Destiny In My Life

Destiny In My Life
Tidak mempan


__ADS_3

Rafa sang pemilik caffe langsung meminta Laura dan Misha ikut ke dalam ruangan kerja yang ada di lantai 2.


Lantai atas memang hanya ada 2 ruangan saja. 1 ruangan kerja atau ruangan pribadi milik Rafa dan yang sebelah nya ruangan tempat istirahat para karyawan bergantian.


"Ra dia orang yang kamu bilang ke saya??". Tanya Rafa menatap ke arah Misha.


"Ia bang. . Ini Misha teman saya yang sebelumnya saya ceritakan via telpon". Jawab Laura dengan sopan.


Sebelumnya kenapa Laura memanggil pak dan sekarang malah memanggil Abang???.


Karena saat Laura menyebut pak dia hanya candaan saja. Semua karyawan memanggil Rafa dengan sebutan Abang oleh semua karyawan disana. Itu perintah langsung dari Rafa biar umurnya gak tua tua banget jika dipanggil pak/bapak. Rafa berumur 30 tahun dan belum menikah, rata rata karyawan disana berumur dari 20-26 tahun.


Jika Misha bekerja di sana, ia akan menjadi karyawan paling muda dari yang lain.


BACK>>>


Misha yang di tetap langsung memperkenalkan diri.


"Saya Misha pak yang mau melamar kerja disini". Rafa yang mendengar panggilannya membuat sedikit terkejut.


"Semua orang memanggil saya bapak apa saya kekuatan tua banget ya". Ucap Rafa memegang wajahnya dan berkaca pada laptop dimeja.


Mendengar itu Laura langsung tertawa, sedangkan Misha bingung sendiri tanpa mau tertawa sedikitpun takut ada yang salah.


Rafa yang melihat wajah Misha langsung tertawa ngakak." Jangan tegang biasa aja. . Anggap teman sendiri ok". Ucap Rafa membuat misha tersenyum.


"Dan jangan panggil bapak panggil Abang aja seperti yang lain". Lanjut Rafa.


Misha masih bingung tetapi berusaha tersenyum untuk menutupi semuanya.


"Lo tenang aja bang Rafa memang begitu orang nya bawa enjoy aja". Ucap Laura kepada Misha.


"Kamu bisa mulai bekerja besok bareng Laura dan Tasya sudah siapin seragamnya tanya aja sama dia". Ucap Rafa kepada dua gadis itu.


"Terimakasih pak".


"Bapak lagi". Keluh Rafa menepuk jidatnya.


"Eh maaf bang maksudnya". Lanjut Misha sambil tersenyum.


"Ya udah bang kebetulan saya masih cuti jadi saya mau izin pulang dulu". Pamit Laura.


"Gak main dulu di sini". Ajak Rafa.


"Nggak bang besok juga bakalan disini terus". Tolak Laura.


Setelah pamitan barulah Laura dan Misha turun. Sebelum pulang mereka pamit dulu kepada Tasya yang kebetulan ada disana sedangkan yang lain ada di dapur dan memang tidak diperbolehkan untuk masuk ke sana tanpa beragam.


Seperti yang Misha katakan tadi siang. Pulang dari caffe mereka mampir di supermarket untuk belanja keperluan bulan ini secukupnya saja.


Di jalan pulang juga mereka beli makanan untuk makan malam nanti karena sangat malas untuk memasak.


Sampai di kontrakan dengan membawa banyak belanjaan mereka langsung merapihkan ke tempat yang sudah disiapkan.

__ADS_1


Malam harinya mereka tidur cepat dan ntah pukul berapa tiba tiba pintu kontrakan mereka ada yang mengetuk.


Tok. . Tok. . Tok. .


Misha yang bangun terlebih dahulu membuka pintu tetapi sebelum membuka pintu ia mengintipnya dari gorden kamar.


Setelah tau barulah Misha membuka pintu dengan perlahan.


"Malam cantik". Sapa orang itu yang ternyata Azis teman kerja Laura di caffe.


"Lo ngapain kesini??". Tanya Laura yang duduk di tempat tidur.


"Gue gak nemuin Lo". Ucap Azis menjulurkan lidahnya.


Laura bangkit dari tempat tidur berusaha mengusir Azis karena sudah malam dengan menutup pintu. Sedangkan Misha sudah kembali duduk di sisi kasur.


"What tunggu dulu". Cegah Azis memegang pintu yang akan ditutup. "nih cake pemberian bang Rafa buat kalian". Ucap Azis menenteng paper bag di tangan.


Dengan cepat Laura mengambil paper bag itu dan langsung menutup pintu setelah mengucapkan terima kasih.


"Cewek sialan". Pekik Azis di balik pintu dengan satu ketukan.


Menghiraukan ucapan Azis di luar Laura meletakan paper bag di meja dan kembali tidur.


