Destiny In My Life

Destiny In My Life
Bertemu orang tua Riyan


__ADS_3

Saat menuruni anak tangga Misha hanya menatap tangannya yang digenggam dengan erat oleh Riyan tanpa melihat jalan atau suasana di rumah itu. Dan gak terasa sudah sampai meja makan yang terdapat orang tua Riyan.


"Malam om Tante". Sapa Misha sopan dengan sedikit menundukkan kepala.


Hal itu membuat mami Vita tersenyum manis menatap wanita yang baru memberi sapaan. Jika itu dikampung Misha akan menjabat tangannya tapi jika di kota Misha tidak berani karena takut dikira tidak sopan.


"Malam,, duduk sayang kamu harus banyak makan biar cepat sembuh". Ucap mami Vita tersenyum manis menatap ke arah Misha.


Misha yang pemalu hanya bisa tersenyum tanpa berbicara sedikitpun. Riyan yang duduk disampingnya mengambilkan nasi dan lauk pauk ke atas piring milik Misha. Hal itu disaksikan oleh orang tuanya membuat Misha malu.


"Yan jangan banyak banyak". Segah Misha saat Riyan menambahkan nasi diatas piring.


"Tidak apa biar kamu cepat sembuh". Jawab Riyan terus menambah makanan diatas piring.


Misha yang kesal menukar piring itu dengan piring Riyan yang masih kosong karena Misha memang tidak suka makan nasi yang banyak walaupun dia hobi makan kecuali nasi.


Sedari dulu memang Misha selalu makan nasi hanya sedikit dan cemilan yang banyak. Bahkan sering kali Misha tidak makan nasi 1-2 hari dan hanya makan cemilan saja.


"Sayang kenapa??". Tanya mami Vita heran.


"Gak papa tante Misha memang gak terlalu suka makan nasi". Ucap Misha membuat semua orang kaget.


"Kenapa?? Bukannya kamu hobi makan". Celetuk Riyan membuat Misha malu.


Riyan yang melihat pipi Misha berubah menjadi merah tertawa ngakak, lalu mencubit pipi itu dengan gemes. " Gak usah malu".


"Riyan,,,!!!". Pekik Misha dengan nada marah.


"Riyan jangan kaya gitu ih kasian Misha". Bela mami Vita.


"Ini yang anaknya mami Riyan apa Misha?? Bukannya belain anaknya". Ucap Riyan cemberut. anaknya". Ucap Riyan cemberut.


Misha yang melihat tingkah Riyan yang seperti ini membuatnya hanya diam tidak percaya.


("Ni anak kenapa bisa berubah seperkian detik kaya gini".)


Tidak hanya disitu saja kelakuan Riyan didepan keluarganya sangat berbeda dengan kelakuan diluar yang sering ia lihat. Hal itu membuat Misha tidak bisa percaya begitu saja.


"Sayang kenapa bengong,, sekarang kamu makan biar bisa cepat minum obat". Ucap mami Vita membuat Misha gelagapan.


"Iya tante".


Mereka semua akhirnya makan dengan tenang dan hanya dentingan sendok yang terdengar. Setalah makan Misha meminum obat yang Riyan bawa saat turun ke lantai bawah.


Misha bangkit ingin membantu nyokapnya Riyan untuk membereskan meja makan. "Sayang kamu istirahat aja biar mami sama bibi yang bisa beresin semuanya". Cegah mami Vita.


"Gak papa tante biar Misha bantuin". Jawab Misha.

__ADS_1


"Misha tidak usah,, Riyan bawa Misha kekamar untuk istirahat". Pinta mami Vita menatap anak laki-laki nya.


"Sha ayok". Ajak Riyan.


"Tapi-".


"Sha jangan keras kepala,, kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh". Potong Riyan yang akhirnya disetujui oleh Misha.


"Tante om Misha istirahat dulu,, selamat malam". Pamit Misha dengan sopan.


"Iya sayang". Jawab mami Vita sedangkan papi Rendra hanya menganggukkan kepala.


Riyan berjalan berdampingan bersama Misha menuju lantai 2 dimana tempat kamar pribadi Riyan berada.


"Riyan....!!!". Panggil mami Vita memberi kode yang membuat Misha bingung tapi ia acuhkan saja karena tidak mau ikut campur urusan orang lain.


"Iya mamiku sayang".


Riyan dan Misha melanjutkan langkahnya menuju setiap anak tangga. Sesampainya di dalam kamar Riyan meminta Misha langsung istirahat dan duduk di sopa dengan memangku laptop untuk bekerja.


