Destiny In My Life

Destiny In My Life
Kejutan dari mami Vita


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


"Masuk".


Ceklek, , Misha melihat OB masuk ke ruangannya dengan membawa nampan berisi makanan. Kening Misha langsung berkerut heran.


"Maaf nona. Makanan ini dipesan tuan Riyan untuk nona agar nona cepat sembuh". Seru OB itu melegakan makanan itu di atas meja.


Salad berukuran sedang, 2 cake berbeda rasa dan susu coklat hangat berada di atas nampan yang orang itu bawa.


Ting, ,


Ting. .


...My boyfriend ❤️...


|Makan cemilan itu, aku pesan khusus buat kamu biar cepat sembuh.


|Ingat, jangan terlalu banyak bekerja.


|Aku mencintaimu.


^^^Baiklah terimakasih. Aku akan makan|^^^


^^^Meeting dengan baik jangan banyak main| ponsel, kalau tidak aku akan aduin sama mami Vita. Biar kamu dimarahin^^^


|Siap princess apapun untuk kamu


Read


Setelah pesan terakhir. Misha mengambil salad untuk dimakan. OB yang mengantarkan makanan itu sudah kembali dan hanya ada Misha seorang diri di dalam ruangan.


Misha bekerja dengan sesekali memakan cemilan itu sampai habis. Pekerjaan yang banyak membuat tangannya pegal akibat mengetik keyboard.


Sudah lebih dari 3 jam tidak ada tanda tanda Riyan masuk kembali ke ruangan itu. Misha menebak bahwa Riyan kembali ke ruangannya mungkin.


Tapi tebakan itu hilang dengan cepat saat melihat pintu ruangan terbuka tanpa permisi.


Tentu saja misha bisa menebak itu semua ulah siapa. Hanya Riyan yang melakukan itu.


Dia datang dengan beberapa dokumen ditangan. Lalu berjalan ke arah sopa untuk kembali bekerja disana.


"Yan kenapa kamu kerja disini?? Ruangan kamu lebih nyaman daripada disini". Seru misha menatap ke arah Riyan.


"Aku tidak ingin jauh dari kamu". Ucap Riyan enteng.


"Kita masih ada di satu gedung yang sama. Jangan manja seperti itu".


Riyan berjalan mendekati Misha. Lalu mengangkat tubuhnya dan diletakan di atas pangkuan dirinya setalah Riyan duduk di kursi kerja Misha.


Tidak ada penolakan sama sekali dari Misha dia hanya tersentak kaget dengan apa yang Riyan lakukan.


"Apa yang kamu lakukan??".


"Aku hanya ingin memeluk kamu untuk mengisi energi ku kembali". Seru Riyan meletakan dahinya di celuk leher Misha dengan menghirup aroma parfum yang selalu Misha pakai.


Misha membiarkan apa yang Riyan inginkan lalu kembali bekerja dengan posisi seperti itu. Dia sudah mulai terbiasa berada di pangkuan Riyan karena kekasihnya itu selalu seperti itu dengan dirinya saat bersama.


Riyan sangat menyukai aroma kekasihnya itu padahal itu aroma parfum yang dia belikan dulu. Saat pertama kali Riyan membelikan parfum itu, Misha langsung menyukainya dan menjadi parfum pavorit nya sampai sekarang.


Bahkan Riyan membelikan stok untuk Misha di lemari kamarnya agar tidak kehabisan.


Ntah kenapa wangi itu menjadi ciri khas Misha di mata Riyan dan keluarganya. Mami Vita pun sudah tahu aroma parfum itu. Padahal Misha memakainya hanya sedikit.


Parfum itu tercampur dengan wangi bunga sakura dari sabun mandi yang dipakai oleh Misha. Semua barang miliknya dibelikan oleh Riyan semua. Sedangkan Misha hanya memakainya tanpa mengeluh.


..


Setelah puas memeluk sang kekasih. Riyan bangun kembali membuatkan Misha bekerja dengan nyaman dan dirinya juga ingin melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertinggal.


Jam makan siang Misha dikagetkan dengan keberadaan mami Vita yang datang ke kantor menemui Misha.

__ADS_1


Riyan yang melihat sang mami hanya memutar bola mata malas. Saat kekasihnya bersama nyokapnya tentu saja dia akan tersingkirkan begitu saja.


"Sayang mami kangen sama kamu". Seru mami Vita memeluk calon menantunya dengan erat.


"Misha juga kangen sama mami, bukannya mami ada di luar kota??". Tanya Misha heran.


"Iya sayang, setelah meeting mami langsung pulang". Jawab mami Vita dengan gembira.


"Bukannya datang ke kantor suaminya ini malah datang kesini". Gerutu Riyan yang asik melihat layar laptop.


