
Happy reading guys!
Setelah masuk ke dalam rumahnya Arshi langsung menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu. Sedangkan Rezki masih sibuk mengambil belanjaannya di bagasi mobilnya di bantu oleh Bi Sri dan Mang Udin suaminya. Setelah selesai meletakkan belanjaannya di dapur Rezki lalu meminta Bi Sri untuk menata semua belanjaannya di lemari kitchen set. Dia juga segera membuatkan susu ibu hamil dan roti tawar warna hijau dengan selai green tea kesukaan istrinya, Rezki merasa kasian karena kekasih halalnya itu belum makan apa-apa sejak tadi pagi. Sebab ngidamnya yang hendak makan bubur kacang hijaunya belum terpenuhi, padahal dia sudah menawarkannya untuk sarapan nasi kuning terlebih dulu ketika Bi Sri sudah menyajikannya di meja makan tadi pagi. Namun Arshi menolaknya dengan keras hingga akhirnya Rezki terpaksa makan nasi kuningnya sendiri dengan terburu-buru karena istrinya menungguinya di meja makan sambil menekuk wajahnya. Rezki hanya bisa memaklumi sikap istrinya yang memang sering mual dan muntah bila dipaksakan untuk memakan makanan yang tidak diinginkannya.
Rezki segera membawa nampan berisi segelas susu ibu hamil dan roti yang sudah di olesi selai rasa green tea.
"Sayang minum susu hangat sama makan roti dulu ya, buat mengganjal perutmu yang belum terisi apa-apa sejak tadi pagi supaya gak masuk angin." Rezki menyodorkan gelas berisi susu dan roti kemulut istrinya yang tengah asyik menonton televisi.
Arshi langsung menerimanya lalu meminum susunya dan memakan roti yang diarahkan suaminya kemulutnya.
"Yank besokkan hari pernikahan Arsha dan Wava, baiknya kita kasih mereka kado apa ya?" Tanya Arshi setelah menghabiskan rotinya sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Gimana kalau paket honeymoon ke Bali?" Rezki meminta pendapat istrinya sambil membersihkan mulut kekasih halalnya itu dengan tisu yang ada di atas meja." Kata Papa sama Radi kita punya hotel dan resort di sana yang aku bangun khusus untuk hadiah pernikahan kita. Kenapa gak sekalian aja kita juga ikut kesana supaya aku bisa mengingat kembali semua kenangan indah kita ketika honeymoon disana." Ujar Rezki sambil merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya.
"Tapi aku takut Yank." Lirih Arshi sambil bersandar di dada bidang suaminya.
"Kenapa harus takut Sayang?" Rezki menundukkan wajahnya
menatap istrinya dengan kening berkerut.
"Di Bali aku pernah diculik ketika di bandara Yank, terus kita sempat terdampar dihutan selama satu bulan penuh ketika kamu sudah berhasil menyelamatkan aku. Sewaktu opname di rumah sakit yang ada di sana aku juga sempat diserang oleh orang yang menyamar sebagai Dokter. Semua kejadian itu yang membuat aku takut kembali ke sana Yank." Jawab Arshi menjelaskan alasan ketakutannya.
"Selama ada aku disampingmu jangan pernah takut dengan hal apapun Sayang, karena aku akan selalu ada untuk menjagamu dan melindungimu dari segala marabahaya insha Allah." Ucap Rezki dengan penuh cinta sambil membelai rambut istrinya." Yang penting kamu gak boleh jauh dariku barang sedetikpun ketika diluar kamar saat kita berada di sana." Pintanya sembari menciumi puncak kepala istrinya.
"Jadi maksud kamu aku hanya boleh bebas melakukan apapun ketika dalam kamar bersamamu? Itu sama aja kamu mengeksploitasi aku Yank!" Arshi memajukan bibirnya sambil memukul lengan kekar suaminya.
Hahaha..."Honeymoon kan memang harusnya dikamar terus Sayang?" Goda Rezki sambil menaikturunkan alisnya.
"Ishh kenapa harus jauh-jauh ke Bali kalau maunya dikamar aja!" Arshi melepaskan pelukan suaminya lalu beranjak menuju dapur.
