
Happy reading guys!
Berhubung kemarin adalah hari ibu, author ucapkan selamat dan sukses selalu untuk para ibu-ibu di seluruh dunia khususnya warga +62. Semoga kita semua bisa menjadi tauladan yang baik bagi semua anak-anak kita dan lingkungan dimana pun kita berada.
🌿Sedikit curahan hati seorang author yang jauh dari ibu dan sanak keluarga, kutuliskan semua ini dengan deraian air mata yang mengalir begitu saja seiring untaian kata nan tersirat di setiap baitnya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
🌿 Untukmu Ibuku wanita hebat yang kupanggil Mama
🌿Yang berada nun jauh di sana
Tepatnya di kampung halaman tempat kelahiranku tercinta.
🌿 Namamu selalu kusertakan dalam untaian doa yang kupanjatkan pada yang maha segalanya.
🌿Sering ku ingat begitu beratnya perjuanganmu melahirkan ku dan membesarkanku hingga kini aku dewasa dan memiliki keluarga kecil ku sendiri.
🌿 Terima kasih tiada terhingga tidak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata kepadamu Mama
🌿Aku disini sangat merindukan peluk hangatmu untuk melepaskan kerinduanku padamu, sebagai orang pertama yang selalu mengerti diriku sejak awal aku lahir ke dunia ini.
🌿Dua tahun sudah kita tidak bisa bertemu karena terpisah jarak dan waktu,
Akibat pandemi yang melanda negeri kita ini.
🌿 Semoga dirimu selalu sehat dalam berbalut usiamu yang mulai renta.
🌿 Empat belas tahun sudah aku menikah dan mengikuti suamiku.
🌿Tinggal di kampung orang tanpa sanak saudara kandung yang bisa ku ajak curhat dan berbagi segala sesuatu.
🌿Syukurlah tetangga sebelah rumahku sudah seperti keluarga bagiku. Seorang ustazah, guru mengaji anak-anak ku. Ibu guru yang selalu bisa mengerti aku, mau merawat anak-anak ku ketika kami harus pergi melaksanakan rukun Islam yang kelima. Walaupun beliau juga punya anak yang harus diurusnya. Terima kasih tiada terhingga ku ucapkan kepadamu Ibu ustazah yang membimbing anak-anak ku, yang sudah ku anggap seperti kakakku sendiri.
🌿Ya Allah semoga persaudaraan yang Kau ciptakan diantara kami bukan hanya sebatas di dunia tapi juga sampai ke akhirat kelak.
🌿Aamiin ya rabbal alamiin.🌿
-
🌿 Mama kutahu kerinduanmu pada anak bungsu mu ini selalu bertahta, membelenggu didalam jiwa sanubarimu yang mulai renta dimakan usia. Untunglah sekarang sudah ada handphone yang bisa mengobati dan mengurangi kerinduan kita.
🌿Ma... maafkanlah anak mu ini yang belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya.
🌿 Namun suatu saat nanti, bila Allah mengizinkan aku akan menepati janjiku untuk membawamu ke tanah suci, bersama kami sekeluarga.
Aamiin ya rabbal alamiin.
Aamiin ya mujibas Saailiin.
🌿Dari anakmu yang bergelut dengan sepi, mengabdikan diri kepada suami, seorang ibu yang selalu berusaha untuk bikin happy kadang juga bikin keki, namun ku hilangkan stres dengan menjadi author untuk menyalurkan hobi mengarangku sejak SD. Agar penyakit komplikasi ku tidak membuatku putus asa dalam menjalani sisa umurku ini, salam sayang sejuta rindu dariku.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Kembali ke cerita novel dan dunia Maya, ya readers!
-
Keesokan harinya setelah selesai sholat subuh Arsha dan Wava langsung meluncur menuju rumah sakit keluarga Setiawan, ketika Arshi menelponnya untuk membantu memberikan surprise party kepada ibu-ibu di rumah sakit itu terutama mamahnya sendiri. Sesampainya di area parkir basemen rumah sakit, Arsha membukakan pintu mobilnya untuk istrinya lalu menekan kunci otomatis kendaraan roda empatnya itu. Arsha dan Wava melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift yang membawanya ke lantai atas menuju rumah kedua orang tuanya.
