
Happy reading guys!
Setelah selesai menunaikan sholat Zuhur berjamaah dan menyelesaikan administrasi rumah sakit Rezki, Radi dan Riki memutuskan untuk pulang kembali ke rumah. Sesampainya di rumahnya Rezki langsung masuk kedalam kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya di ranjangnya. Dia menatap foto-fotonya bersama Arshi yang tergantung di dinding kamarnya.
Apakah dia benar-benar istriku? Rasanya gak mungkin aku memajang semua foto-foto ini dikamarku kalau dia bukan wanita yang sangat berarti dalam hidupku."Batinnya sambil tengkurap di atas ranjangnya berusaha mengingat kembali semua kenangan indah bersama Arshi.
"Ki cepat buka pintunya!" Teriak Radi sambil menggedor-gedor pintu kamar Rezki.
Rezki yang masih tengkurap sambil menatap foto-fotonya segera beranjak dari tempat tidurnya, lalu membukakan pintu kamarnya dengan perasaan gusar karena merasa terganggu dengan gedoran dari Radi yang meneriakinya.
"Mau apa sich Lo? Kenapa berisik banget?" Rezki menatap tajam ke arah Radi sambil menekuk wajahnya karena sangat kesal.
"Mertua Lo nelpon gue dia bilang Arshi sakit dan mengalami pendarahan!"Jawab Radi dengan nafas memburu karena habis berlari menaiki tangga.
"Terus gue harus ngapain?" Rezki mengangkat satu alisnya.
"Lo bego jangan dipelihara Ki! Lo harus secepatnya temui dia untuk memberikan dukungan lahir batin kepadanya, jangan sampai dia benar-benar keguguran lagi seperti dulu." Radi menyeret Rezki masuk ke dalam mobilnya.
Radi melajukan kendaraan roda empatnya itu dengan kecepatan diatas rata-rata menuju rumah sakit keluarga Setiawan. Sesampainya di parkiran Radi kembali menarik tangan Rezki masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas kerumah kedua keluarga Setiawan.
Ting...tong...Radi memencet bel pintu yang terletak di sampingnya.
Ceklek...Khardha segera membukakan pintu setelah mendengar bunyi bel yang berulang-ulang kali dipencet Radi padahal dia sedang menunggui Arshi dikamarnya.
"Assalamualaikum Tante. Ini aku udah bawa Rezki." Ucap Radi sambil mendorong tubuh Rezki yang berdiri di sampingnya supaya maju ke depannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mari silahkan masuk." Khardha mengajak mereka berdua masuk." Duduklah!" Perintahnya dengan nada lembut untuk meredam emosinya ketika melihat menantunya yang kelihatan bingung menatapnya.
Rezki dan Radi mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu. Rezki mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah yang bergaya klasik modern itu, dia meras tidak asing dengan semua yang dilihatnya saat ini.
"Gimana kondisi Arshi Tante?" Radi mewakili rasa penasaran Rezki yang masih tampak bingung dengan situasi yang dihadapinya.
"Mari ikut saya untuk melihat keadaannya." Khardha langsung berjalan mendahului Radi dan Rezki menuju kamar Arshi.
Setelah sampai di depan pintu kamar Arshi, Khardha memutar handle pintunya lalu masuk bersama Radi dan Rezki.
"Sejak tadi pagi Arshi merasakan sakit di perutnya setelah sampai kesini, dia terus menangis dan menyebut namamu Ki, hingga mengalami demam tinggi, dia juga mengalami pendarahan. Untunglah kondisi kandungnya gak papa setelah diperiksa oleh Dokter spesialis kandungan. Papah dan Arsha tadi hendak membawanya ke ruang perawatan tapi dia menolaknya dengan keras, dia bilang cuma butuh kamu untuk menemaninya." Jelas Khardha sambil mengusap kepala Arshi yang tengah terlelap sehabis meminum obatnya. Tapi dia harus benar-benar bed rest dan gak boleh stres, itu yang dikatakan Dokter." Khardha menatap lekat wajah menantunya yang berdiri di sampingnya sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.
