
Happy reading guys!
"Astagfirullah al azdim!" Seru Rezki sambil berlari menghampiri istrinya.
Dia langsung mengangkatnya ke atas ranjang sambil menahan sesak didadanya, karena menyaksikan istrinya sudah tidak sadarkan diri akibat tusukan sebilah pisau yang menancap di dadanya. Dokter wanita yang mengikuti Rezki dari belakang langsung meminta bantuan tim medis untuk membawa Arshi secepatnya ke ruang operasi, melalui panggilan interkom yang ada diruangan itu.
Siapa yang berani melakukan ini sama kamu Sayang? Aku gak akan pernah membiarkan orang itu hidup tenang sebelum dia menerima balasan yang setimpal. Tunggu saja kehancuranmu karena sudah berani bermain-main denganku." Batin Rezki sembari menunggu di depan ruang operasi dengan mengepalkan tangannya sekuat tenaga.
Flashback on
Sebelumnya ketika Rezki keluar dari kamar rawat istrinya untuk memanggil Dokter, ternyata ada orang yang menyamar dengan memakai jas Dokter dan masker masuk kedalam ruang rawat Arshi lalu menghampirinya. Arshi yang sudah hampir pingsan karena menahan sakit diperutnya tidak menyadari kedatangan orang asing disampingnya, orang itu langsung mengeluarkan sebilah pisau yang sangat tajam dan mengkilat dari balik bajunya lalu menikam Arshi secara membabi buta. Dengan sisa kesadarannya yang semakin lemah Arshi menangkis setiap serangan orang itu dengan guling yang ada disampingnya, hingga akhirnya dia terjatuh kelantai akibat terdorong oleh kekuatan orang yang menyerangnya itu. Tiba-tiba orang itu menerima panggilan suara dari balik hedset yang dipakainya, rekannya memberitahukan Rezki akan segera kembali kesana bersama Dokter yang asli, dia segera menusuk dada Arshi lalu bergegas pergi meninggalkannya tergeletak di lantai dengan bersimbah darah.
Orang yang menyerang Arshi itu sebenarnya sudah bekerja sama dengan rekannya yang bertugas di rumah sakit itu dengan bayaran fantastis tentunya. Mereka sudah lama memantau situasi dan kondisi yang ada dikamar rawat Arshi, orang itu juga selalu mengintai gerak-gerik yang dilakukan Rezki dan Arshi sejak pertama kali masuk rumah sakit, untuk mencari kesempatan menghabisi keduanya. Ketika merasa ada peluang untuk melakukan aksinya orang itu langsung merealisasikannya hingga terjadilah peristiwa itu.
Rezki yang kurang waspada karena menganggap keamanan di rumah sakit cukup ketat, tidak pernah menyangka semua itu akan terjadi. Setelah kejadian itu Rezki langsung menghubungi Radi dengan handphone istrinya untuk menyiapkan anak buahnya dilapangan buat menjaga keamanan kekasih halalnya itu seperti sebelumnya, dengan penjagaan yang lebih ketat lagi. Dengan penyamaran yang tidak mendatangkan kecurigaan, cara halus dan mulus dalam bertindak jika harus terpaksa mengeksekusi lawannya. Rezki juga memerintahkan untuk mencari dalang dibalik penyerangan yang menimpa istrinya sampai ke akar-akar nya.
Flashback off
Tidak lama kemudian keluarlah perawat yang mengabarkan bahwa Arshi membutuhkan donor darah secepatnya.
"Maaf istri anda membutuhkan transfusi darah secepatnya, sedangkan stok di bank darah yang sesuai dengan golongan darahnya kebetulan habis." Ucap perawat itu menyampaikan kepada Rezki dengan menekankan kata-katanya.
"Ambil darah saya saja!" Tegas Rezki dengan penuh penekanan.
Semoga darahku cocok dengan golongan darahmu Sayang, maafin aku karena gak bisa menjagamu dari serangan orang itu." Batin Rezki menangis dalam hati hingga matanya merah menahan kesedihannya.
"Baiklah mari ikut saya untuk memastikan cocok apa tidak golongan darah anda dengannya." Ujar perawat itu dengan berjalan didepan Rezki menuju ruang transfusi.
Setelah melakukan transfusi darah secara langsung kepada istrinya yang kebetulan sangat cocok dengan golongan darah Arshi, Rezki kembali duduk di depan ruang operasi. Dengan perasaan yang mengharu biru dia terus berdoa untuk keselamatan wanita yang sangat dicintainya itu.
Ya Allah lindungi dan selamatkan istriku
berikan kekuatan kepadanya agar bisa melewati masa kritisnya, ampuni aku ya Allah karena belum bisa menjadi suami yang baik untuknya, berikan kesempatan lagi kepadaku supaya bisa menjadi suami yang selalu mengayominya, menjaganya dan melindunginya dari segala marabahaya." Doa Rezki dalam hatinya dengan menundukkan kepalanya.