Kamu benar-benar menggemaskan Sayang, aku gak sabar lagi pengin makan kamu sekarang juga." Batin Rezki seraya tersenyum penuh arti.
Rezki segera melangkahkan kakinya menuju dapur, menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang sambil menciumi tengkuknya.
"Ini bahan-bahan buat bikin burjo udah aku siapin Yank, maaf ya aku gak bisa bantuin." Arshi membalikkan badannya kemudian menatap suaminya sambil meringis menahan sakit di perut dan pinggangnya.
"Kamu kenapa Sayang? Ada yang sakit?" Rezki menatap lekat wajah istrinya.
Arshi menganggukkan kepalanya sambil mengusap perut dan pinggangnya yang sakit.
"Ya udah kamu istirahat aja ya." Rezki langsung menggendong istrinya menuju kamarnya dengan menaiki tangga menuju lantai dua.
Setelah masuk ke dalam kamarnya Rezki membantu istrinya melepaskan pakaian luarnya lalu membaringkannya di atas ranjang.
"Mau aku pijitin Sayang?" Tawar Rezki sambil mengelus-elus perut dan pinggang istrinya yang berbaring sambil memiringkan tubuhnya.
Arshi kembali menganggukkan kepalanya sembari memejamkan matanya. Rezki segera berbaring di samping istrinya sambil memijit pinggang dan perutnya dengan lembut. Hingga akhirnya Arshi terlelap merasakan pijatan lembut dari tangan suaminya, Rezki yang mendengar dengkuran halus dari istrinya mengulas senyumnya. Dia kemudian
beranjak dari ranjangnya lalu merapikan selimut untuk menutupi tubuh kekasih halalnya itu.
Istirahatlah Sayang aku akan membangunkanmu setelah bubur kacang hijau yang kamu inginkan telah siap."Gumam Rezki dalam hatinya lalu mencium kening istrinya.
Rezki melangkahkan kakinya kembali menuju dapur, lalu merebus kacang hijau nya terlebih dahulu setelah mencucinya. Dia juga melelehkan gula merah dan gula pasir secara bersamaan dengan air dicampur sedikit garam juga daun pandan diatas kompornya, kemudian memeras santan kelapa, menggeprek seruas jahe lalu mencampurkan telur yang sudah dikocok dengan bahan-bahan lainnya. Rezki memang suka memasak untuk dirinya dan orang-orang yang dicintainya sejak dulu sampai sekarang bila ada waktu luang di sela kesibukannya. Ketika bubur kacang hijau yang dimasaknya sudah matang dia menyajikannya didalam mangkok dan menaruh di atas nampan, lalu membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang bangun Sayang." Rezki membangunkan istrinya sambil menghujani wajah kekasih halalnya itu dengan ciumannya.
Arshi membuka matanya perlahan lalu menangkup wajah tampan suaminya, yang berada tepat di depan Indra penglihatannya kemudian mengecup bibirnya sekilas.
"Kamu selalu mengganggu tidur cantikku Yank!" Arshi menggesekkan hidungnya ke hidung mancung suaminya.
"Burjo nya udah matang Sayang dan siap untuk dimakan permaisuriku ini." Rezki membelai lembut wajah istrinya." Itu aku taruh di atas meja, mau makan sekarang?" Tawar Rezki sembari menggerayangi tubuh istrinya.
"Boleh tapi kita makannya sambil nonton film ya." Pinta Arshi sembari menepis tangan suaminya yang tidak bisa di kondisikan.
Hahaha....Aku memang suka banget dengan bukit kembarmu itu Sayang." Batin Rezki dengan tersenyum penuh arti.
"Ok, yuk kita nonton film yang dibintangi oleh Ji Chang Wook dan Nam Ji Hyun." Rezki membantu istrinya bangun lalu mengajaknya duduk di sofa.
Setelah itu dia menyalakan laptopnya untuk menonton film Drakor yang berjudul Love In Trouble.
"Kamu ngerasa gak sich Yank pemainnya mirip dengan kita berdua?" Arshi menatap wajah tampan suaminya yang mulai menyuapinya dengan bubur kacang hijau.
