Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#108 "Tragedi"


__ADS_3

Happy reading guys!


🌿Kita tidak bisa melawan takdir


Namun takdir bisa dirubah dengan kekuatan doa


🌿Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan


Namun Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan


Jadi bersyukurlah, maka Allah akan menambah nikmatnya


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Tidak lama setelah Arshi melahirkan baby twins nya secara prematur, dokter Hasan mendapat kabar dari pihak yang berwajib bahwa Arsha dan Wava menjadi korban kecelakaan beruntun. Anak dan menantunya itu langsung di larikan ke rumah sakit miliknya lalu ditangani langsung olehnya dan para dokter spesialis lainnya yang membantunya melakukan operasi terhadap mereka berdua.


Karena kondisi Wava yang semakin kritis akibat kecelakaan yang dialaminya, pihak keluarga terpaksa memutuskan untuk melakukan operasi caesar supaya bisa menyelamatkan baby twins yang ada dalam kandungannya. Dokter Selvi langsung memimpin proses operasi tersebut sambil terus berdoa dalam hatinya semoga ada keajaiban yang akan membuat anak perempuannya itu bisa bertahan, namun setelah operasi caesar berhasil dilakukan Wava akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


Sedangkan di ruang operasi yang lain kaki Arsha terpaksa harus di amputasi, akibat kecelakaan yang dialaminya hingga membuatnya cacat seumur hidupnya.


Khardha sangat syok ketika mengetahui kondisi anak dan menantunya itu, dia terkulai lemas tidak sadarkan diri di samping suaminya. Dokter Hasan dengan sigap menopang tubuh kekasih halalnya itu, lalu membaringkannya di atas ranjang pasien bersebelahan dengan Arsha yang sudah di pindahkan dalam ruang perawatan khusus untuk keluarganya.


-


Di ruang ICU. Rezki terlonjak kaget dan sangat panik ketika menyaksikan apa yang terjadi dengan istrinya, Arshi tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan monitor detak jantungnya menunjukkan garis lurus. CEO tampan itu langsung menekan tombol interkom untuk meminta bantuan tim medis yang selalu standby di tempatnya.


"Silahkan tunggu diluar Ki, karena kami akan melakukan tindakan untuk memberikan pertolongan kepada Arshi." Ujar Tasya mewakili para dokter ahli yang bersiap melakukan tugasnya.


Rezki menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju pintu keluar, dia duduk di kursi yang ada di sana sambil terus berdoa dalam hatinya.


Ya Allah kumohon jangan Kau ambil nyawa istriku karena aku belum siap untuk kehilangannya. Aku hanya ingin membesarkan anak-anak yang Kau titipkan kepada kami bersamanya." Batinnya dengan membiarkan butiran bening jatuh di sudut matanya.


-


Sementara itu di ruang perawatan khusus anak-anak yang baru lahir, baby twins Rezki dan Arshi mengalami hal yang sama seperti ibunya, hingga akhirnya keduanya dinyatakan meninggal dunia setelah diberikan tindakan khusus oleh para medis yang menanganinya.


Rezki yang baru saja menerima kabar tentang kondisi baby twins nya itu tidak bisa lagi menahan dirinya, CEO tampan itu langsung menerobos masuk kedalam ruang ICU menghampiri istrinya yang masih dalam penanganan para ahli untuk meluapkan emosinya.


"Sayang kumohon bangunlah! Jangan tinggalkan aku seperti anak-anak kita!" Pintanya sambil mengguncang tubuh wanita yang sangat dicintainya itu.


Tim medis yang ada di sana berusaha menghentikan apa yang dilakukan oleh Rezki dengan menarik tubuh atletis nya secara paksa, namun mereka justru terpental ke belakang karena kekuatan besar yang dimiliki oleh CEO tampan itu. Salah satu diantara mereka akhirnya menghubungi dokter Hasan untuk membantu menghentikannya supaya tidak terjadi sesuatu hal yang lebih buruk lagi.


"Rezki hentikan!" Seru dokter Hasan yang baru masuk kedalam ruangan tersebut.


CEO tampan itu akhirnya menghentikan apa yang dilakukannya ketika mengenali suara mertuanya, dia membalikkan badannya untuk menatap wajah mertuanya itu lalu berkata.

