
Happy reading guys!
Setelah sholat zuhur Rezki mulai menerima kabar tentang keberadaan mobil yang membawa istrinya. Mobil itu bergerak menuju sebuah gubuk ditengah hutan yang sangat lebat dan sangat jarang dilalui orang. Rezki dan anak buahnya terus memantau pergerakkan mobil itu melalui layar yang ada didepannya hingga benar-benar berhenti.
"Sepertinya mobil ini berhenti di hutan yang cukup jauh dari sini, kita harus kesana secepatnya, jangan sampai istriku kenapa-napa!" Perintah Rezki setelah mempersiapkan semua yang harus dibawanya.
"Ok Bos!" Jawab anak buahnya.
Mereka semua segera berangkat menuju titik lokasi yang sudah terlacak itu, Rezki tampak memakai pakaian formalnya untuk menyimpan senjata dibalik jasnya.
Sementara itu setelah sampai digubuk dekat hutan, orang-orang yang menculik Arshi segera membawanya masuk kedalam gubuk, dengan menggotongnya seperti karung beras. Arshi langsung didudukkan dikursi kayu lalu diikat dengan tali ke seluruh tubuhnya dan melakban mulutnya, tanpa rasa kasian sedikitpun mereka meninggalkan Arshi dekat kandang seekor singa jantan yang siap menerkam kapan saja. Tidak lama kemudian Arshi terbangun ketika mendengar suara binatang buas itu, dia sangat terkejut dan ketakutan melihat pemandangan yang ada didepan matanya. Arshi berusaha melepaskan dirinya hingga kursi yang didudukinya terjungkal tepat didepan pintu kandang singa tersebut.
Ya Allah tolonglah hambaMu ini, jangan sampai aku mati sia-sia disini." Doa Arshi dalam hatinya." Yank kamu dimana? Aku takut banget disini sendirian, semoga kamu bisa nemuin aku secepatnya." batin Arshi dengan berderai airmata penuh kesedihan yang mendalam dihatinya.
Dia tidak berani lagi bergerak sedikitpun karena semakin takut dengan singa buas yang terlihat sangat lapar itu akan menyerangnya jika melihat pergerakkannya. Arshi benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa berdoa dalam hati semoga dengan izin Allah Rezki bisa secepatnya menemukannya.
Sore harinya setelah menunaikan sholat ashar berjamaah dengan anak buahnya dipinggir hutan menuju lokasi gubuk tempat penyekapan Arshi, Rezki bergegas masuk kembali kedalam mobil sambil berdoa dalam hatinya.
Ya Allah bantu aku menyelamatkan istriku, lindungi dia dari segala marabahaya," doa Rezki dalam hatinya.
Sesampainya di tempat lokasi penyekapan Arshi, Rezki dan anak buahnya melihat puluhan orang berbadan kekar berjaga disekitarnya dengan santainya. Mereka tampak asyik bermain kartu dan meminum minuman keras bergantian sambil memegangi senjatanya masing-masing. Rezki mengisyaratkan kepada anak buahnya yang mengikutinya untuk memblokade sekeliling gubuk itu. Mereka menunggu hari mulai gelap agar bisa menyergap dengan mudah para penjaga itu ketika mereka sudah benar-benar mabuk.
"Hey kalian semua! Didalam kan ada wanita cantik titipan anak Tuan Danu, gimana kalau kita garap bergantian dulu baru kita serahkan pada singa lapar itu. Sesuai perintah Tuan Danu dan anaknya!" Seru salah satu penjaga itu dengan seringai mesumnya.
"Wahhh, benar juga! Gue setuju banget dengan ide lo itu." Sahut temannya yang lain sambil meminum kembali minuman beralkoholnya.
Dua orang penjaga itu masuk untuk melihat keadaan Arshi sekaligus hendak melancarkan aksi bejatnya. Rezki yang mendengarkan pembicaraan mereka sembari memantau pergerakan orang-orang itu hendak melecehkan istrinya semakin tidak bisa mengontrol emosinya. Dia segera keluar dari persembunyiannya lalu menerobos masuk kedalam gubuk setelah melumpuhkan mereka satu persatu dengan senjatanya, dengan di ikuti puluhan anak buahnya yang lain yang juga telah siaga dibelakangnya. Terjadilah baku hantam dan bunyi senjata yang saling membidik lawan secara bergantian, Rezki menendang orang yang sedang membuka pakaian istrinya hingga terjungkal kesamping lalu menodongkan senjatanya.
