
Pulang dari bekerja seperti biasa Misha mampir di taman terlebih dahulu hanya untuk membeli jajanan pinggir jalan. Setalah hari itu ia sangat ketahuan akan makan disana dan membuatnya ingin beli lagi. Kebetulan juga tempat itu arah mereka pulang ke kontrakan.
"Malam pak". Sapa Misha kepada satpam disana yang memang sangat akrab akibat seringnya Misha mengambil paket belanjaannya yang selalu dititipkan di satpam depan.
"Malam neng Misha,, baru pulang??".
"Ia pak,, ". Balas Misha tersenyum.
"Oh ya neng ada paket buat neng". Ucap pak satpam membuat Misha mengerutkan kening.
Setahu dia paket online miliknya yang tadi siang dia cek tidak ada yang akan datang hari ini. Hal itu membuatnya bingung kenapa ada paket untuk dia.
"Makasih pak,,!!". Ucap Misha mengambil paket yang diberikan oleh pak satpam itu. Bingkisan nya pun memang bukan seperti paket biasanya yang membuat Misha tambah penasaran.
"Oh ya pak ini cemilan buat bapak sekalian nemenin begadang". Lanjut Misha memberikan 1 kotak kue jajanan yang tadi ia beli di taman.
"Terimakasih neng".
"Sama sama pak,, kalau gitu Misha masuk dulu". Pamit Misha, lalu masuk ke dalam menuju kontrakannya yang ada di lantai 2.
Bersamaan dengan Yuda yang habis menyimpan motornya di garasi. "Paket apa sha?? Bungkusannya beda". Tanya Yuda heran saat melihat paket yang dibawa oleh Misha ditangan kanannya.
"Mbuh,, gue juga gak tau. Tapi dari alamat nya sih memeng bener buat gue nih liat bahkan nomer kamar gue juga tertulis lengkap". Tunjuk Misha pada kertas yang tertempel di kotak itu.
Tidak ada lagi percakapan antara Yuda dan Misha sampai mereka sampai di depan kontrakan tetapi melihat gelagat Yuda sangat aneh sekali. Sedari bawah dia terus menatap Misha berulang ulang kali tapi tidak bicara apapun.
"Lo kenapa??". Tanya Misha bingung.
"Hm,, sebaiknya Lo buka deh gue kok penasaran dengan isi paket itu". Seru Yuda membuat Misha menatap kembali paket yang ia pegang.
Mendengar itu misha membuatnya tambah penasaran. Perlahan Misha pun membuka kotak itu dihadapan Yuda.
Dan tiba tiba,,,,,,.
"Astaghfirullah".
Kotak itu terjatuh ke lantai diatas keset yang tidak membuat suara berisik untuk orang lain.
Misha yang kaget memundurkan langkahnya menjauhi paket itu dengan seluruh tubuhnya yang merinding ketakutan.
Melihat Misha yang duduk menyembunyikan wajahnya diantara dua lutut membuat Yuda kaget dan segera menghampiri untuk menenangkan Misha.
"Sha Lo gak baik baik aja".
"Sha".
Tubuh Misha gemeteran tanpa bisa menjawab apapun. Panggilan dari Yuda pun ia cuekin dan terus mengusap usap tangannya yang gemeteran.
"Da tolong buang kotak itu". Ucap Misha dengan suara serak yang terus mengusap semua tubuhnya sendiri.
Saat Misha membuka kotak itu. Yuda tidak melihat isinya karena kaget dengan reaksi Misha yang ditimbulkan.
Dengan cepat Yuda mengambil kotak itu. "Ulat,,!!". Seru Yuda yang membuat misha menutup telinganya karena mendengar ucapan Yuda membuat tubuhnya kembali merinding.
"Yuda buang kotak itu,, gue gak mau liat plis". Seru Misha masih dengan suara gemetar.
__ADS_1
Tanpa Misha tau Yuda menyembunyikan kotak itu disamping tempat sampah yang ada di depan kontrakan dan kembali menenangkan Misha yang masih duduk dilantai.
"Gue bantu buat anterin ke kamar Lo". Yuda membawa Misha ke kamarnya dengan perlahan dan masih merasakan tubuhnya gemetaran. Bahkan Misha tidak berani untuk membuka mata.
"Ra,, Laura". Panggil Yuda saat pintu kontrakan Misha terkunci.
Gak lama kemudian pintu terbuka memperlihatkan penampilan Laura yang baru bangun tidur.
"Sha Lo kenapa??". Seru Laura kaget melihat keadaan Misha saat ini. Lalu membawanya masuk ke dalam kamar.
Yuda membawa Misha ke tempat tidur untuk duduk, sedangkan Laura pergi mengambil air minum.
"Nih minum dulu,, Lo tenang dulu". Seru Laura mengelus punggung Misha yang masih gemetaran.
Air mata Misha yang terus mengalir tanpa suara membuat Laura dan Yuda khawatir. Lalu Laura memeluk Misha dengan erat agar lebih tenang.
