
Happy reading guys!
Setelah keluar dari kamar Rezki langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan untuknya dan istrinya, disana dia bertemu dengan mertuanya yang tengah sibuk membuat wedang jahe.
"Mamah lagi masak apa?" Tanyanya sembari mengambil piring dan gelas.
"Mamah lagi bikin wedang jahe untuk Wava dan Arshi biar mereka berdua gak muntah-muntah lagi." Jawab Khardha sambil mengaduk-aduk gula merah dan jahe yang dimasaknya didalam panci." Kamu mau makan ya Ki?" Tanyanya sambil melirik ke arah menantunya itu.
"Iya Mah." Rezki menganggukkan kepalanya.
"Sini biar mamah aja yang nyiapin semuanya, kamu tunggu sebentar ya." Khardha mengambil alih piring dan gelas yang disiapkan Rezki setelah mematikan api kompornya, lalu mengisinya dengan makanan dan minuman beserta wedang jahe yang baru dibuatnya kemudian menatanya diatas nampan." Nich mau mamah bawakan sekalian?" Tawar Khardha seraya tersenyum menatap wajah menantunya yang terlihat menahan kantuknya.
"Gak usah Mah, makasih ya." Rezki mengusap wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuknya, lalu beranjak dari duduknya menuju kamar istrinya.
Setelah sampai di dalam kamar dia meletakkan nampan diatas nakas samping tempat tidur lalu membangunkan istrinya.
"Sayang bangun Sayang, kita makan sama-sama ya." Rezki mengusap kepala istrinya dengan lembut.
Arshi membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya.
"Yank aku haus." Lirihnya sambil berusaha bangun dari rebahannya.
Rezki langsung menumpuk bantal dibelakang istrinya supaya bisa duduk bersandar dengan nyaman di headboard ranjangnya.
"Ini minumnya Sayang." Rezki menyodorkan gelas berisi air putih ke mulut istrinya.
"Makasih Yank." Ucap Arshi setelah meminum air putihnya.
Aaaa... Rezki mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut istrinya.
"Jauhkan Yank, aku gak tahan mencium aromanya." Arshi menggelengkan kepalanya sambil menutupi mulut dan hidungnya.
Rezki menghela nafasnya dengan berat karena merasa kasian kepada istrinya yang belum makan apa-apa sejak kemarin malam, ditambah lagi Arshi terus muntah-muntah setelah selesai sholat subuh tadi.
"Kalau kamu seperti ini terus gimana mau cepat sembuh Sayang?" Rezki menatap sendu kearah istrinya.
"Aku gak suka sama aromanya Yank, rasanya enek banget." Jawab Arshi memberikan alasannya.
"Terus kamu mau makan apa?" Tanyanya dengan nada sangat lembut.
"Aku mau makan masakan kamu aja Yank." Jawab Arshi sambil membelai wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Baiklah Sayang tapi kamu harus makan yang banyak ya." Rezki memegangi tangan istrinya yang menyentuh wajahnya lalu menciumnya.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu mengecup bibir suaminya sekilas.
"Yaudah yuk kita keluar! Tapi Ajaknya supaya istrinya ikut menemaninya memasak didapur.
"Gendong!" Arshi mengalungkan tangannya di leher suaminya.
"Ok." Rezki menganggukkan kepalanya lalu menggendong istrinya ala bridal style menuju dapur.
Khardha yang sedang membereskan peralatan masaknya didapur hanya mengulas senyumnya, ketika melihat kelakuan anak dan menantunya. Dia teringat masa mudanya dulu yang juga sangat manja dengan suaminya saat hamil anaknya yang pertama.
"Kamu udah gak sakit lagi Shi?" Tanya Khardha sembari menatap wajah anak perempuannya itu.
"Masih Mah, cuma dia mau makan masakan aku." Jawab Rezki mewakili istrinya yang menyembunyikan wajahnya didada bidangnya karena malu di perhatikan orangtuanya.
"Ohh." Khardha membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.
Tidak lama kemudian datanglah Arsha dan Wava yang baru keluar dari kamarnya, dengan pakaian rapi.
"Udah rapi aja masuk shift pagi ya?" Tanya Arshi sambil menatap mereka berdua setelah duduk di kursi meja makan yang menghadap langsung ke arah dapur.
"Enggak kok, kami berdua ada urusan penting yang harus kita selesaikan secepatnya. Iya kan Bee?" Jawab Wava seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Iya." Singkat Arsha ikut tersenyum sembari memasukkan kedua tangannya kesaku jasnya.
"Yaudah sana pergi!" Arshi menekuk wajahnya karena tidak puas mendengar jawaban dari saudara kembarnya dan iparnya itu.
Hehehe..."Gitu aja kok marah sich, nanti cepat tua loh!" Goda Wava sambil menyentuh dagu Arshi dengan gemesnya.
"Biarin!" Arshi menepis tangan sahabat sekaligus iparnya itu.
"Aduduh sensitif banget sich!" Wava masih saja menggoda Arshi dengan mencubit kedua pipinya.
"Sudahlah Va jangan gangguin Arshi lagi nanti dia jadi badmood!" Tegur Rezki sembari menatap ke arah sepupu sekaligus iparnya itu.
"Ok." Singkat Wava lalu menghampiri mertuanya.
"Kami keluar dulu ya Mah." Pamit Arsha dan Wava sembari mencium punggung tangan mamahnya.
"Iya." Singkat Khardha seraya mengulas senyumnya.
"Assalamualaikum." Ucap mereka berdua sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut Khardha, Arshi dan Rezki serempak.
Setelah kepergian Arsha dan Wava, Khardha berniat untuk meninggalkan Arshi dan Rezki berdua di dapurnya.
"Mamah mau sholat Dhuha dulu ya sayang." Pamit Khardha sambil mengusap kepala Arshi yang menelungkup di atas meja.
"Iya Mah." Arshi mendongakkan wajahnya lalu menganggukkan kepalanya.
"Tadi kamu mau masak kan Ki, didalam kulkas cuma tinggal tahu sama timun, mamah belum belanja kebutuhan dapur." Ujar Khardha sembari menatap ke arah menantunya itu.
"Gak papa Mah aku bisa mengolahnya menjadi makanan yang enak." Sahut Rezki seraya mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Yaudah kalau begitu Mamah tinggal dulu ya." Khardha beranjak dari sana lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Setelah kepergian mertuanya Rezki segera membuka lemari es untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan di masaknya. Dia meletakkan panci diatas kompor untuk merebus air lalu mengupas bawang merah dan putih kemudian mengirisnya.
Setelah itu dia memotong-motong tahu dan timunnya yang dicampur dengan mie instan rasa soto yang ditemukannya didalam kitchen set, lalu merebus semua bahan-bahannya bersamaan dengan telur. Tidak lama kemudian masakan ala chef Rezki Aditya Pratama akhirnya sudah siap disantap oleh sang istri tercinta.
"Ini Sayang kamu harus habisin semuanya ya." Pintanya sambil mengarahkan sendok ke mulut istrinya.
Arshi membuka mulutnya lalu menganggukkan kepalanya.
"Yank makasih ya, kamu udah mau masak buat aku." Arshi membelai lembut wajah tampan suaminya yang duduk di sampingnya.
"Iya sama-sama Sayang, yang penting kamu mau makan, aku akan selalu siap jadi koki dan chief dadakan khusus buat kamu." Rezki membalas perlakuan istrinya sambil menciumi pipinya.
"Kamu juga belum makan Yank, kita makan sama-sama ya." Arshi mengambil alih sendok yang ada di tangan suaminya lalu menyuapinya.
Pasangan suami istri itu akhirnya makan sepiring berdua dengan saling menyuapi satu sama lain secara bergantian, bagaikan pengantin baru dan dua sejoli yang dimabuk asmara.
Indahnya dunia kalau punya suami paket komplit kayak Rezki. Author jadi ngiri, hehehe.
-
Sementara itu di kediaman Hendrik Choi.
Semua orang yang ada didalam rumah itu dibuat kalang kabut oleh teriakan Hendra yang sangat panik mendapati istrinya pingsan didalam kamar mandi.
🌿 Flashback on 🌿
Sesudah menikmati sarapan bersama suami dan kedua mertuanya Amara tiba-tiba merasakan perutnya terasa diaduk-aduk. Dia berusaha menahan mualnya di hadapan suaminya yang berpamitan hendak pergi ke kantornya.
"Aku pergi dulu ya My Lovely." Hendra mengecup kening istrinya.
"Iya Hubby." Singkat Amara seraya mengulas senyumnya lalu mencium punggung tangan suaminya.
Hendra segera masuk ke dalam mobilnya yang dikemudikan oleh sopir pribadinya, namun feeling-nya mengatakan istrinya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Sepanjang perjalanan menuju kantornya Hendra terus memikirkannya, hingga akhirnya saat meeting bersama para investor dia memutuskan untuk kembali pulang ke rumah karena tidak bisa berkonsentrasi lagi, padahal asistennya baru saja memulai persentasenya.
-
Setelah suaminya berangkat dan mobil yang membawanya pergi menghilang dari pandangan matanya, Amara bergegas masuk ke dalam kamarnya lalu memuntahkan semua yang telah masuk ke dalam perutnya di closed kamar mandi. Dia merasa benar-benar lemas tak berdaya lagi, pandangannya menjadi benar-benar gelap hingga akhirnya Amara tidak sadarkan diri, dia tergeletak di lantai kamar mandi dalam posisi terduduk didekat pintu.
