
Happy reading guys!
Keesokan harinya setelah sarapan bersama direstoran hotel mereka berenam segera melakukan perjalanan menuju bandara. Rezki sangat memanfaatkan waktu selama liburan plus honeymoon nya untuk membuat istrinya hamil kembali. Setiap ada kesempatan baik siang maupun malam dia selalu mengajaknya menjalankan sunnah rasul. Sehingga membuat Arshi terlihat sangat kelelahan dibuatnya, sedari tadi dia menahan kantuknya akibat bergadang hampir semalaman karena harus melayani suaminya, dia yang duduk sambil menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil tampak terantuk-atuk. Rezki yang sedang asyik menelpon Radi mengabar bahwa mereka akan pulang hari ini tidak menyadari kondisi istrinya, setelah mengakhiri sambungan teleponnya barulah dia menolehkan kepalanya kesampingnya.
"Astagfirullah al azdim! Sayang kamu kok tidurnya gak nyender sama aku?" Rezki langsung meraih tubuh istrinya lalu menyandarkan kepalanya didada bidangnya sambil merangkulnya.
Arsha, Wava, Lida dan Wavi duduk di jok mobil paling belakang mereka berempat tengah sibuk dengan handphonenya masing-masing. Sebelum berangkat liburan Arsha diam-diam sudah memberitahukan kepada Dokter Hasan, Khardha, Dokter Wahyu dan Dokter Selvi tentang keinginannya melamar Wava. Para orangtua itu tentu saja merestuinya, sepanjang perjalanan menuju bandara mereka lalui dengan keheningan, hanya ada bunyi kendaraan berlalu lalang. Sedangkan Rezki sengaja memasang headset ditelinganya sembari mendengarkan lagu berjudul.
🌿Dokter Cinta by Dewi-Dewi🌿
Mama tolonglah aku sedang bingung
Pusing kepalaku memikirkan dia
Aku yang terus disakitinya
Dia tak tampan, tak juga rupawan
Dia tak juga bergelimang harta
Oh, tapi mengapa gayanya seperti superstar
Mama, mama, mama
Tolonglah aku yang sedang bingung
Kurasakan virus-virus cinta
kubutuh Dokter cinta
Papa, papa, papa
Inikah yang dinamakan cinta
Mengapa sakit yang kurasakan
Kubutuh Dokter cinta
Oh, kenapa ini terjadi kepada aku yang mencintaimu?
Oh, celaka jika lelaki seperti kamu sudah tak setia
Oh, mengapa ini harus terjadi kepada aku yang mencintaimu?
Oh, celaka jika lelaki seperti kamu sudah tak setia
Mama, mama, mama
Tolonglah aku yang sedang bingung
Kurasakan virus-virus cinta
Kubutuh Dokter Cinta
Papa, papa, papa
Inikah yang dinamakan cinta?
Mengapa sakit yang kurasakan?
Kubutuh Dokter Cinta
Oh, papa tolonglah aku
Laki-laki yang seperti apa lagi
Yang begini saja sudah menyakitkan hati
Oh, mama tolonglah aku
Perempuan mana yang tak sakit hati
Bila sang kekasih tak jadi kekasih hati
🌿🌿🌿🌿🌿
Tidak terasa sampailah mereka dibandara, Rezki segera membangunkan istrinya. Satu persatu mereka turun dari mobil yang mengantarkannya lalu melangkahkan kakinya ke kafetaria yang ada dibandara itu untuk sekedar memesan minuman sebagai pelepas dahaga. Rezki tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat bahagia menirukan sifat kaku Arsha ketika hendak menggandeng tangan Wava.
__ADS_1
"Udah Sayang malu diliatin orang." Rezki segera menggandeng tangan istrinya lalu mengajaknya menyusul teman-temannya.
"Yank kita naik pesawat jam berapa?" Tanya Arshi karena tidak melihat Rezki maupun yang lainnya memperlihatkan tiket pesawatnya.
"Kita naik pesawat jet pribadi ku Sayang, jam sepuluh nanti." Jawab Rezki sembari menunggu pesanan caffucino nya dan jus istrinya.
"Kenapa kemarin waktu berangkat kita naik pesawat komersil?" Arshi mengerutkan keningnya.
"Kemarin pesawatnya di pakai Papa Riki keluar negeri Sayang." Rezki mencubit hidung istrinya dengan gemesnya karena Arshi menatapnya tanpa berkedip sambil memangku wajahnya dengan tangannya.
"Ohh gitu." Arshi membulatkan mulutnya membentuk huruf O.
"Sayang semoga setelah kita pulang dari liburan plus honeymoon ini ada kehidupan lagi disini ya." Rezki mengelus perut istrinya yang tersembunyi dibalik bajunya.
"Aamiin Allahumma aamiin!" Arshi mengaminkan doa suaminya.
Sedangkan disebelah pasangan suami istri itu Arsha dan Wava tampak merona setiap mata mereka saling bertemu, Arsha yang terkenal kaku dengan sifat cool nya berusaha menetralisir degup jantungnya, dia bertanya pada Wava yang ada dihadapannya.
