
Warning 21+ harap bijak dalam memilih bacaan dosa ditanggung sendiri sebab author udah banyak dosa.
Happy reading guys!
Baru saja Rezki hendak melakukan hal yang diinginkannya bersama istrinya tiba-tiba terdengar suara Khardha memanggil dari luar.
"Arshi, Rezki, kalian ngapain aja didalam? Kami dari tadi nungguin kalian dimeja makan!" Seru Khardha dari balik pintu.
"Tuh kan sudah aku bilang nanti aja, momen nya belum tepat." Arshi segera beranjak dari bathtub untuk membilas badannya di bawah shower.
"Ok tapi nanti kalau udah dirumah kita sendiri aku gak akan lepasin kamu lagi Sayang." Ucap Rezki seraya tersenyum smirk.
Seusai mandi pasangan suami istri itu segera memakai bajunya masing-masing lalu keluar menuju meja makan. Disana tampak Arsha dan Dokter Hasan yang memperhatikan keduanya dari atas kebawah. Arshi yang merasa diperhatikan langsung menutupi bagian lehernya dengan rambutnya. Rezki tampak cuek menghadapi semuanya, sedangkan Khardha hanya mengulas senyumnya melihat Arshi yang terlihat salah tingkah. Setelah selesai sarapan Rezki menyampaikan bahwa dia akan mengajak Arshi pindah kerumah barunya.
"Pah, Mah, Sha sore nanti aku akan memboyong Arshi pindah kerumah baru kami, jadi hari ini sarapan terakhir kita sama-sama dirumah ini." Ucap Rezki sembari menggenggam tangan istrinya.
"Kenapa harus secepat ini? Apa kamu gak betah tinggal di sini?" Tanya Khardha dengan wajah sedihnya.
"Bukannya kayak gitu Mah, aku betah kok tinggal disini, cuma kami hanya ingin hidup mandiri aja." Jawab Rezki berusaha memberikan alasan yang logis untuk mertuanya.
"Baiklah kalau itu yang kalian mau, kami sebagai orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian." Ujar Khardha berusaha mengikhlaskan anaknya yang akan dibawa oleh suaminya.
"Makasih ya Mah atas pengertiannya, kalau begitu aku berangkat kekantor dulu ya, assalamualaikum." Ucap Rezki setelah mencium punggung tangan kedua mertuanya lalu menepuk bahu Arsha.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arsha, Khardha dan Dokter Hasan.
"Hari ini ada rapat dewan direksi rumah sakit Pah." Arsha mengingatkan.
"Iya papah ingat kok, kita sholat dhuha berjamaah dulu yuk!" Ajak Dokter kepada anak istrinya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Didalam lift Arshi yang berniat mengantarkan Rezki sampai parkiran basement tangannya tidak pernah lepas dari genggaman tangan suaminya yang ternyata sangat posesif. Hingga tanpa sengaja mereka yang awalnya hanya berdua tiba-tiba harus terjepit di dinding, Rezki dengan tubuh atletisnya melindungi tubuh mungil istrinya. Semua itu tidak luput dari tatapan semua orang yang ada di sana yang sangat iri melihat keduanya.
"Beruntung banget ya Dokter Arshi punya suami kayak dia." Bisik perawat yang bername tag Laila.
"Iya udah ganteng tajir pula siapa yang gak mau." Sahut perawat yang bername tag Raya.
"Jadi yang keberapa aja aku juga rela kok yang penting persis kayak dia orangnya." Perawat yang bername tag Mila tanpa sadar hampir memeluk Rezki.
Untungnya ada rombongan keluarga pasien yang membuat jarak antara mereka.
"Udah gak usah ghibah, mending pikirin tugas apa lagi yang harus kita kerjakan setelah ini." Ujar perawat yang bername tag Thania kepada semua teman-temannya.
Ting...pintu lift terbuka semua para perawat itu keluar dilantai satu sedangkan Rezki dan Arshi masih menunggu untuk kelantai paling dasar.
Ting...pintu lift terbuka tepat diparkiran basement Rezki dan Arshi keluar menuju letak parkiran mobilnya.
"Sayang kamu gak usah lewat lift lagi ya." Pinta Rezki sembari melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
"Emangnya kenapa?" Arshi mengerutkan keningnya.
