
Happy reading guys!
Dokter Murni segera menghubungi tim medis yang lain untuk membantunya menangani Rezki. Sedangkan Dira langsung menelpon suaminya untuk mengabarkan keadaan CEO tampan tersebut.
Handphone yang disimpan Radi disaku celananya berbunyi terus-menerus. Terdengar nada dering dengan lagu yang berjudul.
🌿 Bidadari Surga 🌿 By Ustadz Jefri Al-Buchori
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Kuinginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan kau pasanganku
Engkaulah bidadari surgaku (pasanganku bidadari surga)
Tiada yang memahami
S'gala kekuranganku
Kecuali kamu (kecuali, kecuali kamu)
Oh, bidadariku (dirimu)
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan kau pasanganku
Akulah bidadari surgamu
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتـَّقـِيـْنَ إِمَامًا, إِمَامًا
Hatimu tempat berlindungku (tempat untuk berlindung)
Dari keheningan malamku (keheningan malamku)
Tuhanku merestui itu (Tuhan 'kan merestui)
Dijadikan kau pasanganku (dijadikan kau pasanganku)
Engkaulah (akulah) bidadari surgaku (bidadari surgamu)
Bidadari surgaku (bidadari surgamu)
Bidadari surgaku (bidadari surgamu)
...☘️☘️☘️☘️☘️...
__ADS_1
Radi merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya lalu membuka matanya, dia menatap layar benda pintarnya itu untuk melihat siapa yang menghubunginya. Setelah itu dia menggeser tombol warna hijau yang ada di layar handphonenya.
📲"Assalamualaikum Anae." Sapanya terlebih dulu sebelum istrinya berbicara lewat line telepon." Kenapa kamu menghubungiku? Padahal kita baru sebentar berpisah. Apa kamu sudah merindukanku?" Tanya Radi untuk menggoda kekasih halalnya itu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dira dengan satu tarikan nafas." Gak usah menggodaku Yeobo, disini ada masalah tau!" Ujarnya dengan meninggikan intonasi suaranya karena kesal dengan godaan suaminya yang tidak tahu sikon.
"Masalah apa Anae?" Radi mengerutkan keningnya dengan sempurna karena sangat terkejut mendengarnya.
"Rezki masuk UGD!" Jawab Dira dengan menekankan kata-katanya.
"Apaaaa?! Kok bisa?" Radi langsung beranjak dari duduknya saking terkejutnya.
"Cepatlah datang ke UGD! Nanti aku ceritakan apa yang sebenarnya terjadi." Pinta Dira sambil mengikuti tim medis yang membawa Rezki dengan brankar rumah sakit.
"Ok." Singkat Radi lalu memutuskan panggilan suara dari istrinya.
-
Radi langsung ke luar dari mobil lalu melangkahkan kakinya menuju unit gawat darurat yang ada di rumah sakit keluarga Setiawan tersebut.
Setelah sampai di ruang unit gawat darurat, Rezki langsung ditangani secara intensif oleh Dokter yang berjaga di sana. Kebetulan sekali Rasya yang sedang bertugas di sana, dia sangat terkejut melihat kondisi sepupunya itu, dia pun langsung memeriksa kondisi CEO tampan itu dengan teliti seperti yang seharusnya dilakukan oleh seorang dokter spesialis profesional dalam menangani pasiennya.
Apa yang sebenarnya terjadi sama Lo Ki? Kenapa hidung Lo sampai berdarah? Rasanya gak mungkin Arshi yang melakukan kdrt sama Lo." Batinnya sembari melakukan tugasnya.
"Bawa dia ke ICU." Perintahnya kepada tim medis yang membantunya.
Setelah itu Rasya keluar dari sana sambil memasukkan kedua tangannya di saku jas dokternya.
"Sya gimana keadaan Rezki?" Tanya Radi ketika melihat Rasya berjalan ke arahnya.