Ceklek...Arsha langsung membuka sendiri pintunya sebab dia memang masih memegangi kunci pintu cadangannya.
"Assalamualaikum Mah, Pah." Ucap Arsha dan Wava bersamaan sambil berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang asyik didapur.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dokter Hasan dan Khardha bersamaan.
"Arshi sama Rezki masih di kamar ya?" Tanya Wava menghampiri mamah mertuanya yang sedang sibuk memasak.
"Iya." Singkat Dokter Hasan lalu menyeruput secangkir teh hangat yang disuguhkan istrinya.
Arsha beranjak dari sana hendak mengetuk pintu kamar Arshi dan Rezki.
"Biarin aja dulu mereka Sha, nanti Arshi gak bisa dilarang lagi kalau udah keluar kamar. Dia pasti pengin bergerak kesana-kemari bantuin mamah masak didapur persis kayak istrimu ini, padahal kondisinya masih belum pulih sepenuhnya." Tegur Khardha seraya tersenyum melirik ke arah Wava yang langsung sibuk membantunya padahal tidak diminta.
Wava hanya mengulas senyumnya ketika mertuanya menyinggungnya dengan nada lembutnya. Arsha membalikkan badannya kemudian duduk kembali di kursi meja makan yang memang berhadapan dengan dapurnya itu.
"Honey tolong bikinin aku teh hangat ya." Pinta Arsha sambil menatap ke arah istrinya.
"Tunggu sebentar ya Bee." Wava langsung membuatkan teh hangat untuk suaminya.
-
Sementara itu di dalam kamar Arshi dan Rezki. Pasangan suami isteri itu kembali bergelut dalam selimutnya setelah selesai menunaikan sholat subuh berjamaah.
"Yank kamu udah siapin semua santunan untuk membantu para Ibu-ibu kaum dhuafa yang anaknya menjalani pengobatan disini?" Tanya Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya dengan menjadikan lengannya sebagai bantalnya.
"Sudah Sayang, tadi malam aku perintahkan anak buahku untuk menyiapkan semuanya, baik berupa amplop maupun sembakonya." Jawab Rezki menjelaskan sambil membelai lembut wajah cantik natural istrinya.
"Syukurlah kalau begitu. Aku tadi juga sudah menghubungi Arsha dan Wava untuk mengumpulkan data tentang ibu-ibu kurang mampu yang dirawat ataupun merawat keluarganya di rumah sakit ini sekalian." Ucap Arshi sambil memeluk pinggang suaminya." Kira-kira kado yang cocok untuk Mamah apa ya dalam rangka hari Ibu ini? Kebetulan tanggal 18-12 kemarin harlah Mamah Yank, jadi sekalian aja kita adakan surprise party buat para orangtua kita khususnya ibu-ibu." Ujar Arshi mengusulkan sembari menyentuh wajah tampan suaminya." Ngomong-ngomong soal Ibu, Mama Rina sekarang gimana kabarnya Yank?" Arshi memberanikan dirinya untuk menanyakan kabar mertuanya yang selalu ingin mencelakainya itu.
"Aku gak tau Mama ada dimana sekarang Sayang, Papa juga gak pernah ngasih tau aku lagi kabar tentang Mama. Setelah kejadian buruk waktu itu, Papa langsung mengantarkan Mama ke ponpes supaya dia bisa insyaf dan mendalami ilmu agama." Jujur Rezki karena dia curiga dalang dibalik semua penyerangan istrinya adalah mamanya sendiri.
Sebab Rina tidak pernah bisa menerima dengan baik segala sesuatu yang berhubungan dengan Khardha karena rasa iri dan dengki yang sudah mendarah daging di tubuhnya. Namun ternyata anak kandungnya sendiri justru jatuh cinta dan menikahi anak mantan terindah suaminya itu, kenyataan ini membuatnya semakin murka bila menyaksikan Rezki yang selalu memanjakan istrinya.
"Lebih baik kamu tanyain lagi sekarang sama Papa Yank, aku gak mau kamu jadi anak durhaka hanya karena dendam masalalu yang gak ada habisnya." Arshi berusaha membujuk suaminya yang seperti tidak perduli dimana mamanya berada.