Kedua gadis berbeda usia menatap pemuda yang menggerutu di sopa dengan heran. Mereka tahu apa yang Riyan lakukan sekarang. Riyan selalu begitu saat kekasihnya dan nyokapnya bersama.


"Biarkan dia, mami punya hadiah buat kamu". Mami Vita menenteng beberapa paper bag di hadapan Misha dengan ceria.


3 paper bag berbeda warna bukannya membuat Misha senang malah membuat Misha cemberut. Misha bisa menebak isi paper bag itu saat membaca beberapa merk terkenal disana.


"Mami,,,,". Rengek misha dihadapan mami kekasihnya itu.


Riyan yang mendengar itu langsung berlari mendekati Misha menenangkannya dengan cepat.


"Its mami udah tahu Misha gak suka barang barang itu". Omel Riyan. Tapi saat melihat wajah Misha dia langsung mengelus kepalanya dengan sayang. Riyan paham karena Misha sama sekali tidak menyukai seseorang memberikan dirinya barang mewah.


"Tadinya mami ingin bawa makanan tapi mendengar kamu sakit mami gak mau kamu kenapa napa jadi mami beli ini saat mampir di mall". Seru mami Vita apa adanya.


"Chicken aja sudah cukup buat misha".


"Itu pasti, tapi ini dulu semuanya buat kamu ya. Plis terima ya sayang". Ucap mami Vita memohon.


"Makasih mi". Misha kembali memeluk mami Vita dengan erat.


Nyokapnya Riyan memang selalu begitu. Dia selalu memberikan barang mahal kepada Misha saat pergi dinas kemanapun. Tapi saat memberikan nya pasti akan ada drama terlebih dahulu. Dan gak jarang mami Vita ngalah untuk membawa pulang kembali barang yang akan dikasih kepada Misha.


Tapi barang itu gak akan dijual atau diberikan kepada siapapun lagi. Mami Vita akan menyimpannya di kamar Riyan membayarkan nya dnegan barang Misha yang lain.


Misha memang gak pernah membawa barang apapun saat menginap di rumah kediaman Mahendra karena di kamar pribadi Riyan semuanya sudah tersedia.


Riyan melakukan itu agar Misha lebih nyaman dan tidak ada alasan untuk tidak menginap apalagi dengan rayuan mami Vita yang gak ingin jauh dari misha atau mengajaknya membuat makanan. Misha yang doyan makan tentu saja tidak akan menolak jika itu berurusan dengan perut.


Walaupun misha tidak mahir memasak tapi dia sangat suka membantu mami Vita membuat makanan jenis apapun itu. Sampai akhirnya Misha memutuskan untuk belajar masak sendiri di apartemen.


"Sudah jam makan siang, gimana kalau kita makan bersama. Mami juga akan ajak papi biar gabung kita". Ajak mami vita.


Mami Vita menggandeng tangan Misha membawanya keluar dari ruangan setalah Misha memakai sepatunya dks mengambil tas yang ada di atas meja.


"Riyan gak diajak??". Seru Riyan yang diam tanpa bergerak.


"Ck usah manja, mami gak ngajak juga kamu bakal ngikutin". Kata mami Vita tanpa menengok ke belakang masih berjalan meninggalkan sang anak.


.......


Sampai di restoran mereka duduk bertiga tanpa memesan ruangan private.


Untuk bokapnya Riyan tidak bisa datang karena papi Rendra sedang ada meeting bersama rekan kerja nya sambil makan siang bersama.


"Habis ini mami akan kemana?". Tanya Riyan disela makan siang.


"Mami bakal langsung pulang. Kenapa emangnya??".


"Riyan mau minta tolong anterin Misha kembali ke kantor dulu, soalnya Riyan mau langsung meeting di restoran ini".


"Baiklah Misha aman sama mami".


Riyan menganggukkan kepala melihat misha yang sedang asik makan tanpa ingin menyela pembicaraan ibu dan anak. Mungkin karena lidahnya sudah tidak pahit membuat dia banyak malam hari ini.


Beberapa saat kemudian Angga datang bersama Siska, sekertaris Riyan. Mereka datang kesana karena ada meeting dengan salah satu kolega di restoran itu.


"Mami, kapan mami datang??". Tanya Angga memeluk mami Vita yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri.


"Beberapa jam yang lalu, tadi kami ke kantor tapi kamu gak ada".


"Ya iya Angga gak ada kalau mami datang nya ke ruangan Misha bukan ke ruangan Angga". Seru Angga dengan wajah ngambek. Angga tahu kedatangan nyokapnya Riyan ke perusahaan karena saat dia turun banyak karyawan yang membicarakan tantang kedekatan Misha dengan nyonya Mahendra.