"Sekarang Lo istirahat aja". Laura mengambil tas yang dipakai dan membantu misha untuk berbaring di tempat tidur.
Saat misha tidur, Laura membawa keluar dari kamar untuk menanyakan sebab Misha seperti itu.
"Misha kenapa?? Kenapa pulang pulang dia seperti itu??". Tanya Laura dengan wajah mengintimidasi.
"Gue juga gak tau,, tadi pak satpam kasih paket juga dia gue bingung paket itu beda dengan yang biasanya. Jadi gue mintalah dia buka karena gue penasaran juga. Pas dibuka tiba tiba Misha jadi seperti itu". Kata Yuda sedikit menjelaskan membuat Laura mengerutkan kening.
"Apa isinya??".
"Ulat didalam toples kaca". Jawab Yuda membuat Laura kaget.
"Hah,,!!!".
Yuda mengacungkan 2 jari ke atas pertanda dia gak lagi bohong ataupun bercanda. "Dan nama alamatnya sangat lengkap dikotak itu, ya kecuali nomor telpon Misha mungkin yang tidak ada".
.
Keesokan harinya Laura sudah siap untuk bekerja tetapi Misha masih berbaring di tempat tidur tanpa ada niatan untuk bangun sama sekali.
"Sha.. Misha bangun udah siang". Ucap Laura menggoyangkan tubuh Misha. Tetapi dia merasa ada yang tidak benar. Dengan cepat Laura memegang kening Misha dan ternyata benar suhu badannya sangat tinggi membuat Laura sedikit panik. "Sha Lo demam".
"Hm,,, gue gak papa". Ucap Misha dengan suara serak.
"Lo tunggu sebentar biar gue beli obat dulu ke apotek depan". Seru Laura,
Dengan cepat Laura mengambil tas dan pergi ke kontrakan Nana untuk meminjam motor.
Sepeninggal nya Laura Nana dan tasya datang ke kamar Misha dengan tergesa gesa.
"Sha Lo kenapa??". Tanya Nana khawatir.
"Astaga,, badan Lo panas banget". Sahut Tasya setelah memegang kening Misha.
"Jam berapa??". Tanya Misha pelan.
"Jam 7 Lewat emang kenapa??".
"Hah gue harus siap siap nanti telat". Misha yang ingin bangun langsung dicegah oleh mereka berdua yang membuat Misha kembali berbaring.
__ADS_1
"Lo diem aja gak usah banyak gerak.. mending Lo istirahat aja biar nanti kita kasih tau bang Rafa". Ucap nana.
"Gue baik baik aja".
"Udah deh Lo jangan ngeyel mending Lo makan lalu minum obat gak usah masuk kerja". Sambung Laura yang baru datang membawa plastik ditangannya.
"Kalian siap siap aja dulu nanti telat, biar gue yang bantuin Misha buat makan". Lanjut Laura.
Nana dan Tasya kembali ke kamarnya untuk siap siap berangkat kerja. Sedangkan Laura membantu Misha untuk makan dan minum obat.
"Sha Lo kenapa??". Tanya Yuda yang baru datang.
"Dia demam".
"Kita ke dokter ya gue anterin". Seru Yuda panik.
"Gue baik baik aja,, nanti juga sembuh". Tolak Misha pelan.
Setelah minum obat Misha kembali berbaring karena sangat pusing dan seluruh tubuhnya sangat sakit. Laura menempelkan pereda demam dikenang Misha dengan perlahan agar demamnya cepat turun.
"Apa dia baik baik aja kita tinggal??". Ucap Azis menatap misha yang terbaring ditempat tidur.
"Gue baik baik aja kalian pergi kerja aja".
"Ya udah tapi kalau ada apa apa Lo cepat hubungi kita ya dan ponselnya jangan jauh dari Lo". Seru Laura yang langsung diangguki oleh Misha.
"Cepat sembuh ya". Ucap Yuda mengelus kepala Misha dengan lembut.
Sepeninggal nya Laura dan yang lain, misha kembali tidur karena kepalanya sangat pusing.
...........
Siang hari di caffe Crescent moon, Angga dan Riyan datang dengan membawa paper bag dari sang mami untuk Misha.
Saat Tasya membawa pesanan mereka berdua, Angga mengerutkan keningnya karena biasanya Misha yang akan bawa.
"Misha gak ada??". Tanya Angga menatap Tasya.
"Misha Mulu kapan tanyain gue nya". Seru Tasya pura pura Ngambek.
"Gue mau kasih titipan buat dia". Ucap Angga menunjuk paper bag yang ada diatas meja.
"Misha gak masuk hari ini dia lagi sakit". Kata tasya yang membuat 2 pemuda itu kaget.
"Misha sakit,,,,!!!!".
...----------------...
Hai reader. . .
Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .
Dukung terus author. .
Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .
__ADS_1
Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .
Happy reading semua. . . . .