Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#99 "Laki-laki Sejati"


__ADS_3

Happy reading guys!


🌿Laki-laki sejati itu bukanlah dia yang mencintai banyak wanita.


🌿Tapi yang hanya mencintai satu wanita dengan banyak cara untuk membahagiakannya.


🌿Untukmu wahai kekasih halalku🌿


🌿Aku ingin seperti Siti Khadijah dan Siti Fatimah Az-Zahra, yang tidak pernah di poligami semasa hidupnya oleh Rasulullah dan Saidinna Ali bin Abi Thalib suaminya.


🌿 Untukmu wahai Bidadari Surgaku🌿


🌿Aku ingin dirimu selalu jadi penyejuk mata dan hatiku disetiap langkah dalam kehidupanku, tetaplah berada di sampingku sampai maut memisahkan kita didunia ini, hingga akhirnya kita bertemu kembali disurgaNya nanti.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Ceklek...Arshi melangkahkan kakinya menuju pintu lalu membukanya, dia menatap wajah teman-temannya yang berdiri di hadapannya satu persatu dengan kening berkerut sebab mereka semua tampak berbaris rapi layaknya upacara bendera.


"Assalamualaikum." Ucap Lida mewakili semuanya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi lalu cipiki cipika dengan sahabatnya itu.


"Masuk yuk!" Ajak Arshi sambil berjalan mendahului mereka semua.


Radi, Dira, Wavi, Lida, Rasya dan Tasya menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendekati ranjang pasien Rezki.


"Ngapain kalian semua kesini?" Tanya CEO tampan itu dengan ketusnya.


"Ya nengokin Lo lah!" Jawab Radi tidak kalah sinisnya.


"Lo semua datang di waktu yang gak tepat tau!" Rezki meninggikan intonasi suaranya saking kesalnya.


Dia merasa teman-temannya sudah mengganggu momen romantisnya bersama istrinya.


"Yank...mereka kan niatnya baik." Tegur Arshi dengan nada sangat lembut.


Rezki menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan untuk meredam emosinya, suara lembut wanita yang sangat dicintainya itu selalu mampu meluluhkan hatinya. Arshi mendudukkan dirinya di samping suaminya lalu berbisik di telinganya.


"Aku mau lakuin apa aja buat kamu Yank, asal kamu gak bersikap seperti itu lagi sama mereka." Bisik Arshi ditelinga suaminya.


"Beneran Sayang?" Rezki berusaha memastikan pendengarannya." Kalau aku pengin bercinta sekarang gimana? Apa kamu juga mau menurutinya?" Bisiknya dengan nada sangat menggoda.


"Iya, tapi gak sekarang juga Yank." Jawab Arshi sambil mendelik tajam kearah suaminya yang tidak tahu sikon.


"Ok, aku mau minta maaf sama mereka tapi kamu harus bisa memuaskanku Sayang, sebab aku udah lama banget gak nengokin baby twins." Lirihnya sambil menggigit kecil telinga istrinya dengan gemasnya.


Awww..." Sakit Yank!" Arshi mengusap telinganya lalu mendorong dada bidang suaminya yang terus menggodanya.


"Maafin aku Sayang." Rezki meraih tangan istrinya lalu mengecupnya.


"Iya." Singkat Arshi sambil menarik nafasnya karena masih kesal dengan apa yang dilakukan suaminya.


Radi, Dira, Wavi dan Lida yang menyaksikan interaksi pasangan suami istri itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, sebab mereka sudah biasa melihat kemesraan yang tersaji di hadapannya.


Apa kalian masih belum puas melakukannya ketika berduaan? Hingga selalu menunjukkan kemesraan kalian dihadapan semua orang?" Batin Rasya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain untuk meredam rasa cemburunya setiap kali melihat adegan romantis tersebut.


"Kalian berdua selalu aja bikin jiwa jomblo gue meronta." Ujar Tasya mengasihani dirinya sendiri.


"Gak usah baper, nanti juga kalau Lo punya suami bisa ngapain aja kayak mereka." Sahut Rasya sambil berbisik di telinga rekan kerjanya itu.


Tasya mengalihkan pandangannya ke arah Rasya yang berdiri di sampingnya hingga tatapan keduanya saling bertemu beberapa menit lamanya. Ada debaran aneh yang dirasakannya ketika menatap mata hazel Dokter spesialis bedah itu, dia memegangi dadanya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan perasaannya. Sebenarnya Rasya juga merasakan hal yang sama, namun dia selalu berusaha menyangkalnya karena tidak mau terlibat cinta lokasi ataupun menjadikan Tasya sebagai pelariannya semata.


Yang sabar ya Rasya dan Tasya.


Semua akan indah pada waktu dan disaat yang tepat untuk kalian berdua.


-


"Yank." Arshi menggenggam tangan suaminya lalu mengisyaratkan kepadanya untuk meminta maaf kepada teman-temannya.


