Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#9 "Salah paham"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah Arshi masuk kedalam lingkungan rumah sakit, Rasya segera menghadang Rezki yang tengah mengendarai mobilnya.



"Stop!" Seru Rasya dengan merentangkan kedua tangannya.


Rezki terpaksa menginjak rem mobilnya secara mendadak. Dia menurunkan kaca mobil lambhorghini hitamnya itu untuk menengok ke arah Rasya yang menatapnya sangat tajam.


"Ada apa?" Tanya Rezki ketika Rasya menyuruhnya untuk keluar dengan memberi kode lewat tatapannya." Gue mau cepat pergi ke kantor, emangnya ada urusan sepenting apa sampai lo mencegat jalan gue kayak gini?" Rezki keluar dari mobilnya.


Tiba-tiba Rasya mencengkram baju Rezki lalu memberikan bogem mentah diwajahnya. Terlihat darah menetes di sudut bibir kemeja ceo tampan Rezki Aditya Pratama. Rasya yang sudah kalap kembali menghantam wajah Rezki dengan membabi buta. Rezki yang tidak terima diperlakukan seperti itu langsung membalasnya, semua orang yang menyaksikannya berteriak lalu memanggil sekuriti yang ada didalam lobi rumah sakit. Dokter Hasan dan Khardha yang kebetulan ingin keluar untuk membeli sesuatu segera menghampirinya.


"Stop hentikan!" Teriak Dokter Hasan melerai mereka dengan berdiri di tengahnya." Kenapa kalian berkelahi di sini? Apa kalian lupa ini rumah sakit?" Tatapan tajam diarahkanya kepada dua pemuda tampan yang sekarang sudah babak belur akibat kesalahpahaman mereka.


"Maafin kami Om." Ucap Rasya dan Rezki bersamaan.


"Kenapa kalian sampai berkelahi? Kalau ada masalah sebaiknya selesaikanlah dengan kepala dingin." Timpal Khardha dengan menatap keduanya secara bergantian.


Rezki dan Rasya menundukkan kepalanya karena sangat malu dengan semua orang yang menatap mereka berdua.


"Kalian berdua ikut saya!" Perintah Dokter Hasan tanpa mau dibantah.


"Silahkan semuanya bubar!" Seru sekuriti kepada semua orang yang mengerumuni mereka.


Dokter Hasan kembali masuk dengan menggandeng tangan istrinya, dia menggiring Rezki dan Rasya menuju ruangan pribadi keluarganya yang ada dilantai atas. Sesampainya di sana Arshi yang kebetulan tertidur disofa ruang tamu langsung terbangun mendengar derap langkah kaki yang menuju kearahnya. Dia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan indra penglihatannya. Setelah semuanya jelas dia sangat terkejut melihat wajah Rezki dan Rasya yang babak belur.


"Astagfirullah al azdim! Kalian habis berkelahi ya?" Arshi melongo sembari menatap kedua laki-laki itu.


Rasya dan Rezki menatap sendu kearah Arshi lalu menganggukkan kepalanya.


"Sekarang jelaskan ada masalah apa diantara kalian berdua sampai baku hantam kayak gini?" Dokter Hasan mengintimidasi kedua pemuda tampan itu.


"Masalahnya karena aku gak suka sama Rezki yang berani mencium Arshi ditempat umum Om, Tante." Jujur Rasya dengan memperlihatkan rekaman pertemuan Rezki dan Arshi didepan pintu masuk lobi rumah sakit melalui handphonenya.


Dokter Hasan dan Khardha memperhatikan dengan seksama rekaman itu lalu menatap Arshi juga Rezki secara bergantian.


"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian berdua." Pinta Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.

__ADS_1


Sebab dia yakin anaknya tidak mungkin mau dicium begitu saja oleh orang yang belum menjadi mahramnya.