"Baiklah." Rezki akhirnya menuruti kemauan wanita yang sangat dicintainya itu.
Rezki menjangkau handphone yang diletakkannya di atas nakas samping ranjang lalu menekan nomor kontak papanya.
Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung. Riki langsung menerima teleponnya ketika melihat nomor kontak yang tertera di layar handphonenya adalah anak semata wayangnya.
__ADS_1
📲"Assalamualaikum Pa." Sapa Rezki dari balik teleponnya dengan menyalakan loudspeaker nya.
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Riki sembil meminum teh hangat yang dibuatkan oleh asisten rumah tangganya. Ada apa Ki? Arshi baik-baik aja kan?" Tanyanya dengan mengerutkan keningnya." Papa dengar dari mertua kamu kemarin dia sudah sadar dari koma nya, maaf papa belum bisa menjenguknya karena masih ada urusan penting yang gak bisa diwakilkan." Riki memberikan alasannya.
"Alhamdulillah menantu Papa yang cantik ini baik-baik aja sekarang, dia lagi manja sama aku Pa." Adu Rezki ketika istrinya mengendus-endus wangi tubuhnya.
Rezki merasa sangat geli sekaligus nikmat dibuatnya, dia lalu menindih tubuh istrinya dibalik selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh mereka berdua.
"Kamu mau menggodaku Sayang?" Rezki menaikturunkan kedua alisnya." Kamu sudah membangunkan king cobra yang sudah lama gak masuk kedalam sarangnya, jadi kamu harus tanggung jawab." Lirihnya dengan nada yang sangat menggoda.
Rezki melemparkan handphonenya ke sembarang arah diatas ranjang itu lalu menatap lekat wajah cantik istrinya sembari membelainya. Arshi memajukan bibirnya karena kesal kepada suaminya yang melempar kesalahan kepadanya, sebab sebenarnya Rezki sendiri yang lebih dulu melepaskan semua pakaian istrinya lalu mengajaknya masuk ke dalam selimut dengan kondisi polos supaya dia bisa menyentuh setiap inci bagian tubuh kekasih halalnya itu dengan leluasa.
"Kamu benar-benar mau menggodaku dengan bibirmu ini Sayang." Rezki menyentuh bibir ranum istrinya yang selalu menjadi candu untuknya itu.
Tanpa basa-basi lagi Rezki langsung menyambar bibir istrinya lalu menikmatinya sambil memejamkan matanya.
Arshi yang sebenarnya juga sangat merindukan sentuhan dari suaminya refleks mengalungkan tangannya di leher laki-laki yang sudah merebut hatinya itu. Keduanya akhirnya terhanyut dalam ciuman mesra penuh cinta yang tercipta dipagi nan dingin di iringi guyuran hujan deras yang mengguyur diluar sana. Saking asyiknya bercumbu mesra dalam kehangatan yang mereka ciptakan bersama, Rezki melupakan panggilan suara yang masih terhubung dengan papanya.
📱"Rezki kamu tadi mau apa sebenarnya menghubungi Papa?" Teriak Riki dibalik line telepon yang masih tersambung karena mendengar suara yang sungguh membuatnya rindu untuk bercinta.
Riki sudah hafal betul dengan sifat anak semata wayangnya itu, bila menghubunginya pasti ada maunya. Dia sebenarnya tidak pernah memarahi Rezki sampai meneriakinya di telepon,
namun karena mendengar suara anak menantunya yang mengabaikannya membuatnya meninggikan intonasi suaranya.
Arshi memukul dada bidang suaminya supaya menghentikan permainannya ketika mendengar suara papa mertuanya yang terdengar di telinganya. Rezki melepaskan tautan bibirnya lalu mencari keberadaan handphonenya yang dilemparnya sembarangan tadi, setelah menemukannya dia langsung menanyakan kabar mamanya.
📲"Mama ada di mana saat ini Pa?" Rezki bertanya dengan nada seriusnya sambil memainkan buah dada istrinya.
📱"Papa gak tau lagi Mamamu saat ini ada dimana tepatnya, sebab sebulan setelah papa mengantarnya ke ponpes dia melarikan diri dari sana. Papa sudah berusaha mencarinya sampai sekarang namun hasilnya tetap nihil." Jujur Riki sambil menatap derasnya hujan dari balik jendela kaca rumahnya.
