Destiny In My Life

Destiny In My Life
Riyan si keras kepala


__ADS_3

...**Happy Reading...


...❤️**...


Mereka bertiga keluar dari apartemen disambut dengan beberapa anak buah Riyan yang sudah ada disana. Mereka semua menggunakan masker untuk menutupi wajahnya masing masing.


Sama halnya dengan Misha, dia memakai kacamata hitam, masker serta tudung jaketnya menutupi wajah. Kepastian bakal banyak sinar flash dari kamera yang akan tertuju pada Misha.


Di dalam lift terdapat 6 orang. Misha, Riyan, Angga dan 3 anak buah Riyan.


Saat pintu lift terbuka menampilkan Misha. Semua wartawan yang ada di lobi menghampirinya dengan banyak pertanyaan yang diajukan kepada Misha.


Misha hanya diam berjalan keluar dengan dilindungi kelima cowok yang melingkar mengawal Misha ke mobil yang sudah ada didepan lobi.


Salah satu anak buah yang ada disamping mobil membukakan pintu untuk Misha lalu langsung menutup nya. Semua anak buah masuk ke mobil masing masing termasuk Angga. Tapi tidak untuk Riyan.


Riyan yang harusnya masuk ke mobil paling dengan bersama Angga. Malah masuk ke mobil yang sama dengan Misha di bangku paling depan.


Drrrttt, , drrrttt, , drrrttt.


Suara dering ponsel berbunyi di dalam mobil kedua yang didalamnya ada Misha. Wanita itu mengerutkan keningnya saat nada dering yang ia kenali lalu menatap ke arah depan.


"Riyan". Panggil Misha dari belakang.


Orang yang misha panggil menatap ke arah belakang dengan membuka benda yang menutupi wajahnya. Senyumnya terukir lebar tanpa dosa. Padahal sudah di peringatkan sebelumnya bahwa Riyan tidak boleh masuk ke mobil yang sama. Kapan pemuda itu mengganti pakaiannya. Pikir Misha.


"Hai sayang". Ucap Riyan berpindah tempat duduk ke belakang di samping Misha, sang kekasih.


"Kena amuk Angga tahu rasa kamu". Ucap Misha menyandarkan tubuhnya acuh.


Misha merasa setelah hubungannya jelas dengan Riyan, dia tidak pernah melihat Riyan yang angkuh, dingin, tanpa ekspresi dan irit bicara seperti dulu. Bahkan Angga sering kesal dan beberapa kali membentaknya karena kelakuan Riyan yang semena mena. Angga tidak lagi memandang Riyan sebagai atas dia di perusahaan.


Sekarang hanya ada Riyan yang bucin, ceria, keras kepala dan kekanak-kanakan jika didekat Misha. Tapi masih seperti dulu saat di luar dan tanpa misha.


Drrrttt,, drrrttt,,, drrrttt.

__ADS_1


Lagi dan lagi ponselnya berdering dengan nama yang sama. Riyan yang acuh menonaktifkan notifikasi agar tidak mengganggu dirinya bersama sang kekasih. Bodo amat lah kalau Angga ngamuk atau gimanapun. Itu urusan nanti.


5 mobil memasuki pekarangan kediaman Mahendra yang di sambut langsung oleh nyonya rumah di depan teras. Terlihat wajahnya sangat khawatir saat melihat berita yang sedang heboh saat ini di media sosial.


Melihat Misha keluar dari mobil nyonya rumah itu langsung mendekat dan mengecek keadaan wanita yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.


"Sayang kamu baik baik aja kan?? Gak ada yang luka??". Tanya mami Vita memutar tubuh Misha mengecek keadaan Misha takutnya ada yang terluka.


"Mi Misha baik baik aja".


"Tapi Angga bilang tadi banyak wartawan di apart kamu sayang, apa benar??". Tanya mami Vita dengan wajah khawatir.


"Iya mi tapi Misha baik baik aja kok". Ucap misha dengan penuh keyakinan agar nyokapnya Riyan tidak khawatir.


Pltak


Sedang sibuk mengecek keadaan Misha. Angga yang baru datang langsung memukul kepala Riyan cukup keras sampai orangnya mengeluh kesakitan.


"Gue bilang masuk ke mobil bagian depan, bajingan!!". Ucap Angga kesal. Sedangkan Riyan hanya mengelus kepala nya kesakitan akibat ulah Angga tanpa menjawab apapun.


"Tanya tuh sama anak mami, tahu akh Angga sebal". Seru Angga lalu menatap ke arah Riyan dengan tatapan tajam. "kalau ada masalah awas lo kalau minta bantuan gue". Lanjutnya meninggalkan mereka masuk rumah terlebih dahulu. Wajahnya terlihat sangat kesal tapi orang yang buat kesal malah diam acuh tanpa memperdulikan Angga.


"Gue potong gaji lo tahu rasa". Teriak Riyan yang pasti didengar Angga.