__ADS_1


"Pah tolong selamatkan Arshi Pah, aku gak sanggup kalau harus kehilangannya juga." Ujarnya sambil bersimpuh di hadapan mertuanya itu.


"Bangunlah, papah dan yang lainnya akan berusaha melakukan yang terbaik untuknya." Sahut dokter Hasan sembari membantu menantunya itu untuk berdiri lalu menuntunnya keluar dari sana." Tetaplah di sini jangan menerobos masuk lagi sebelum papah dan yang lainnya keluar." Ujarnya dengan menekankan kata-katanya.


Rezki menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya dengan gontai menuju ke ruang perawatan anak untuk melihat jenazah baby twins nya.


"Rezki!" Seru Radi yang baru saja sampai di sana bersama Dira." Yang sabar ya Bro, Allah gak mungkin menguji hambanya diluar batas kemampuannya." Ujarnya sambil menepuk pundak atasan, sahabat sekaligus saudara angkatnya itu.


Rezki hanya diam tanpa menghiraukan apa yang dikatakan oleh Radi, dia terus menatap ke arah jenazah baby twins nya yang ditutupi kain putih, hatinya benar-benar pilu menyaksikannya karena baru beberapa jam yang lalu kebahagiaan menghampirinya, dengan kelahiran putra-putri nya itu. Namun ternyata Allah kembali mengambilnya, sehingga membuat semuanya terasa bagaikan mimpi semata. Dia merasa berada di titik terendahnya hingga tubuhnya meluruh ke lantai lalu menangis tanpa suara.


-


Keesokan harinya setelah proses pemakaman jenazah Wava dan baby twins yang di beri nama Rezhia Aditya Pratama dan Rezha Aditya Pratama itu. Rezki, Arsha serta keluarganya kembali ke rumah sakit untuk menjenguk kondisi Arshi dan baby twins almarhumah Wava.


"Sha gimana kalau anak-anak Lo, gue sama Arshi aja yang merawatnya?" Rezki berkata sambil mendorong kursi roda yang diduduki iparnya itu, menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang perawatan istrinya yang bersebelahan dengan kamar rawat Arsha sendiri.


"Gue juga mau merawat dan membesarkan mereka, meskipun dengan keterbatasan yang gue miliki saat ini." Jawab Arsha dengan nada datarnya.


Rezki menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk ruang rawat istrinya lalu berjongkok di depan iparnya itu.


"Lo boleh tinggal di rumah kami supaya kita bisa merawat dan membesarkan mereka berdua sama-sama. Gue mohon mengertilah Sha, gue gak mau Arshi syok, apalagi sampai depresi karena kehilangan anak-anaknya untuk kesekian kalinya." Bujuknya sembari menatap sendu kearah iparnya itu.


Arsha menarik nafasnya dalam-dalam sambil menutup matanya, mengingat semua kejadian yang menimpanya dan saudara perempuannya itu. Setelah sekian lama berdiam diri untuk mempertimbangkan kemungkinan besar yang akan terjadi selanjutnya, dokter spesialis penyakit dalam itu akhirnya menghembuskan nafasnya perlahan lalu berkata.


"Baiklah kalau itu memang jalan yang terbaik untuk kita semua." Putusnya akhirnya sambil menepuk pundak CEO tampan itu.


"Sama-sama." Lirih Arsha ketika melihat bayangan wajah almarhumah istrinya yang tersenyum menatap ke arahnya.


"Gue akan anterin Lo kekamar." Tawar Rezki sambil memutar kursi roda Arsha kearah ruang perawatannya.


"Gak usah, gue mau lihat kondisi Arshi dulu." Tolak Arsha dengan halus.


"Ok, mari kita masuk kedalam." Ajak Rezki lalu mendorong kursi roda yang diduduki oleh iparnya itu.


Ternyata didalam sudah ada Khardha, dokter Hasan, Riki Pratama, Radi, Dira, Wavi, Lida Rasya dan Tasya yang datang terlebih dulu ke sana.


"Assalamualaikum." Ucap Arsha dan Rezki bersamaan.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang ada di sana.


"Kebetulan sekali kalian berdua datang, Arshi dari tadi nyariin kamu Ki." Ujar Riki menyampaikan sembari menatap ke arah anak semata wayangnya itu.