Jam sudah menunjukkan pukul dua dinihari para petugas medis yang menangani Arshi sudah keluar dari ruang operasi, Rezki segera bangkit dari duduknya untuk menanyakan keadaan istrinya.
"Bagaimana kondisi istri saya Dokter?" Tanyanya dengan tidak sabaran.
"Operasinya berjalan dengan lancar, dia juga sudah melewati masa kritisnya, syukurlah janin yang dikandungnya baik-baik saja." Jawab Dokter yang bername tag Ni made Suasti menjelaskan.
"Alhamdulillah wa syukurillah." Rezki sangat bersyukur istri dan buah cintanya ternyata baik-baik saja.
Ternyata feeling ku tidak salah Sayang kamu beneran hamil, syukurlah anak kita masih bisa bertahan di rahimmu." Batinnya seraya mengulum senyumnya.
"Kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat, sebaiknya anda tunggu di sana saja supaya bisa istirahat." Ujar Dokter Ni Made Suasti menyarankan ketika melihat wajah Rezki yang tampak
pucat karena kurang istirahat dan menahan kantuknya.
"Saya akan tetap menunggunya di sini dan mengikutinya sampai di pindahkan ke ruang rawat." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.
Rezki tidak mau lagi kecolongan jika wanita yang sangat dicintainya itu lepas dari pengawasannya secara langsung, sebab dia yakin ada orang dalam rumah sakit itu yang ikut terlibat dalam penyerangan istrinya.
__ADS_1
Sesudah Arshi dipindahkan ke ruang rawat VVIP nya, Rezki langsung duduk di kursi yang ada disamping bed pasing istrinya. Dia menggenggam tangan istrinya dengan satu tangannya dan tangannya yang lain megusap lembut perutnya.
Kupanjatkan puji syukur kepadaMu ya Allah karena telah memberikan anugerah terindah di rahim istriku, jadikanlah buah cinta kami ini tumbuh sehat hingga waktunya lahir kedunia. Aamiin ya robbal alamin." Doa Rezki lalu mencium perut istrinya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Keesokan harinya Rezki meminta Radi untuk menyiapkan pesawat jet pribadinya, karena dia akan membawa istrinya pulang ke Kalimantan dan meneruskan perawatan secara intensif di rumah sakit Setiawan milik mertuanya. Setelah mendapatkan izin dari pihak rumah sakit di Bali Rezki langsung membawa wanita yang sangat dicintainya itu kebandara menggunakan mobil pribadi milik Tuan Hermawan Direktur yang dipercaya Rezki untuk mengelola hotel dan resort miliknya. Arshi yang masih dalam kondisi lemah hanya bisa pasrah dengan keputusan suaminya, sebab dia juga sangat menginginkan kepulangannya itu. Rezki semakin overprotektif terhadap Arshi, karena dia tahu pasti banyak pesaing bisnisnya yang mampu menghalalkan segala cara untuk menjatuhkannya, karena mereka sudah mengetahui kelemahannya yaitu pada istrinya. Sedangkan di Bali anak buah pilihannya sudah tewas semua akibat kecelakaan sebulan setengah yang lalu.
"Yank aku mau langsung kerumah Mamah dan Papah." Pinta Arshi ketika masih dalam pesawat yang membawanya terbang menuju Kalimantan.
"Kita memang akan langsung ke rumah sakit keluarga Sayang, kamu tenang aja ya aku udah hubungi Arsha untuk menyiapkan semuanya di sana." Sahut Rezki sembari berbaring di samping istrinya.
Dalam pesawat jet pribadi itu memang terdapat kamar yang cukup luas untuk beristirahat selama dalam perjalanan.
"Yank aku mau ke toilet." Arshi terpaksa membangunkan suaminya yang baru saja hendak terlelap karena tiba-tiba
merasa mual yang tidak bisa ditahannya lagi.
Rezki langsung membuka matanya lalu menggendong istrinya ke toilet yang ada dalam pesawat itu.
Hoek...hoek...Arshi langsung mengeluarkan isi perutnya didalam closed, Rezki yang berdiri di belakangnya segera memijit tengkuk istrinya dengan lembut. Setelah selesai memuntahkan semuanya Arshi mencuci mulutnya di wastafel.
"Udah gak mual lagi Sayang?" Rezki membelai rambut istrinya dari belakang karena dia tahu wanita yang telah mengandung buah cintanya itu pasti mengalami morning sicknees.
"Aku mau minum teh hangat sama makan roti rasa green tea Yank." Arshi mengungkapkan keinginannya yang tiba-tiba mendambakan makanan itu.
Roti rasa green tea ada gak ya didalam pesawat ini? Istriku kalau ngidam pasti ada aja permintaannya yang susah kupenuhi langsung." Rezki bermonolog.
"Sebentar ya Sayang aku panggilkan pramugari dulu." Ujarnya sembari beranjak menuju pantry setelah mengecup kening istrinya.
