Destiny In My Life

Destiny In My Life
Kotak lagi


__ADS_3

Seperti yang dikatakan dokter bahwa sore ini Misha diperbolehkan untuk pulang.


Angga mengurusi semua kepulangan Misha sedangkan Riyan membantu membersihkan barang barang Misha yang ada dirumah sakit.


Tak lupa Riyan juga membawakan pakaian ganti untuknya karena Laura tidak ada waktu datang ke rumah sakit akibat sibuk dengan pekerjaannya.


"Ini pakaian ganti untuk kamu,, aku bantu ke kamar mandi". Riyan menyerahkan paper bag yang dibawa Angga tadi pada Misha dan membantunya menuju kamar mandi.


Tidak membutuhkan waktu lama Misha keluar dengan pakaian yang berbeda. Pakaian yang di berikan Riyan dress selutut yang membuatnya sedikit kurang nyaman.


"Kamu kenapa??". Tanya Riyan melihat Misha gelisah.


"Gak papa cuma aku gak terbiasa memakai pakaian ini". Jawab Misha jujur.


"Apa mau diganti,, nanti aku suruh orang untuk beli yang kamu mau".


Mendengar itu misha sangat kaget karena saat ingin memakai dress yang sedang ia pakai saat ini masih tertera lebel yang dapat diartikan bahwa baju itu adalah baju baru. "Ah gak usah aku pakai ini aja". Tolak Misha dengan cepat.


"Ayo semuanya udah beres obatnya juga udah gue tebus,, sekarang kita tinggal pulang". Kata Angga memasuki ruangan itu.


Riyan mengambil kursi roda untuk membawa Misha Tetapi terus ditolak dengan alasan ia bisa jalan sendiri tanpa bantuan kursi roda. Tentu saja keras kepala nya Misha akan membuat Riyan kesal.


"Kamu mau pakai kursi roda apa aku gendong menuju palkiran". Kata Riyan dengan mengandung ancaman. Bahkan tatapannya mengintimidasi Misha.


Tanpa menjawab Misha duduk di kursi roda yang Riyan pegang membuat kedua pemuda itu melangkah meninggalkan ruangan menuju palkiran.


Saat melihat mobil yang terpalkir didepan matanya membuat Misha kaget, akan tetapi ia berusaha menutupinya agar Riyan dan Angga tidak mengetahuinya.


Dengan dibantu Riyan, Misha naik mobil di bagian belakang dan Riyan duduk disampingnya. Sedangkan Angga duduk di bagian kemudi.


1 jam berlalu sampailah mereka di kontrakan tempat tinggal Misha. Setelah turun dari mobil misha disamperin oleh pak satpam.


"Neng Misha,,!!". Panggil satpam itu membawa kotak.


"Iya pak".


Mata misha fokus pada kotak yang dipegang satpam itu, kotak yang sama dengan kotak hari itu tetapi berbeda warna.


"Paket neng Misha kemarin sudah saya titipkan pada neng Laura tetapi ini ada paket lagi buat neng Misha gak lama baru datang". Kata pak satpam membuat Misha menatap Riyan bergantian dengan kotak itu.


"Ada apa sha??". Riyan bingung melihat reaksi Misha saat mendengar paket untuk dirinya.


"Terimakasih pak". Angga mengambil alih kotak yang diserahkan kepada Misha karena tidak kunjung diambil.


"Jangan,, kamu buang aja aku gak mau buka". Tolak Misha dengan cepat membuat kedua pemuda itu bingung.


"Kenapa??".


"Kalau kamu mau buat kamu aja aku gak mau dan tolong jangan perlihatkan dihadapan aku". Ucap Misha mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Seketika tubuh Misha kembali gemetar mengingat isi kotak yang kemarin. Dengan cepat Riyan memegang Misha agar tidak terjatuh.


"Sha kamu kenapa??". Tanya Angga mendekat tetapi langsung ditolak oleh misha karena sedang membawa kotak itu.


"Sebaiknya lo jauhkan kotak itu dari Misha". Usul Riyan. Tetapi dengan isyarat tatapannya Riyan menyuruh Angga melihat apa isi kotak itu.


Setalah Angga membuka isi kotak itu dengan cepat dia membuangnya ke dalam tempat sampah yang membuat Riyan mengerutkan kening karena bingung.


"Isinya ulat didalam toples,, ada apa sebenarnya ini??". Bisik Angga ke telinga Riyan yang membuatnya kaget.


Tubuh Misha yang masih bergetar dipeluk oleh Riyan untuk menenangkannya dan langsung di bawa kembali ke dalam mobil.


Misha tidak memikirkan apapun karena saat ini ia sangat ketakutan dan semua tubuhnya merinding teringat akan ulat kemarin.