🌿Flashback off 🌿
"Mana istriku?" Tanya Hendra kepada para pelayan yang ada di rumah.
"Kami tidak tahu Tuan Muda." Jawab para pelayan yang sedang membersihkan setiap sudut rumah mewah itu.
Hendra segera naik ke lantai dua tempat kamarnya berada, dia membuka pintunya lalu mencari keberadaan istrinya.
"My Lovely kamu ada di mana?" Panggilnya sembari memeriksa setiap sudut kamarnya.
Namun tidak ada jawaban dari istrinya, Hendra berinisiatif untuk membuka pintu kamar mandi. Dia sangat terkejut ketika melihat kondisi wanita yang sangat dicintainya itu pingsan di sana. Hendra langsung menggendong istrinya lalu membawanya turun ke bawah.
"Dia pingsan di kamar mandi. Semuanya karena kalian tidak memperhatikannya? Padahal aku sudah berpesan kepada kalian semua untuk terus memantau semua yang dilakukannya ketika aku tidak ada dirumah!" Teriaknya hingga menggema di seluruh ruangan itu.
"Nanang cepat siapkan mobil!" Panggilnya dengan sangat lantangnya.
Sang sopir yang bernama Nanang itu tidak jadi menyeruput kopi yang baru disediakan oleh asisten rumah tangga gebetannya, dia bergegas menuju mobil lalu membukakan pintunya.
"Silahkan Tuan Muda." Ujarnya sembari membungkukkan badannya.
"Bawa kami ke rumah sakit terdekat!" Perintah Hendra sambil memangku tubuh istrinya seperti bayi.
"Baik Tuan Muda." Nanang menganggukkan kepalanya lalu duduk di kursi kemudinya.
Dia segera menyalakan mesin roda empat milik Hendra itu, lalu mengarahkannya ke rumah sakit keluarga Setiawan. Setelah sampai di area parkiran Hendra kembali menggendong istrinya sampai di depan lobi.
"Cepat tolong istriku!" Teriaknya kepada pegawai rumah sakit yang ada di sana karena sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.
Para petugas medis segera membawa brankar lalu menghampirinya, Hendra langsung merebahkan tubuh istrinya diatasnya. Dia mengikuti tim medis yang membawa kekasih halalnya itu menuju ruang unit gawat darurat.
Ketika dijalan Arsha dan Wava berpapasan dengan Hendra dan para petugas medis yang mendorong brankar.
"Bee orang itu kan anaknya Om Hendrik yang bermasalah sama Mamah dan Papah kemarin." Bisik Wava ditelinga suaminya ketika melihat Hendra.
"Iya." Singkat Arsha sembari menganggukkan kepalanya sambil menggandeng tangan istrinya menuju ruangan Dokter spesialis kandungan.
-
Setelah selesai makan dan melaksanakan sholat Dhuha berjamaah, Rezki mengajak istrinya untuk periksa ke Dokter spesialis kandungan.
"Sayang aku udah buat janji sama Dokter Murni, kita langsung kesana aja ya." Pintanya sambil membuka mukena yang dipakai istrinya.
"Ok." Arshi menganggukkan kepalanya lalu mencium punggung tangan suaminya.
"Sayang ini minum wedang jahenya dulu, hargai Mamah udah buatin." Ujar Rezki sembari menyodorkan ke mulut istrinya yang tengah berganti pakaian.
Arshi langsung meminumnya sampai habis tidak bersisa, mereka berdua segera turun kebawah menggunakan lift khusus untuk keluarga Setiawan, setelah berpamitan dengan mamahnya dan papahnya yang baru datang dari luar. Keduanya melangkahkan kakinya menuju ruangan Dokter Murni yang biasa menangani kehamilan Arshi. Sesampainya di sana pasangan suami istri itu bertemu dengan Arsha dan Wava yang duduk santai di depan ruangan dokter spesialis kandungan tersebut.
"Lo berdua ngapain disini? Wava mau periksa kandungan juga ya?" Arshi mengerutkan keningnya menatap mereka berdua.
"Iya." Singkat Arsha sambil menghubungi nomor telepon Dokter Murni.
Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.
"Assalamualaikum Dokter Murni. Anda sudah ada di mana? Kami sudah ada di depan ruangan anda." Arsha menaruh handphonenya di telinganya lalu memasukkan sebelah tangannya disaku celananya sambil berdiri di samping istrinya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya harus menangani pasien yang baru sampai di UGD dulu Dokter Arsha, kebetulan tadi saya bertemu mereka dilobi. Nanti kalau sudah selesai saya akan segera kesana, kalian berdua tunggu saja disana sepuluh menit lagi." Jawab Dokter Murni sebelum memeriksa kondisi Amara.
"Ok, kami tunggu." Arsha mengakhiri panggilan suaranya.