"Va gimana seminggu setelah ini kita langsung menikah aja?" Arsha menatap lekat manik mata calon istrinya itu.
"Aku terserah kamu aja." Jawab Wava sembari menundukkan kepalanya karena tidak sanggup membalas tatapan mata Arsha yang selalu membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
Wava akhirnya merubah sapaannya yang biasanya lo gue kepada Arsha menjadi Aku kamu untuk menghormatinya sebagai calon suaminya.
"Makasih ya Va udah mau menerimaku jadi calon suami kamu." Arsha memegangi tangan Wava yang diletakkan di atas meja lalu menyelipkan anak rambutnya ketelinga calon istrinya itu.
"Sama-sama." Wava semakin tersipu dibuatnya,
Wajahnya semakin memerah bagaikan tomat matang karena perlakuan lembut Arsha kepadanya. Arsha semakin menunjukkan sisi romantis nya kepada calon istrinya, seperti papahnya Dokter Hasan yang selalu berlaku romantis kepada Khardha sejak awal bertunangan hingga menikah, dan menjalani kehidupan rumah tangga sampai sekarang diusia mereka yang sudah tidak muda lagi.
Sementara itu dimeja sebelahnya Wavi mulai menampakkan sifat aslinya yang suka menjahili orang dengan mengajak Lida main tebak-tebakan.
"Gue punya tebakan buat lo, kupi apa yang bikin baper?" Wavi menatap Lida tanpa berkedip.
"Iya itu memang benar tapi ada yang bikin baper." Wavi menyeruput kopi didepannya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Lida.
"Maksud lo?" Lida menumpu dagunya diatas meja dengan tangannya.
"Mau tau aja apa mau tau banget?" Wavi menaikturunkan alisnya untuk menggoda Lida.
"Gue mau tau banget!" Lida berdiri lalu menggebrak meja karena kesal dengan Wavi yang mempermainkannya.
Semua orang tercengang melihat apa yang dilakukannya, tidak tercuali Arshi, Rezki, Arsha dan Wava yang tengah asyik bercengkrama dengan pasangannya masing-masing.
"Duduklah lo jadi pusat perhatian tau!" Wavi beranjak lalu mendudukkan Lida kembali ke kursinya.
"Lo itu nyebelin banget Vi, untung gue suka sama lo." Lida berkata sangat pelan namun masih didengar oleh Wavi.
Gue juga mulai suka sama lo," batin Wavi seraya mengulum senyumnya.
"Jadi masih mau tau gak?" Wavi mengedipkan sebelah matanya.
Lida menganggukkan kepalanya sembari meminum jus alpukat nya berusaha menetralisir perasaannya.
"Ok, kupinang kau dengan bismillah." Jawab Wavi sembari memegangi tangan Lida yang ditaruhnya di atas meja.
Lida jadi baper dibuatnya, dia menarik tangannya lalu memalingkan wajahnya kearah lain untuk menutupi wajah yang langsung merona. Arshi tiba-tiba menghampirinya lalu mengajaknya menemaninya ke toilet.
"Da temenin gue ke toilet yuk!" Arshi menarik tangan Lida supaya menemaninya.
"Ok, gue juga mau ke toilet." Lida beranjak dari duduknya." Kami tinggal dulu ya Vi." Pamit Lida dan Arshi.
Wavi hanya menganggukkan kepalanya sembari memperhatikan kedua wanita itu hingga punggung mereka hilang dari indera penglihatannya.
Sesampainya di toilet Arshi dan Lida masuk kedalam bilik masing-masing, setelah selesai mereka mencuci tangannya diwastafel, lalu bercermin di kaca besar yang tersedia di sana untuk memperbaiki penampilannya. Tanpa disadarinya ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya, orang itu memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata dan maskernya. Orang itu berdiri di belakang Arshi dan Lida seakan-akan menunggu seseorang yang juga ada disana.
Dia mengeluarkan handphone dari tasnya supaya Arshi dan Lida tidak mencurigainya.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan beriringan, Lida berjalan didepan Arshi menuju pintu keluar, tiba-tiba Arshi yang mulai ikut melangkahkan kakinya langsung dibekap dengan sapu tangan yang mengandung obat bius dosis tinggi oleh orang yang berpakaian serba hitam itu.
Lida sudah sampai dimeja lalu mendudukkan dirinya dikursi yang ada dihadapan Wavi dengan santainya, dia tidak menyadari kalau Arshi tidak ada dibelakangnya.
"Arshi mana?" Tanya Wavi dengan mengerutkan keningnya.
"Arshi kan ada dibelakang gue." Jawab Lida sembari menolehkan kepalanya.
"Dari tadi gue perhatiin lo jalan kesini sendirian, gak ada Arshi di belakang lo." Wavi mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
"Yaudah gue ke toilet lagi, siapa tau Arshi masih disana." Lida segera berlalu kembali menuju toilet.
