
...**Happy Reading...
...❤️**...
.
Sesampai di rumah, Misha langsung masuk ke dalam kamar. Dia bersiap siap untuk live streaming di salah satu aplikasi yang dia janjikan.
Jika tidak terkait dengan pekerjaan, misha memang jarang sekali live paling hanya up video saja. Itu pun jarang.
Produk itu pun sudah dikirim Maya selaku manajernya ke rumah karena memang pekerjaan itu hanya bisa dilakukan oleh misha sendiri.
Tok, ,tok, , tok
Disela live berlangsung pintu kamar Misha diketuk oleh salah satu maid. Saat membuka pintu, Misha melihat maid itu membawa beberapa papar bag entah apa isi didalamnya.
"Ada kiriman atas nama nona Misha". Ucap maid itu memberikan paper bag.
"Oh makasih bi, dari siapa??".
"Kata pengirim nya mungkin ada didalam nona".
"Em baiklah".
Misha masuk kembali ke kamar membawa paper bag sambil melihat apa sisinya.
Beberapa cemilan ringan, aksesoris dan tas selempang keluaran terbaru.
Barang barang itu membuat Misha heran dan langsung membongkar semuanya takut ada nama si pengirim.
Saat melihat ada kertas di dalam salah satu paper bag, misha langsung membacanya dan ternyata kiriman itu dari Riyan.
Senyum terukir di wajah manis Misha mendapat hadiah dari Riyan, sungguh saat ini dia sangat merindukan kekasihnya itu. Tapi sayang masih ada beberapa Minggu lagi untuk bisa bertemu.
.
.
.
.
...************...
...2 Minggu kemudian...
Sudah sebulan misha dan Riyan tidak bertemu tapi hari ini dia tidak berada di Jakarta. Hal itu membuat Misha sangat sedih harus merelakan beberapa hari lagi tidak bertemu Riyan.
Saat ini misha sedang ada di Thailand untuk menghadiri acara fashion week salah satu brand didampingi oleh Maya.
Setelah terjun ke dunia modeling. Misha mulai dikenal banyak masyarakat sebagai model di beberapa brand terkenal.
Mami Vita tidak mengharuskan Misha menjadi model di perusahaan nya saja melainkan menjadi model brand terkenal seperti Gucci, Prada, bugenvil, channel, dan beberapa brand lain.
Bukan hanya itu Misha juga menjadi model majalah popular world magazine tetap. Untuk majalah Misha hanya menandatangani 2 nama majalah saja karena pekerjaannya dengan beberapa brand juga sudah sangat padat.
Mami Vita terus mendorong karir Misha agar lebih maju. Tapi tetap wanita paruh baya itu tidak mengizinkan misha untuk mengambil job lain seperti syuting iklan maupun bermain peran.
Jika pun iya Misha sendiri juga akan menolak karena untuk akting dia sendiri tidak memiliki kepercayaan diri yang lebih.
"Nona ini pakaian buat nona pakai, apa ada yang nona inginkan??". Tanya Maya kepada Misha yang sedang dirias oleh perias artis yang sudah disiapkan.
"Tidak ada mba". Maya mengangguk mengiyakan lalu duduk menunggu sambil mengecek ponsel.
__ADS_1
Saat ini misha berada di hotel tempat acara berlangsung. Untuk tamu undangan internasional mungkin akan di tempatkan di hotel itu langsung sedangkan untuk tamu yang tinggal di Thailand sendiri akan datang dari tempat mereka masing masing.
Tercatat 30 tamu undangan internasional dan 20 tamu undangan dari negara tuan rumahnya sendiri.
Dari Indonesia sendiri ada hanya Misha seorang karena dari setiap negara mengundang 1 orang. Tidak hanya di Thailand saja. Ada 2 acara lain yang berlangsung bertempat di Singapura dan Japan. Hanya selisih satu hari per acara.
Setelah selesai. Misha dan Maya pergi ke tempat acara di pandu oleh staf yang sudah disiapkan.
Acara itu hanya berlangsung beberapa jam dan tidak tersorot kamera untuk di bagian rooftop.