"Temani lah istri Lo Ki, kasian dia. Berusahalah untuk menjadi suami yang bertanggung jawab, walaupun Lo belum bisa mengingatnya. Jaga Arshi dan anak yang dikandungnya baik-baik, jangan sampai Lo mengabaikannya." Ujar Radi mengingatkan sambil menepuk pundak Rezki yang hanya menatap sendu ke arah dimana Arshi terbaring lemah diatas ranjangnya.
"Mamah tinggal dulu ya Ki, titip Arshi tolong jaga dia, sayangilah dia seperti dulu sebelum kamu kehilangan ingatanmu." Khardha keluar dari kamar anaknya dengan mata berkaca-kaca.
"Gue juga cabut dulu ya." Pamit Radi lalu meninggalkan Rezki dan Arshi berdua di dalam kamarnya.
Rezki yang sejak tadi hanya berdiri mencoba untuk mendekati Arshi, dia duduk di pinggir ranjang lalu mengusap kepalanya dengan lembut. Rezki terus menatap lekat wajah cantik Arshi yang terlihat sangat pucat, dia semakin mendekatkan wajahnya untuk mendaratkan bibirnya dikening Arshi. Rezki memejamkan matanya sambil menghirup aroma wangi khas dari tubuh Arshi yang selalu menenangkannya sejak awal pernikahannya.
Wangi khas tubuhnya benar-benar menenangkan pikiranku seperti wanita yang ada dalam mimpiku." Batinnya sembari terus menghirup aroma wangi tubuh Arshi.
Tanpa sadar apa yang dilakukannya itu membuat Arshi terganggu dalam tidurnya, indera penciumannya mengendus aroma maskulin dari parfum yang biasa dipakai suaminya. Arshi mulai membuka matanya perlahan untuk memastikannya, dia tersenyum lalu menyentuh wajah Rezki yang tidak ada jarak sama sekali dengannya.
Arshi menangkup wajah suaminya lalu menempelkan bibirnya kebibir laki-laki yang sangat dirindukannya itu, Rezki langsung menyambutnya
dengan senang hati dan membalasnya dengan ciuman yang lebih dalam lagi. Setelah hampir kehabisan oksigen barulah mereka berdua melepaskan tautan bibirnya.
"Makasih Yank kamu udah mau datang menemuiku, aku rindu banget sama kamu." Arshi membelai lembut wajah tampan suaminya dengan mata berkaca-kaca karena sangat bahagia Rezki benar-benar ada dihadapannya.
"Maaf aku belum bisa mengingatmu, tapi aku sangat menyukai aroma tubuhmu yang bisa menenangku ini." Rezki menghapus air mata Arshi dengan ibu jarinya dengan lembut." Bibirmu ini juga sangat manis kurasakan, bolehkah aku mencicipinya setiap kali aku menginginkannya?" Rezki menyentuh bibir Arshi yang sedikit bengkak akibat ulahnya." Tolong bantu aku untuk mengingat kembali semua tentangmu." Pintanya sembari merengkuh tubuh Arshi kedalam pelukannya.
"Iya." Singkat Arshi dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Istirahatlah kembali, aku akan menunggumu disini." Rezki merapikan selimut untuk menutupi seluruh tubuh Arshi.
"Aku mau kamu berbaring di sampingku sambil memelukku dan mengelus perutku Yank." Pinta Arshi sambil menatap sendu ke arah suaminya.
"Baiklah" Rezki menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyum tulusnya.
Rezki langsung merebahkan dirinya di samping Arshi lalu membawanya ke dalam pelukannya.
"Bisakah kamu buka bajumu, aku ingin mencium aroma tubuhmu tanpa penghalang apapun." Arshi mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan suaminya.