Sesampainya di pantry Rezki memberitahukan keinginan istrinya kepada pramugari yang berada di sana, pramugari itu menyambut kedatangannya dengan senyum sumringah sangat menggoda, karena didatangi oleh pengusaha muda tampan, mapan dan berkharisma, siapa tahu dia bisa menggaetnya itulah yang ada dibenaknya.
"Apakah ada roti rasa green tea disini?" Rezki bertanya dengan menampilkan wajah datar dan tatapan dinginnya karena melihat pramugari itu selalu mengulas senyum menggoda kepadanya.
"Tidak ada Tuan muda, disini yang ada hanya rasa coklat, kacang, strawberry, nanas dan bluberry serta susu vanilla." Jawab pramugari itu dengan membusungkan dadanya yang montok dan berisi sambil berjalan mendekati Rezki dengan menggigit bibirnya.
"Ya sudah bawakan semuanya, sekalian dengan teh hangat dan kopi." Pinta Rezki tanpa menghiraukan godaan dari pramugari yang bertubuh seksi bagaikan lobster air tawar itu.
Rezki kembali menghampiri istrinya yang berbaring sambil menutup matanya, dia memperbaiki letak selimutnya lalu mengecup keningnya.
"Kamu udah tidur Sayang?" Rezki membelai wajah istrinya dengan penuh cinta.
"Belum." Lirihnya." Yank dadaku sakit rasanya nyeri banget." Arshi membuka matanya sambil meringis menahan sakitnya.
"Makanya kamu jangan banyak gerak Sayang, kamu harus bed rest dulu sampai benar-benar pulih." Rezki menasehati istrinya dengan nada sangat lembut berbeda sekali ketika bicara dengan orang lain.
Tidak lama kemudian pramugari yang bername tag Luisa itu mengetuk pintu untuk mengantarkan teh, kopi dan roti dengan varian rasa.
__ADS_1
"Masuk!" Seru Rezki dari dalam tanpa beralih posisi.
Pramugari itu masuk dengan mendorong meja troli nya lalu menyiapkan teh dan kopi untuk Rezki juga istrinya. Rezki sengaja mengumbar kemesraannya didepan pramugari itu, dengan berbaring di samping istrinya sambil menciumi pipinya dan memeluknya dengan erat untuk menegaskan bahwa dia sangat mencintai kekasih halalnya itu, jadi tidak ada niatan sedikitpun baginya untuk berpaling kepada wanita lain, seperti pramugari itu yang berusaha menggodanya dengan keseksian bodynya. Sang pramugari berusaha meredam emosinya melihat pemandangan di depan matanya.
Apa sich kelebihan wanita ini, wajahnya cantikan aku kemana-mana, bodynya apalagi." Cibirnya dalam hati.
Dengan sengaja dia menumpahkan kopi panas diatas dada Arshi yang terluka saat menyodorkan ke tangan Rezki.
Arghhh...Arshi menahan sakit sekaligus panas secara bersamaan.
"Kamu bisa hati-hati tidak! Istriku lagi sakit, apa kamu sengaja melakukannya?" Rezki menatap tajam pramugari itu dengan menggertakkan giginya.
"Maafkan saya Tuan dan Nyonya muda, saya tidak sengaja melakukannya." Pramugari itu menundukkan kepalanya sambil memegangi ujung bajunya.
"Sengaja ataupun tidak kamu tetap akan menerima konsekuensinya!" Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya." Cepat kamu pergi dari sini sebelum kesabaranku habis!" Ujarnya sambil menunjuk ke arah pintu.
Pramugari itu bergegas pergi dari sana sambil bersumpah dalam hatinya untuk membalas semua perlakuan Rezki kepadanya.
Tunggu aja pembalasanku, aku akan buat perhitungan denganmu Rezki Aditya Pratama, aku akan buat kamu bertekuk lutut kepadaku dan menyingkirkan semua yang menghalangiku." Batinnya dengan penuh percaya diri.
"Udah Yank gak usah marah-marah aku gak papa kok, tolong ambilkan kotak P3K sama baju ganti buat aku ya." pinta Arshi berusaha meredam emosi suaminya dengan nada lembut sambil membelai wajah tampannya.
Rezki tidak pernah main-main dengan kata-katanya, pramugari itu terancam di berhentikan dari pekerjaannya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Cepatlah sembuh duhai kekasih hatiku
Sakitmu sakitku jua
Lukamu lukaku jua
Apapun yang kau rasakan pastiku rasa
Setiap kali kutatap wajahmu
Hanya ada cinta yang tulus dimatamu
Karena kamu adalah belahan jiwaku
Aku dilahirkan satu kali
Aku mati juga satu kali
Aku menikahimu satu kali didalam hidupku, karena selamanya kamu adalah bidadari surgaku
Bersambung...
Hai teman-teman maaf ya telat up lagi, maklum kehidupan nyataku selalu butuh perhatian lebih dariku.
Jangan pernah bosan untuk meninggalkan vote yang banyak, komen yang membangun, like yang tiada henti, koin seikhlasnya, rate bintang lima, dan selalu jadikan favorit kalian ya.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.