Mendengar ucapan Angga, mami Vita hanya nyengir tanpa dosa menatap anak laki lakinya.


"Oleh oleh". Pinta Angga.

__ADS_1


"Mami gak bawa apa apa". Jawab mami Vita membuat Angga tambah mengerucutkan bibir.


"Udah jangan ngambek. Nanti mami bawa oleh olehnya saat pulang dari USA aja".


" Mami mau ke US". Sahut Riyan.


"Iya, papi kamu ada dinas kesana dan mami pengen ikut sekalian liburan".


"Berapa hari??".


"Satu bulan, kalau pekerjaan cepat mungkin sebelum itu mami udah pulang". Jawab mami Vita. "Misha mau ikut??". Ajak mami Vita kepada Misha.


"Nggak, Misha harus kerja".


"Ikut juga gak papa sayang, paspor sama visa kamu juga udah jadi". Sambung Riyan.


"Yan jangan mulai deh, pekerjaan aku banyak, gak mungkin aku pergi tanpa persiapan apapun". Ucap Misha.


"Gak papa, lain kali kita pergi liburan sekeluarga tanpa berkerja oke sayang".


"Iya mi tapi jangan mendadak ya".


"Iya sayang". Mami Vita mengelus kepala Misha dengan lembut dengan dibalas senyuman manis.


Setalah makan selesai. Riyan izin masuk ke dengan saat melihat koleganya datang bersama Angga dan siska.


Dimeja itu hanya ada mami Vita dan Misha saja yang belum ada niatan untuk kembali ke kantor karena masih setengah jam lagi.


Setalah membayar makanan. Mereka memutuskan untuk kembali ke perusahaan tapi saat ingin keluar dari restoran malah ketemu dengan teman arisan mami Vita yang membuat lama.


Mau tidak mau Misha juga ikut duduk kembali untuk menemani mami Vita saling berbincang dengan teman arisannya. Tak lupa juga misha dikenalkan kepada semua orang sebagai kekasih anaknya, Riyan.


Misha yang mendengar itu hanya bisa tersenyum malu. Ia tidak bisa berbuat apa apa dan berdoa agar Riyan cepat keluar dan bisa kembali ke kantor.


("Aduh gimana ini, 5 menit lagi jam masuk kerja". Batin misha melihat jam di pergelangan tangan. )


Drrrttt


Drrrttt


📞Elma is calling, ,


Mendengar panggilan masuk ke ponsel Misha membuat semua orang menatap ke arahnya dengan penuh pertanyaan.


"Misha angkat telpon dari mba Elma dulu mi". Ujar Misha kepada maminya Riyan.


"Iya sayang".


"Hello, ada apa mba??". Tanya Misha to the point. Dia tahu Elma gak akan telpon jika itu tidak penting menyangkut pekerjaan kantor.


["Maaf ganggu nona, saya hanya ingin menyampaikan bahwa laporan tentang data karyawan baru ditunggu sore nanti sebelum pukul 3 sore". ]


"Iya mba, data itu sedang saya kerjakan nanti saya antar ke ruangan mba Elma jika sudah selesai".


["Baik nona saya tutup dulu, sekali lagi saya minta maaf mengganggu istirahat nona Misha". ]


"Tidak masalah, saya juga akan segera kembali ke perusahaan".


Pip, , !!!!


Misha menurunkan telpon, lalu menatap ke arah mami Vita yang menunggu penjelasan misha.


"Mi, Misha harus segera kembali ke perusahaan, ada beberapa dokumen yang urgent banget. Jika mami ingin disini, Misha bisa kembali memesan ojek online". Seru Misha.


"Mami akan antar kamu". Ucap mami Vita. "Jeng saya pamit dulu ya, ada urusan juga yang harus diurus". Lanjut mami Vita kepada teman arisannya itu.


"Iya jeng, kapan kapan ajak calon mantu kamu datang ke arisan biar kita bisa ngobrol lama". Kata salah satu dari ibu ibu arisan itu.


"Siap, tapi saya gak bisa janji jeng soalnya misha sama kaya Riyan, gila kerja". Ucap mami Vita dengan diakhir Kalimat dengan suara pelan.


"Em, emang keluarga Mahendra gak bisa diragukan lagi". Ujar ibu itu dengan tawa.


Mami Vita dan Misha berpamitan untuk pergi kembali ke perusahaan. Tetapi saat diperjalanan mereka kejebak macet alhasil yang tadinya hanya membutuhkan waktu 15 menit sekarang 30 menit mereka baru sampai ke depan gedung perusahaan.


...-------------...

__ADS_1


...TBC...


...Happy Reading.,.,.Babay,,!!!!...


__ADS_2