📲"Kenapa Papa gak menghubungi nomor telepon Mama? Atau melacak nomor rekening bank yang biasa digunakan Mama untuk menerima tranferan dari Papa?" Cecar Rezki dengan tangan yang tidak dapat dikondisikan.
📱"Papa sudah mencobanya Ki, sayangnya Mamamu selalu berganti nomor telepon dan nomor rekening setiap bulannya. Justru kemarin Papa menerima surat gugatan cerai dari Mamamu dengan meminta pembagian harta gono-gini sebanyak 50% dari semua aset yang papa miliki. Padahal kami sudah sepakat semua warisan dan perusahaan akan kami berikan sama kamu dan anak cucumu nantinya." Jelas Riki tanpa menutupi kebenarannya.
📲"Aku gak masalah Pa, biarkan Mama mengambil apa yang menjadi haknya. Aku yakin masih bisa berdiri sendiri dan menghidupi istri juga anak-anak ku kelak dengan perusahaan yang kupunya." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.
Karena selama ini Rezki memang seorang laki-laki yang mandiri tanpa campur tangan papanya dia bisa membangun perusahaannya sendiri.
📱"Baiklah kalau begitu Papa akan mengabulkan permintaan Mamamu, assalamualaikum." Riki memutuskan sambungan teleponnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki lalu meletakkan handphonenya di atas nakas.
Rezki kembali merebahkan dirinya di samping istrinya yang lalu memeluknya dari belakang, hingga akhirnya keduanya terlelap masuk ke dalam mimpi mereka masing-masing. Tanpa meneruskan permainannya yang sempat tertunda, karena Rezki tidak tega melihat istrinya yang masih belum pulih sepenuhnya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Dirumah kediaman Hendra dan Amara. Pasangan pengantin baru itu tampak sudah rapi dengan pakaian serba hitamnya.
Keduanya berangkat menuju tempat pemakaman umum karena Amara ingin melepaskan kerinduannya kepada Ibunya, di hari Ibu ini. Walaupun hujan deras masih mengguyur sepanjang jalan yang mereka tempuh sekitar satu jam itu. Sesampainya di area TPU Hendra dengan setia menemani istrinya sambil memayunginya, meskipun harus menapaki jalanan yang becek dan berlumpur. Setibanya di depan makam ibunya Amara langsung bersimpuh lalu meletakkan bunga mawar merah kesukaan wanita yang telah melahirkannya itu.
Bu maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya, aku sangat merindukanmu Bu. Aku benar-benar rapuh tanpamu, syukurlah sekarang sudah ada Kak Hendra yang menjagaku, menemaniku dan memberikan cinta serta kasih sayang yang tulus kepadaku." Batin Amara dengan berurai air mata kemudian mengangkat kedua tangannya." Ya Allah ampunilah dosaku, dosa kedua orangtuaku, Sayangilah keduanya seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. Terimalah semua amal ibadahnya, terangi dan lapangkanlah kuburannya. Aamiin ya rabbal alamiin." Amara mengakhiri doanya lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
-
-
Bunda.
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang
-
Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
-
Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat kujauh dari jangkauan
Doamu kau sertakan
-
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja kumembuat
Relung hatimu terluka
-
Kuingin kau tau bunda
Betapa kumencintaimu lebih dari segalanya
Kumohon restu dalam langkahku
__ADS_1
Bahagiaku seiring doamu
-
Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
Doa mu kau sertakan
Maafkan diriku bunda
Kadang tak sengaja ku membuat
Relung hatimu terluka
-
Kuingin kau tau bunda
Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya
Kumohon restu dalam langkahku
Bahagiaku seiring doamu
-
Bunda
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
...☘️☘️☘️☘️☘️...
🌿Keramat🌿 By H. Rhoma Irama
-
Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu
Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya
Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya
Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu
Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja
Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung....
Maaf ya teman-teman semuanya aku telat up lagi, semoga kalian gak bosan dengan karya receh ku ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya dan rate bintang limanya ya.
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
Tetap jaga kesehatan ya!