Dinikahi Tuan Muda Arogan

Dinikahi Tuan Muda Arogan
Menang


__ADS_3

Skandal baru telah menjadi perbincangan publik. Karena adanya nama Jovanka sebagai mantan tunangan Tuan Muda Harly, media terus menggorengnya.


Banyak yang menduga jika Jiana dan Tuan Muda Harly berselingkuh. Keduanya terlibat CLBK, cinta lama bersemi kembali. Foto kencan mereka beberapa tahun silampun bersliweran di media sosial entah darimana netizen menemukannya.


Banyak pula yang membandingkan Jiana dengan Jovanka. Serta mempertanyakan kehebatan istri Tuan Muda Harly saat ini dibandingkan Jovanka yang artis ngetop dan Jiana seorang wanita karier yang sukses dengan jabatan tinggi.


Netizen jadi mempertanyakan siapa sebenarnya istri Tuan Muda Harly. Mengapa identitasnya disembunyikan?


Lebih parah lagi banyak juga yang menduga bahwa sebenarnya Jiana Amanda adalah istri yang disembunyikan itu. Teori ini muncul karena Jiana adalah cinta pertama yang tidak direstui. Lalu ia kembali ke tanah air tak lama setelah pengumuman pernikahan Tuan Muda Harly.


"Apa saja kerja mereka, Ren? Kenapa tidak becus sama sekali?" Tuan Muda Harly menghentakkan kaki karena marah. Ia memutari meja kerjanya dan segera mendaratkan bokong disana.


Sudah seminggu ini skandal perselingkuhan maupun pernikahannya jadi bahan perbincangan publik. Padahal biasanya begitu ada berita atau skandal apapun baik masalah pribadi maupun perusahaan, tim hukum dapat membereskannya dalam hitungan menit. Tapi ini?


"Sepertinya ada yang memanfaatkan rasa ingin tahu netizen, Tuan. Anda tahu sendiri, netizen tanah air senang sekali bergosip. Apalagi masalah rumah tangga" tutur Ren.


Tuan Muda Harly mendengus kesal. Selama berita dan gosip itu masih terdengar, selama itu pula keadaan rumah jadi seperti kuburan baginya.


Haina mendiamkannya berhari - hari. Tak mau bicara apalagi disentuh. Diancampun dia hanya akan diam atau mengatakan 'terserah'. Rasanya ia sudah gerah dengan keadaan ini.


Ia juga bingung dengan diri sendiri. Apa sebenarnya yang dirinya inginkan? Apa yang akan ia lakukan terhadap Jiana. Sebelum menikahi istrinya ia memang berniat membuat Jiana cemburu dan kembali ke tanah air. Ia sudah kehabisan cara membujuk kekasihnya itu. Dan hal itu berhasil.


Namun, setelah menjadikan Haina istri dengan perjanjian yang mengikat gadis itu seumur hidupnya. Ia malah terus menginginkan Haina disisinya. Seseorang yang tidak akan lari, tidak akan meninggalkannya dalam keadaan apapun. Ia suka itu.


Tapi Jiana sudah kembali. Lalu apa yang akan ia lakukan selanjutnya?


*


Rumah besar Benjamin.


Nyonya besar Ananta tersenyum senang usai mendapatkan laporan dari sebuah tablet miliknya. Rupanya apa yang ia inginkan akan segera terwujud.


Entah cucu menantu dari desanya itu yang akan kabur dengan sendirinya karena tidak tahan dengan keadaan. Atau karena Jiana berhasil membuat cucunya mencampakkan sang istri.


"Sudah saatnya kau mendekati Harly, sayang" tutur Nyonya Ananta pada Rebbeca yang duduk disampingnya.


"Aku selalu ingin didekatnya, Nek. Tapi dialah yang terlalu sulit didekati" keluh Rebbeca sembari meletakkan cangkir kopi di meja kaca.


Ia selalu berusaha mendapat perhatian Tuan Muda Harly. Entah itu dengan mencarinya di perusahaan, tetapi selalu ditolak ketika berkunjung. Mengiriminya makanan dan hadiah mahal, tapi tak ada respon atau malah dikembalikan.


Tapi bukan Rebbeca namanya kalau menyerah begitu saja. Ia masih punya Nyonya Ananta yang mendukungnya mutlak. Hanya dialah yang diinginkan menjadi pendamping Tuan Muda Harly.


"Nenek akan membuat jalan untukmu" kata nenek tua itu.


"Maksudnya?"


"Harly sangat menganak emaskan Benjamin & Son sebagai salah satu anak perusahaan yang dia besut dan kembangkan. Dia pasti tidak akan tinggal diam jika anak perusahaan yang membawa keuntungan besar ini tiba - tiba diambang kebangkrutan" kata nenek tua itu lagi.

__ADS_1


"Apa yang akan nenek lakukan?"


"Kau tidak perlu tahu. Siapkan saja dirimu. Buat perusahaanmu menjadi malaikat penolong agar Benjamin & Son bisa bertahan. Dengan begitu Harly tidak mungkin mengabaikanmu" gumam Nyonya Ananta sembari menikmati tehnya.


