
...Happy Reading...
...❤️...
.
Saat masuk ke dalam mobil, Misha melihat Riyan yang ada di sampingnya dengan terus menatapnya tanpa berbicara sepatah kata.
Misha maupun Riyan hanya diam tanpa ada yang mau memulai berbicara. Sampai mobil masuk ke pekarangan rumah, Misha keluar terlebih dahulu.
Didepan rumah terlihat orang tua Riyan yang menunggu membuat misha heran.
"Sini sayang". Panggil mami Vita dengan merentangkan kedua tangannya membuat misha masuk ke dalam pelukan itu.
"Kamu tahu apa kesalahan kamu riyan??". Ucap papi Rendra dengan tegas. Hal itu membuat misha tambah bingung menatap semua orang.
"Iya Pi riyan tahu". Ucap Riyan lesu sambil menunduk.
"Untuk sebulan ini kamu gak bisa ketemu Misha. Pikirkan apa saja kesalahan kamu. Papi gak pernah ajarkan kamu menjadi cowok seperti itu. Papi sama mami sudah tahu apa yang telah terjadi dalam beberapa hari ini".
"Tapi Pi izinkan Riyan untuk menjelaskan sesuatu terlebih dahulu agar misha gak salah paham sama Riyan Pi. Plis Pi mami". Ucap Riyan dengan penuh permohonan.
"Bicara setelah masa hukuman kamu selesai". Ucap papi Rendra pergi meninggalkan mereka masuk ke dalam rumah. "Mi misha masuk rumah". Perintah papi Rendra saat ada di pintu masuk.
"Dan untuk pekerjaan Misha dia akan keluar dari kantor kamu. Dia akan kerja sama mami". Ucap sang mami langsung membawa misha masuk ke dalam rumah.
Iya bingung sebenarnya apa yang telah terjadi. Bukannya Riyan anak kandungnya, kenapa malah dia yang dimanjakan dan tidak mengizinkan anaknya sendiri masuk ke dalam rumah.
"Aneh". Batinnya.
"Nanti kamu lihat ini ya dan maid akan mengirim makan siang ke kamar biar kamu bisa langsung istirahat". Ucap mami Vita dengan lembut.
"Ini apa mi??". Misha mengambil flashdisk yang diberikan kepada dia.
"Nanti kamu juga tahu, sekarang kamu bersih bersih sana".
Misha menganggukkan kepala lalu pergi menaiki anak tangga menuju kamar. Dia masih menerka nerka apa isi dari flashdisk yang nyokapnya Riyan berikan.
Sampai dikamar, dia meletakan tas dan flashdisk itu di meja rias. Dia akan membersihkan wajah dan berganti pakaian terlebih dahulu.
Setelah selesai barulah makan siang terlebih dahulu di balkon kamar sambil menatap pemandangan siang hari sampai dia lupa untuk mengecek isi flashdisk itu.
Malam harinya setelah makan malam, misha ditanyakan oleh mami Vita tentang flashdisk itu. Mau tidak mau Misha yang lupa izin untuk masuk ke kamar duluan mengeceknya langsung sebelum lupa lagi.
Misha duduk di depan meja rias dengan laptop dihadapannya. Perlahan Misha memasukan flashdisk itu yang terlihat hanya ada satu folder berisi video.
Klik
Terlihat video di ruangan Riyan dimana menjadi salah paham mengira bahwa Riyan telah selingkuh. Tapi ternyata itu berbeda jauh dari pikiran misha.
Dalam rekaman itu bisa diputuskan bahwa Riyan digoda oleh wanita itu. Dan saat Misha masuk ternyata sudah diprediksi oleh wanita itu seolah mereka sedang berpelukan di atas sopa.
Padahal riyan didorong oleh wanita itu dengan tiba tiba. Sopa yang dekat dengan dirinya membuat Riyan susah untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Tapi sayang, riyan terjatuh bersama wanita itu di atas sopa dan pas disaat Misha masuk ke dalam ruangan.
Misha juga bisa melihat bahwa wanita itu dibentak habis habisan oleh riyan setelah Siska sekertaris nya menjelaskan bahwa sang kekasih datang ke perusahaan.
