
Happy reading guys!
Rezki segera mengambilkan kotak P3K dan baju untuk istrinya. Dengan sangat hati-hati dia membantu kekasih halalnya itu melepaskan bajunya, dia sangat terkejut ketika melihat kulit istrinya yang putih bagaikan kapas berubah menjadi merah kecoklatan, akibat terkena air kopi panas tadi.
"Sayang kulit kamu melepuh, gimana cara ngobatinnya?" Rezki menatap istrinya yang bersandar di kepala ranjang sambil mencengkram sprei menahan sakit.
"Kalau gak ada salep Bioplancenton pakai obat merah aja sementara Yank, sekalian tolong ganti perbannya dengan kassa steril ya."
"Ok Sayang!" Rezki manggut-manggut mengerti apa yang harus dilakukannya.
Dengan tangan bergetar Rezki membantu mengobati istrinya, karena sebelumnya dia tidak pernah mengobati orang lain, apalagi itu wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. Perasaan khawatir, cemas, dan tidak tega menjadi satu, hingga membelenggu didalam kalbu dan sanubarinya.
Rezki mengerjakan tugasnya untuk membantu mengobati istrinya sesuai arahan Arshi sendiri. Dia bahkan menahan nafasnya karena benar-benar tidak tega melihat luka dan ekspresi wanita yang sangat dicintainya itu ketika menahan sakitnya. Setelah selesai mengobatinya barulah Rezki bisa bernafas lega, kemudian dia membereskan kotak P3K nya lalu meletakkannya kembali di dalam lemari khusus penyimpanan.
"Makan roti ini dulu Sayang habis itu minum obatnya ya." Rezki menyodorkan kemulut istrinya.
"Kok rasa coklat Yank? Aku kan maunya rasa green tea." Arshi merasa kecewa keinginannya tidak bisa terpenuhi.
"Gak ada rasa green tea disini Sayang, nanti kalau sudah sampai di kota Banjarmasin aku beliin ditoko roti ya, sementara makan yang ada aja dulu untuk mengganjal perutmu yang kosong bekas muntah tadi." Rezki berusaha membujuk istrinya.
Dengan terpaksa Arshi memakan rotinya, baru satu gigitan dia mengunyahnya dan menelannya perasaan mual kembali mengocok perutnya.
"Udah Yank." Tolaknya sambil menutupi mulutnya ketika suaminya kembali menyuapinya.
"Kamu baru makan satu gigitan Sayang, gimana mau kenyang? Apalagi sekarang ada kehidupan lagi disini." Rezki mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Kamu tau darimana aku hamil Yank?" Arshi mengerutkan keningnya menatap suaminya yang berjarak beberapa jengkal darinya.
"Dokter yang menangani kamu Sayang, tadi sebelum kita berangkat aku konsultasi dulu untuk menanyakan, berapa usia kehamilan kamu? Apakah gak bahaya kalau melakukan perjalanan naik pesawat?" Jawab Rezki seraya tersenyum.
"Terus Dokternya bilang apa?" Arshi semakin penasaran dibuatnya.
"Katanya usia kehamilan kamu baru masuk lima minggu, kamu boleh naik pesawat asal gak terlalu sering. Terutama jangan sampai mengganggu kesehatan kamu dan baby nya." Jelas Rezki sembari mengambilkan air untuk istrinya.
"Ohh gitu." Arshi menganggukkan kepalanya.
"Nich minum obat dulu." Rezki memberikan obat pereda nyeri untuk membantu proses penyembuhan luka didada istrinya sesuai dosis yang dianjurkan Dokter tentunya.
Ingat ya reader ibu hamil tidak boleh minum obat sembarangan, harus sesuai dengan resep Dokter!
Sesudah meminum obatnya Arshi kembali berbaring di bantu suaminya, Rezki juga ikut merebahkan tubuhnya di samping kekasih halalnya itu lalu memeluknya seperti guling.
*****
Setelah menempuh perjalanan 1jam 15 menit sampailah mereka di bandara Syamsudin Noor, disana mereka langsung di jemput oleh Arsha dan Wava.
"Arshi!" Seru Wava lalu memeluknya dengan eratnya ketika melihatnya keluar dari pintu bandara.
Awww... Arshi meringis karena lukanya tertekan tanpa sengaja oleh pelukan Wava sahabat sekaligus calon iparnya itu.
"Maaf Shi gue gak sengaja." Wava langsung melepaskan pelukannya.
Arshi menganggukkan kepalanya seraya menyunggingkan senyumnya.
"Makanya hati-hati, lo kan tau istri gue terluka dadanya! Gak usah peluk-peluk segala!" Rezki manarik tangan istrinya agar menjauh dari Wava.
__ADS_1
"Udah yuk kita jalan!" Ajak Arsha sambil menggandeng tangan Wava.
Sesampainya di parkiran Arsha membukakan pintu mobilnya untuk Wava, Rezki juga melakukan hal yang sama untuk Arshi. Kedua pasangan itu sudah berada dalam mobil lamborghini aventador milik Arsha yang hanya bisa memuat kapasitas penumpang empat orang itu.
Arsha segera menutup pintu mobilnya secara otomatis, lalu melaju di jalanan ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Sesampainya di rumah sakit keluarga Setiawan, Arsha memarkirkan mobilnya di area khusus parkiran untuknya dan keluarganya itu. Rezki, Arshi, Arsha dan Wava segera melangkahkan kakinya menuju lift yang menghubungkan langsung ke lantai paling atas menuju rumahnya. Setelah sampai di depan pintu mereka langsung disambut oleh kedua orangtuanya, Dokter Hasan dan Khardha, Riki, Radi, Dira, Dokter Wahyu, Dokter Selvi, Wavi, Lida, Rasya, Dokter Rasyid, Dokter Reisa dan rekan sesama Dokter yang memang dekat dengan Arshi. Semuanya menyambutnya dengan suka cita, mereka ingin sekali bersalaman dan memeluk Arshi namun dicegah oleh Rezki.
