
Darah mengalir perlahan dari tangan yang terkena pisau.
Mendengar ucapan Angga yang tiba tiba membuatnya tidak fokus yang sedang mengulas buah dan membuat pisau mengenai tangan.
"Sha ada apa??". Tanya Yuda mendekat mendengar teriakan Misha yang kesakitan.
"Gue gak papa,,". Misha memegang tangan yang berdarah sambil menutupi nya.
"Tangan lo berdarah". Ucap Yuda panik.
"Kamu kembali bekerja saja biar Misha saya yang ngurus kamu tenang aja". Sahut Angga disamping mereka.
Yuda kembali ke pekerjaannya dan tiba tiba....
"Ck,, ngapain lo pacaran disini ayok pergi". Seru seseorang membuat mereka yang ada didapur menatap suara.
"Yan lo bisa pulang duluan gue disini dulu bantu Misha". Seru Angga membantu mengobati luka Misha.
Orang itu mendekat dan tiba tiba berdiri diantara Angga sama Misha yang membuat mereka berdua heran.
"Tuan ada apa,, disana banyak tempat kenapa berdiri disini segala sih". Keluh Misha yang terhuyung akibat orang itu.
"Terserah gue... Gue juga mau bantuin". Celetuk orang itu mengambil buah untuk dikupas.
"Ya udah lo bantuin disini biar gue anterin ke pelanggan". Ucap Angga meninggalkan mereka berdua di sana.
"Ck,, ngapain juga dia disini sih". Gumam Misha menatap orang itu dengan sinis.
Mereka berdua membuat minuman dengan mulut yang terus berbicara tanpa henti. Tidak ada yang mau mengalah sedikitpun yang membuat semua orang yang masuk keluar dari ruangan hanya bisa diam tanpa mengeluh apapun.
Beberapa kali mereka mencegah tetapi tetap dihiraukan kedua orang itu yang setiap kali ketemu pasti berantem.
.........
Tanpa terasa siang sudah tergantikan dengan malam. Pelanggan masih memenuhi caffe tapi tidak seramai tadi siang.
Karena setiap pelanggan malam kebanyakan orang yang ingin menikmati suasana caffe dengan alunan musik yang disediakan. Berbeda dengan siang hari.
Dan mereka akan tutup selama 1 jam untuk mengistirahatkan tubuh sampai dibuka kembali pukul 7 malam nanti.
"Ekhh,,, akhirnya bisa sedikit santai". Gumam Misha berjalan memasuki dapur lagi setelah menunaikan ibadah di ruangan atas.
Saat membuka mata pertama kali yang dilihat adalah wajah cowok rese yang hari ini membuatnya selalu naik darah.
"Ck,, ngapain masih disini segala sih". Gumam Misha sedikit menaikan sudut bibirnya.
"Apa Lo liat liat". Teriak cowok rese itu kepada Misha.
Diruangan itu hanya terdapat 4 orang yang lainnya sedang bergantian shalat. Dan juga berada didepan.
"Geer". Kata misha dengan isyarat mulut tanpa bersuara. Tetapi membuat cowok itu menatapnya dengan tajam.
"Yan lo kenapa sih dari tadi berantem mulu". Seru Angga heran.
"Iya sha pusing gue denger mulut Lo yang gak berhenti dari tadi". Sambung Laura.
"Tuan kenapa tuan masih ada disini sih". Ucap misha mendekat membawa minuman diatas nampan.
__ADS_1
"Gue punya nama nama gue Riyan". Seru orang yang bernama Riyan.
"Gue gak nanya". Duduk di samping Laura dengan tenang sambil minum.
"Yan ternyata ada juga ya yang nolak Lo biasanya cewek ngejar ngejar lo kalau ketemu". Ledek Angga dengan tawa ngakak.
"Sialan,,!!!".
Misha mengerutkan kening saat mendengar ucapan Angga barusan.
"Dia ganteng tau kenapa kalian berantem terus sih". Bisik Laura ditelinga Misha yang membuatnya tambah heran menatap ke arah Laura.
("Cowok rese kaya gini siapa yang suka". Batin misha).
"Baby,,,,,". Teriak azis.
Uhuk,,, uhuk,,,uhuk.
Teriak yang tiba tiba membuat Riyan yang sedang minum tersedak.
"Lah kenapa??". Tanya azis heran melihat ke arah Riyan dengan meletakan makanan yang dibawa di atas meja.
Mengambil makanan satu persatu yang sudah dipesan Rafa tanpa mau menanggapi ucapan Azis sedikitpun sampai akhirnya keheningan berlangsung.
"Kalian pacaran??". Tanya Angga membuyarkan suasana.
Uhuk,,,uhuk,,,uhuk,,
Misha yang sedang makan tersedak dengan ucapan Angga yang menunjuk dirinya dan Azis bergantian.