"Kalau aku khilaf gimana?" Jujur Rezki sembari menatap wajah Arshi sambil mengangkat satu alisnya.
__ADS_1
Rezki merasakan sesuatu yang ada di bawah sana sudah mulai bergerak-gerak menerima sinyal dari otaknya yang mulai berfantasi kemana-mana, dan berharap untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.
"Khilaf ataupun sengaja juga gak papa kok, kita kan udah halal." Jawab Arshi sembari menundukkan wajahnya karena malu sendiri atas apa yang dikatakannya.
"Apa kamu sengaja menggodaku?" Rezki mengangkat dagu Arshi agar menatapnya untuk memastikan pendengarnya.
"Enggak kok, aku cuma ingin mencium aroma tubuhmu. Sebab dengan begitu aku bisa menghilangkan rasa mualku." Kilah Arshi berusaha menutupi rasa malunya.
"Benarkah? Apa dia baik-baik aja disini?" Rezki memasukkan tangannya ke dalam baju Arshi lalu mengelus-elus perutnya yang mulai menonjol.
"Insha Allah dia akan selalu baik-baik aja, yang penting papahnya selalu ada untuk menemani mamahnya." Arshi membelai lembut wajah tampan suaminya lalu mengecup sekilas bibirnya.
"Baiklah aku lepas baju dulu." Rezki segera berdiri lalu melepaskan pakaiannya hingga tersisa celana boxernya saja lagi.
"Aku dengar kamu selalu memanggilku dengan sebutan Yank, terus panggilanku buat kamu apa?" Tanya Rezki sembari berbaring kembali disamping Arshi sambil membelai rambutnya.
"Sayang." Jawab Arshi seraya tersenyum penuh arti mengingat kembali semua kenangan indah bersama suaminya.
"Baiklah mulai sekarang aku akan membiasakan diriku untuk memanggilmu dengan sebutan Sayang." Rezki membalas apa yang dilakukan Arshi kepadanya dengan mendaratkan bibirnya dikening istrinya.
"Yank aku ngantuk." Arshi menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Tidurlah aku akan selalu menemanimu." Rezki mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin melepaskannya.
Jujur aku sangat bahagia mendekapmu seperti ini." Gumamnya dalam hati. Ya Allah kembalikan ingatanku secepatnya tentang istriku ini." Doanya sambil menciumi puncak kepala istrinya.
Ingatlah sayang aku selalu ada untukmu
Walau apapun yang terjadi diantara kita
Aku akan selalu berusaha sabar menunggu ingatanmu kembali tentang indahnya cinta kita
Degup jantungmu kurasakan seirama dengan debaran jantungku
Kau ditakdirkan untukku
Dan aku tercipta dari tulang rusukmu
Cintai dan sayangilah aku setulus hatimu
Meskipun ingatanmu masih
☘️☘️☘️☘️☘️
Jam menunjukkan pukul lima belas Arsha dan Dokter Hasan baru saja datang sehabis melakukan tugasnya masing-masing sebagai Dokter.
"Assalamualaikum Mah." Ucap Arsha dan papahnya lalu menghempaskan tubuhnya mereka di sofa ruang keluarga.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha yang tengah asyik menonton televisi.
"Gimana keadaan Arshi setelah minum obat tadi Sayang?" Tanya Dokter Hasan sambil membelai rambut istrinya dengan lembut.
"Alhamdulillah dia udah baik-baik aja, kebetulan tadi Rezki datang diantar Radi. Setelah Radi pulang Rezki yang menemani Arshi dikamar, makanya mamah bisa santai di sini." Jelas Khardha tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Apakah Rezki sudah ingat sama Arshi?" Arsha mengerutkan keningnya menatap mamahnya.
"Mamah juga gak tau!" Khardha mengangkat bahunya.
"Sudahlah kita doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua. Semoga kehidupan rumah tangga mereka kembali seperti semula dan selalu samawa." Ujar Dokter Hasan menimpali.
