Destiny In My Life

Destiny In My Life
Liburan (2)


__ADS_3

Sore hari sampai divilla, Misha memutuskan untuk berenang sambil menunggu matahari terbenam. Sedangkan Riyan hanya duduk menemani Misha yang sedang berenang sambil memangku laptop.


Misha tidak tahu apa yang sedang Riyan lakukan. Ia tidak akan pernah mengganggu Riyan saat terlihat fokus pada laptop/iPad.


Setelah matahari terbenam dan tubuh Misha sudah mulai kedinginan, ia keluar dari kolam berenang. Lalu duduk di kursi samping riyan yang sedikit berbaring.


Misha membungkus tubuhnya menggunakan handuk kimono. Lalu berjalan memasuki kamar lewat pintu samping. Kamar tidur Misha saat ini menghadap ke pantai dan memiliki 2 pintu masuk.


Selesai membersihkan badan. Ia keluar dengan pakaian santai memasuki dapur. Misha menghangatkan makan malam mereka dan diletakan di meja yang ada di taman.


Mereka akan makan disana dengan disuguhkan pemandangan malam yang indah.


Selesai menyiapkan semuanya, Misha memanggil Riyan yang ada dikamar. Lalu mereka makan malam berdua dengan banyak candaan yang Misha lontarkan.


Dari kejauhan Misha melihat villa yang tadi siang ramai sedang mengadakan pesta. Misha menganggap mereka datang kesana untuk merayakan pesta ulang tahun.


Banyak juga kembang api yang mereka nyalakan menghiasi langit malam.


"Apa kamu ingin??". Tanya Riyan saat melihat kembang api di langit.


"Nggak.. aku hanya ingin ulang tahunku berkesan bagaimanapun caranya". Jawab Misha tersenyum manis menatap Riyan.


Riyan ikut tersenyum menghangatkan hati Misha bahkan Riyan mengelus tangan Misha dengan lembut.


Tak lupa juga misha memposting video di Instagram. Walaupun pengikut Misha tidak terlalu banyak tapi dia sangat suka memberikan momen indah disana.


Beberapa photo juga Misha menandai Riyan yang membuat banyak pengikut bertambah di akun Misha. Yang Misha lihat kebanyakan teman Riyan yang dekat ataupun sekedar kenal.


Hal itu diberitahu Riyan saat Misha menanyakan banyak DM yang masuk meminta berkenalan. Dari sana membuat Misha jarang melihat dm yang masuk di Instagram.


"Besok kita mau kemana??". Tanya Misha.


"Gimana kalau kita pergi ke air terjun". Usul Riyan yang langsung disetujui Misha.


Riyan juga akan mengajak Misha untuk mengelilingi wisata yang ada di Bali dan tentu saja mengekspor makan juga. Karena Riyan tahu bahwa Misha suka makan tapi tubuhnya selalu kembali lagi ke bentuk asal.


...******...


Seperti yang Riyan katakan semalam. Pagi ini Misha bangun pagi dan bersiap untuk pergi ke Air terjun.


Misha memakai atasan kerah sabrina dan celana jins, tak lupa juga memakai sepatu sneaker yang nyaman dipakai jalan jalan. Untuk kali ini Misha memakai tas berukuran sedang yang dibelikan oleh nyokapnya Riyan dari luar negri. Misha tidak tahu harganya tapi bisa ditebak bahwa itu mahal.


Ia juga membawa jaket takut nya disana akan dingin. Sedangkan Riyan menggunakan outfit serba hitam yang membuat Misha tambah mengagumi kekasihnya. Apalagi saat Riyan menggunakan kacamata hitam bertenggernya di hidung mancungnya.


Pagi ini Misha memasak nasi goreng untuk menu sarapan. Ia tidak mau berangkat dengan perut lapar karena sarapan hanya dengan sandwich atau roti saja.

__ADS_1


Air terjun yang akan mereka datangi adalah Air terjun banyumala. Wisata air yang berlokasi di desa wanagiri, sukasada, kebupaten Buleleng. Disana ada tiga buah air terjun yang letaknya berdekatan membuat air terjun banyumala disebut juga sebagai air terjun kembar banyumala.


Disana Misha mengabadikan banyak momen dengan kamera DSLR milik Riyan. Riyan selalu menjaga Misha dimanapun berada bahkan tas selempang milik Misha sudah melingkar di badannya sedari mereka memasuki area air terjun.


Jika misha memakai tas sedang atau besar pasti Riyan akan mengambil alih. Awalnya Misha selalu menolak tapi lama kelamaan akan terbiasa.


Riyan juga dengan senang memphoto Misha dengan banyak gaya. Sesekali mereka juga berphoto bersama menggunakan ponsel atau meminta orang untuk memphoto mereka.


Seperti yang misha duga ternyata udara disana cukup dingin membuat Misha mau tidak mau memakai jaket yang Riyan bawa.


Semua barang milik Misha dibawa oleh Riyan sedangkan Misha asik memphoto semua pemandangan mengunakan kamera.


Misha sangat bahagia sampai ia mengeluh lapar pada Riyan. Lalu mereka pergi untuk mencari makan yang bisa mereka makan di tempat yang ada disekitar sama.


Seharian itu mereka berjalan jalan sampai kamera yang mereka bawa kehabisan baterai. Lalu sengaja ditinggal di dalam mobil karena tidak bisa digunakan lagi.


Liburan kali ini membuat Misha senang tapi disisi lain ia juga ingin berlibur beramai ramai dan teringat akan Laura cs. Tapi Riyan menasehati Misha untuk melupakan mereka dengan apa yang mereka lakukan kepadanya.