Sebelum pergi ke rooftop misha diarahkan untuk mengambil beberapa photo dengan pakaian yang sudah dia pakai.
Lalu pergi ke rooftop untuk berbincang dengan yang lain. Tak ayal jika banyak artis/aktor yang sering Misha lihat di series yang dia tonton.
Setelah menjadi model. Gadis itu belajar bahasa Inggris agar tidak terhambat dalam berkomunikasi. Sampai saat ini bahasa Inggris misha lumayan berkembang jauh. Untuk mengobrol bersama orang asing tidak terlalu sulit dipahami.
Ingin sekali berteriak di tempat itu tapi tidak mungkin. Dia sangat senang setalah terjun menjadi model, Misha bisa bertemu banyak artis Indonesia maupun internasional.
Disana Misha mencoba bergaul dengan mereka toh beberapa yang datang juga pernah satu projects bersama membuat Misha tidak terlalu canggung.
Beberapa jam kemudian sudah lelah berdiri. Misha memutuskan untuk duduk di salah satu kursi kosong bersama Maya. Tapi gak lama Maya malah izin ke toilet terlebih dahulu.
Jadilah Misha hanya duduk sendiri.
"Nona Misha boleh kita bergabung??". Ujar seseorang yang baru datang.
"Oh Hay, boleh silahkan". Ucap Misha dengan sopan.
"Lama tidak berjumpa, gimana kabarnya??".
"Baik,kamu sendiri??".
"Baik, bisa kita photo bersama??".
"Of course".
Mereka juga saling kasih tahu nama Instagram dan saling follow. Beberapa dari mereka malah tercengang melihat followers Instagram Misha yang melebihi mereka padahal jika dilihat Misha sama mereka lebih terkenal mereka.
Ya lah kan Misha hanya model sedangkan mereka berperan di semua dunia entertainment seperti, penyanyi, pemain film, host, Model dan masih banyak lagi. Tapi yang berbeda adalah negaranya. Setiap negara memang memiliki perbedaannya masing masing.
Saat asik berbincang tak sengaja misha melihat aktor pertama yang dia sukai saat melihat series Thailand. Series itu sudah dibuat sangat lama tapi tetap saja masih sering Misha tonton. Apalagi terlihat dari komunitas fans mereka yang kian bertambah padahal diisukan pasangan itu sudah tidak bersama lagi.
"Mba saya pengen berphoto dengan dia". Ucap Misha kepada Maya menunjuk ke salah satu orang yang sedang mengobrol. "Tapi kenapa Misha gemetaran mba lihat dia".
"Loh kamu kenapa?? Photo tinggal photo aja yuk sama mba".
"Bukan gitu mba, dia aktor pavorit Misha". Ucap misha geregetan.
"Oh itu toh alasannya". Ucap Maya sambil tersenyum dengan alasannya misha. "Udah ayo keburu orang nya ilang". Ajak Maya sambil berdiri.
Misha dan Maya mulai mendekat tapi seketika mata Misha membulat melihat salah satu orang yang berdiri tak jauh memakai pakaian tertutup dan memakai masker.
Dilihat dengan teliti misha mengenal itu siapa, senyumnya kian melebar sangat senang.
"Ternyata benar juga kan, ah seneng banget bisa lihat mereka baik baik saja". Batinnya dengan terus senyum senyum sendiri.
"Di depan dan dibelakang kamera memang tidak harus sama".
.......
Acara selesai, Misha memutuskan untuk kembali ke kamar hotel. Dia akan berganti pakaian dan memutuskan untuk pergi jalan jalan terlebih dahulu sebelum besok kembali ke tanah air.
Di Thailand misha hanya 3 hari. Tidak ada kurang tidak ada lebih.
__ADS_1
Mall terkenal di Bangkok menjadi tujuan Misha untuk berjalan jalan sekalian shopping.
Setalah menjadi model dan banyak pemasukan, misha menjadi lebih banyak menabung dan mengirimkannya kepada orang tuanya di kampung.
Walaupun menjadi model, Riyan tetap meminta misha memakai kartu kredit miliknya jika ingin berbelanja, tidak ada bantahan sama sekali. Mau tidak mau misha harus mengikuti apa keinginan pemuda itu, jika tidak kacaulah Misha saat ini.