"Ini semua hanya salah paham Pah, Mah. Tadi itu Rezki ngajakin aku ke cafe seberang rumah sakit buat menyelesaikan masalah keterlambatan pengiriman barang yang aku pesan lewat jasa pengiriman perusahaannya. Rezki ingin bertanggungjawab dan bersedia melakukan apapun untuk mengganti ruginya. Terus aku minta sama dia buat mendesain dan ngecat ruangan itu sendiri tanpa bantuan orang lain. Rezki awalnya keberatan karena gak punya waktu untuk mengerjakannya pada siang hari, jadi aku bilang dia bisa mengerjakannya malam hari dibawah pengawasanku. Rezki akhirnya menyetujuinya dan berjanji untuk mengirimkan semua barang yang diperlukan siang ini, dia juga akan mulai tugas mengecat dinding ruangan itu malam ini. Setelah itu dia mengantarkan aku kedepan pintu masuk lobi lalu berbisik supaya aku bersiap-siap untuk menemaninya malam ini, begitu ceritanya Pah, Mah." Arshi menjelaskan secara detail tentang pertemuannya bersama Rezki.


Dokter Hasan dan Khardha manggut-manggut mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Rasya kenapa kamu begitu emosi ketika melihat aku sama Rezki? Padahal kita gak ada hubungan apa-apa selain rekan kerja. Aku juga udah sering bilang sama kamu jangan mengharapkan sesuatu yang gak bisa aku berikan. Seharusnya kamu ngerti apa yang aku bilang Sya, maafin aku atas semuanya." Ucap Arshi dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


"Tapi Shi aku beneran sayang dan cinta sama kamu, sampai kapanpun aku akan menunggumu untuk membuka hatimu buat aku, permisi Om, Tante, assalamualaikum." Pamit Rasya dengan membungkukkan sedikit badannya lalu melangkahkan kakinya keluar dari sana.


"Kamu sendiri Rezki apa juga masih bertahan untuk mengejar Arshi?" Khardha menatap Rezki yang diam membisu sedari tadi.


"Saya mau berteman sama Arshi selamanya Tante, saya gak mau memaksakan perasaan dan kehendak saya jika Arshi juga gak mau membuka hatinya untuk saya. Arshi berhak menentukan pilihannya siapapun itu yang penting bagi saya bisa melihatnya bahagia." Jawab Rezki dengan tatapan sendu kearah Arshi.


Mata mereka kembali bertemu ada perasaan bahagia sekaligus sedih jadi satu menjalari hati Arshi namun dia benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.


"Baguslah kalau begitu, itu baru namanya seorang gentleman, cinta itu memang gak bisa dipaksakan namun harus dirasakan, seiring sejalan semua akan indah pada waktu dan disaat yang tepat. Iya kan Sayang?" Khardha menggenggam tangan suaminya untuk membenarkan apa yang dikatakannya.


Apa yang dikatakan Khardha sesuai dengan pengalamannya sendiri, sebab dulu dia awalnya memang tidak mencintai Dokter Hasan sebagai tunangannya. Akhirnya mereka menikah karena perjodohan, Khardha mencoba menjadi istri yang baik dengan membuka hatinya untuk suaminya. Seiring sejalan dengan intensitas kebersamaan mereka dan terutama kesabaran Dokter Hasan menghadapi semua sifat juga sikapnya, Khardha akhirnya bisa menerima semua kasih sayang dan cinta yang tulus dari suaminya. Untuk lebih detailnya bagaimana kisah cinta mereka silahkan baca my love story is always forever season 1dan 2.


"Iya Sayang." Dokter Hasan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum membenarkan apa yang dikatakan istrinya.


"Sini biar aku obatin luka kamu dulu baru kamu boleh pergi." Ujar Arshi dengan mengeluarkan perlengkapan obat-obatannya.


"Gak usah Shi aku bisa sendiri nanti." Tolak Rezki dengan halus.