"Aku gak mau kamu berdesakkan dan berdempetan kayak tadi, syukur-syukur kalau semuanya wanita, kalau semuanya laki-laki gimana? Aku gak rela kamu bersentuhan dengan orang lain selain sama Arsha, Papah dan aku." Ujar Rezki dengan menekankan kata-katanya.
"Iya!" Singkat Arshi dengan menganggukkan kepalanya.
"Sekarang ikut aku masuk kedalam mobil, aku akan antar kamu sampai depan lobi, biar kamu gak usah capek jalan sendiri kesana." Ucap Rezki tanpa mau dibantah sembari membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Rezki segera menutup kembali pintu mobilnya lalu berjalan memutari mobilnya dan duduk dikursi kemudinya.
"Gimana kalau kamu temenin aku ke kantor aja Sayang, biar aku tambah semangat menyelesaikan semua kerjaan aku hari ini secepatnya." Rezki berusaha membujuk istrinya yang hanya diam ketika dia memasangkan seat belt untuknya.
Arshi menerawang membayangkan apa yang harus di lakukannya ketika Rezki benar-benar menuntutnya untuk melayaninya malam ini. Hingga dia hanya diam saja ketika suaminya mengajaknya untuk ikut kekantornya. Rezki yang menganggap diam istrinya adalah jawabannya iya langsung melajukan mobilnya membelah jalanan menuju kantornya. Dua puluh menit kemudian sampailah Rezki diparkiran khusus presdir. Dia membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu mengajaknya keluar.
__ADS_1
"Sayang sampai kapan kamu mau didalam mobil terus?" Rezki mengulurkan tangannya.
"Kenapa aku ada disini?" Arshi tampak bingung ketika Rezki mengajaknya untuk ikut masuk kedalam perusahaan.
"Jadi dari tadi kamu ngelamun? Mikirin apa Sayang?" Bukannya menjawabnya Rezki justru balik bertanya.
Arshi kembali terdiam sambil menundukkan kepalanya ketika para karyawan Rezki menyapa mereka berdua hingga masuk kedalam lift khusus presdir. Sesampainya di ruangannya Rezki langsung menelpon Radi.
"Kamu duduk dulu Sayang, aku mau menghubungi Radi dulu." Ujar Rezki sambil mendudukkan istrinya dikursi kebesarannya.
"Radi handle semua meeting hari ini, jangan ganggu aku sedikitpun nanti aku naikin gajimu." Perintah Rezki dengan menekankan kata-katanya.
"Heyy lo kan tadi datang kekantor barusan, kenapa gak bisa meeting?" Bingung Radi dengan kelakuan bos sekaligus sahabatnya itu.
"Gak usah banyak bacot!" Rezki langsung menutup telepon secara sepihak.
"Kok kamu ngomongnya gitu sama Radi?" Arshi mengangkat satu alisnya menatap ke arah Rezki.
"Gak usah dipikirin Sayang, aku udah biasa sama Radi bicara kayak gitu." Jawab Rezki sembari mengambil remote otomatis untuk mengunci pintu masuk ruangannya.
"Ki hari ini aku ada rapat anggota dewan direksi rumah sakit, boleh aku pinjam laptop kamu? Supaya aku tetap bisa mengikuti rapat secara virtual." Pinta Arshi dengan tatapan sendu.
"Rapatnya dimulai jam berapa?" Rezki menyelipkan anak rambut ketelinga istrinya.
"Jam 10:00." Arshi melirik jam yang melingkar di tangannya.
"Ok, tapi ada syaratnya." Rezki langsung menggendong istrinya kedalam ruangan khusus pribadinya yang ada dibalik lemari penyimpanan piala dan prestasinya.
"Emangnya apa syaratnya? Kenapa harus kesini?" Arshi semakin bingung dengan tingkah Rezki hari ini.
"Syaratnya kamu harus layani aku sekarang juga sampai aku benar-benar puas, kalau aku gak puas kamu gak boleh mengikuti rapat itu." Rezki sengaja berkata seperti itu agar Arshi tidak ada lagi alasan untuk menunda dan menolaknya.
"Apaaaa!" Kaget Arshi sambil meneguk salivanya dengan susah payah.
Rezki kembali mengambil remote yang ada didalam laci dengan perintah suaranya.
