Destiny In My Life

Destiny In My Life
Menyangkal


__ADS_3

"apa semua sudah disiapkan??". Ucap Riyan duduk di samping kemudi dengan wajah datar.


"Semuanya sudah beres". Angga menjawab dengan nada normal.


Mereka akan pergi ke Bandung dengan mengendari mobil tanpa menggunakan supir. Riyan yang memang terbiasa duduk di depan samping kemudi walaupun Angga memintanya duduk di belakang. Angga memang asistennya tetapi dia juga seperti saudara sendiri apa salahnya jika duduk didepan.


Menempuh beberapa jam perjalanan ke Bandung dan saat sampai disana mereka langsung pergi mengerjakan pekerjaannya tanpa buang buang waktu.


Saat bekerja Riyan dan Angga sangat fokus dengan pekerjaan nya sampai lupa makan. Tidak jarang sang mami sering memarahi mereka agar tidak melewati makan padahal hanya beberapa menit saja tapi mereka selalu susah dan akan melakukannya lagi di hari berikutnya.


Dari siang sampai tergantikan malam. Riyan masih memegang beberapa dokumen dan satu tangannya didepan laptop dari meeting berakhir di ruangan itu. Sama halnya Angga yang ada di sopa yang sedang mengerjakan beberapa dokumen sampai mereka dikagetkan dengan telpon masuk dari sang mami.


"Hello mi". Sapa Riyan melospeker panggilan.


["Kamu lagi dimana sayang".]


"Lagi ada di Bandung".


["Sama Angga"]


"Hm".


["Ok.. sekarang kamu lagi apa??]. Tanya mami Vita saat mendengar suara dari sebrang telpon.


"Lagi ngerjain beberapa dokumen".


["Jangan bilang kamu belum makan??".]


"Ia nanti Ian makan". Ucapnya santai.


[" Riyan....!!!"]. Teriak sang mami sampai sampai dokumen yang ia pegang berhamburan kemana mana karena kaget. Bahkan Angga pun yang ada di sopa ikut kaget mendengar teriakan satu satunya wanita yang mereka sayangi di dunia ini.


"Mami jangan teriak kaya gitu". Kata Riyan yang sepenuhnya tertuju pada sang mami karena fokus pekerjaannya hilang begitu saja.


["Jangan sampai mami datang kesana sekarang sered kamu buat makan... Kamu makan sekarang... Angga,,!!"]. Ucap mami Vita dengan nada marah.


". Siap mami kami makan sekarang". Angga berteriak sambil membereskan dokumen yang ada dihadapannya.


Sama halnya dengan Riyan ia langsung bersiap merapihkan pakaian untuk pergi ke restoran hotel untuk makan setelah panggilan terputus begitu aja.


...........


Sedangkan Misha dari pagi sampai caffe udah mau tutup dia selalu menatap ke arah pintu seperti sedang menunggu seseorang.


(" Kenapa gue sedih ya dia gak datang".)


Hari ini caffe tutup lebih awal karena besok mereka libur. Yang lain bermacam pergi jalan jalan tapi hanya sebagian karena mereka memilih untuk pergi beristirahat di kontrakan masing masing. Terutama Misha.


Pukul 8 malam Misha dan Laura memasuki kontrakan dengan makanan di tangannya yang dibeli saat pulang dari caffe.


"Lo yakin gak mau ikut jalan jalan??". Tanya Laura memastikan.


"Nggak... Gue mau istirahat aja". Balas Misha yang sedang mengambil air minum.


Laura heran hari ini Misha tidak seperti biasa yang ceria. Hari ini dia sangat murung dan tidak bersemangat saat bekerja. Tapi saat ditanya sama siapapun ia akan menjawab 'aku baik baik saja'.


"Baiklah tapi kemungkinan gue bakal cuti sehari sama nana,, besok gue mau antar dia pulang ke Bandung". Kata Laura sambil makan.


Misha hanya menganggukkan kepala karena ia juga tau bahwa Laura sudah meminta izin Rafa saat di caffe tadi.


Selesai makan mereka hanya fokus ke ponsel masing masing tanpa bicara apapun. Misha menonton film kesukaannya untuk menghilangkan pemikiran yang aneh sedari lagi.

__ADS_1


Tok... Tok... Tok..


Mendengar pintu diketuk Misha yang ada di ujung tempat tidur bangkit untuk membuka pintu.


"Yuda,, ada apa??". Ucap Misha saat melihat Yuda di depan kontrakan.


"Gue mau beli sesuatu keluar.. antar yuk Azis gak gak mau anterin gue". Ucap Yuda dengan sedikit memohon.


"Gue males banget.. sama Laura aja.. Ra anterin Yuda beli sesuatu ke luar gih".