CEO tampan itu menganggukkan kepalanya lalu menuruti permintaan istrinya.

__ADS_1


"Maafin gue ya semuanya." Ucapnya sembari menangkup kedua tangannya.


Radi, Dira, Wavi, Lida, Rasya dan Tasya menganggukkan kepalanya lalu menyunggingkan senyumnya.


"Kami juga minta maaf karena udah gangguin Lo berdua." Sahut Rasya mewakili teman-temannya.


"Iya sama-sama." Rezki menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyum tulusnya." Oh ya Sya kata Arsha dan mertua gue, Lo orang yang pertama kali menangani gue kemarin. Sebenarnya gue sakit apa? Apakah sangat serius sehingga gue harus masuk ruang ICU?" Tanyanya dengan nada sangat serius.


"Sebenarnya gak ada penyakit serius dalam diri Lo, cuma kemarin Lo sempat kritis akibat...," Jawab Rasya lalu menceritakan apa yang terjadi waktu dia menangani Rezki.


Setelah menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya Rezki masuk ruang ICU, Rasya lalu menatap ke arah Radi dan Dira.


"Gimana hasil penyelidikan kalian berdua?" Tanyanya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


"Wanita yang bernama Chika itu sebenarnya orang suruhan tuan Danuarta untuk memisahkan Rezki dan Arshi. Chika terpaksa melakukannya karena diancam dengan menyekap kedua orangtuanya di ruang bawah tanah, itulah alasan yang dikatakannya." Jawab Radi mewakili istrinya.


"Itu artinya Chika juga korban disini, sebab dia melakukannya karena terpaksa untuk menolong kedua orangtuanya." Ujar Arshi dengan serius menanggapinya.


"Kita belum tau kebenarannya, mungkin itu cuma alibinya untuk menghindari semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Sebab wanita itu selalu menampilkan ekspresi wajah yang berbeda-beda setiap kali salah satu diantara kami bertanya." Jujur Radi menjelaskan.


"Kalau begitu jangan bertindak gegabah dulu, rencanakan semuanya dengan matang supaya kita bisa memberikan pelajaran kepada mereka yang berani bermain-main denganku." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.


"Ok." Radi menganggukkan kepalanya.


"Kami mau ke kantor dulu ya." Pamit Dira mewakili suaminya.


"Iya." Singkat Rezki sambil menganggukkan kepalanya.


"Kami juga harus kembali bekerja." Pamit Lida sambil menggenggam tangan suaminya.


"Kami juga ada operasi setelah ini." Rasya dan Tasya berkata dengan kompaknya.


"Cieee kompak bener!" Seru Rezki seraya menyunggingkan senyumnya.


"Iya. Kenapa kalian berdua gak jadian aja?" Arshi ikut menggoda kedua Dokter spesialis bedah itu.


Gue belum siap untuk membahagiakannya, sebab diri gue sendiri belum bisa move on sepenuhnya dari Lo Shi." Batin Rasya sembari menatap sendu kearah Arshi yang selalu berusaha menjodohkannya dengan Tasya.


"Ok." Sahut mereka semua serempak.


Setelah keluar dari kamar VVIP itu Rasya terus menatap tangannya yang masih dalam genggaman Tasya, hingga akhirnya Wavi dan Lida yang berjalan di belakangnya mengeluarkan suaranya.


"Gandengan terus! Emangnya mau nyebrang Sya?" Goda Wavi seraya tersenyum penuh arti.


Tasya yang baru menyadari apa yang dilakukannya langsung melepaskan tautan tangannya.


Hehehe..."Maaf ya Dokter Rasya." Ucapnya sambil menangkup kedua tangannya di atas dada.


"Iya." Singkat Rasya dengan wajah datarnya lalu mempercepat langkahnya mendahului teman-temannya.


"Aku ngejar Rasya dulu ya Sweety." Pamit Wavi lalu mengecup kening istrinya.


"Iya My Dear." Sahut Lida seraya mengulas senyumnya.


"Gue duluan ya." Wavi melambaikan tangannya ke arah Tasya.


"Iya." Tasya menganggukkan kepalanya lalu mensejajarkan langkahnya dengan Lida.


-


Wavi berhasil mengejar langkah Rasya yang berjalan cepat tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang ada di sekitarnya, dia menepuk pundak sepupunya itu lalu berkata.


"Hey Bro Lo seharusnya gak boleh bersikap gitu sama Tasya. Siapa tau dia wanita yang dikirimkan Allah buat jadi jodoh Lo, jadi lebih baik Lo move on dari Arshi kayak gue yang udah bahagia sama Lida." Ujar Dokter spesialis kandungan itu sambil merangkul bahu sepupunya itu.


"Gue akan coba perlahan-lahan untuk menerima Tasya Vi, sebab gue gak mau jadiin dia sekedar pelarian semata." Sahut Rasya dengan nada seriusnya.


