Destiny In My Life

Destiny In My Life
Suasana di pagi hari


__ADS_3

Alarm pagi berbunyi dari ponsel yang selalu dipasang setiap hari. Seorang wanita yang asik tidur kini menggerakkan tubuhnya untuk bangun.


Banyak berbaring ditempat tidur membuat seluruh tubuh Misha sangat kaku dan susah digerakkan.


Hal itu membuat misha memutuskan untuk pergi mandi dan pergi untuk jalan pagi. Setelah mandi ia memakai pakaian itu kembali karena Misha Misha tidak mempunyai pakaian ganti.


Keluar dari kamar dan melihat suasana sangat sepi hanya beberapa pelayan yang sedang membersihkan seluruh rumah.


"Pagi non,, ada yang bisa saya bantu??". Tanya salah satu pelayan yang kebetulan ada didepan kamar yang dia tempati.


"Ah nggak bi saya cuma mau jalan jalan aja badan saya sakit tidur mulu". Balas Misha sambil tersenyum ramah.


"Ya udah non kalau ada apa apa tinggal bilang aja sama bibi".


"Iya bi,, saya pergi dulu". Pamit Misha yang dibalas senyuman oleh pelayan itu.


Misha turun kebawah menuju tanam belakang. Matahari belum begitu terbit tapi Misha udah ada diluar rumah dan suasana pagi ini cukup dingin.


Dia duduk di bangku taman sambil melihat bunga bunga yang mekar di taman itu. Taman rumah Riyan sangat luas dan bahkan ada kolam renang yang luas disana. Ia ingin bermain air tapi ini masih terlalu pagi yang akan membuat dirinya tambah sakit.


Saat Misha asik memandang pemandangan taman tiba tiba ada seseorang yang memakaikan jaket dari belakang membuat Misha sedikit tersedak.


"Riyan,,!!". Pekik Misha melihat Riyan ada dibelakang.


"Maaf buat kamu kaget,, ini cuaca dingin kenapa kamu gak pakai pakaian tebal". Ucap Riyan duduk disamping Misha.


"Aku hanya ingin jalan pagi,, tubuh aku kaku kalau tidur terus". Balas Misha tanpa menatap ke arah Riyan.


"Apa kamu mau jalan jalan??".


"Mau,, kemana??". Ucap Misha senang.


"Keliling komplek apa mau??".


"Boleh,, sekalian olahraga biar badan aku gak kaku".


Saking senangnya Misha bangun sambil memegang tangan Riyan yang membuat orangnya diam mematung. Melihat Riyan yang hanya diam membuat Misha terus menggoyangkan tubuhnya agar merespon.


"Riyan ayo katanya mau jalan jalan". Ajak Misha dengan wajah gemes.


"Iya iya ayo".


"Kamu cuma pakai kaos aja nanti kamu dingin". Ucap Misha ingin memberikan jaketnya kembali.


"Eh gak usah aku ambil sebentar ke kamar kamu tunggu dulu didepan ok".


Setelah mendapat persetujuan Misha, dengan cepat Riyan berlari mengambil pakaian tebal di kamarnya. Sedangkan Misha berjalan terlebih dahulu ke depan rumah.


Gak butuh waktu lama Riyan kembali dengan memakai hoodie yang sangat cocok ditubuhnya yang membuat Riyan menjadi lebih tampan. Sedari dulu Misha memang menyukai pria yang memakai style Korea apalagi seperti idol favoritnya yang baru baru ini dia suka.


"Ayok". Ajak Riyan saat berada disamping Misha.


Mereka berdua jalan pagi di sekitar komplek perumahan yang ada beberapa orang juga sedang joging. Suasana disana tidak begitu ramai dan juga tidak terlalu sepi.

__ADS_1


(" Kayanya ini kompleks perumahan elit yang dipenuhi orang orang kaya".)


Misha tersenyum sambil menghirup udara segar di pagi hari sambil menatap sekeliling kompleks itu.


"Apa suasana disini selaku kaya gini??". Tanya Misha menatap ke arah Riyan.


"Nggak, mungkin karena ini hari Minggu makanya banyak orang yang joging disini".


"Minggu,, ini hari Minggu". Kaget Misha saat mengetahui hari ini.


" Iya kenapa kamu kaget".


"Nggak papa aku lupa aja karena gak lihat ponsel dari pagi". Ucap Misha. "Oh ya Laura dan yang lain mau tau tempat tinggal aku sekarang gimana??".


"Kenapa mereka mau tau tempat tinggal kamu". Mendengar ucapan Misha membuat wajah Riyan berubah seketika.


"Mereka khawatir sama aku dan pengen ketemu aku sekarang juga tapi aku gak tau alamat rumah kamu makanya aku bilang kekamu dulu". Jawab Misha yang mulai sadar dengan perubahan wajah Riyan yang berusaha disembunyikan tetapi Misha pura pura tidak tau.


"Untuk alamat rumah aku gak bisa kasih tau tapi gimana kalau kita ketemu mereka ditempat kerja saja". Usul Riyan membuat Misha tersenyum lebar dan menganggukkan kepala dengan senang.


"Mau aku mau kesana sekarang". Jawab Misha dengan cepat.