"Kita harus menunggu hasil rontgen dan CT scan nya, sepertinya dia terkena obat bius yang sangat kuat berbentuk cairan, makanya hidungnya dan matanya bermasalah. Kalau sampai malam ini Rezki belum sadarkan diri, bisa dipastikan dia akan mengalami koma lagi seperti dulu." Jawab Rasya menjelaskan." Apa Arshi sudah tau dengan kondisi Rezki sekarang ini?" Tanyanya sembari menatap ke arah Radi dan Dira secara bergantian.
"Belum." Jawab Dira mewakili suaminya.
"Kalau begitu biar aku yang menghubungi Arshi." Ujarnya sambil mengeluarkan handphonenya dari saku celananya.
Radi dan Dira menganggukkan kepalanya sembari menatap ke arah Rasya.
"Apa yang sebenarnya terjadi sama Rezki Anae? Kenapa Arshi tiba-tiba menghilang? Padahal tadi dia sama kamu kan!" Radi mengalihkan pandangannya kepada istrinya yang berdiri di sampingnya.
Radi langsung mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan Arshi dan Rezki, dia segera menghubungi anak buahnya untuk menangkap wanita yang telah menjadi penyebab masalah itu. Setelah itu dia mengabarkan keadaan CEO tampan itu kepada Riki Pratama.
-
Rasya melangkahkan kakinya menuju ruangannya, sambil menempelkan benda pintarnya ditelinganya. Puluhan kali dia berusaha menghubungi nomor kontak Arshi namun hanya suara operator seluler yang menjawabnya.
Kamu ada dimana Shi? Kenapa gak angkat telpon ku?" Rasya bertanya dalam hatinya.
-
Sementara itu di kediaman keluarga Setiawan. Khardha, Dokter Hasan, Arsha dan Wava sangat terkejut melihat Arshi yang tiba-tiba datang sambil menangis tersedu-sedu tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Istri Tuan muda Rezki Aditya Pratama itu langsung masuk kedalam kamarnya kemudian mengunci pintunya.
Dia menghempaskan tubuhnya di ranjang queen size miliknya lalu memeluk guling sambil terus menangis tanpa suara. Kesedihan yang mendalam melanda hatinya, wanita cantik yang hanya jatuh cinta dengan kekasih halalnya itu benar-benar tidak bisa menerima kenyataan yang dihadapinya saat ini. Hatinya terasa remuk redam emosinya mengalahkan akal sehatnya yang tidak memperhatikan bahwa Rezki sebenarnya saat itu dalam pengaruh obat bius dosis tinggi.
Seharusnya sebagai seorang dokter spesialis anak yang sering mendampingi proses operasi Caesar dia pastinya sangat mengerti akan hal itu. Namun karena apa yang dilihatnya benar-benar membuat istri manapun pasti akan sakit hati, hingga akhirnya dia tidak bisa lagi berpikir jernih dengan kepala dingin.
Kasian Arshi!
Tunggu aja ya Shi semua akan indah pada waktunya.
-
Dokter Hasan dan Khardha mengetuk pintu kamar anak perempuannya itu untuk memastikan keadaannya.
Tok...tok...tok..." Arshi buka pintunya sayang!" Seru Khardha dari balik pintu.
-
Rasya yang tidak bisa menghubungi Arshi akhirnya memutuskan untuk menelpon ke nomor kontak Arsha.
Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung. Arsha langsung menerima telepon dari sahabat sekaligus rekan kerja serta sepupu istrinya itu.
📲"Assalamualaikum. Ada apa Sya?" Tanyanya sambil menyalakan loadspeaker di handphonenya.
__ADS_1
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Rezki kritis! Sekarang dia ada diruang ICU." Jawabnya to the poin.
📲"Apaaaa!" Seru Arsha dan Wava secara bersamaan.
Pasangan suami istri itu sangat terkejut mendengarnya, mereka berdua saling menatap satu sama lain. Keduanya lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang harus dilakukannya.
📱"Apa kalian tau Arshi ada di mana sekarang?" Tanya Rasya sambil mendudukkan dirinya di kursi meja kerjanya.
📲"Dia ada di dalam kamarnya." Jawab Arsha sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar saudara kembarnya itu.
