Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#88 "Problematika kehidupan" Part1


__ADS_3

Happy reading guys!


Tuan besar Muhammad Putra Pratama dan Riki Pratama sangat terkejut mendengar suara Rezki yang berteriak dalam tidurnya.


"Rezki bangun Ki!" Panggil Riki sembari menepuk-nepuk pipi anak semata wayangnya itu.


Rezki langsung membuka matanya, nafasnya memburu seperti habis maraton, dia sangat takut akan mimpi buruk yang dialaminya karena terasa sangat nyata baginya.


"Kamu mimpi buruk ya?" Riki menatap wajah tampan anaknya yang sangat mirip dengannya sewaktu muda itu.


Bahkan sifat keduanya juga sama. Cuma bedanya Riki tidak bisa menikah dengan orang yang sangat dicintainya, sedangkan Rezki lebih beruntung karena berjodoh dengan wanita yang sangat dicintainya.


CEO tampan itu menganggukkan kepalanya sambil menatap sendu kearah papanya dan kakeknya yang duduk di hadapannya.


"Baca doa ini." Tuan besar Muhammad Putra Pratama mengingatkan.


Allohumma inni a'zubika min 'amalis syaithoni wa sayyi-atil ahlam. Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi.”


Rezki langsung mengikuti apa yang dikatakan kakeknya, lalu meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali. Dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, kemudian beranjak dari duduknya menuju bed pasien istrinya.


Ternyata Arshi juga ikut terbangun, ketika mendengar suara teriakan suaminya tadi yang menggema di seluruh ruangan kamar VVIP itu.


"Kenapa kamu teriak Yank?" Tanya Arshi dengan suara serak khas bangun tidur.


"Aku mimpi buruk Sayang." Jujur Rezki sembari menatap sendu kearah istrinya lalu mengecup keningnya." Semuanya terasa sangat nyata, aku gak mau kamu sama baby twins kenapa-napa." Ujarnya sambil mengusap kepala dan perut istrinya.


"Mimpi kan cuma bunga tidur Yank, kenapa kamu harus takut? Jangan-jangan kamu lupa baca doa ya!" Goda Arshi sambil mencubit pipi suaminya dengan gemesnya untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Jangan menggodaku Sayang." Rezki mendekatkan wajahnya ke wajah cantik istrinya.


Dia langsung menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu dan tidak memperdulikan keberadaan papanya serta kakeknya yang memperhatikan apa yang dilakukannya.


Arshi memukuli dada bidang suaminya karena sangat malu dilihat oleh mertua dan kakeknya, namun Rezki justru semakin memperdalam ciumannya dengan memegangi kepala istrinya, hingga hampir kehabisan oksigen barulah CEO tampan itu melepaskan tautan bibirnya.


"Papa sama Kakek liatin kita Yank." Tunjuk Arshi dengan isyarat matanya.


"Biarin aja mereka kan juga pernah muda Sayang." Sahut Rezki sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Tapi aku malu Yank, masa kamu gak ngerti sich!" Kesal Arshi dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Maafin aku ya Sayang." Ucap Rezki sambil menarik wajah istrinya agar menghadap ke arahnya."Aku janji gak akan melakukannya lagi kecuali kalau khilaf."Ujarnya seraya mengulas senyum menawannya hingga menampakkan barisan giginya.


"Itu sich sama aja Yank!" Arshi memajukan bibirnya.


"Jangan menggodaku lagi dengan bibirmu itu Sayang." Bisiknya dengan nada sangat menggoda.


"Ishh dasar omes!" Arshi mencubit perut six pack suaminya dengan gemesnya.


Awww..." Ini namanya kdrt Sayang!" Pekik Rezki sambil memperlihatkan perutnya yang memerah akibat cubitan istrinya.


"Maafin aku ya." Arshi mengusap-usap bekas cubitannya diperut kekasih halalnya itu sambil meniup-niupnya.


Rezki mengulum senyumnya ketika melihat ekspresi istrinya yang tampak sangat serius menanggapinya, padahal semua itu tidak berasa apa-apa baginya. Dia sengaja melakukannya hanya untuk menggoda wanita yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar bunyi handphone Rezki yang disimpan didalam saku celananya. Dia melihat layar handphonenya sebentar untuk mengetahui siapa yang menghubunginya.


"Siapa Yank?" Tanya Arshi dengan nada lembut.


"Papah." Singkat Rezki lalu menggeser tombol warna hijau yang ada di layar handphonenya.


📱"Assalamualaikum Ki. Gimana keadaan Arshi?" Tanya Dokter Hasan to the point.


📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik Pah." Jawab Rezki sembari mengusap kepala istrinya.


"Syukurlah kalau begitu, papah mau bicara empat mata sama kamu bila sudah sampai di rumah sakit nanti." Ujar Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.


"Baik Pah." Rezki mengerutkan keningnya menatap wajah cantik istrinya yang ada dihadapannya.


"Ya udah papah tutup dulu ya. Assalamualaikum." Dokter Hasan mengakhiri panggilan suaranya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki dan Arshi serempak.


-


"Sebenarnya Papah mau ngomong apa ya sama kamu?" Arshi mengerutkan keningnya menatap wajah tampan suaminya.


"Aku juga gak tau Sayang." Rezki mengangkat bahunya.


"Papa sama Kakek mau ke kantin dulu ya." Pamit Riki sembari menghampiri pasangan suami istri itu.


"Iya Pa." Rezki dan Arshi menganggukkan kepalanya.