__ADS_1
Setelah melihat video itu hati misha mulai mendingan dan sudah memaafkan apa yang Riyan lakukan tempo hari. Dia juga salah karena pergi begitu saja tanpa meminta menjelaskan.
Ingin rasanya malam itu juga misha bisa ketemu dengan Riyan tapi tidak mungkin karena jika melanggar aturan papi Rendra kemungkinan akan semakin fatal untuk riyan.
Akhirnya misha memutuskan untuk pergi tidur lebih awal daripada memikirkan yang tidak jelas.
.
.
.
.
********
Keesokan harinya, pagi pagi buta misha sudah terbangun. Dia berencana untuk olahraga pagi trepmil di ruang gym.
Hanya 30 menit misha keluar dari ruang olahraga menuju dapur untuk mengambil minum. Disana terlihat mami Vita yang sedang membuat sarapan.
"Pagi sayang, habis olahraga?".
"Iya mi, mau misha bantuin". Tawar misha yang sedang duduk di kursi pantry.
"Gak udah mending kamu pergi ke kamar, mandi lalu siap siap ikut mami ke perusahaan".
"Mau ngapain mi??".
"Mau obrolan masalah kamu menjadi model".
"Tapi mi, Misha gak tertarik dalam bidang itu". Ucap Misha apa adanya. Jujur dia tidak pandai dalam bergaya saat menjadi model kemarin.
"Kamu berbakat sayang. Kamu nya aja belum sadar. Sekarang kamu siap siap dandan yang cantik". Ucap mami Vita mau tidak mau harus Misha turuti.
Didalam kamar misha disibukan dengan mempersiapkan diri dandan seperti fashion dia sendiri tanpa dibuat buat.
Make up natural serta pakaian sederhana. Misha juga menggerai rambut nya begitu saja tanpa ada niatan untuk dia ikat. Misha emang suka jika rambutnya digerai dan kalau gerah dia sudah bawa jepitan sendiri di dalam tas untuk jaga jaga.
Saat turun dari lantai atas menuju meja makan. Disana belum terlihat ada siapapun dan gak lama terdengar suara langkah kaki menuruni tangga.
Mereka sarapan dengan khidmat seperti keluarga Cemara. Padahal misha bukanlah anak kandung mereka, dia hanya kekasih anaknya yang beruntung bisa disayangi oleh keluarganya melebihi anak kandung.
Seperti yang nyokapnya Riyan ucapan. Seharian misha berada di RV gamstore setelah menandatangani kontrak kerja menjadi model disana.
Mami Vita juga memberikan manajer kepada misha untuk dia cantumkan di akun Instagram nya yang akan mengurus endors atau kerja sama yang sudah banyak DM ke akun Instagram.
Misha tidak pernah mengambil itu semua karena dia tidak mengerti. Ingin asal ambil takutnya akan terjadi kesalahan yang fatal.
Tapi untuk sekarang, dia hanya bekerja melakukan apa yang manajernya atur dari a-z. Itu juga dipantau langsung oleh mami Vita.
Apa yang akan misha kerjakan bertempat di perusahaan itu. Mami Vita juga memberikan ruangan khusus di lantai yang sama dengan dirinya.
Seharian itu Misha hanya memperhatikan manajer barunya menjelaskan beberapa yang tidak dia ketahui.
Maya, nama manajer misha yang mami Vita siapkan untuknya, dia sudah sangat dipercaya setalah 7 tahun bekerja di perusahaan RV gamstore.
Sore hari setelah selesai dengan Maya, Misha berencana untuk masuk ke dalam ruangan mami Vita menanyakan tentang kepulangannya karena sudah sore.
__ADS_1
Baru keluar ruangan. Misha melihat mami Vita sedang berbicara dengan Riyan di tempat santai yang ada di balkon. Terlhat wajah Riyan yang memelas disana. Misha penasaran dengan apa yang mereka bicarakan sampai Riyan tak sengaja melihat misha ada disana.
Terlihat Riyan ingin mendekat ke arah nya tapi ditahan oleh sang mami membuat wajah Riyan 5 kali lipat bertambah sedih.
Dengan wajah cengo Misha melihat Riyan melewati nya menundukkan kepala memasuki lift.