"Kamu gak papa sha??". Tanya Angga dengan wajah panik. Dijawab Misha hanya dengan ayunan tangan tidak bisa menjawab.
Belum reda dengan situasi itu, Yuda datang dengan membuat dia cowok yang baru dikenal itu diam menatap mereka semua heran.
"Baby udah shalat??". Seru Yuda duduk di samping Misha.
"Udah". Balas Misha sangat tanpa tau wajah 2 cowok didepannya.
"Jangan heran mereka memang kaya gitu". Celetuk Laura yang malah membuat Misha heran menatapnya dengan penuh pertanyaan. "Gak usah lihat gue kaya gitu... Noh". Tunjuk Laura.
Melihat arah tunjuk Laura dan langsung mengerutkan keningnya karena melihat wajah bingung 2 cowok itu dan melanjutkan makan tanpa menjelaskan apapun.
"Mereka gak pacaran,, mereka memang kaya gitu sama Misha sedari ketemu". Kata Laura menjelaskan sedikit.
"Terus pacar nya Misha gak cemburu gitu??". Tanya Angga.
"Buat apa cemburu,, dia jomblo-".
Pltak,,,,
"Aw,,, Misha sakit". Keluh laura memegang kepalanya yang sakit dipukul.
"Gak sekalian Lo umumin pake pengeras suara biar semua orang denger". Ucap Misha galak menatap ke arah Laura.
"Sorry". Gumam Laura dengan tersenyum lebar.
Semua orang melanjutkan makan bersama sama . Tanpa Misha sadari beberapa pasang mata menatapnya dengan intens.
__ADS_1
..........
Caffe kembali dipenuhi beberapa anak muda yang sekedar nongkrong merilekskan pikiran dengan aktifitas siang hari.
Beberapa pelanggan juga sedang karokean dengan bergantian karena caffe itu bebas menyediakan mereka untuk meluapkan perasaan nya disana.
2 gadis pun ikut asik menikmati suasana malam dengan ikut menyanyi di sudut caffe pas untuk melihat setiap meja pelanggan.
"Sha Ra,, caffe gak terlalu ramai saya mau pamit dulu ya ada urusan diluar,, gak masalah kan". Rafa tiba tiba datang menghampiri mereka berdua.
"Gak papa bang,, semuanya aman". Balas Misha dengan acungan jempol diikuti Laura.
"Baiklah saya ke belakang dulu bicara sama Yuda". Sambung Rafa meninggalkan mereka.
Para cowok sedang ada di belakang dan bahkan Riyan sama Angga pun belum juga pergi dengan alasan ingin berada disana sedikit lama.
Gak lama kemudian Riyan dan Angga datang menghampiri misha yang ada didepan kasir yang sedang melayani pelanggan.
Kedatangan 2 pemuda tampan membuat suasana caffe sedikit riuh dengan teriakan beberapa gadis yang datang. Mereka semua terkagum dengan ketampanan mereka membuat Misha hanya bisa memutar bola mata malas.
"Sha kami mau pamit pulang dulu ya". Ujar Angga yang membuat Misha menatapnya.
"Iya,, makasih ya udah bantuin dan hati hati dijalan". Balasnya dengan senyuman manis.
Tuk.. tuk . Tuk..
Suara ketukan di sana mengalihkan Misha menatap Riyan yang mengetuk meja kasir perlahan dengan mulut komat Kamit.
" Kenapa lo baca mantra". Celetuk Misha pelan menatap Riyan sinis.
Riyan menjulurkan lidahnya meledek misha yang membuatnya langsung kesal. Dengan cepat ia memukul tangan Riyan sampai orangnya meringis kesakitan. Sedangkan Angga hanya diam tanpa mau memisahkan mereka padahal baru ketemu tetapi langsung tidak pernah akur.
Misha sudah menceritakan semuanya kepada Angga kenapa saat bicara sama Riyan tidak pernah baik. Tetapi Riyan yang mendengarnya hanya bisa diam tanpa meminta maaf sedikitpun.
Menuju kontrakan dengan badan yang kaku membuatnya begitu lama. Ia harus menunggu Yuda yang diperintah Raffa untuk membackup caffe membuatnya pulang terakhir dari yang lain.
Yuda yang bertanggung jawab semuanya jika Rafa tidak ada di caffe.
Cklek,,,,,
Perlahan Misha membuka pintu dan lampu sudah padam pertama orang yang ada didalam sudah tidur.
Pulang kerja Laura memutuskan untuk langsung tidur mungkin karena kecapekan. Sama halnya dengan Misha tetapi dia pergi mandi terlebih dahulu sebelum pergi tidur.
...-------------------...
Hai reader. . .
Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .
Dukung terus author. .
Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .
Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .
Happy reading semua. . . . .
__ADS_1