"Ingat ya Ki, jangan bikin istrimu sakit lagi. Gara-gara kamu sendiri yang gak bisa menahan diri." Bisik tuan besar Muhammad Putra Pratama ditelinga cucunya itu ketika Rezki mengantarkan mereka sampai ke depan pintu.


Tuan besar Muhammad Putra Pratama mengulum senyumnya melihat ekspresi cucu kesayangannya itu.


Dasar anak muda!" Batinnya sambil menggelengkan kepalanya.


-


Setelah sampai di kantin rumah sakit dan memesan kopi kepada pelayan, tuan besar Muhammad Putra Pratama mengajak anak laki-lakinya itu duduk berhadapan dengannya.


"Mana istrimu? Sejak di undangan pernikahan tadi papa gak ada melihat batang hidungnya. Pasti ada yang kamu sembunyikan dari papa, iya kan?" Tanyanya sembari menatap tajam kearah anaknya itu.


Riki meneguk salivanya sambil menundukkan kepalanya.


"Cepat ceritakan! Jangan sampai papa tau dari orang lain!" Ujarnya dengan nada datar namun penuh penekanan disetiap kata-katanya.


Riki Pratama menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


"Tiga bulan yang lalu aku bercerai dengan Rina Pa, maaf karena telah mengecewakan Papa. Dia


orang yang selama ini selalu berusaha mencelakai menantuku." Jujur Riki sembari menundukkan wajahnya karena takut melihat sorot mata tajam papanya.


"Kok bisa gitu? Apa alasan Rina gak suka sama istrinya Rezki?" Tuan besar Muhammad Putra Pratama menajamkan tatapannya kepada anak laki-lakinya itu.


"Sebab mamahnya Arshi adalah mantanku yang dulu pernah kukenal kan sama Papa, Mama dan keluarga kita." Jawab Riki menjelaskan.

__ADS_1


"Maksud kamu Khardha Sahara." Tebak tuan besar Muhammad Putra Pratama dengan benar.


"Iya Pa." Riki menganggukkan kepalanya.


"Ohh pantesan! Papa yakin kamu masih mencintainya sampai detik ini, iya kan? Makanya Rina selalu cemburu dan gak bisa menerima Arshi sebagai menantunya." Tuan besar Muhammad Putra Pratama tersenyum penuh arti menatap ke arah anaknya.


Riki kembali menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan papanya.


"Kalian semua sudah menjadi orangtua dan akan mempunyai cucu sekarang, tapi kenapa gak bisa berdamai dengan masalalu?"


"Aku sudah berusaha mengingatkan Rina untuk merestui pernikahan Rezki dan Arshi demi kebahagiaan mereka Pa, tapi Rina selalu bersikeras untuk memisahkan mereka berdua dengan menghalalkan segala cara.


"Demi kebahagiaan cucu kesayanganku, aku akan membantu untuk membuat Rina menyadari kesalahannya." Ujar tuan besar Muhammad Putra Pratama menegaskan.


"Makasih ya Pa." Ucap Riki seraya mengulas senyumnya.


"Iya sama-sama, papa akan melakukan apapun demi kebahagiaan kalian semua." Tegas tuan besar Muhammad Putra Pratama dengan menekankan kata-katanya.


Keduanya akhirnya meminum kopi yang dipesannya lalu menghubungi Rezki untuk berpamitan pulang ke rumah.


-


Sore harinya Dokter Hasan, Khardha, Arsha dan Wava kembali pulang ke rumah sakit. Mereka berempat segera menjenguk Arshi tanpa berganti pakaian terlebih dahulu karena sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Tok...tok...tok..."Assalamualaikum." Ucap Arsha mewakili istrinya dan kedua orangtuanya.


Rezki yang baru saja keluar dari kamar mandi segera membukakan pintunya.


Ceklek..."Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawabnya seraya mengulas senyumnya.


"Gimana keadaan Arshi?" Tanya Khardha dengan nada lembut.


"Alhamdulillah keadaannya sudah mulai membaik Mah, cuma tadi dia bilang kepalanya dan perutnya masih sedikit sakit." Jawab Rezki sembari mempersilahkan Arsha, Wava dan mertuanya masuk kedalam.


"Apakah dia sudah minum obat?" Dokter Hasan melirik ke arah menantunya itu.


"Dokter Murni gak menyarankan untuk minum obat Pah, karena akan menggangu perkembangan janinnya. Dia hanya menyarankan supaya Arshi bed rest dan istirahat total sampai benar-benar pulih." Jelas Rezki sambil menatap wajah cantik istrinya yang tengah tertidur.


"Benar juga, Arshi kan lagi hamil jadi gak boleh minum obat sembarangan!" Ujar Arsha menimpali.


"Ya udah kalau begitu kami mau keatas dulu ya, ingat jaga Arshi baik-baik." Pamit Khardha seraya mengulas senyumnya.


"Ingat jangan tinggalkan Arshi sendirian! Sebab orang yang selalu berusaha mencelakainya masih berkeliaran di sekitar kita." Arsha mengingatkan sembari menatap tajam kearah iparnya itu.


"Nanti malam sehabis sholat isya papah mau bicara empat mata sama kamu!" Ujar Dokter Hasan sambil menatap serius kearah menantunya itu.


"Iya." Singkat Rezki sambil menganggukkan kepalanya.


Apa maksud Arsha dan Papah ya? Kenapa mereka berdua berkata seperti itu?" Rezki bertanya dalam hatinya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...

__ADS_1


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


See you next time!


__ADS_2