📱"Ok kalau begitu, tolong sampaikan pelan-pelan aja ya biar dia gak syok ketika mengetahuinya." Ujar Rasya lalu memutuskan panggilan suaranya.
-
Arsha menghampiri kedua orangtuanya yang sedari tadi mengetuk pintu kamar Arshi.
"Pah, Mah." Panggilnya sembari menatap ke arah kedua orangtuanya itu.
"Ada apa Sha?" Tanya Dokter Hasan dan Khardha serempak sembari mengerutkan keningnya.
"Rezki kritis, dia ada di ruang ICU." Jawab Arsha dengan lirihnya.
Arsha merasa sangat sedih memikirkan nasib saudara iparnya itu, terutama Arshi yang terlihat sangat syok.
"Apaaaa?!" Dokter Hasan dan Khardha sangat terkejut mendengarnya.
"Apa karena Rezki kritis makanya Arshi menangis?" Dokter Hasan menatap ke arah anak dan istrinya yang berdiri di sampingnya.
"Mungkin!" Jawab Khardha dan Arsha secara bersamaan.
"Kasian Arshi Pah, tolong ketuk pintunya lagi aku mau nenangin dia." Pinta Khardha dengan nada lembutnya.
Dokter Hasan menganggukkan kepalanya lalu kembali mengetuk pintunya.
Tok...tok...tok..."Arshi buka pintunya sayang! Kami semua ngerti apa yang kamu rasakan nak! Tapi jangan menyimpan kesedihan mu sendiri dengan mengurung diri dikamar seperti ini!" Teriak Dokter dari balik pintu kamar anak perempuannya itu.
Arshi tetap tidak menghiraukan apa yang dikatakan papahnya, dia justru makin tenggelam dalam kesedihannya dengan deraian air mata yang membasahi wajah cantiknya.
Karena tidak ada jawaban dari Arshi, Khardha yang sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya itu langsung teringat bahwa dia menyimpan kunci cadangan setiap pintu yang ada di rumah itu. Dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya, untuk mengambil kunci cadangannya yang tersimpan di laci meja kecil samping tempat tidurnya.
Ceklek...Pintu pun akhirnya terbuka. Khardha, Dokter Hasan, Arsha dan Wava melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar milik Arshi dengan nuansa serba pink itu.
"Arshi!" Panggil Khardha sembari menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuh anak perempuannya itu.
Ternyata Arshi terlelap karena kelelahan sambil terisak dalam tidurnya. Parasnya nan cantik terlihat sembab dengan mata yang membengkak. Tidak ada lagi keceriaan yang biasanya menghiasi wajah cantiknya.
"Biarkan Arshi istirahat dulu Mah, sepertinya dia sangat kelelahan sehabis menangis." Tegur Dokter Hasan ketika melihat istrinya hendak menyentuh kepala anaknya itu.
"Iya Pah." Khardha mengurungkan niatnya lalu menganggukkan kepalanya.
Mereka berempat kemudian berlalu pergi dari sana lalu membagi tugasnya.
"Mamah sama Wava tungguin Arshi disini ya. Papah dan Arsha akan melihat kondisi Rezki di ruang ICU. Kalau ada perkembangan selanjutnya kami akan segera mengabarkan kepada kalian." Ujar Dokter Hasan sembari menatap ke arah istri dan menantunya itu.
"Iya Pah." Khardha dan Wava menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalau begitu kami pergi dulu ya, assalamualaikum." Ucap Arsha mewakili papahnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha dan Wava serempak.
Dokter Hasan dan Arsha lalu melangkahkan kakinya menuju lift yang membawa mereka turun kebawah. Setelah pintu lift terbuka keduanya berjalan menuju ruang ICU untuk melihat kondisi Rezki secara langsung. Sesampainya di sana pemilik itu mengerutkan keningnya menatap ke arah seseorang yang menundukkan kepalanya dengan takzim.
Siapakah orang itu?
Apa yang terjadi selanjutnya?
Tunggu aja episode berikutnya ya!
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote, like, komen, koin rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
__ADS_1
See you next time!