
Happy reading guys!
Malam harinya Rezki mengajak istrinya dinner di pinggir pantai yang sudah diatur oleh karyawannya sedemikian rupa untuk pemilik hotel dan resort itu atas perintah Rezki sendiri tentunya.
Rezki menarik kursi untuk istrinya lalu diapun melakukan hal sama. Rezki mengisyaratkan kepada pelayan restoran pinggir pantai itu untuk menyajikan hidangan yang sudah dipesannya sebelumnya diatas meja.
"Kenapa kok cuma diliatin? Ayo makan Sayang!" Rezki langsung mengambil makanannya sendiri karena sangat lapar sebab sudah melewatkan makan siangnya gara-gara peristiwa Arshi terjatuh tadi siang.
Arshi meneguk salivanya dengan susah payah karena dia sebenarnya alergi seafood, Rezki belum mengetahuinya makanya dia memesan makanan laut itu. Dengan terpaksa Arshi memakannya untuk menghargai suaminya yang sudah memesan makanan laut yang sangat banyak itu. Wajahnya langsung memerah sebab alerginya mulai bereaksi, dia mulai menggeliat bagaikan cacing kepanasan akibat rasa gatal yang menjalari tubuhnya. Permukaan kulitnya juga mulai timbul bintik-bintik merah, Rezki masih belum menyadarinya karena masih menikmati makanannya sambil menundukkan kepalanya. Sampai akhirnya Arshi beranjak dari duduknya karena benar-benar tidak tahan dengan alerginya.
"Kamu mau kemana Sayang? Makanannya kan belum habis." Rezki menahan istrinya lalu menyuruhnya untuk duduk kembali.
"Yank aku alergi Seafood." Jujur Arshi dengan bibir bergetar sebelum kehilangan kesadarannya.
Rezki sangat terkejut ketika menyaksikan istrinya tertelungkup di atas meja, dia segera menghampirinya lalu membalikkan badannya.
"Astagfirullah al azdim, kenapa wajah istriku bengkak?" Rezki langsung menggendongnya lalu membawanya pulang ke hotel.
Ketika di lobi Rezki tidak sengaja berpapasan dengan Arsha, Wava, Wavi dan Lida yang memang diundangnya untuk liburan bersama sesuai keinginan istrinya. Mereka semua baru datang sore tadi lalu malam ini berniat untuk mencari makan direstoran pinggir pantai.
"Apa yang terjadi dengan Arshi?" Arsha mencegat jalan yang akan dilalui Rezki.
"Gue gak tau tiba-tiba aja dia pingsan." Jawab Rezki dengan penuh kecemasan yang sangat terlihat jelas diwajahnya.
"Cepat bawa dia kekamar aku akan ambil peralatan medisku." Perintah Arsha sembari melangkahkan kakinya menuju kamar yang ditempatinya di hotel itu.
Rezki menganggukkan kepalanya dia bergegas membawa istrinya kekamarnya setelah memberitahukan letak kamarnya kepada teman-temannya. Tidak berselang lama setelah Rezki membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang Arsha, Wava, Wavi dan Lida datang. Dengan cekatan Arsha memeriksa kondisi saudara kembarnya itu lalu dia menyuntikkan obat pereda alergi kepada Arshi.
"Ki apa tadi kalian makan seafood?" Tanya Arsha setelah selesai mengobati saudara kembarnya itu.
"Iya." Jawab Rezki dengan singkat padat dan jelas.
"Arshi alergi semua makanan laut, dulu sewaktu kecil dia pernah opname gara-gara gak sengaja memakan snack yang mengandung udang yang dibelinya dikantin sekolah." Ujar Arsha menceritakan tentang saudara perempuannya itu." Jadi tolong lo ingat baik-baik jangan sampai Arshi memakan apapun yang berbahan dasar seafood." Nasehat Arsha mengingatkan iparnya itu.
"Iya gue ngerti." Rezki menganggukkan kepalanya sembari menggenggam tangan istrinya dengan duduk di tepi ranjang.
"Ini obat yang harus lo beli di apotek secepatnya." Arsha menuliskan resep obat untuk Arshi.
"Kasian Arshi wajahnya sampai bengkak kayak gitu." Lida berkata sambil menggandeng tangan Wava.
"Cepat bawa Arshi ke rumah sakit bila nafasnya semakin sesak." Arsha kembali mengingatkan.