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Di pagi hari kedua gadis itu dibangunkan oleh alarm yang disetel di ponselnya masing masing. Pertama Laura bangun bergantian dengan Misha yang hanya mengambil air wudhu untuk shalat subuh.


Laura yang pertama kali mandi dan jam masih menunjukan pukul 05.00 pagi.


Habis mandi Misha membuat susu coklat hangat untuk sarapan di pagi hari ini ditemani dengan cake yang dibawa Azis semalam.


Waktu masih 2 jam lagi membuat dua gadis itu bersantai memainkan ponselnya masing masing. Sedangkan di luar kontrakan banyak orang berwara wiri yang akan pergi bekerja.


"Pagi. . ". Sapa Azis dengan teriakan.


Kamar Laura memang sengaja dibuka agar udara dari luar masuk ke kamar mereka.


Teriakan itu membuat Misha dan Laura kaget sampai Laura melempar bantal kecil ke arah azis yang langsung menghindar.


"Ngapain Lo kesini??". Tanya Laura sinis.


Bukannya menjawab Azis melepaskan sepatu dan masuk ke dalam kamar langsung mengambil potongan cake yang tersisa.


"Itu punya gue sama Misha". Ucap Laura memukul azis yang mengambil cake miliknya.


"Gue minta sedikit pelit amat si Lo". Pekik Azis dan berjalan ke belakang untuk mengambil air minum.


Misha hanya melihat kelakuan Azis yang seenak jidat nya di kontrakan orang berasa kontrakan sendiri.


"Ck berasa dirumah sendiri". Ledek Laura.


Gak lama kemudian datanglah teman yang lain ke kontrakan Laura yang sudah siap untuk berangkat kerja. Walaupun waktu masih lama mereka selalu memutuskan berangkat lebih awal biar bisa bersantai di jalan.

__ADS_1


"Ni curut udah disini. . tau aja ada cewek cantik". Sahut Nana yang melihat azis duduk santai menghadap ke arah misha.


Mereka tidak tau aja Misha disana hanya diam karena Azis sedari tadi memperhatikan dirinya yang sedang bermain ponsel.


"Berangkat yuk gue mau beli jajanan di depan". Ajak Tasya yang disetujui oleh semua orang.


Misha langsung memakai sepatu sneaker dan mengambil tas selempang kecil.


"Sha Lo berangkat sama gue ya". Ajak Azis dengan tersenyum manis.


"Aku sama Tasya aja ya boleh gak". Ucap Misha membuat semua orang berhenti berjalan dan menatap ke arah Misha yang kebetulan ada di bagian belakang.


Para cewek tau bahwa Misha sangat risih karena sesuai tadi ia dideketin Azis terus. " Gue gak bisa bawa motor. . Ya udah Lo sama Nana aja biar gue sama Yuda". Seru Tasya membuat Misha tersenyum.


Sedangkan azis yang menatap ke arah Tasya dengan tatapan tajam." No. Gue gak mau sama dia". Protes Azis.


Laura adalah satu satunya cewek yang gak dideketin Azis karena Laura terbilang anak yang bar bar membuat ia tidak mau dekat dengan Laura terus.


Setiap mereka dekat atau debat, Azis pasti akan kena pukulan dari tangan Laura tanpa dipikir sedikitpun. Bahkan Laura pernah memukul azis pakai sepatu yang ia pakai saking kesalnya sama dia.


"What?? Yuda mana??". Tanya Nana yang sedari tadi tidak melihat keberadaan Yuda disana.


Mendengar ucapan Nana semua orang menatap ke arah sekitar yang sudah sampai di palkiran.


"Anj*** tu anak jangan jangan belum bangun". Ucap Azis yang memang sekontrakan dengannya.


"Lo bangunin sana". Pinta Tasya kepada azis.


"Ogah Lo aja". Tolak azis duduk di motor sambil mainan handphone.


Tidak ada yang mau untuk pergi membangunkan Yuda karena mereka sangat malas untuk naik lagi ke atas dan gak lama Laura pun akhirnya pasrah. Lalu pergi menaiki anak tangga menuju kontrakan Azis untuk membangunkan Yuda.


Tapi ternyata tidak berjalan dengan lancar. Laura yang memang tidak mau masuk ke kontrakan itu sudah berkali kali mengetuk pintu tidak juga di buka.


"Dia gak bangun woy". Teriak Laura dari lantai dua menatap ke arah temannya yang ada di palkiran.


"Dobrak aja pintunya". Teriak Tasya.


"Gak mau". Ucap Laura sambil memberi isyarat pakai tangan.


Kembali ke depan pintu dan terus menggedor pintu dengan sedikit keras. Untung saja ini sudah agak siang yang artinya sebagian besar penghuni kontrakan udah pada berangkat kerja.


...-----------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .

__ADS_1


Happy reading semua. . . . .


__ADS_2