
Hari ini dimana Misha dan Riyan akan berangkat ke Japan untuk menghadiri pemotretan salah satu brand.
Acara hanya dilakukan 1 hari dan Misha disana kepastian hanya berkerja 3 hari. Tapi Misha memutuskan untuk liburan berdua. Sedangkan untuk manajer yang ikut akan langsung kembali ke Jakarta terlebih dahulu.
"By apa udah siap??". Tanya Riyan memasuki kamar.
"Udah, yuk".
Jam masih pukul 5.00 pagi. Tapi mereka harus sudah di bandara sebelum pukul 6.
Riyan sengaja memesan penerbangan pagi. Awalnya pemuda itu ngereg ingin berangkat di pesawat pribadi tapi Misha menolak karena memang tiketnya sudah dipesan.
...outfit Misha...
...Outfit Riyan...
Sampai dibandara sudah ada maya yang selalu ada saat Misha berkerja dimanapun.
"Bakal jadi obat nyamuk nih ceritanya". Sindir Maya menatap Misha.
"Apaan sih mba, ya nggak lah kan Misha kerja disana".
"Ah oke, mba paham". Maya tersenyum penuh arti. Misha juga paham apa yang manajer nya ucapkan.
Setelah siap mereka masuk untuk check in.
Misha sebenernya mengajak Angga untuk ikut menemani mba Maya agar tidak sendiri saat pulang kembali ke Jakarta. Tapi Angga tidak bisa karena pekerjaan di kantor sangat lah padat.
.....
.
7 jam lebih perjalanan dari Indonesia menuju Japan, mereka akhirnya sampai di Osaka.
Pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke hotel.
Mereka sampai pada jam 4pm waktu Osaka.
Misha satu kamar dengan mba Maya dan di kamar sebelah.
Mereka juga memutuskan untuk makan di kamar hotel agar cepat istirahat sebelum besok bekerja.
Misha memang datang di hari yang sangat mepet. Untuk patner kerjanya sudah chat dan kebanyakan juga sama. Ditambah mereka semua orang sibuk yang pasti jadwalnya lebih padat dari Misha.
Bahakan ada patner nya yang bakal berangkat nanti malam.
Melihat ada buah buahan membuat Misha memutuskan makan buah daripada makan makanan yang berat. Dia memang sedang menjalani hari diet beberapa hari ini sebelum nanti berburu kuliner.
.
.
7PM waktu Osaka
Ketiganya sudah ada di dalam restoran privat yang Riyan pesan.
Misha tidak bisa ada di depan publik saat bersama Riyan karena banyak fans diantara mereka.
__ADS_1
Saat Misha pergi kemanapun kepastian dia akan tahu dan memantaunya di sosial media. Yang pasti photo dirinya selalu tersebar dimana mana saat liburan dimanapun.
Maka dari itu Misha harus jaga jaga.
Sebenarnya di Japan ini mereka akan melaukan satu hal yang membuat fans heboh. Dari dulu banyak fansnya yang DM tentang Misha dan Riyan.
Banyak juga yang mendukung hubungan mereka dan meminta untuk go publik.
Mereka sudah bisa menduganya dari apa yang mereka cocokan saat Misha dan Riyan up photo.
Walaupun waktunya yang tidak bersamaan tapi mereka yakin. Misha dan Riyan ada hubungan.
Setelah makanan habis. Misha berniat untuk pergi ke bagian atas restoran yang dipakai untuk akan photo.
Dengan perdebatan yang sangat panjang akhirnya Misha diizinkan pergi hanya berdua dengan maya.
Riyan juga pingin ikut tapi Misha menolak dengan alasan banyak orang disana. Tidak mungkin mereka keluar bersama walaupun tidak berdua tapi tatap saja.
Akhirnya Riyan mengiyakan dan memilih menunggu di mobil.
Di rooftop restoran
Disana misha dan Maya berphoto dengan banyak gaya. Bahkan ada beberapa orang yang mengenal misha dan mengajaknya berphoto.
Lama kelamaan orang mulai banyak. Jadi, Maya menyarankan untuk pulang daripada susananya berubah menjadi tak kondusif.
Tuk tuk tuk
Misha mengetuk pintu mobil yang terkunci, lalu masuk setelah pintu bisa dibuka.
"Kenapa sebentar??". Tanya Riyan.
"Gak papa".
"Aish mba". Pekik Misha sedangkan Riyan hanya mengangguk.
Riyan memang sudah bisa menebak itu karena ini hari weekend jadi kepastian restoran akan penuh.
Lalu sekarang mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.
******
Keesokan harinya jam sudah menunjukan pukul 8AM dimana sudah siap untuk ke pemotretan.
Hari ini Misha hanya berangkat berdua bersama maya. Dia tidak mengajak Riyan karena kemungkinan disana bakal banyak wartawan.