Dia mulai khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada sajabatnya itu. Wavi bergegas mengikuti Lida dari belakang untuk ikut memastikan keberadaan wanita yang selalu ada dihatinya itu. Dia mencoba menghubungi nomor kontak Arshi, namun hanya ada jawaban dari operator telepon yang menyahutinya. Wavi mulai cemas dia langsung menghubungi Rezki untuk memastikan keberadaan Arshi.
Tut...tut..tut.....panggilan suara terhubung.
📲"Assalamualaikum Ki, Arshi ada sama lo gak?" Tanya Wavi dengan nada cemasnya.
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Gak ada, dia tadi izin ke toilet sama Lida." Jawab Rezki yang masih menerima email dari Radi.
"Sekarang gue didepan toilet wanita, Lida sedang memeriksa semua bilik toilet untuk memastikan keberadaan Arshi." Ujar Wavi menjelaskan.
"Apaaaa!" Kaget Rezki langsung beranjak dari duduknya.
Dia kemudian menghampiri Arsha dan Wava untuk memberitahukan kepadanya. Mereka bertiga menyusul ke toilet, sesampainya disana mereka menghampiri Lida dan Wavi yang berdiri di depan pintu.
"Gue hanya menemukan handphone Arshi yang tergeletak di lantai dekat tempat sampah, ini juga kondisinya udah retak." Lida menyerahkan kepada Rezki.
"Berarti ada yang menculik Arshi!" Arsha langsung menyimpulkan.
"Tapi siapa? Perasaan Arshi gak punya musuh." Wava menimpali.
"Mungkin ada yang dendam sama gue, makanya orang itu sengaja menculik Arshi." Rezki berkata sembari mengepalkan tangannya dengan kuat.
Dia segera menghubungi anak buahnya di lapangan untuk mengerahkan seluruh bawahannya mencari istrinya.
"Lebih baik kita datangi pihak keamanan bandara untuk melihat cctv disekitar sini, siapa tau ada jejak yang ditinggalkan oleh si penculik." Arsha menyarankan.
"Ok, yuk kita kesana!" Rezki berjalan mendahului yang lainnya.
Sesampainya di ruangan pemantau cctv bandara mereka meminta izin untuk meminta rekaman disekitar toilet wanita. Mereka semua terkejut melihat Arshi yang didudukkan di kursi roda dengan ditutupi selimut layaknya orang sakit oleh wanita yang memakai pakaian serba hitam. Setelah sampai diparkiran mobil area bandara orang itu dibantu oleh dua laki-laki berbadan kekar lalu memasukkan Arshi kedalam mobil, sebelum ikut masuk wanita itu melepaskan masker dan kacamata nya hingga terlihatlah wajahnya yang disembunyikannya.
"Stephani!" Seru Rezki ketika melihat wajah wanita itu lewat rekaman cctv.
"Lo kenal wanita yang menculik Arshi?" Arsha memicingkan matanya menatap curiga pada iparnya itu.
"Kami cuma bertemu satu kali lalu berkenalan, waktu itu aku juga membawa Arshi, dia anak seorang pengusaha yang dijodohkan ayahnya denganku tapi aku menolaknya." Jujur Rezki sembari menatap kesembarang arah untuk meredam emosinya.
"Mungkin dia terobsesi sama lo Ki, makanya dia berusaha memisahkan lo sama Arshi." Wava memberikan pendapatnya.
"Gue akan terus mencari Arshi sampai dapat, pesawat jet nya sudah siap, silahkan kalian pulang duluan. Aku tau kalian semua sibuk, jadi pulanglah, tenaga kalian lebih dibutuhkan di rumah sakit, percayakan semua tentang Arshi sama gue." Ucap Rezki meyakinkan Arsha, Wava, Wavi dan Lida.
"Ok, tapi lo harus kabari kami terus ya." Arsha dan Wavi menepuk pelan bahu Rezki.
"Pasti!" Singkat Rezki sembari menganggukkan kepalanya.
"Kami pergi dulu, assalamualaikum." Ucap Wava mewakili semuanya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."Jawab Rezki lalu mengirimkan rekaman wajah Stephani dan plat mobilnya kepada anak buahnya yang sangat pintar dalam melacaknya.
Rezki keluar dari area bandara, diluar sudah menunggu anak buahnya yang lain beserta sopirnya.
"Kita ikuti kemana mobil yang membawa istriku, setelah Rano dapat melacak lokasinya. Untuk sementara kita kembali ke hotel dulu." Perintah Rezki kepada anak buahnya.
Rezki sebenarnya sangat frustasi karena kehilangan wanita yang sangat dicintainya itu, namun dia selalu berusaha tegar dan tenang menghadapi semuanya. Dia juga sudah menyiapkan segala sesuatunya jika harus turun tangan sendiri.
Bersambung....
Mau tau bagaimana aksi Rezki dan anak buahnya menyelamatkan Arshi?
Tunggu episode selanjutnya.
Jangan lupa vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya ya teman-teman.
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
Salam sayang selalu.
__ADS_1