Sedangkan Misha hanya menatapnya dari tempat tidur tanpa ingin mengganggu dan mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas nakas sebelah tempat tidur.


"Sha tidur bukan main ponsel". Kata Riyan tanpa mengalihkan pandangan nya dari laptop.


Mendengar itu misha kembali menatap Riyan dengan kaget karena dia tau apa yang dirinya lakukan padahal Riyan sama sekali tidak menatap dirinya dari tadi.


Sampai akhirnya Misha sadar apa yang sedang dia lakukan dan langsung memutuskan kontak matanya dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Tok,,, tok ,,, tok.


Cklek.....


"Dih berduaan Mulu kalian, dikamar lagi awas ada setan yang lewat". Celetuk Angga membuat 2 orang yang ada disana menatapnya tajam.


"Lo setannya". Ucap Misha dan Riyan bersamaan.


"Cieeeeee".


Misha yang malu menutup seluruh wajahnya memakai selimut agar tidak terlihat oleh mereka berdua. Malu bercampur kesal membuat Misha ingin pergi secepatnya dari sana.


"Sha jangan kaya gitu tidurnya nanti kamu susah napas". Ucap Riyan mendekati Misha mencegah apa yang dia lakukan. Akan tetapi Misha kekeh memegang selimut itu dengan keras.


"Kalian pergi aja aku mau istirahat". Kata misha dibalik selimut.


"Baiklah tapi kamu jangan tidur kaya gini".


"Iya".

__ADS_1


"Ya udah nih barang yang Lo minta". Angga menyarangkan banyak paper bag kehadapan Riyan.


"Beresin semuanya di lemari". Perintah Riyan duduk kembali ke sopa untuk menunggu Angga melakukan tugasnya.


Dengan mulut komat Kamit, Angga membuat lemari dan sedikit menggeserksn pakaian Riyan agar ada tempat. Jadi lemari itu sekarang berbagi dengan pakaian yang akan digunakan oleh Misha.


Selesai Angga meletakan itu 2 pemuda keluar dari kamar untuk membiarkan Misha istirahat lebih cepat.


.....


Diluar kamar Angga terus memandang Riyan sambil tersenyum manis mengandung ledekan.


"Senyum Mulu kaya orang gila". Celetuk Riyan sebal melihat Angga saat ini.


Bukannya menjawab Angga malah tertawa ngakak berlari meninggalkan Riyan yang wajahnya sangat kesal.


Angga tau saat ini Riyan sedang dalam kondisi yang berbunga bunga akibat perasaannya pada Misha apalagi sekarang wanita itu berada dirumahnya bahkan berada di kamar pribadi miliknya sendiri.


Riyan yang tidak mau mendapatkan ledekan dari semua keluarganya memutuskan masuk ke kamar kosong yang bersebelahan dengan kamarnya untuk mengerjakan pekerjaan kantor.


Di caffe Crescent moon para teman Misha sedang siap siap untuk pulang, mereka ingin menemui Misha tapi tidak tahu dibawa dia dibawa kemana oleh Riyan.


Mereka sudah sedari tadi menghubungi Riyan dan Angga tetapi mereka tidak kunjung diangkat . Bahkan ponselnya Misha pun sama.


Ponsel mereka bertiga nyambung tapi tidak ada respon sama sekali.


"Terus gimana mereka sama sekali gak angkat telpon kita". Seru Laura bingung.


"Ya udah kita tunggu kabar dari Misha sendiri saja,, kalau sudah ada kabar kita langsung kesana". Jawab Yuda yang langsung disetujui oleh semua orang.


Akhirnya mereka memutuskan pulang ke kontrakan untuk segera istirahat.


.........


Misha yang sedang tertidur tiba tiba terbangun karena ingin ke kamar mandi dan sebelum tidur kembali Misha memutuskan untuk mengecek ponsel.


"Mereka hubungi aku sampai segini banyaknya". Gumam Misha saat melihat panggilan tak terjawab dan beberapa chat dari pada temannya satu kerjaan.


Melihat jam menunjukan pukul 2 dini hari membuat ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Laura dan hanya memberikan chat.


Mereka meminta alamat Misha sekarang tapi ia sendiri tidak tau dan hanya menjawab bahwa saat ini dia tinggal di rumah Riyan untuk sementara.


Setelah itu Misha memutuskan untuk kembali tidur....


...-------------------...


...Happy Reading,....

__ADS_1


__ADS_2