Misha yang dilewati hanya diam tanpa menyapa. Dia sangat kebingungan dengan apa yang telah terjadi. Saat parfum Riyan tercium, Misha sangat merindukan kekasihnya itu yang jarang bertemu untuk saat ini.
"Sayang sekarang kita pulang, ayok". Ajak mami Vita membuyarkan lamunan misha.
Dia hanya mengikuti langkah kaki mami Vita memasuki lift tanpa bertanya apapun.
Pikirannya masih tertuju pada Riyan. Apalagi melihat pakaian Riyan yang sangat berantakan seperti tidak terawat.
Mulai besok Misha selalu datang ke RV gamstore dari jam 8 - 4 sore. Melakukan pekerjaan apapun Misha lakukan disana seperti syuting video dan pemotretan. Bahkan barang endors akan dikirim langsung ke RV gamstore untuk Misha review.
Dari mulai pakaian, jaket, aksesoris, make up, alat, barang perabotan dan masih banyak lagi. Misha jarang menerima endors makanan atas perintah mami Vita dengan banyak alasan yang tertera. Jika pun iya, Misha diperbolehkan hanya menerima makanan dari toko toko tertentu saja. Padahal Misha sangat doyan makan.
Tok, , tok , , tok
Saat misha lagi melajukan siaran langsung di Instagram, disela sela break syuting. Ada seseorang yang mengetuk pintu dan kebetulan di ruangan itu hanya ada dia. Maya sedang izin ke bawah untuk membeli minuman.
Misha membuka pintu dan terlihat Riyan di depan ruangan. Kedatangan dia tentu saja membuat misha sangat kaget, apalagi ini ada di perusahaan nyokapnya dia.
Senyum lebar terukur di bibir Riyan dengan mata menyiratkan banyak kerinduan.
"A- pfffhh".
Dengan cepat Misha membekap mulut Riyan agar tidak bersuara, lalu memberi kode agar dia diam. Riyan menganggukkan kepala mengerti. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan dengan perlahan. Misha sebisa mungkin tenang agar tidak membuat orang yang nonton livenya curiga.
Bukan takut ketahuan mami Vita melainkan dia takut kalau Riyan masuk ke dalam live dan media sosial bakal heboh.
Belum go publik juga hubungan mereka sudah banyak yang mencocokkannya dengan photo photo milik mereka di media sosial apalagi kalau sudah go publik bakal heboh lebih dari berita kemarin mungkin.
, , , , Tadinya aku mau live sampai pulang, tapi masih banyak kerjaan yang menumpuk jadi Misha pamit dulu, nanti malam misha lanjut. Bye semua, makasih sudah support misha". Ucap misha melambaikan tangan menekan tombol untuk mengakhiri live.
Saat Misha sibuk melihat ponselnya membalas chat yang masuk, ia merasa ada yang memperhatikannya dan benar saja. Saat ia menatap ke arah depan. Misha melihat Riyan yang terus menatap dirinya dengan intens sambil tersenyum.
Misha mengerutkan kening heran. Kenapa dia seperti itu, pikir Misha.
Cklek
"Nona maaf saya-".
Maya masuk ke dalam ruangan membuat pasangan yang baru bertemu itu terperanjat kaget. "Tuan Riyan gimana bisa masuk?? Kalau nyonya tahu bisa marah tuan". Ucap Maya dengan wajah lesu.
"Ck mami nya juga tidak ada disini".
"Tapi tuan-".
"Udahlah, by kita pulang yuk bareng aku". Ajak Riyan dengan memelas.
"Riyan sebaiknya kamu pulang, kalau ketahuan mami kamu bakal kena marah loh apa lagi kalau ketahuan papi Rendra". Ucap Misha membuat Riyan memeluk nya dengan erat. Bibirnya dikerucutkan seperti anak kecil.
Misha hanya bisa pasrah dipeluk seperti itu. Dia tentu saja akan kalah walaupun terus memberontak.
Walaupun Misha sangat merindukan Riyan tapi kalau seperti ini dia takut malah orang tua Riyan bakal tambah marah dan membuat mereka akan lebih lama tidak bertemu.
__ADS_1
Sekarang tidak ada mami Vita di perusahaan tapi semua cctv menyala, kepastian mami Vita bakal melihat dari sana.
To be continued, , , , ,