*


Beberapa hari berlalu. Tapi keadaan masih sama bagi Haina dan Tuan Muda Harly. Bagaikan perang dingin tak berkesudahan.


Jika awalnya Haina mogok bicara. Sekarang sang suami ikut - ikutan. Sejak kemarin Tuan Muda Harly enggan biacara, menatap saja tidak.


Haina sudah menyiapkan makan malam di meja makan. Berbagai hidangan ia sajikan setelah dipanaskan. Ia dan dua pelayannya memasak sore tadi. Ia memang mogok bicara tapi segala kebutuhan suaminya tetap ia siapkan. Apapun yang diminta ia kerjakan. Kecuali sentuhan fisik.


Tuan Muda Harly sedang dikamar. Mungkin sedang mandi atau berpakaian. Ia baru kembali apartemen mereka pukul delapan malam.


Haina masuk ke kamar.


Tuan Muda Harly sudah bersih dan segar sehabis mandi. Ia duduk bersila diatas sofa dan sibuk menggulir tablet ditangannya.


"Apa dia tidak mau makan malam? Kenapa malah duduk disini?"


Haina mematung dihadapan suaminya.


Tapi Tuan Muda Harly diam saja dan tak berinisiatif bicara. Haina jadi kesulitan. Padahal biasanya lelaki itu aktif sekali membujuknya. Tapi sejak kemarin sikapnya berubah total.


Haina mengetik sesuatu diponselnya.


Ponsel Tuan Muda Harly bergetar, ia memeriksanya lalu melemparkan begitu saja ke sofa tanpa membalas pesan dari Haina.


Akhirnya Haina tidak tahan. Ia sudah susah payah menyiapkan makan malam. Ia tidak mau apabila makanan itu dingin dan mubazir.


"Ehemm..."


"Ayo makan"


Tuan Muda Harly meliriknya sekilas lalu kembali sibuk dengan iklan yang muncul di layar tablet.


"Makan malam sudah siap. Ayo makan" ulang Haina.


Tuan Muda Harly tak bergeming.


Haina heran dibuatnya.


"Kau ini maunya apa? Aku sudah bicara kau malah diam" gumam Haina dengan sabar menahan emosi.


Tuan Muda Harly mendongak dan menatapnya.


"Aku diet!"

__ADS_1


"Apa?"


"Aku bilang aku diet. Aku tidak ingin makan makanan yang dibuat istri dengan penuh amarah" katanya santai.


Haina tidak habis pikir jadinya. Kenapa malah sekarang keadaan terbalik. Sekarang malah ia yang diabaikan.


"Ya sudah kalau begitu semua lauk akan aku kirim untuk Ko Marchel. Kasihan dia duda satu anak. Pasti kesibukan direstoran membuat dia jarang memasak..."


Tuan Muda Harly berdiri dengan wajah geram. Tabletnya dibiarkan jatuh begitu saja ke lantai.


"Coba saja kalau berani. Akan kuhancurkan bisnisnya yang tak seberapa itu!"


"Kau ini senang sekali mengancam. Apa salahnya berbagi makanan. Kami sama - sama pandai menghargai rejeki yang namanya makanan"


Tuan Muda Harly menggertakkan gigi dan menangkap tubuh istrinya.


"Aaaaaaakkk" Haina berteriak dalam gendongan sang suami.


"Baiklah karena kau sudah tidak mogok bicara lagi jadi ayo kita makan. Aku lapar"


Mereka sampai diruang makan. Tapi Tuan Muda Harly tidak mau melepaskan Haina. Jadi ia mendudukkan Haina dipangkuannya.


"Lepaskan aku. Bagaimana mau makan dengan posisi ini?" wajahnya sudah merona. Tubuh mereka terlalu dekat sampai membuat jantungnya berdebar tak karuan.


"Kau suapi aku!" titahnya.


Haina menggeleng.


"Kau mau jadi istri durkaha? Sudah mendiamkan aku selama seminggu sekarang menolak perintahku?"


Kalimat pamungkas sudah dikekuarkan. Haina tak dapat menolak lagi. Jadi ia menurut saja dan melayani suaminya itu agar cepat selesai. Ia bisa cepat turun dari paha suaminya.


"Aduh!" Haina mengaduh karena cubitan dipinggang yang tiba - tiba.


"Suapi aku dengan tanganmu!" titah sang suami.


Haina dengan berat Hati menyuapi suaminya makan dengan tangannya sendiri.


"Kenapa jadi begini? Aku kan masih marah!"


"Jangan cemberut. Rasa makananku jadi tidak enak!" seru Tuan Muda Harly melihat wajah cemberut Haina.


Akhirnya ia menang atas perang dingin yang sudah berhari - hari itu. Lega sekali rasanya dapat mendengar gadis dipangkuannya itu bicara padanya. Rasanya ia ingin terus bersentuhan dengan istrinya itu.


Ia pandai sekali mengintimidasi sang istri dengan dalih istri durhaka.


"Ternyata sangat mudah membuatnya berhenti marah. Kenapa aku tidak memikirkan cara ini sejak awal? Tidak apalah, setelah ini aku tidak akan melepaskannya lagi. Hahaha..." Tuan Muda Harly menikmati kemenangannya.

__ADS_1


*


tbc.


__ADS_2