Angga yang sudah sampai di dekat pintu mendengar ucapan Riyan langsung mengangkat jari tengahnya ke arah tanpa menoleh. Dia sudah malas meladeni Riyan yang keras kepala tapi kalau dia ada masalah kepastian akan dilimpahkan semuanya sama Angga.


Mami Vita dan Misha hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah kedua pemuda yang tidak pernah akur seperti anak kecil.


Tanpa basa basi misha digandengnya memasuki rumah diikuti Riyan di belakang. Kalau kekasihnya bersama sang mami, kepastian dia harus mencari banyak ide untuk bisa berduaan dengan Misha karena maminya itu selalu memisahkan dirinya dengan misha dengan kegiatan apapun . Tentu saja misha akan menuruti apa yang nyokapnya bilang.


Di dalam kediaman Mahendra mereka berkumpul di ruang keluarga membahas tentang berita hoax di media sosial. Misha juga melihat apa saja berita yang tersebar.


"Tuan A?? Arthur??". Tebak Misha. Mereka melihat photo photo itu yang kena blur saat ada di restoran. Walaupun blur Misha bisa mengenalinya karena hanya dia yang Misha temui di sana. Lebih tepatnya tidak senagaja.


"Ya dia orangnya!?". Ucap Angga. "Gimana menurut Lo??".

__ADS_1


Sedangkan Riyan hanya diam dengan menahan amarahnya kesal. karena kekasihnya diberitakan berpacaran dengan orang lain bukan dengan dirinya. Padahal riyan sudah ingin go publik mengenai hubungan mereka selama ini dengan Misha tapi bokapnya selalu melarang dengan alasan keselamatan Misha sendiri. Mau tidak mau Riyan mengikuti apa yang bokapnya bilang.


"Gimana awal mula mereka mengira Misha kekasih artur??". Tanya Misha memastikan.


"Dia yang memulai dengan postingan di Instagram nya tapi sekarang sudah dihapus". Ucap Angga mengerahkan ponsel ke hadapan Misha.


Misha melihat lihat apa yang ada di ponsel itu membuatnya mengerti. Kemungkinan berita ini memang disengaja oleh Arthur untuk mendapatkan perhatian semua orang. Tapi untuk apa??.


Apalagi diperkuat dengan photo Misha yang muncul di akun Instagram RV gamstore saat Misha menjadi model disana dan ditambah dengan malam itu dia ketemu Arthur di restoran.


"Mami pikir dia memang sengaja untuk melakukan ini, apa dia sangat menyukai Misha sampai segitunya banget??". Tanya mami Vita membuat semua mata tertuju pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


"Apa biar papi aja yang turun tangan??". Ucap papi Rendra yang sedari tadi diam.


"Udah papi aja dar-".


"Biar Riyan aja yang selesaikan. Untuk kamu by sekarang tinggal di sini dan masalah pekerjaan kamu gak usah pikirkan biar kamu kerja dari rumah". Ucap Riyan. Dia gak mau terus bergantung pada bantuan bokapnya terus dari dulu. Untuk sekarang dia ingin menyelesaikannya sendiri.


"Oke, papi tunggu urusan ini beres jangan sampai masalah seperti ini terjadi lagi".


"Tapi apa boleh Riyan kasih tahu publik tentang hubungan Riyan sama Misha sekarang??". Ucap Riyan dengan tatapan penuh harap.


"Sekali kamu bocorkan berarti kamu rela Misha papi bawa pergi jauh dari kamu". Ancam papi Rendra dengan tatapan tajam.


Misha sudah tahu akan alasan itu semua karena sedari awal nyokapnya Riyan sudah menjelaskan semuanya tentang pro dan kontra saat hubungan mereka diketahui publik. Jika tidak mungkin perkataan itu akan menyakiti hati Misha dikira hubungannya tidak dikasih restu. Padahal hubungan mereka sudah dikasih restu 100% oleh orang tua Riyan, sekarang tinggal meyakinkan orang tua Misha saja. Tapi Misha juga yakin kedua orang tuanya akan mendukung apa yang dia ambil.


Tapi itu semua dilakukan keluarga Mahendra untuk menjaga Misha serta keluarganya dari saingan bisinis serta orang yang tidak suka dengan keluarga Mahendra.


Sedari dulu keluarga Mahendra memilih untuk menyembunyikan indentitas orang orang yang mereka sayang. Setelah kejadian dulu, menjaga mereka semua trauma dan akan merasa kehilangan lagi.


Bahkan Riyan diberitahukan kepada publik saat dia sudah siap untuk mengelola perusahaannya menjadi CEO utama dengan dibekali banyak ilmu bela diri untuk melindungi diri sendiri.


Tapi untuk permulaan, Riyan mengurus cabang perusahaan mereka sebelum menggantikan bokapnya di perusahaan utama.


To be continued, , ,

__ADS_1


__ADS_2