"Ayok gue juga mau beli sesuatu". Laura bangkit untuk mengambil jaket agar tidak kedinginan saat diluar.


Misha kembali berbaring di tempat tidur membiarkan pintu terbuka.


"Lo mau titip apa sha??". Tanya Laura tanpa menatap orangnya.


"Gue gak mau apa apa". Seru Misha pelan.


Pintu tertutup dengan perginya Laura ia membuka pesan yang dikirim Angga kemarin malam.


✉️Angga


Kotak itu dari Riyan bukan dari gue..


Pesan itu hanya dibaca tanpa mau ia balas. Misha tidak tau mau balas apa dia bingung.


"Kenapa bukan dia sendiri yang ngasih.. kenapa harus orang lain". Gumam Misha menatap kalung bertuliskan namanya disana. yang ngasih.. kenapa harus orang lain". Gumam Misha menatap kalung bertuliskan namanya disana.


"Perasaan apa ini,, gue gak pernah rasain sama setiap cowok yang dekat sama gue.. dan hari ini kenapa dia gak ke caffe biasanya dia akan datang setiap hari".


Pikiran dan perasaan itu kembali datang menghantui Misha yang membuatnya ingin menangis.


.


Misha tidur kembali setelah mengunci pintu saat Laura pergi ke Bandung. Ia sendiri di kontrakan untuk hari ini. Tidak ada niatan untuk pergi kemanapun karena ia sangat malas.


Untuk makanan bisa dibeli secara online dan dikontrakkan masih ada beberapa cemilan pengganjal perut.


Sinta


10 menit yang lalu


Happy wedding Elma dan suami 🤵👰 Elma dan 2 teman yang lain.


27 suka 14 komentar


 


[Adit] : samawa @elma gue datang telat ok ada kerjaan sebentar.


[Kelvin] : samawa @elma doain gue cepet nyusul.


[Aji] : cari cewek sebelum mikirin nikah.


[Sinta] : jagad raya gempar kalau Kelvin tiba tiba nikah.


[Aji] : hahahahahahaha.


[Kelvin] : @misha Laurensia


[Tina] : ???????

__ADS_1


[Adit] : masih dipantau


[Sinta] : gue nyimak.


[Misha Laurensia] : @elma happy wedding,, samawa maaf gue gak bisa datang ke nikahan Lo,, Lo aja yang datang ke nikahan gue nanti,,!!!!.


@kelvin ada apa Lo panggil gue.


[Aji] : nah kan muncul juga orangnya.


[Adit] : misi berhasil,, wkwkwk.


[Tina] : ada bau bau apaan nih.


[### Sinta] : bau anyir wkwkwk


Misha menggelengkan kepalanya membaca komentar dari semua temannya yang absrud. Ya walaupun gak heran lagi tapi tetap aja semuanya bikin ngakak semua story' pasti penuh dengan komentar mereka.


Beberapa chat masuk tapi Misha acuhkan tanpa ingin tau sama sekali dan hanya berbaring mendengarkan musik menemani kegalauannya hari ini.


.


Siang hari Misha pergi keluar untuk pergi ke supermarket yang ada didepan tidak terlalu jauh dari kontrakan.


Hanya belanja beberapa cemilan dan ice krim untuk menemani aktivitasnya seharian di dalam kamar. Beberapa series sudah Misha cari untuk menemaninya hari ini.


Saat asik dengan film di dalam ponselnya tiba tiba ia dikagetkan dengan panggilan yang masuk membuat Misha mengerutkan kening.


Nama Angga tertera dilayar ponsel membuat Misha segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan video.


"Hel,,-".


Ucapan Misha terpotong saat melihat layar ponsel memperlihatkan wajah Riyan yang sedang serius bekerja.


Seketika Misha terhipnotis dengan ketampanan Riyan sampai layar tergantikan dengan wajah Angga yang tersenyum lebar. Dengan cepat Misha mematikan panggilan video tanpa mengucapkan apapun.


Jantung Misha sangat berdebar kencang melihat Riyan dan salah tingkah dengan apa yang Angga lakukan.


Ting,,,, pesan masuk ke ponsel misha.


✉️ Angga


Gimana??? (Emoticon menggoda)


"Angga apa apaan sih,, kenapa dia ngelakuin ini semua". Gumam Misha. "Akhhhhh Angga sialan,,,!!!!".


Misha mematikan ponselnya dan pergi tidur menyembunyikan wajahnya dengan bantal kecil.


...------------------...


Hai reader. . .


Maaf kalau banyak typo dalam setiap tulisan author hanya memakai handphone untuk mengaturnya . . .


Dukung terus author. .


Ingat ini hanya cerita fiksi tidak ada kaitan dengan siapapun. . .


Dilarang copas dan menjiplak hak cipta orang. . .


Happy reading semua. . . . .

__ADS_1


__ADS_2