Riyan juga tidak tahu alasan mereka menjauhi Misha karena apa. Karena sedari awal dia tidak terlalu dekat dan banyak bicara juga.


******


Tiga hari dihabiskan dengan berlibur berdua di Bali. Misha tidak banyak shopping karena ia selalu mengajak Riyan ke tempat wisata. Dia tidak mau mendapatkan apapun lagi dari Riyan karena kemarin Misha sudah dapat iPhone keluaran terbaru untuk menggantikan ponsel yang tidak sengaja terinjak.


Malam hari nya mereka langsung kembali ke Jakarta tanpa menunggu pagi. Beberapa anak buah Riyan menyambut mereka di bandara dengan keadaan sudah tengah malam.


"Yan turunkan aku". Pinta Misha terus bergerak.


"Jangan bergerak nanti kamu jatuh". Riyan dengan kuat memegang tubuh Misha agar tidak jatuh. Tiba tiba. .


Bug. . .


"Aw~ sakit". Pekik Misha memegang kepalanya yang terbentur bagian pesawat.


Riyan mendudukkan dirinya di sopa pesawat kembali dengan mengelus kepala Misna yang sakit. "Makanya jangan petakilan". Seru Riyan dengan senyum sedikit.


Misha cemberut mendengar itu semua dan bangun dari pangkuan Riyan. Dia keluar terlebih dahulu dengan wajah ngambek menuju mobil yang diarahkan anak buah Riyan.


Saat diluar Riyan memasang wajah dingin dan datar membuat Misha tidak takut dia akan berteriak untuk memanggilnya yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Misha masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. Lalu merebahkan dirinya bersandar di kursi sambil melanjutkan tidur.


Jam menunjukan pukul 2 dini hari. Misha yang kecapekan hanya ingin tidur.


Gak lama kemudian Misha merasakan kembali badannya terangkat. Dia tidak bangun sama sekali karena sangat mengantuk. Misha hanya bisa nebak bahwa Riyan membawanya keluar dari mobil tapi tidak tahu dibawa ke mana.

__ADS_1


...🍂🍂🍂🍂...


Keesokan paginya Misha terbangun tanpa alarm. Saat melihat ke jam yang ada di dinding kamar sudah menunjukan pukul 5 pagi.


Dia bangun perlahan mengambil nyawanya yang masih setengah. Menatap sekeliling dan ternyata dia berada di kamar Riyan. Jadi semalam Riyan membawanya ke kediaman Mahendra bukan ke apartemen yang Misha tinggali.


Pergi ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu. Ia menunaikan shalat subuh dengan khusu, lalu berjalan ke lantai bawah menuju dapur.


"Morning sha,, semalam pulang jam berapa??". Sapa mami Vita.


"Morning mi,, sha juga gak tau soalnya Misha tidur". Balas Misha mengambil air putih untuk minum.


Misha membantu nyokapnya Riyan membuat sarapan sambil ngobrol apa yang mereka berdua lakukan di Bali.


Tentu saja Misha tidak kaget dengan itu karena Misha tahu nyokapnya Riyan pasti tahu apa pun yang dilakukan mereka walaupun tidak diberitahu sama sekali.


Mereka sarapan seperti biasa bersama sama. Hanya Misha yang menggunakan pakaian santai sedangkan yang lain sudah rapih dengan setelan kantor.


Mami Vita juga berganti sebelum sarapan karena dia akan pergi ke kantor juga.


Setelah orang tua Riyan berangkat terlebih dahulu kini di kediaman Mahendra tinggallah mereka berdua. Misha meminta Riyan untuk mengantar nya ke apartemen yang kebetulan satu arah ke kantor riyan.


Riyan dan bokapnya berkerja di perusahaan yang sama tapi beda gedung. Bokap Riyan bekerja di perusahaan utama sedangkan Riyan bekerja di perusahaan cabang yang sama besarnya tapi khusus di bidang properti yang mencakup tempat penginapan (hotel, apartemen, villa dan lainnya), restoran dan tempat perbelanjaan.


Perusahaan Rendra company memiliki 2 cabang yaitu dibidang makanan ringan. Untuk bidang itu masih di pegang oleh bokapnya sendiri.


"Sayang aku gak bisa antar kamu ke dalam karena ada meeting beberapa menit lagi". Ucap Riyan setelah mengeluarkan koper dari dalam mobil.


"Tidak masalah,, kamu berangkat gih nanti telat".


"Aku bos nya gak ada yang bisa marah juga". Seru Riyan dengan percaya diri membuat Misha pergi meninggalkannya sendiri.


Staf apartemen membawakan koper ke kamarnya mengikuti Misha dari belakang.


Staf itu diperintahkan Riyan langsung karena barang milik Misha sangat banyak. Misha tidak mungkin membawanya sendiri.


Di dalam kamar Misha membereskan semua barang ke tempatnya lalu duduk di balkon kamar memandang kota Jakarta.


Saat apartemen Misha paling suka berada di balkon apalagi saat malam hari. Pemandangan malam yang indah membuat suasana hati Misha tenang.


********


Seperti yang Misha rencanakan. Dia mengambil pekerjaan di perusahaan Riyan bukan karena ingin selalu dekat tapi kalau dibandingkan harus bekerja di perusahaan nyokapnya dia mending bekerja di perusahaan Riyan. Perusahaan mami Vita bergerak di bidang penjualan berlian yang cukup terkenal ntah kenapa saat mendengar nya pun Misha sedikit merinding. Walaupun bekerja di 2 bidang itu bukan keahlian Misha tapi Misha pernah membantu Riyan bekerja beberapa kali saat ada di rumah.


...----------...

__ADS_1


...Happy Reading.,...


__ADS_2