"Berani sekali kalian berdua menyentuh istriku!" Bentak Rezki dengan tatapan tajamnya.
Dor...dor...Rezki menembak kedua orang yang berusaha melecehkan istrinya itu tepat mengenai tangan dan kakinya, kedua orang itu tersungkur bersimbah darah sambil menahan sakitnya. Rezki segera menghampiri istrinya lalu melepaskan jasnya untuk menutupi tubuhnya yang sudah setengah polos. Rezki menggendong wanita yang sangat dicintainya itu ala bridal style menuju mobilnya. Setelah berada didalam mobil Rezki menyandarkannya kekursi penumpang yang ada disampingnya, dia memiringkan posisi duduk supaya bisa menghadap kekasih halalnya itu lalu mencium keningnya cukup lama, dia juga merapikan rambut istrinya yang terlihat sangat berantakan dengan tangannya.
Arshi yang masih tidak sadarkan diri karena sangat ketakutan sedari tadi, tiba-tiba mengerjapkan matanya karena mencium aroma khas maskulin dari tubuh orang yang sangat dikenalnya. Arshi yang belum sadar sepenuhnya mengendus asal dari wangi tersebut hingga wajahnya membentur dada bidang suaminya. Rezki langsung merengkuh istrinya kedalam pelukannya, dia menciumi puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang, hingga tanpa sadar para anak buahnya sudah masuk kedalam mobil.
"Bos mereka semua sudah kami lumpuhkan tapi ada satu orang yang berhasil melarikan diri masuk kedalam hutan lebat dan sangat gelap itu." Lapor salah satu anak buah Rezki.
Hemmm....Rezki hanya mengeluarkan dehamannya.
Mereka pura-pura tidak melihat adegan romantis atasannya itu walaupun sebenarnya jiwa jomblo mereka masing-masing meronta. Anak buah yang ditugaskan menjadi sopir langsung melajukan mobilnya menyusuri jalanan yang sangat curam dan terjal, jalan itu berada di pinggir jurang yang sangat dalam.
"Yank aku takut banget." Lirih Arshi dalam pelukkan suaminya.
"Semua udah berlalu Sayang, jangan takut lagi ya, aku akan selalu menjaga dan melindungimu." Rezki semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Ditengah perjalanan yang sangat berliku itu tiba-tiba ada yang menembak ban mobil mereka hingga oleng lalu terguling menuju jurang yang sangat dalam. Rezki berhasil keluar sambil berguling memeluk istrinya tidak perduli dengan tanaman berduri yang menusuk kulitnya, Arshi yang sangat syok dengan kejadian itu kembali tidak sadarkan diri. Sedangkan anak buah Rezki sudah meluncur dengan mulus kedalam jurang bersama mobilnya, tidak lama kemudian terdengar ledakkan yang sangat memekakkan telinga dari dasar jurang. Tampak cahaya api berkobar dari sana, semua anak buah Rezki tewas terbakar bersama mobil yang ditumpanginya.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, syukurlah aku dan istriku masih bisa selamat." Lirih Rezki sembari memeluk erat tubuh istrinya sambil menciuminya.
Pasangan suami istri itu mengalami luka yang cukup parah dengan memar diseluruh tubuhnya untunglah wajah mereka tidak ikut terluka, namun Rezki tetap berusaha menahan sakit dibadannya. Dengan berjalan tertatih-tatih dia menggendong istrinya untuk mencari tempat yang lebih aman, karena Rezki yakin masih ada ancaman selanjutnya yang mengintai mereka. Ketika melihat ada cahaya disebuah gubuk ditepi hutan Rezki mengetuk pintunya setelah membaringkan tubuh istrinya diatas dipan yang ada diteras gubuk itu.
Tok..tok...tok..."Assalamualaikum." Rezki mengucapkan salam.