"Kalau udah selesai cepetan kita cari makan Sha, cacing di perut gue udah demo!" Seru Wavi karena sangat cemburu melihat kemesraan Rezki yang selalu menggenggam tangan Arshi sambil menciuminya.
"Yaudah kami mau cari makan dulu kalau ada apa-apa segera hubungi gue." Arsha membereskan peralatan medisnya lalu beranjak dari sana.
Rezki hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan mereka berlalu pergi tanpa beranjak dari duduknya. Dia segera memerintahkan karyawannya untuk membelikan obat alergi ke apotek buat istrinya seperti yang sudah diresepkan oleh Arsha tadi. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam Arshi akhirnya sadar dia mulai mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk di indera penglihatannya itu. Rezki yang sedari tadi menungguinya dengan berbaring di samping istrinya sembari memiringkan tubuhnya langsung mengulas senyumnya.
"Syukurlah akhirnya kamu bangun juga Sayang aku tadi udah khawatir banget sama kamu." Rezki mencium kening istrinya dengan penuh cinta." Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku bahwa kamu alergi seafood?" Rezki menatap istrinya dengan tatapan mengintimidasi.
"Aku gak mau ngerepotin kamu Yank, maaf udah bikin kamu khawatir." Arshi memalingkan wajahnya karena takut dengan tatapan suaminya.
__ADS_1
"Aku selalu ikhlas melakukan apapun buat kamu Sayang, jadi jangan pernah merasa merepotkanku. Dari awal pernikahan kita aku udah bilang sama kamu untuk selalu jujur sama aku dalam hal apapun itu. Kenapa masalah penting seperti ini harus kamu tutupi dari aku?" Rezki sangat kecewa dengan istrinya yang tidak terbuka kepadanya tentang alerginya.
"Maafin aku Yank, aku gak bermaksud untuk menutupi alergiku. Karena sebelumnya aku memang selalu menghindarinya, tapi berhubung tadi kamu pesan seafood nya banyak banget jadi aku berusaha menghargaimu biar gak mubazir." Jujur Arshi menyampaikan alasannya.
"Ok aku maafin kamu, tapi lain kali jangan pernah menyepelekan apapun kalau itu akan berakibat fatal untuk kamu." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.
Arshi tiba-tiba beranjak dari rebahannya karena merasa mual akibat efek dari alerginya.
"Kamu mau kemana Sayang?" Rezki menahan istrinya dengan memegangi tangannya.
"Aku mau kekamar mandi Yank, rasanya mual banget."Arshi menepis tangan suaminya yang memeganginya.
Rezki segera menggendong istrinya lalu mendudukkannya diatas closed.
"Aku tungguin kamu disini ya." Rezki menyandarkan badannya di dinding kamar mandi.
"Kamu keluar aja Yank aku udah gak tahan lagi." Arshi mendorong suaminya agar keluar dari sana.
Rezki tetap bersikeras untuk menunggu istrinya di dalam kamar mandi karena dia takut kekasih halalnya itu tiba-tiba pingsan lagi. Arshi akhirnya membiarkannya karena rasa mualnya benar-benar tidak bisa ditahannya lagi.
Hoek...hoek...Arshi mengeluarkan seisi perutnya didalam closed, Rezki langsung memijit tengkuk istrinya dengan lembut.
Setelah merasa tidak ada lagi yang harus di muntahkannya Arshi lalu mencuci mulutnya di wastafel, dia menatap pantulan wajahnya di cermin lalu memeganginya.
Kenapa wajahku bengkak kayak disengat lebah? Apa memang separah ini alergi yang sudah lama gak kualami? Ya Allah kuatkan aku, semoga suamiku gak jijik melihatnya." Batin Arshi dengan menahan tangisnya.
"Kamu tetap cantik bagiku Sayang walaupun wajahmu bengkak seperti ini." Rezki memeluk istrinya dari belakang lalu mencium pipinya." Kamu makan dulu ya setelah ini baru minum obat." Rezki menuntun istrinya menuju meja makan yang sudah tersedia makanan khas Bali yaitu sate lilit.
"Yank aku udah kenyang." Arshi mendorong pelan sendok yang dipegangi Rezki sambil memalingkan wajahnya untuk menghindari kontak mata dengan suaminya.
"Makanannya masih banyak Sayang, habiskan ya biar kamu sedikit berisi." Rezki mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya agar bisa tersenyum lagi.
"Itu sama aja kamu bilang aku kurus!" Arshi memajukan bibirnya karena kesal dengan apa yang dikatakan suaminya.