__ADS_1
"Iya Sayang karena aku memang setampan Ji Chang Wook dan kamu secantik Nam Ji Hyun." Rezki mencubit pipi istrinya dengan gemesnya.
"Narsis banget sich, suamiku yang ganteng maximal ini!" Balas Arshi mencubit pipi suaminya dengan kuatnya.
"Apa kamu mau menggodaku Sayang?" Rezki mendekatkan wajahnya ke wajah cantik istrinya lalu mengunci pergerakan tangannya dengan menaruhnya di atas kepalanya.
Rezki mulai mendaratkan bibirnya kebibir ranum istrinya lalu mengeksplor lidahnya ke dalam mulut kekasih halalnya itu, ciuman yang awalnya lembut akhirnya menuntut untuk lebih dari itu. Tanpa melepaskan tautan bibirnya Rezki mulai melucuti pakaiannya dan pakaian yang melekat di tubuh istrinya. Hingga akhirnya terjadilah apa yang selalu ada dipikirannya ketika berduaan dengan wanita yang selalu bisa membuatnya bahagia itu.
☘️☘️☘️☘️☘️
Sementara itu di tempat lain Arsha ditemani mamahnya sedang berada di ballroom hotel milik Riki Pratama papanya Rezki, untuk mengecek semua perlengkapan pesta pernikahannya yang akan diadakan besok. Calon pengantin itu sengaja tidak dibolehkan bertemu selama tiga hari karena Wava melakukan perawatan khusus dirumahnya, sedangkan Arsha sendiri masih disibukkan dengan t*t*k-bengek persiapan pernikahannya. Arshi ingin sekali membantunya menyiapkan semuanya namun karena kondisi kehamilannya yang sering bermasalah Arsha dan Rezki tidak mengizinkannya.
"Alhamdulillah Sha semuanya sudah siap, semoga besok acara pernikahan kamu lancar ya Nak!" Khardha menepuk pundak anaknya dengan lembut seraya tersenyum penuh arti.
"Aamiin ya rabbal alamin." Arsha mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Yaudah yuk kita pulang, kamu harus istirahat total setelah ini, supaya besok stamina tubuh kamu tetap fit, jangan lupa minum vitamin ya sayang." Ujar Khardha menasehati anaknya.
"Iya Mah." Arsha menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
Arsha menggandeng tangan mamahnya menuju parkiran, lalu membukakan pintu mobil Lamborghini Aventador warna biru miliknya. Arsha menginjak pedal gas nya kemudian melajukan kendaraan roda empatnya itu menuju rumah utama orang tuanya. Sesampainya di sana Bi Tutik menyambutnya dengan sangat gembira ketika membukakan pintu pagar rumah pertama keluarga Setiawan tersebut.
"Alhamdulillah kalian akhirnya pulang ke rumah ini, kebetulan Bibi buat bubur kacang hijau, sangat enak di makan ketika cuaca dingin seperti ini. " Yuk kita makan sama-sama!" Ajak Bi Tutik sambil menggandeng tangan Khardha menuju meja makan.
Arsha hanya tersenyum melihat keakraban mamahnya dengan asisten rumah tangganya itu yang bagaikan ibu dan anak kandung. Setelah duduk di kursi meja makan Arsha mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumahnya, mengingat kembali kenangan indah masa kecilnya bersama Arshi. Mereka berdua memang anak kembar yang tidak identik namun Arsha dan Arshi selalu memiliki ikatan batin yang sangat kuat apabila salah satunya merasakan sakit, suka duka, susah maupun senang kapanpun dan di manapun mereka berada, meskipun harus terpisah oleh jarak ruang dan waktu. Saking asyiknya melamun sambil menopang dagunya, Arsha tanpa sadar meneteskan air matanya, karena mengingat betapa beratnya penderitaan saudara kembarnya itu sejak awal pernikahannya hingga sekarang. Apalagi sampai saat ini Rezki sebagai suami yang sangat dicintai oleh Arshi belum bisa mengingat semua tentangnya. Arsha sangat berharap pernikahannya tidak banyak masalah seperti saudara kembarnya itu.
Ya Allah jadikan kehidupan rumah tangga Arshi dan Rezki selalu samawa begitu pula dengan rumah tanggaku nantinya bersama Wava." Doanya dalam hati sambil mengusap air matanya dengan tangannya.