Krettt....pintu yang sudah lapuk itu dibuka oleh seorang nenek.
" Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab nenek itu sembari menatap Rezki dari atas kebawah." Kamu siapa dan mau apa?" Sang nenek bertanya.
"Saya kebetulan orang lewat yang mengalami kecelakaan, bolehkah kami menginap malam ini disini?" Rezki menatap nenek itu dengan tatapan memohon.
Uhuk...uhuk..."Siapa yang mengetuk pintu Dayu?" Suami nenek yang terbaring lemah diatas dipan bertanya.
"Orang yang mengalami kecelakaan Bli, dia bersama istrinya minta izin menginap digubuk kita ini." Nenek menyahuti suaminya.
"Suruh masuk Dayu, kasian mereka diluar banyak nyamuk." Perintah kakek dari dalam.
"Iya Bli." Patuh sang nenek pada suaminya." Mari silahkan masuk, buatlah diri kalian nyaman digubuk ini." Nenek itu mempersilah Rezki membawa Arshi yang mulai siuman.
"Yank kita ada dimana?" Arshi mengerutkan keningnya sambil menahan sakit diseluruh tubuhnya.
"Aku juga gak tau Sayang, kita nginap dulu disini malam ini. Besok pagi aku akan mencoba mengirim sinyal SOS kepada Papa Riki lewat jam tanganku ini karena handphoneku hilang, entah dimana." Rezki membelai lembut wajah cantik natural istrinya.
"Aku juga belum Sayang, kita sholat jamaah ya." Rezki menuntun istrinya berjalan untuk meminta izin berwudhu kepada nenek dan kakek pemilik gubuk.
"Kek, Nek bisakah kami numpang berwudhu sekalian membersihkan diri." Ujar Rezki mewakili istrinya.
"Silahkan dibelakang ada pancuran dari air terjun diatas gunung kalau mau wudhu sekalian mandi." Nenek menunjukkan kepada Rezki dan Arshi.
"Terimakasih Nek." Ucap Arshi dan Rezki bersamaan.
Nenek yang dipanggil suaminya dengan sebutan Dayu itu menganggukkan kepalanya lalu masuk kembali untuk menyiapkan makan malam.
Rezki kembali menuntun istrinya menuju pancuran itu. Arshi dan Rezki menggunakan tangannya untuk membersihkan diri mereka masing-masing lalu berwudhu.
"Airnya dingin banget Yank, luka-luka ku rasanya perih banget." Arshi memasukkan tangannya kesaku jas suaminya yang dipakainya.
"Iya Sayang, nanti aku bantu hangatkan kamu bila hendak tidur." Rezki mengulum senyumnya sembari memapah istrinya.
"Kita sama-sama sakit Yank, kamu gak usah berpikir macam-macam, apalagi kita masih dirumah orang." Arshi memajukan bibirnya.
"Aku gak mau macam-macam Sayang, cuma satu macam aja, yaitu ingin selalu memelukmu dalam jaga maupun lelapku." Bisik Rezki ditelinga istrinya.
🌿Cinta suci🌿
Hidup ini takkan indah
__ADS_1
Tanpa kau ada dihati
Cerita ini takkan ada
Tanpa kau ada disisi
Kekasihku, kau bunga mimpiku
Tiada yang lain hanya dirimu
Yang kusayang dan selalu kukenang
Kita kan selalu bersama dalam suka dan duka
Dirimu satu yang kumau
Takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih kaulah pujaanku
Walau kan datang badai menghadang
Kita kan selalu bersama
Tetap satu dalam cinta
Tiada yang mampu merubah
Wajah manis yang lembut dan ayu
Bagaikan untaian mutiara
Takkan kulepas hingga akhir masa
Kita kan selalu bersama dalam suka dan duka
Bersambung....
Bagaimana caranya Rezki dan Arshi kembali pulang?
Siapa sebenarnya kakek dan nenek yang tinggal dihutan itu?
Penasaran? Tunggu episode selanjutnya ya!
Jangan lupa vote, like, komen,koin dan rate bintang lima nya ya teman-teman.
Sampai jumpa lagi dengan author receh, semoga sehat selalu.
__ADS_1