"Maaf semuanya Arshi perlu istirahat dia sedang hamil dan terluka, jadi saya mohon pengertiannya." Ucap Rezki dengan menangkupkan kedua tangannya lalu membawa istrinya masuk kedalam rumah.
Semua orang merasa kecewa lalu membubarkan dirinya, terutama Wavi, Lida dan Rasya, mereka bertiga langsung menerobos masuk ke dalam rumah kedua keluarga Setiawan itu. Arshi yang baru saja berbaring di pangkuan Khardha sangat terkejut dibuatnya, dia terpaksa duduk kembali di sofa ruang keluarga itu.
"Kalian gak ada shift ya, kok masih disini?" Arshi mengerutkan keningnya menatap teman-temannya itu secara bergantian.
"Ishhh kami itu rindu kangen berat sama lo Shi, kebetulan juga jadwal shift kami sore sampai malam nanti." Jawab Lida mewakili Wavi dan Rasya.
"Gue dengar lo terluka Shi bagian mana aja? Perasaan lo keliatan baik-baik aja dari luar, cuma muka lo aja yang pucat." Ujar Wavi sembari menatap Arshi dari atas kebawah tanpa berkedip.
"Ngapain lo liatin istri gue sampai kayak gitu!" Rezki menatap tajam kearah sepupunya itu.
"Gue cuma mau tau tubuh Arshi yang terluka bagian mananya, masa gitu aja lo marah sich." Wavi memajukan bibirnya kedepan.
"Lo bukan Dokternya jadi gak perlu tau bagian mana istri gue terluka." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.
"Dasar suami posesif dan terlalu sensitif alhamdulillah akhirnya Arshi positif gara-gara lo yang pasti agresif." Ujar Wavi dengan gaya somplak nya.
Semua orang yang mendengarnya tertawa sampai mengeluarkan air mata, tanpa disadarinya Rezki dan Arshi mendapatkan kejutan ulang tahun dari semua keluarga dan teman-temannya. Khardha membawakan kue ulang tahun untuk anak menatunya dengan rasa green tea sesuai rasa favoritnya sendiri, dia benar-benar tidak tahu bahwa anaknya lagi ngidam semua yang berbau green tea.
Arshi dan Rezki belum tahu ternyata hari lahir mereka berdua sama mungkin cuma berbeda jam saja. Ditanggal, bulan dan tahun yang sama dua sejoli itu dilahirkan dan akhirnya mereka dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Khardha juga sudah menyiapkan makanan untuk semuanya dimeja makan, dia meletakkan kue ulang tahun diatas meja ruang keluarganya itu tepat di depan Rezki dan Arshi.
Rezki dan Arshi yang baru menyadari semuanya sangat terharu dibuatnya, semua orang bergantian mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"Selamat ya Brother semoga lo sama Arshi selalu samawa." Radi memeluk Rezki sambil menepuk pundaknya.
"Tanks ya Bro." Rezki membalas tepukkan Radi dipundaknya.
"Semoga kehamilan lo kali ini lancar sampai lahiran nanti ya Shi." Lida memeluk Arshi sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Aamiin, makasih ya Da. Semoga hubungan lo sama Wavi bisa berakhir bahagia diatas pelaminan." Arshi menggenggam tangan Lida seraya tersenyum penuh arti.
"Kali ini jaga kandungan kamu baik-baik Shi, jangan sampai calon cucuku kenapa-napa lagi." Riki mengusap kepala menantunya penuh kasih sayang.
"Selamat ya Shi semoga lo sama Rezki selalu bahagia." Ucap Rasya dengan tatapan sendunya.
Ada kesedihan yang mendalam dari seorang laki-laki tampan yang berprofesi sebagai Dokter spesialis bedah itu, sebab sampai detik ini perasaan cintanya kepada Arshi belum luntur sama sekali. Seperti kisah cinta ayahnya Dokter Rasyid yang selalu memendam rasa kepada Khardha walaupun sudah sama-sama berumah tangga dan bahagia bersama kekasih halalnya masing-masing.
Kita tidak tahu cinta akan berlabuh kepada siapa dan berjodoh dengan siapa, jadi syukurilah apa yang diberikan oleh Allah kepada kita.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
๐ฟSelamat ulang tahun cintaku๐ฟ
By Kahitna
__ADS_1
Hooo selamat ulang tahun cintaku
Hari ini lembaran terindah
Saat ini usiamu bertambah
Tak terasa sudah
Kau lewati waktu dengan cinta
Diwaktu yang lalu
Kali ini kau lebih berarti
Saat aku memandang dirimu
Begitu indahnya
Kau hadapi waktu dengan cinta
Dimasa nanti
Perjalanan waktu takkan terlihat
Siapa dan apa dari dirimu
Tapi bagaimanakah kau mengisi hidupmu
Menjadi lebih indah
Saat hari ulang tahunmu
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Selamat ulang tahun cintaku
Semoga dengan bertambah umurmu
Dirimu bisa menjadi lebih dewasa lagi
Dalam menyikapi masalah apapun
Dirimu satu yang kumau
Takkan pernah ada lagi selain diriku
Tetaplah setia disampingku
Hingga hanya maut yang bisa memisahkan kita
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Bersambung...
Hai teman-teman jumpa lagi dengan author yang suka telat up ini.
Maafkan ya, tapi jangan lupa dukungannya melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya.
__ADS_1
Sampai bertemu di episode selanjutnya!
Jangan lupa jaga kesehatan ya, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati.