ucap Riyan tanpa mengalihkan pandangan.
"Sebenernya aku ada rencana untuk pergi berlibur ke tempat yang ingin aku kunjungi tapi kalau kamu tidak mau aku pergi sendiri aja".
Misha ingin meninggalkan Riyan sendiri tapi tangannya langsung dipegang membuat ia kembali duduk.
"Ok besok kita berangkat awas kalau kamu batalin lagi". Seru Riyan membuat Misha menganggukkan kepala dengan senyum manis.
"Tapi aku yang pilih tempatnya,, aku udah siapin semuanya dan akan berangkat besok". Lanjut Riyan.
Mendengar itu Misha kaget dan ingin membantah tapi dia memikirkan lagi dari pada Riyan ngambek yang akan membuat semua orang ketar ketir.
"Baiklah terserah kamu". Keputusan akhir misha.
Riyan memakan makanan itu dengan ditemani Misha makan cemilan yang dibeli tadi. Mereka makan sambil nonton film di telivisi.
Dia tahu bahwa kekasihnya ini suka nonton film jadi Riyan selalu menemani saat berada di apartemen walaupun ia hanya diam memainkan ponsel tanpa ikut nonton. Riyan tidak terlalu suka nonton film karena aktivitas nya sudah padat akan pekerjaan.
Saat nonton Misha sampai ketiduran di samping Riyan yang bersandar di pundaknya. Dia hanya mengusap kepala kekasihnya yang tertidur pulas. Lalu sedikit mengecilkan volume telivisi.
Sampai tidak terasa langit sudah berubah menjadi orange pertanda bahwa matahari akan segera terbenam digantikan dengan bulan.
Perlahan Misha membuka mata. Ia menatap ke samping dan melihat Riyan yang ikut tertidur dengan laptop di pangkuan.
Tanpa ingin membangun kan Riyan, ia mengambil laptop perlahan dan meletakan di atas meja.
Misha pergi ke kamar untuk membersihkan badan. Ia berencana akan masak untuk makan malam. Misha jarang masak jadi ia akan memakai bumbu instan dan masak menu yang mudah. Dia akan Memasak ayam goreng, tempe bacem dan tumis kangkung.
Menu sederhana yang mudah dibuat membuat Misha tidak membutuhkan waktu banyak.
Saat asik masak tiba tiba ia dikagetkan dengan Riyan yang mencium pipi kanan Misna. Seketika Misha langsung terperanjat kaget. "Riyan,,,,!!!". Pekik Misha memukul tangan Riyan dengan keras yang membuat orangnya berusaha menghindar dan mengeluh sakit.
"Aduh sayang sakit". Keluh Riyan.
"Bodo amat,, udah sana mandi kamu bau".
Riyan mencium kepala Misha sebelum masuk ke kamar Misha untuk mandi. Kamar mandi di apartemen hanya ada 1 sedangkan kamar mandi mandi yang ada di luar hanya ada wastafel dan kloset saja.
Riyan tidak akan kebingungan dengan pakaian ganti karena di dalam lemari Misha banyak pakaian miliknya yang sengaja ia bawa dari rumah.
Apartemen miliknya juga sebenernya bersebelahan dengan apartemen Misha yang sering ia pakai saat tidak pulang ke rumah. Tapi Riyan memilih menyimpan dan melakukan apapun di apartemen Misha kecuali tidur.
Saat akan tidur Misha selalu meminta Riyan untuk kembali jika dia tidak pulang. Misha tidak mau saat tidur Riyan ada disana apalagi satu kamar. Walaupun tidak berbuat apa apa tapi Riyan sendiri paham akan permintaan kekasihnya.
...----------...
__ADS_1
...Happy Reading.,...