"Ok, mantapkan hati Lo Bro." Wavi kembali menepuk-nepuk pundak Rasya.


"Istikharahlah! Insha Allah kamu pasti mendapatkan jodoh yang terbaik." Nasehat Dokter Hasan yang tanpa sengaja mendengar percakapan mereka.


"Om!" Seru Wavi dan Rasya bersamaan.

__ADS_1


"Iya." Dokter Hasan mengulas senyumnya.


Wavi dan Rasya mensejajarkan langkahnya dengan papahnya Arshi dan Arsha itu lalu bertanya.


"Apa dulu Om juga istikharah dulu sebelum melamar Tante Khardha?" Tanya Wavi yang sudah menganggap Dokter Hasan seperti pamannya sendiri.


"Iya." Singkat Dokter Hasan sembari menganggukkan kepalanya.


"Kalau menurut cerita Mommy and Daddy Om dulu saingan sama Om Riki dan Om Rasyid ya?" Wavi kembali bertanya.


"Sudahlah aku gak mau membahas tentang semua itu." Jawab Dokter Hasan sambil berlalu pergi meninggalkan anak-anak dari sahabatnya itu.


Setelah sampai di ruangannya para dokter itu langsung melakukan tugasnya masing-masing sesuai keahliannya.


-


Sementara itu di dalam ruangan VVIP tempat Rezki dirawat.


"Sayang tidurlah kembali, istirahatlah. Aku gak mau kamu sakit lagi karena kecapean." CEO tampan itu menepuk tempat tidur yang ada di sampingnya.


"Iya Yank, aku mau ke kamar mandi dulu." Sahut Arshi sambil memegangi kepalanya yang berdenyut sakit.


"Kamu kenapa Sayang? Kepalanya sakit?" Rezki menyentuh kening istrinya untuk memastikan suhu tubuhnya." Gak panas kok, tapi kenapa wajahmu pucat banget?" Tanyanya sambil menangkup wajah istrinya.


"Aku gak enak badan Yank." Jawab Arshi sambil bergegas menuju kamar mandi.


"Hati-hati Sayang! Nanti kamu kepleset!" Serunya sambil mencabut infusnya dari tangannya lalu melompat dari tempat tidurnya untuk mengejar istrinya.


Rezki menempelkan telinganya didaun pintu kamar mandi untuk memastikan keadaan wanita yang sangat dicintainya itu.


Hoek...Hoek... Terdengar suara Arshi yang memuntahkan apa yang masuk ke dalam perutnya.


Ceklek...Rezki membuka pintunya dari luar lalu menghampiri istrinya.


"Sayang." Panggilnya sembari memijit tengkuk wanita yang telah mengandung buah cintanya itu dengan lembut.


Setelah selesai membersihkan mulutnya dengan air kran yang ada di wastafel, Arshi menatap pantulan wajah tampan suaminya dari balik cermin yang ada di sana. Dia memicingkan matanya menatap sesuatu yang berwarna merah mengalir dari tangan kekasih halalnya itu.


"Tanganmu berdarah Yank!" Serunya sambil membalikkan badannya.


Dia lalu meraih tangan suaminya kemudian membersihkannya dengan air kran yang mengalir. Setelah memastikan tidak ada lagi darah yang keluar, Arshi menekan bekas jarum infus itu lalu mengajak suaminya keluar dari kamar mandi. Dia menuntun kekasih halalnya itu duduk di ranjang lalu mengambil plester untuk menutupi bekas lukanya itu.


"Makasih Sayang." Ucap Rezki sembari membelai wajah cantik istrinya dengan penuh cinta.


"Iya." Arshi menganggukkan kepalanya." Lain kali jangan diulangi lagi." Ujarnya mengingatkan sembari menatap sendu kearah suaminya." Walaupun aku seorang Dokter tapi aku gak suka liat darah!" Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.


"Iya Dokter cintaku, aku kayak gini juga karena khawatir sama kamu." Rezki mencubit pipi istrinya dengan gemesnya.


"Sakit Yank!" Arshi menepis tangan suaminya.


"Gimana sekarang mau tidur sendiri atau aku tiduri?" Rezki menaikturunkan alisnya.


"Gak usah omes sekarang lagi bulan Ramadhan!" Jawab Arshi sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lalu membelakangi kekasih halalnya itu.


Rezki menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan dia kembali harus menahan dirinya untuk melakukan yang iya-iya dengan wanita yang sangat dicintainya itu.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya ketemu lagi sama karya recehku ini, mumpung ada kesempatan karena sedang ada tamu bulanan.


Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan semuanya bagi yang menjalankannya.


Semoga amal ibadah kita diterima Allah subhanna wata'ala.


Bagi yang berhalangan silahkan perbanyak sholawat dan zikrullah.


Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.


See you next time!

__ADS_1


__ADS_2