"Ya sudah sekarang kita pulang dan nanti siang kita pergi ke sana".


Dengan ceria Misha mengikuti Riyan pulang kembali ke rumah. Sampai dipalkiran rumah Misha melihat ada 2 mobil terpalkir disana.


"Yan apa ada tamu??". Tanya Misha menatap ke arah mobil itu.


"Ini mobil Angga sama ayahnya".


"Assalamualaikum". Sapa Misha saat memasuki rumah.


Misha bisa mengucapkan salam karena ia melihat photo keluarga Riyan yang berphoto di Mekah dan bisa dibilang bahwa keluarga Riyan itu muslim maka dari itu Misha berani mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam". Jawab beberapa orang dari dalam.


Bahkan Riyan yang ada disampingnya Misha pun menatap wajahnya tanpa berkata apa-apa. Tetapi itu tidak terlihat oleh Misha.


"Habis dari mana sayang??". Tanya mami vita mendekati Misha.


"Abis jalan pagi tante". Jawab Misha dengan tersenyum manis.


"Pantesan mami samperin ke kamar kamu nya udah gak ada".


"Maaf Tante gak pamit soalnya tadi pagi rumah nya sepi dan Misha pikir masih pada dikamar makanya Misha gak izin".


"Gak papa asal kamu pergi sama Riyan".


Mami Vita menatap anak nya yang berdiri di samping Misha tanpa bergeming. Lalu Misha dibawa ke meja makan untuk sarapan pagi.


Dimeja makanan banyak terdapat menu sarapan berbagai jenis yang membuat Misha enggan untuk makan. Misha yang jarang sarapan makanan berat tidak enak jika nolak tapi kalau dipaksa perutnya akan nolak dan bisa bisa dia akan muntah.


Dihadapan Misha ada susu putih dan air mineral. Pertama yang Misha ambil adalah meminum air mineral untuk meredakan tenggorokan.

__ADS_1


Seperti semalam Riyan mengambilkan makanan untuk Misha makan. Tetapi sebelum terlambat ia menarik narik hoodie Riyan dari bawah meja makan.


Hal itu membuat Riyan menengok ke arah Misha . "Ada apa??". Tanya Riyan heran.


"Aku gak bisa sarapan nasi kalau pagi pagi". Bisik Misha di telinga Riyan.


"Tapi kamu harus minum obat kalau gak makan nasi gimana??".


Ucapan Riyan membuat semua orang menatap mereka berdua dan hal itu membuat Misha gak enak.


"Kenapa sayang??". Tanya mami Vita.


"Gak papa tante". Jawab Misha sambil tersenyum malu.


"Misha menolak untuk makan mi". Sahut Riyan yang langsung mendapat pukulan pelan di pinggangnya.


"Aw,, kenapa kamu pukul aku". Keluh Riyan mengelus punggungnya yang dicubit padahal Misha yakin itu tidak sakit sama sekali.


"Bukan gitu Tante tapi...".


Ucapan Misha terpotong menatap semua orang yang menatap dirinya menunggu jawaban yang akan dia berikan. Tetapi Misha gak enak hati untuk bicara.


Riyan yang paham mendekatkan telinganya agar Misha bisa berbisik padanya. "Perut aku bakal nolak dan bisa muntah". Bisik Misha.


"Ok kalau gitu kamu makan roti selai aja minum susunya".


Riyan mengambilkan Misha roti selai dan mengganti piringnya menggunakan piring kosong miliknya. Lalu sang mami mengambil piring yang berisi nasi goreng dihadapan Riyan untuk dia makan karena ternyata Riyan pun sama tidak pernah sarapan dengan makanan berat.


(" Perut plis kamu harus kerja sama dengan aku ya". Batin misha saat menatap susu putih dihadapannya.)


Dengan ragu Misha mengambil gelas yang berisi susu putih yang tidak ia sukai tapi kalau ditolak Misha sungguh tidak enak kepada keluarga Riyan.


Hanya setengah yang Misha minum dan perutnya mulai gak enak saat mencium bau susu putih itu.


(" Ya Tuhan plisss".)


Dibawah meja Misha gak berani untuk memegang perutnya karena takut Riyan akan melihat itu semua.


"Habiskan susunya gak baik loh menyisakan makanan nanti mubazir". Seru Riyan menatap ke arah Misha.


"Aku udah kenyang".


Misha merasakan bahwa Riyan terus menatap kearahnya sedari tadi. Dengan tenang ia harus menyembunyikan apa yang telah ia rasakan.


Tiba tiba yang membuat Misha kaget adalah Riyan mengambil susu bekasnya yang masih setengah, lalu meminumnya sampai habis.


"Riyan itu punya Misha". Seru mami Vita melihat kelakuan anaknya.


"Gak papa mi Misha juga udah kenyang". Jawab Riyan tanpa rasa bersalah.


"Tante om dan semuanya Misha pamit mau minum obat dulu ya soalnya obat Misha ada dikamar". Pamit Misha dengan sopan padahal perutnya sudah mulai gak enak dan ingin muntah.


"Iya sayang cepet sembuh ya minum obatnya secara teratur". Balas mami Vita yang dibalas dengan senyuman.

__ADS_1


...--------------------...


...Happy Reading,....


__ADS_2