Rezki sangat gugup diperhatikan oleh Khardha dan Dokter Hasan yang menatapnya dengan intens ketika diperlakukan Arshi seperti itu.


"Diam gak usah membantah dan banyak gerak!" Bentak Arshi dengan tatapan tajamnya.



Rezki langsung membeku di tempatnya mendapatkan perhatian dari Arshi yang sangat serius mengobatinya. Dia kembali merasakan sport jantung menatap wanita yang telah membuatnya jatuh cinta lagi itu.


Sikapmu kepadaku membuatku semakin menginginkamu. Petualangan cintaku terhenti di finish cintamu. Didekatmu aku nyaman berjauhan denganmu membuatku kehilangan arah dan tujuan. Aku ingin secepatnya menghalalkanmu Dokter Kharshi Setiawan." Gumam Rezki dalam hatinya seraya tersenyum menatap wajah Arshi yang hanya beberapa centi darinya.


Khardha mengulas senyumnya menyaksikan perlakuan anaknya kepada Rezki yang menurutnya berbeda dari biasanya kepada lawan jenisnya. Dokter Hasan memberikan tatapan datarnya namun sulit untuk diartikan.


Setelah Arshi selesai mengobatinya Rezki segera berpamitan kepada Khardha dan Dokter Hasan yang duduk diseberangnya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu Om, Tante, assalamualaikum." Pamit Rezki setelah mencium tangan pasangan suami istri itu.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.


Arshi mengantarkannya sampai kedepan pintu dengan berjalan dibelakangnya, Rezki membalikkan badannya sesampainya diluar.


"Makasih ya Shi karena udah ngobatin aku." Ucap Rezki dengan mengulas senyum menawannya.


"Iya sama-sama." Arshi menganggukkan kepalanya dengan menyunggingkan senyum tulusnya sembari bersandar di daun pintunya.


"Aku pergi dulu ya, sampai ketemu lagi malam ini." Pamit Rezki kepada Arshi.


"Jangan memaksakan dirimu bila masih sakit, aku gak mau dibilang kejam karena udah menyuruhmu bekerja dalam keadaan sakit." Arshi menasehati Rezki.


"Aku yakin bakal cepat sembuh bila kamu yang merawat aku." Rezki mengedipkan sebelah matanya.


"Terserah kamu aja kalau begitu." Arshi memutar bola matanya jengah dengan sikap Rezki kepadanya.


"Aku akan mengusahakan pelayanan terbaik khusus untukmu Dokter Arshi, sesuai permintaanmu." Rezki membungkukkan sedikit badannya layaknya seorang pelayan kepada majikannya.


"Udah pergi sana nanti kamu di demo oleh para karyawanmu karena telat masuk kantor." Arshi mendorong tubuh Rezki sampai didepan pintu lift yang sudah terbuka.


"Ok, sampai ketemu lagi Sayang." Rezki melambaikan tangannya.


Arshi menghentakkan kakinya karena kesal dipanggil sayang oleh Rezki, sebab itu mengingatkannya dengan kejadian di cafe tadi.


Dasar cowok nyebelin!" Gerutu Arshi sembari melangkahkan kakinya kembali masuk kedalam rumah kedua keluarganya itu.


"Sekaligus ngangenin kan?" Goda Khardha yang berpapasan dengan anaknya didepan pintu.


"Ishhh Mamah kok ngomong kayak gitu, siapa juga yang kangen sama dia." Arshi memajukan bibirnya.


"Udah Sayang jangan suka menggoda anak kita, mending kamu godain aku aja." Dokter Hasan merangkul pinggang istrinya lalu mengajaknya pergi meninggalkan Arshi yang cemberut dibuatnya.


Bersambung....


Hai teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.


Maaf ya jika aku sering telat up karena dunia nyataku lebih membutuhkan perhatianku. Inshaallah aku akan usahakan up tiap harinya, sampai ketemu lagi di episode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2