"Sha kenapa kamu menangis sayang?" Khardha menatap wajah tampan anaknya dengan kening berkerut.
"Gak papa Mah, aku cuma ingat masa kecilku bersama Arshi." Jawab Arsha sambil menyuap bubur kacang hijaunya.
"Kenapa Tuan Dokter dan Non Arshi gak ikut pulang ke sini?" Tanya Bi Tutik sambil menyodorkan air putih kepada Khardha dan Arsha.
"Suamiku nanti akan menyusul ke sini Bi karena kita akan berangkat sama-sama menuju tempat acara pernikahan Arsha besok pagi. Sedangkan Arshi nanti akan datang bersama suaminya."Jawab Khardha menjelaskan.
"Doain aja ya Bi supaya Arshi baik-baik aja." Khardha menggenggam tangan Bi Tutik yang diletakkan di atas meja.
☘️☘️☘️☘️☘️
Suasana dirumah calon pengantin wanita. Wava sedang memanjakan dirinya dengan berbagai macam perawatan khusus untuk pengantin. Mulai dari luluran, sauna, minicur, pedicure, dengan dibantu oleh pekerja profesional dari salon kecantikan langganan mommy nya.
"Va ini mommy bawakan burjo buat kamu, mau mommy suapin?" Tawar Dokter Selvi sambil duduk di samping anaknya.
"Mau Mom." Wava menganggukkan kepalanya.
Dokter Selvi langsung menyuapi anaknya yang sedang melakukan minicur pedicure itu.
☘️☘️☘️☘️☘️
Dikantin rumah sakit keluarga Setiawan tampak Wavi dan Lida sedang menikmati bubur kacang hijau yang baru dibelinya di seberang jalan.
"Da besok Arsha dan Wava menikah, terus kita kapan?" Tanya Wavi sambil menatap lekat wajah cantik Lida.
"Kapan aja aku siap kok, tapi ada syaratnya." Jawab Lida sambil memakan bubur kacang hijaunya.
"Apa syaratnya?" Wavi mengerutkan keningnya.
"Kamu harus melamar aku dengan serius dan pastikan tempat itu romantis, juga bikin aku baper." Lida menekankan kata-katanya.
"Ok, aku akan kabulkan semua permintaan kamu." Tegas Wavi dengan nada seriusnya.
🌿Menghitung hari detik demi detik yang kulalui
Menunggu itu memang hal
Yang paling membosankan
Tapi aku akan sabar menanti jawab cintamu
__ADS_1
Yang tulus hanya untuk diriku
Janganlah kau hadir dan memberi harapan semu kepadaku
Disaat hati ini mulai terpatri namamu
Sepertinya kamu harus bisa
menerima ketulusan cintaku
Sebab yang kumau hanya dirimu bukan yang lain
Biarkan aku egois untuk memilikimu seutuhnya
Karena aku akan menghalalkanmu dengan Bismillah
Supaya semua orang tahu bahwa kamu hanya milikku
☘️☘️☘️☘️☘️
🌿Kupinang Kau dengan Bismillah 🌿By Rossa
Tuhan memberikanku cinta
Untuk ku persembahkan hanyalah padamu
Dia anugerahkanku kasih
Hanya untuk berkasih berbagi denganmu
Atas restu Allah ku ingin milikimu
Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
Atas restu Allah ku mencintai dirimu
Ku pinang kau dengan Bismillah
Hampa terasa bila ku tanpamu
Hidupku terasa mati jika ku tak bersamamu
Hanya dirimu satu yang aku inginkan
Ku bersumpah sampai mati hanyalah dirimu
Atas restu Allah ku ingin milikimu
Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
-
Atas restu Allah ku mencintai dirimu
Ku pinang kau dengan Bismillah
Atas restu Allah ku ingin milikimu
Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku
Atas restu Allah ku mencintai dirimu
Ku pinang kau dengan Bismillah
☘️☘️☘️☘️☘️
Bersambung....
Hai teman-teman jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian kepadaku ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, dan rate bintang limanya ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
Tetap jaga kesehatan ya!
Sampai bertemu lagi di episode selanjutnya!
__ADS_1