"Ok, mainkan musik dengan mode romantis." Ucap Rezki.
Ruangan itu langsung berubah menjadi sangat romantis dengan lampu remang-remang, aroma wangi yang menenangkan, musik yang sangat mendukung dan terdapat layar televisi besar yang menayangkan panduan malam pertama dari teori hingga prakteknya. Rezki benar-benar sudah menyiapkan semuanya tanpa terkecuali termasuk baju ganti untuknya dan istrinya. Arshi membulatkan matanya dengan sempurna ketika melihat adegan yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, Rezki perlahan menarik Arshi agar duduk dipangkuannya.
"Perhatikan dengan seksama gimana caranya memuaskan suami diatas ranjang Sayang." Bisik Rezki sambil melepaskan satu persatu kancing baju istrinya yang juga tidak sadar melakukan hal yang sama kepadanya.
Sampai akhirnya mereka berdua sudah setengah polos, Rezki membiarkan istrinya tetap fokus dengan apa yang ditontonnya hingga dia dengan leluasa mengeksplor setiap inci lekuk tubuh wanita yang sangat dicintainya itu hingga keduanya benar-benar polos. Rezki menuntun istrinya untuk berbaring dia mencium bibir istrinya penuh gairah dan mengeksplor lidahnya masing-masing didalam rongga mulutnya. Setelah terlepas Rezki kembali mencumbu istrinya dari leher hingga kearea sensitifnya.
"Kamu benar-benar siap Sayang?" Rezki berusaha menghilangkan ketegangan di wajah istrinya.
Arshi hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya.
"Aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati." Ujar Rezki sambil mengarahkan king cobranya kedalam lubang persembunyiannya.
Rezki berusaha menghentakkannya satu, dua, tiga kali barulah dia bisa menembusnya. Arshi menangis menahan sakitnya ketika selaput dara nya berhasil dirobek oleh suaminya. Rezki membiarkan king cobranya berdiam sementara didalam lubangnya agar istrinya terbiasa dengan kehadirannya.
"Jangan menangis Sayang, buka matamu tataplah aku, jangan takut aku gak mungkin menyakitimu." Rezki menciumi kedua mata istrinya." Gigit dan cakarlah punggungku bila kamu masih merasakan sakitnya, yakinlah sakitnya cuma sebentar Sayang, setelah ini gak akan sakit lagi, percayalah semuanya akan berganti menjadi kenikmatan yang sesungguhnya." Ujar Rezki kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
Hingga satu jam lebih Rezki bercinta dengan istrinya sampai mereka berdua mencapai klimaksnya untuk kesekian kalinya dan Rezki melihat Arshi sudah benar-benar tidak berdaya lagi dibawah kungkungannya barulah dia menghentikannya.
"Makasih Sayang." Ucap Rezki dengan mengecup kening istrinya lalu menarik selimut sampai batas dadanya.
"Sama-sama Ki." Arshi menyembunyikan wajahnya didada bidang Rezki.
"Sayang tolong jangan panggil aku dengan sebutan nama lagi ya." Pinta Rezki dengan nada manja.
__ADS_1
"Emangnya kamu mau aku panggil dengan sebutan apa?" Arshi mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.
"Terserah yang penting jangan nama bisa sayang, honey, baby, hubby, bee, pilih aja salah satunya yang mana kamu suka, kalau masih panggil namaku, aku akan hukum kamu sampai gak bisa jalan." Ancam Rezki seraya tersenyum smirk.
"Ok Yank." Arshi mencubit perut Rezki dengan gemesnya.
Awww..."Sakit Sayang, beneran kamu panggil aku Yank? Gak mau ganti dengan panggilan yang lain?" Rezki menaikkan satu alisnya.
"Gak mau dirubah lagi titik gak pakai koma." Tegas Arshi dengan memajukan bibirnya.
"Baiklah terserah kamu aja, tapi tolong bibirnya jangan digituin, itu sama aja kamu mau menggodaku lagi." Rezki kembali mencumbu istrinya.
"Hentikan Yank kalau kamu kayak gini terus kapan aku bisa ikut rapat?" Arshi menahan dada Rezki yang mulai menindihnya lagi.