Satu bulan tidak bertemu, Riyan mendapatkan keringanan agar bisa bertukar kabar lewat telpon dari 2 Minggu yang lalu. Mungkin mami Vita juga takut Misha pergi ke lain hati dari anaknya.
..
Asik berjalan di mall tiba tiba di kaget kan dengan seseorang yang menabrak dirinya.
Bug
"Sorry, saya tidak sengaja". Ucap Misha tidak enak dengan bahasa Inggris.
Pemuda itu tidak menjawab. Tapi dari postur tubuh nya tidak asing dimata Misha. Apalagi bau parfum yang pemuda itu pakai.
"Seperti bau parfum Riyan". Gumam misha terus menatap ke arah pemuda yang berjalan pelan.
Sedetik kemudian pemuda itu menatap kebelakang dengan sedikit mengangkat kepala yang wajahnya tertutup oleh topi.
Deg
Hati Misha berdetak lebih kencang dan senyumnya terukir indah. "Riyan". Pekik Misha lalu berlari memeluk pemuda itu dengan erat.
Maya yang ada disana hanya menatap cengo belum sadar dengan situasi.
"Sejak kapan kamu disini". Ucap misha masih memeluk Riyan dengan erat.
"Pagi tadi aku baru sampai sayang".
"Ekhm, ini tempat umum loh nanti aja pelukannya". Ujar Angga yang sudah berdiri di samping Riyan.
"Aish diem lo ganggu aja". Ucap Riyan kesal karena ucapan itu membuat misha melepaskan pelukannya.
"Gimana gimana, mba Maya apa mending mba sama saya aja jalan jalannya biarkan mereka menghabiskan waktu berdua setelah penantian panjang". Pekik Angga dengan sedikit meledak. Tapi Riyan setuju dengan pemikiran Angga.
"Em mba setuju, sekalian biar bisa jalan berdua sama berondong". Canda Maya yang memang wanita itu sudah berusia 37 tahun.
"Nah kan berarti Angga dibelanjain sama mba Maya".
"Enak dikamu doang butuh mah, ogah kamu yang banyak uang". Gerutu maya gak terima.
"Mba manajer ngambek, dah kalian sama mumpung gue baik hari gak ganggu kalian". Usir Angga kepada kedua pasangan yang sudah menempel kembali.
"Nona Misha jangan lupa pulang ke hotel yang sama ya, jangan pergi sama tuan Riyan nanti saya aduin ke nyonya". Ucap Maya memperingati dengan sedikit bercanda.
"Mba bilangnya ke Riyan bukan kesaya". Ucap misha sambil cemberut yang malah membuat mereka semua tertawa.
Akhirnya mereka berpisah menuju tempat yang berbeda tapi masih di mall yang sama. Misha belum selesai berbelanja tapi sekarang bersama orang yang berbeda.
Tangannya terus Riyan genggam tidak ingin dipisah sedetik pun. Hatinya sangat bahagia bisa berduaan lagi sama sang kekasih. Tapi hal yang membuat misha sangat kesal saat shopping bersama Riyan tidak pernah berubah sedari dulu.
Riyan selalu membelikan banyak barang jika menurut nya cocok digunakan oleh Misha. Hal itu membuat misha kesal jika berbelanja dengan Riyan. Kali ini banyak sekali alasan yang keluar dari mulut Riyan membuat misha pasrah.
Sampai 1 jam keliling mall, pasangan itu memutuskan untuk pergi ke restoran Italian food yang ada di mall itu.
Alasan kenapa misha tidak makan di restoran Thai food karena dia banyak menu yang tidak suka. Paling beberapa saja yang Misha bisa makan.
Riyan pun tahu itu jadi dia memutuskan makan di restoran Italia agar Misha banyak makan setelah keliling mall.
Dan membawa banyak paper bag berisi belanjaan mereka. Ralat hanya belanjaan milik Misha, punya Riyan hanya beberapa saja.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang untuk beristirahat. Kebetulan hari sudah sore dan besok pagi pagi sekali Misha harus datang ke bandara untuk pulang.
To be continued, , , ,