"Mba aku ke kamar riyan sebentar". Izin Misha.
"Iya".
Setelah mendapat izin, Misha pergi ke kamar Riyan yang ada di samping kamar dia.
Saat masuk Misha masih melihat Riyan yang tertidur pulas. Bisa ditebak sehabis shalat dia pasti tidur lagi karena pagi Misha memang membangunkan dia untuk shalat.
Jika tidak mungkin dia akan kebablasan sampai pagi. Misha selalu membangunkan Riyan untuk shalat jika mereka dekat.
Tapi jika mereka jauh, misha hanya akan memastikan lewat chat atau telpon. Tidak peduli jika dirinya mengganggu tidurnya atau gimana. Tidak ada alasan bagi Misha.
"Yan, Riyan, , ".
"Hm". Dehem Riyan yang masih menutup mata.
__ADS_1
"Aku berangkat dulu, kepastian aku bakal pulang lama".
"Hm".
Cup
Ciuman mendarat di pipi Riyan. Tidak masalah buat Misha karena dirinya memang belum menggunakan make up.
Mendapat ciuman dari anak kekasih membuat Riyan mengangkat tangan dan kepalanya serta bibirnya mengerucut minta dicium.
Tanpa aba aba Misha mendekatkan kepalanya.
Namun bukan di bibir melainkan di pipi kanan bergantian dengan kiri.
Tidak mungkin Misha akan rela dicium Riyan di bibirnya. Mereka belum ada status pernikahan.
Riyan kembali tertidur dan Misha keluar dari kamar. Lalu berangkat ke lokasi bersama Maya dikawal beberapa bodyguard yang dikirim dari perusahaan brand yang berkerja dengannya hari ini.
Semua keperluan Misha di Japan selama 3 hari memang sudah di siapkan dengan lengkap tanpa ada kekurangan.
30 menit akhirnya mereka sampai di salah satu lokasi tempat pemotretan yang akan dilakukan.
Mereka memaki tema outdoor dan indoor tapi untuk hari ini mereka akan melakukan outdoor terlihat dahulu.
Misha dan manajer masuk dengan sangat anggun. Banyak yang menyapa mereka dan salah satu staf menuntun mereka ke salah satu ruangan untuk make up.
Ruangan terlihat dipisahkan dengan yang lain.
Bisa dilihat dari chat yang masuk, ada 5 partner yang bekerja dengannya dari berbagai negara. Korea Selatan, Thailand, China, dan Japan tentu saja.
Setelah bersiap barulah mereka berangkat menuju tempat yang sudah disiapkan. Mereka bekerja dengan 2 kru yang berbeda tapi lokasi yang sama agar pekerjaan lebih cepat.
Ada 3 yang mereka kunjungi, terlihat sangat sepi dan hanya mereka yang ada disana.
Sepertinya tempat itu memang sudah disiapkan untuk mereka beberapa jam agar tidak ada orang lain yang datang.
Alasannya karena ini projects privat yang tidak boleh bocor ke publik sebelum jadwal yang sudah ditentukan.
Misha merasa senang bisa berkerja dengan mereka yang notabennya sangat terkenal di panca internasional.
Bahkan mereka sangat hamble walaupun baru bertemu pertama kali.
Misha yang umurnya paling muda dan wanita satu satunya terasa dimanjakan oleh para pemuda itu.
Tidak ingin menghilangkan kesempatan, Misha mengambil banyak kenangan bersama mereka. Dia akan menyimpannya selalu walau tidak bisa dia up sembarangan.
Mereka juga langsung follow akun Instagram pribadi milik Misha.
Awalnya mereka tercengang melihat followers yang Misha miliki.
Memang benar Misha memiliki banyak follower kemana sebelum dia menjadi model, dia sudah banyak mendapatkan itu. Banyak orang yang menyukai photo yang dia up. Mereka bilang setiap photo Misha terlihat sangat estetik, ditambah dengan efek yang cocok.
Mereka juga mempertanyakan tentang Misha yang tidak memfolow siapapun di akunnya. Tapi bukan misha tidak menghargai mereka melainkan misha memiliki alasan lain yang membuat meraka paham.
Tapi di sosial media lain Misha memang memfollow orang yang Misha kenal dan orang yang pernah bekerja sama dengan dia. Bahkan misha sangat aktif di Twitter. Dia selalu merespon siapapun itu, teman maupun fans.
Akses satu satunya misha yang paling dekat dengan mereka yaitu di Twitter. Misha sendiri mengikuti akun fans internasional yang mereka buat untuk mendukung dia.
Bahkan Misha meminta orang untuk mengawasi akun itu secara tertutup. Dia gak mau mereka mengalami hal yang tidak diinginkan. Karena Misha sudah menganggap mereka sebagai keluarga.
Jika tidak karena mereka Misha tidak akan menjadi sebesar ini.
__ADS_1
To be continued, , , ,