"Terus gimana dengan persiapan pernikahanmu Sha?" Khardha menatap lekat wajah anak laki-lakinya itu.
"Semuanya udah sembilan puluh puluh persen Mah, tinggal menentukan tanggalnya aja lagi." Jawab Arsha sambil beranjak dari duduknya untuk mengambil air minum di dispenser yang terletak di sebelah televisi.
"Kamu mau nungguin apa lagi sich Sha?" Tanya Khardha lagi." Kalau memang karena Arshi, dia kan gak pernah melarang kamu untuk melangsungkan pernikahan kapanpun bersama Wava." Khardha menasehati anaknya itu.
"Sesuatu yang baik itu harus disegerakan, menikah adalah ibadah jadi jangan ditunda-tunda terus." Timpal Dokter Hasan ikut menasehatinya.
🌿Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (********). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya).🌿
-
"Iya Mah, Pah, aku akan bicarakan lagi sama Wava." Arsha menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti.
Aku juga sebenarnya pengin banget cepat-cepat halalin Wava tapi aku gak bisa liat Arshi sedih terus karena Rezki. Semoga bulan depan semuanya bisa berjalan dengan lancar." Batinnya sembari meminum air putih yang ada di gelasnya.
-
__ADS_1
Ditempat lain tampak seorang wanita cantik berprofesi sebagai perawat sedang termenung disebuah cafe memikirkan nasibnya. Tiba-tiba datang seorang laki-laki tampan yang langsung mendudukkan dirinya dikursi yang ada di hadapannya.
"Hai cewek lagi galau ya?" Tanyanya sambil menatap lekat wajah cantik wanita yang ada di depannya.
"Kak Hendra!" Kaget wanita cantik itu.
"Lama gak ketemu ya Amara kamu tambah cantik aja." Pujinya seraya mengulas senyumnya." Maaf karena kesibukanku, aku belum bisa berkunjung lagi kerumahmu." Ucapnya dengan tulus.
"Kak Hendra bisa aja." Amara menundukkan wajahnya karena sudah merah bagaikan tomat matang." Aku maklum kok, Kak Hendra kan memang pengusaha muda yang sukses dan digemari banyak wanita cantik nan seksi. Apalah artinya diriku yang hanya seorang wanita sederhana ini." Amara menyunggingkan senyum palsunya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu Amara? Apa kamu benar-benar gak ingat dengan kenangan indah masa lalu kita?" Hendra menggenggam tangan Amara yang diletakkannya di atas meja.
"Maksud Kak Hendra apa?" Amara mengerutkan keningnya merasa bingung dengan apa yang dikatakan Hendra.
"Aku adalah Hendra tetangga sekaligus kakak angkatmu dulu, yang berjanji akan menemuimu kembali setelah pulang dari luar negeri. Aku mau menjadikanmu sebagai kekasih halalku, maukah kamu menikah denganku?" Hendra langsung beranjak dari duduknya lalu berlutut di hadapan Amara sambil memegang sebuah kotak merah yang terdapat cincin berlian didalamnya.
Amara membekap mulutnya sendiri karena sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Hendra kepadanya.
"Terima, terima, terima!" Seru para pengunjung cafe yang sebenarnya milik Hendra itu sendiri namun dikelola oleh orang kepercayaannya.
Amara akhirnya menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Hendra walaupun dihatinya belum ada rasa cinta. Hendra langsung memasangkan cincin berlian asli dengan desain sederhana itu di jari manis Amara. Semua orang yang menyaksikannya bersorak gembira. Tidak lama kemudian terdengar grup band yang ada di cafe itu menyanyikan lagu.
🌿 Dealova ☘️By Once
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Oh, karena hati telah letih
Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa 'ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Oh, bayangmu seakan-akan
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada
O-o-o-o-oh ...
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
Dan sepi
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada
☘️☘️☘️☘️☘️
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian selalu ya, melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang limanya, dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Tetap jaga kesehatan ya!
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.