Awalnya baper jadi ngeselin." Gumam Arshi dalam hatinya.
"Siapa yang bilang kamu kurus? Aku cuma bilang kamu kurang berisi Sayang." Rezki mencubit pipi istrinya dengan gemesnya.
"Sama aja tau! Kamu tuh nyebelin!" Arshi beranjak dari duduknya lalu menghentakkan kakinya kelantai.
Rezki langsung menariknya dengan kuat hingga Arshi terduduk di pangkuannya.
"Gak usah ngambek nanti tambah cantik." Bisik Rezki sambil menghembuskan nafasnya ditelinga istrinya.
"Dimana-mana orang ngambek itu tambah jelek tau!" Arshi melipat tangannya diatas dada.
"Bagiku kamu selalu cantik Sayang." Rezki memeluk erat pinggang ramping istrinya sembari menggesekkan wajahnya di dadanya.
"Gombal!" Arshi menepuk pundak Rezki yang sedang bermanja kepadanya.
"Beneran Sayang aku gak suka gombalin kamu." Rezki menangkup wajah istrinya lalu mengecup bibirnya sekilas." Yaudah yuk minum obat dulu." Ujarnya setelah Arshi beranjak dari pangkuannya.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu meminum obat yang sudah disiapkan suaminya. Setelah membersihkan diri mereka masing-masing pasangan suami istri itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang king size yang sangat empuk itu. Rezki menyusupkan tangannya di leher istrinya lalu merengkuhnya dalam pelukannya, Arshi juga memeluk erat tubuh atletis suaminya yang benar-benar selalu membuatnya mabuk dalam pesonanya. Keduanya akhirnya merajut mimpinya masing-masing dalam perasaan bahagia karena bisa memiliki satu sama lain.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Hari kedua dipulau Bali. Sesudah sarapan dikamarnya Rezki yang melihat wajah istrinya sudah tidak bengkak lagi langsung mengajaknya pergi kepantai untuk menyalurkan hobi barunya.
"Sayang aku mau surfing kamu tunggu disini aja ya." Rezki mendudukkan istrinya di gazebo yang berjenjer dipinggir pantai itu.
Dia sudah bersiap dengan baju renang dan papan selancarnya.
Rezki akhirnya bisa surfing untuk menyalurkan hobi barunya itu, dia yang selalu menyukai tantangan memang sangat penasaran bagaimana rasanya menantang ombak. Setelah mendapatkan pelajaran singkat dari mentor yang berpengalaman, Rezki akhirnya menantang ombak yang datang dengan perasaan sangat bahagia, karena istrinya juga selalu menyemangatinya dalam menghadapi semua masalahnya.
Apapun itu dalam rumah tangga seharusnya memang selalu saling mendukung apa yang dilakukan pasangan masing-masing selama itu tidak menyalahi aturan agama.
Terimakasih sayang kamu selalu ada untukku
Kehadiranmu dalam hidupku selalu jadi penyemangatku.
Aku tau selama ini kamu selalu sabar menghadapi semua sifat ku.
Aku yang egois ini merasa bahwa terlalu banyak dosaku kepadamu.
Ketika membiarkan cinta untuk mantan terindah mengisi relung hatiku.
Aku juga belum bisa menjadi istri yang baik untukmu.
Ketulusanmu benar-benar membuatku sadar betapa cintamu kepadaku.
Maafkan aku duhai kekasih halalku.
Setelah sekian lama hidup bersamamu
Aku baru menyadarinya.
Kita ditakdirkan bersatu dalam ikatan suci pernikahan.
Hingga tak ada lagi yang mampu menghalangi mesramu padaku.
Aku kamu dan semua orang yang merestui kita akan menjadi saksi bahwa cinta itu begitu indah ketika dirasa bukan dipaksa.
Seindah bagaimana kita mengekspresikan rasa yang terpatri dalam hati sanubari masing-masing jiwa yang bernyawa.
🌿By author yang lagi baper sama suami sendiri.
Bersambung...
Hai teman-teman sesama author maupun reader yang setia mengikuti ceritaku ini, mohon maaf jika disetiap tulisanku banyak kata-kata yang kurang berkenan di hati kalian.
Karena aku hanya manusia biasa yang tidak lepas dari salah dan khilaf.
Mohon doa dan dukungannya terus ya melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya.
Jangan sungkan untuk berbagi karena tangan yang memberi lebih baik dari tangan yang menerima.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1