__ADS_1
"Dokter Murni ada di mana Sha?" Tanya Rezki sembari menatap ke arah iparnya itu.
"Dia masih menangani pasien yang lain di UGD." Jawab Arsha lalu duduk di samping istrinya.
"Apakah masih lama?" Arshi menyandarkan kepalanya di bahu suaminya karena kepalanya masih terasa pusing.
"Katanya kalau sudah selesai dia akan segera ke sini." Arsha melirik ke arah saudara kembarnya itu sekilas lalu memainkan handphonenya.
"Ohh." Arshi membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.
-
Sementara itu di depan pintu unit gawat darurat. Dokter murni baru saja keluar dari sana setelah memeriksa Kondisi Amara, Hendra langsung beranjak dari duduknya lalu menghampirinya.
"Gimana keadaan istri saya Dokter?" Tanya Hendra ketika melihat Dokter Murni.
"Istri anda baik-baik saja tidak ada penyakit berat yang perlu dikhawatirkan. Dia hanya butuh istirahat sampai benar-benar pulih, karena dehidrasi akibat kekurangan cairan sehabis muntah-muntah, itu biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil muda di trimester pertamanya." Jawab Dokter Murni menjelaskan.
"Benarkah demikian? Berapa usia kandungannya sekarang Dokter?" Tanyanya lagi dengan sangat antusias.
"Saya belum bisa memastikanya, kalau istri anda sudah siuman dan merasa sehat, silahkan bawa ke ruangan saya untuk USG." Ujar Dokter Murni menyarankan.
"Baik Dokter." Hendra menganggukkan kepalanya." Apakah saya boleh melihat kondisi istri saya sekarang?" Hendra kembali bertanya sambil menatap ke arah Dokter spesialis kandungan itu.
"Lebih baik tunggu sampai para petugas memindahkannya ke ruang rawat." Jawab Dokter Murni dengan sangat ramah.
"Kalau begitu pindahkan istri saya ke ruang VVIP." Pinta Hendra menegaskan.
"Ok, silahkan urus administrasinya dulu." Ujar perawat yang berdiri di samping Dokter Murni menimpali.
Hendra menganggukkan kepalanya lalu pergi ke bagian administrasi rumah sakit itu. Tidak lama kemudian setelah Amara dipindahkan ke ruang VVIP, dia mulai membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya.
"Hubby." Lirihnya sembari menatap wajah tampan suaminya yang duduk di samping bed pasien nya.
"Syukurlah akhirnya kamu bangun juga My Lovely." Hendra mengecup punggung tangan istrinya lalu mencium keningnya cukup lama dengan penuh cinta.
"Hubby kenapa kita ada di sini?" Tanya Amara karena sangat mengenal setiap ruangan yang ada di rumah sakit itu.
Sebab dia sempat merasakan pahit manisnya menjadi petugas medis dan asisten seorang Dokter Kharsha Setiawan yang dicintainya secara diam-diam, hingga akhirnya dia terpaksa berhenti karena tidak sanggup lagi menyaksikan kemesraan Arsha dan Wava yang saat itu sudah bertunangan.
"Kamu tadi pingsan My Lovely, Dokter menyarankan agar kamu dirawat dulu untuk sementara sampai kamu benar-benar pulih.
"Apakah Dokter sudah mengatakan aku sakit apa?" Amara mengerutkan keningnya menatap wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Kamu gak sakit My Lovely, tapi ada kehidupan di sini." Jawab Hendra seraya tersenyum penuh arti sambil mengusap perut istrinya yang masih datar.
"Benarkah?" Amara berusaha memastikan pendengarannya.
Hendra menganggukkan kepalanya seraya berkata.
"Untuk lebih jelasnya aku akan bawa kamu USG." Hendra menatap wajah cantik istrinya dengan mengangkat satu alisnya.
"Baiklah Hubby." Amara menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya.
Hendra segera mengambil kursi roda lalu mendudukkan tubuh istrinya di sana kemudian membawanya menuju ke ruangan Dokter Murni.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Indahnya bersamamu
Kau bilang cinta
Hatiku bahagia
Kau bilang sayang
Hatiku senyum mengembang
Kau katakan rindu
Hatiku bernyanyi merdu
Kau katakan hanya aku yang ada dihatimu
Jiwaku terasa nyaman merasakannya
Bersamamu terasa indah
Luka dihatiku mendadak musnah
Taman hatiku berbunga indah
Mekar semua membuang gundah
Bersamamu segar senyumku
Tersirami indah selalu
Belaianmu indah di hatiku
Bersamamu indahnya hidupku
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya maaf ya telat up lagi karena kesibukan dunia nyata ku yang sangat menyita waktuku untuk melanjutkan cerita ini.
Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima, dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1
See you next time!