Rezki langsung menghampiri istrinya lalu mengecup keningnya dengan penuh cinta.


"Syukurlah akhirnya kamu bangun juga Sayang." Ujarnya sambil merengkuh tubuh kekasih halalnya itu.

__ADS_1


"Gimana keadaan anak-anak kita Yank? Tadi aku udah nanyain sama semua orang yang ada di sini, tapi mereka gak ada yang mau menjawabnya." Adu Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya.


"Kamu tenang aja Sayang, mereka baik-baik aja di dalam ruang perawatan anak." Sahut Rezki sambil menangkup wajah istrinya lalu mengecup bibirnya sekilas.


"Kamu gak lagi bohongin aku kan Yank? Kamu tadi darimana? Kenapa baju dan celanamu kotor semua?" Cecar Arshi tanpa jeda ketika melihat bekas tanah yang menempel di pakaian suaminya.


Rezki langsung merutuki kebodohannya sendiri karena lupa membersihkan dirinya sebelum menemui kekasih halalnya itu, dia juga lupa bahwa Arshi adalah wanita yang selalu memperhatikan setiap detail dari apapun yang dipakainya.


"Aku tadi habis jatuh ke tanah Sayang." Jawab Rezki lalu menjauhkan dirinya dari istrinya.


"Kok bisa? Kayak anak kecil aja?!" Arshi mengangkat satu alisnya menatap ke arah suaminya yang mulai berkelit darinya.


"Ya udah aku mau bersih-bersih dulu ya." Rezki bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dari istrinya itu.


"Yank hati-hati kamu belum bawa baju ganti!" Seru Arshi seraya tersenyum penuh arti membayangkan apa yang akan dilakukan kekasih halalnya itu bila sudah menyadari keteledorannya.


Semua orang yang awalnya tegang karena khawatir dengan kondisi Arshi, akhirnya ikut tersenyum menyaksikan interaksi antara pasangan suami istri itu. Dokter spesialis anak itu mengalihkan pandangannya ke arah saudara kembarnya yang sedari tadi hanya diam membisu memperhatikannya.


"Apa yang terjadi sama Lo Sha? Kenapa Lo harus duduk di kursi roda? Wava mana? Kok dia gak ikut serta sama Lo?" Tanya Arshi tanpa jeda sembari menatap lekat ke arah saudara laki-lakinya itu.


"Gue habis kecelakaan, kaki gue harus diamputasi, Wava meninggal dunia setelah melahirkan baby twins nya." Jawab Arsha menjelaskan semuanya dengan sejujurnya tanpa mau menutupi apapun dari saudara perempuannya itu.


"Apaaaa?!" Arshi sangat terkejut mendengarnya." Lo gak lagi becanda kan Sha?" Tanyanya lagi untuk memastikan pendengarannya.


"Gue gak ada niat sedikitpun untuk mainin perasaan Lo Shi." Jujur Arsha sembari menatap sendu kearah saudara kembarnya itu.


Arshi tidak bisa lagi membendung air matanya, dia menangis tersedu-sedu mengingat semua kenangannya bersama Wava sahabat sekaligus iparnya itu. Semua orang yang ada di sana ikut terharu melihatnya, Khardha langsung merengkuh tubuh anak perempuannya itu ke dalam pelukannya dan ikut menangis bersamanya. Begitupula Tasya, Lida dan Dira, para wanita cantik itu pun ikut menangis berjamaah.


-


Lo baru mengetahui kabar tentang Wava dan Arsha aja udah menangis pilu begitu Shi, gimana kalau Lo tau kebenarannya tentang anak-anak Lo yang sudah tiada?" Batin Rasya yang selalu menyimpan perasaan khusus untuk dokter spesialis anak itu.


Gue yakin Lo bakal lebih terpukul lagi kalau tau baby twins Lo udah tiada Shi." Batin Wavi sambil terus menatap ke arah Arshi.


Ya Allah kuatkan dan tabahkanlah hati kami semua dalam menghadapi ujian dan cobaanMu ini." Dokter Hasan berdoa dalam hatinya.


Bersambung...


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Novel ini akan segera berakhir dalam beberapa episode lagi ya, maaf jika alur ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian semua.


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

__ADS_1


See you next time!


__ADS_2