"Udah aku bilang kalau kamu belum bisa bikin aku puas, aku gak bakal izinin kamu ikutan rapat." Rezki langsung menuntun kembali istrinya menuju jalan menanjak dan menurun untuk mencapai tujuannya sebenarnya menikmati indahnya surga dunia.
Arshi hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya yang tidak ada puasnya itu, karena ini benar-benar pengalaman pertama yang belum pernah mereka berdua rasakan sebelumnya sehingga membuat Rezki merasa candu, mabuk dan tidak bisa meninggalkan istrinya barang sedikitpun juga. Pasangan pengantin baru itu akhirnya terlelap dengan posisi saling berpelukan satu sama lain karena sangat kelelahan. Hingga alarm pertanda masuk waktu zuhur dengan suara azan dari muazin khusus dari tanah suci mesjidil haram membangunkan Arshi yang langsung membuka matanya terlebih dulu.
"Yank bangun Yank udah masuk waktu zuhur." Arshi menusuk-nusuk pipi suaminya dengan jarinya.
"Bentar lagi ya Sayang, aku masih ngantuk banget." Sahut Rezki masih dengan mata terpejam sembari mengeratkan pelukannya.
"Yaudah kalau kamu gak mau bangun aku bakal pulang sendiri naik taksi." Arshi pura-pura merajuk dengan membalikkan badannya membelakangi suaminya.
Rezki yang mendengar istrinya berkata seperti itu langsung membuka matanya lalu bangun dan mencoba membalikkan kembali tubuh istrinya.
"Sayang jangan marah ya, ini aku udah bangun, kita mandi yuk!" Ajak Rezki sembari menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan istrinya.
Arshi berusaha untuk turun sendiri dari ranjang namun baru satu kakinya yang berhasil turun dia sudah meringis kesakitan.
Awww... Arshi menutupi area sensitif nya dengan tangannya.
"Kenapa Sayang masih sakit banget ya?" Rezki menatap tubuh istrinya yang penuh dengan tanda kepemilikan hasil karyanya.
Arshi hanya menganggukkan kepalanya lalu berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Kamu tunggu sebentar disini ya Sayang, aku mau mengisi bathtub dulu dengan air hangat biar kamu bisa berendam untuk mengurangi rasa sakitnya." Rezki mengecup kening istrinya lalu masuk kekamar mandi pribadinya yang juga ada di kamar khususnya itu.
Setelah selesai mengisi bathtub nya dengan air hangat dan aromaterapi Rezki segera kembali untuk menggendong istrinya masuk kedalam kamar mandi lalu mendudukkannya didalam bathtub.
"Maafin aku Sayang karena udah bikin kamu sakit, sini biar aku pijitin supaya sakitnya sedikit berkurang." Rezki ikut masuk berendam di dalam bathtub.
Dia memijat dengan lembut bahu dan punggung istrinya begitu juga kepalanya, sehingga membuat Arshi terlelap kembali karena sangat menikmati pijatan suaminya.
"Sayang kamu ketiduran ya?" Rezki mendengar dengkuran halus dengan nafas teratur istrinya.
Dia memeluk istrinya dari belakang lalu ikut memejamkan matanya yang juga masih sangat mengantuk.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sementara itu dirumah sakit Dokter Hasan kelimpungan sendiri mencari Arshi yang tidak ada kabar sama sekali sejak mengantar Rezki tadi pagi. Dia mencoba menghubungi handphone anak dan menantunya itu namun dua-duanya tidak ada yang bisa dihubungi.
"Sudahlah Sayang, gak usah terlalu dipikirkan, mungkin mereka lagi honeymoon." Khardha berusaha menenangkan suaminya.
"Dasar pengantin baru maunya berduaan terus." Gerutu Dokter Hasan sembari menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya.
"Gak usah ngedumel lagi Sayang, kamu dulu juga gitu waktu baru nikah sama aku." Khardha memajukan bibirnya menatap suaminya yang memejamkan matanya seusai sholat zuhur.
"Yaudah kalau gitu temenin aku tidur siang." Dokter Hasan menarik istrinya untuk ikut berbaring di sampingnya.
Bersambung....
__ADS_1
Hai teman-teman ketemu lagi, jangan pernah bosan untuk ninggalin jejak kalian ya melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya ya.
Sampai jumpa lagi diepisode selanjutnya, jangan lupa bahagia, semoga sehat selalu.