........


Mobil Riyan terpalkir di depan caffe Crescent moon tempat misha bekerja. Hal pertama yang ingin ia temui adalah Laura untuk menanyakan apa yang telah terjadi dengan Misha beberapa hari yang lalu.


"Kamu tunggu sebentar disini sama Angga". Kata Riyan yang tidak dijawab sama sekali oleh Misha.


"Lo jaga Misha dulu gue gak lama". Lanjut Riyan kepada Angga yang duduk di depan.


"Ok".


Riyan masuk kedalam caffe dengan wajah dingin dan menarik semua pelanggan disana. Ia berjalan menuju meja kasir yang di pegang oleh pemiliknya langsung.


"Saya mau minta izin buat bicara dengan karyawan anda yang bernama laura sebentar". Pinta Riyan.


"Baiklah.. tuan bisa pergi ke belakang langsung, na antar tuan Riyan". Kata Rafa menyetujui permintaan Riyan karena melihat wajahnya yang serius.


Dibelakang karyawan caffe itu sedikit bersantai sambil menunggu pembeli yang datang sambil membereskan beberapa pekerjaan didapur.


"Laura ada Riyan nyariin Lo??". Ucap nana yang membuat semua orang kaget dengan kedatangan Riyan. Yang mereka tau Riyan sedang ada di rumah sakit menemani Misha.


"Ada apa yan??".


"Gue mau tanya,, kemarin ada hal aneh yang dialami Misha??". Tanya Riyan serius.


"Hal aneh,, kayanya nggak". Jawab Laura bingung.


"Lo yakin??". Tanya Riyan memastikan yang membuat Laura mengamggukan kepala. "Tapi hari ini dia sangat ketakutan saat menerima kotak bahkan dia belum membukanya sama sekali". Lanjut Riyan.


"Kotak,,,!!!".


Celetuk Yuda yang membuat semua orang menatap ke arah Yuda dengan penuh pertanyaan.


"Misha tidak melihat isi kotak itu kan??". Tanya Yuda tegas mendekati Riyan.


Mendengar itu Riyan hanya mengangkat alisnya bingung.

__ADS_1


"Jawab,,!!! Dia gak buka kan". Pekik Yuda menatap Riyan tajam.


"Sebelum dibuka dia udah ketakutan,, tubuhnya gemetaran". Jawab Riyan membuat Yuda lega.


"Syukurlah".


"Ceritain sama gue semuanya". Pinta Riyan menatap kearah Yuda.


"Malam sebelum Misha sakit dia mendapat kiriman dari seseorang,, gue tau Misha sering belanja online dan sering mendapatkan paket setiap harinya tapi saat gue melihat kotak itu gue penasaran karena berbeda dari sebelumnya. . ". Kata Yuda.


"Terus apa??".


"Its dengerin aja Napa jangan potong omongan gue". Ucap Yuda kesal.


"Udah lanjut aja". Sambung Laura yang memang dia juga penasaran.


"Terus gue minta dia buka kotak itu karena gue juga penasaran dengan isinya.. setelah kotak dibuka tiba tiba Misha ketakutan dan semua tubuhnya gemetaran sambil menangis. . Saat gue lihat kotak itu isinya beberapa ulah yang dimasukan kedalam toples kaca". Lanjut Yuda menceritakan apa adanya.


"Baiklah gue mengerti".


Ucap Riyan meninggalkan ruangan itu yang membuat semua orang bingung. Tetapi Laura cepat mengejar Riyan sampai ke palkiran.


"Yan tunggu". Teriak Laura menghentikan langkah kaki Riyan. "Misha dimana??".


"Didalam mobil".


Mendengar jawaban dari Riyan, Laura membuka pintu mobil belakang dan langsung melihat Misha yang sedang tertidur pulas.


"Dia baru tertidur beberapa menit yang lalu.. sebaliknya jangan dibangunkan". Ucap Angga yang ada di kursi depan.


Laura kembali menatap ke arah Riyan yang masih ada di luar. " Apa dia ngalamin itu lagi??".


"Iya,, tadi ada kiriman kotak buat dia lagi dan isinya sama dengan yang dijelaskan Yuda.. untuk beberapa saat misha akan tinggal dirumah saya dulu agar ada yang menjaga dia,, kalian juga sibuk bekerja dan tidak bisa menjaga Misha". Usul Riyan yang disetujui langsung oleh Laura.


Saat tidak ada lagi yang harus dibicarakan dengan Laura, Riyan masuk ke dalam mobil dan Angga melanjutkan perjalanan menuju kediaman Mahendra atas perintah Riyan.


...--------------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .


Happy reading semua. . . . .

__ADS_1


__ADS_2