
Happy reading guys!
Setelah selesai membuatkan minuman jahe plus madu untuk istrinya, Rezki membawanya ke hadapan wanita yang sangat dicintainya itu. Arshi yang masih terbaring lemah di atas tempat tidurnya terlihat menatap langit-langit kamarnya dengan sendu.
"Sayang ini minum dulu jahe plus madunya biar badan kamu hangat dan cepat sehat." Rezki menyodorkan ke mulut istrinya, setelah membantunya duduk bersandar di kepala ranjangnya dengan menaruh bantal dibelakangnya.
Arshi menatap lekat mata hazel suaminya yang tampak sangat mengkhawatirkan keadaannya, dia merasa sudah lebih baik setelah meminum jahe plus madu yang dibuatkan oleh kekasih halalnya itu.
"Yank aku mau mandi dulu sebelum sholat subuh, tolong bantu aku jalan kekamar mandi ya." Pinta Arshi setelah menghabiskan minumannya.
"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu meletakkan kembali gelas diatas nakas.
Dia menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya lalu menggendongnya ke kamar mandi, sebab dia tidak bisa membiarkannya berjalan lambat karena waktu sholat subuh sudah dekat. Arshi menyembunyikan kepalanya didada bidang suaminya sambil menutupi dada dan area sensitif nya, ketika Rezki terus menatap tubuh polosnya tanpa berkedip.
"Kenapa kamu masih malu Sayang? Padahal aku udah sering liat kamu dalam kondisi kayak gini." Rezki tersenyum melihat wajah istrinya yang merona bagaikan tomat matang.
"Apa kamu juga ikut mandi?" Arshi membalikkan badannya setelah Rezki menurunkannya di bawah shower.
"Iya." Singkat Rezki lalu menyalakan shower nya setelah menyetelnya dalam mode hangat.
Pasangan suami istri itu akhirnya mandi bersama tanpa bercinta hanya sekedar mandi saja ya reader, namun Rezki sangat bahagia melihat pemandangan indah didepan matanya, mereka saling menggosokkan sabun kebadan satu sama lain secara bergantian, lalu membilas tubuhnya masing-masing, tidak lupa membaca doa mandi wajibnya tentunya. Setelah berwudhu Rezki keluar terlebih dulu untuk mengembalikan baju-baju istrinya kedalam lemarinya, yang sengaja disimpannya tadi malam dalam lemari pakaiannya sendiri dibalik mantel dan jasnya.
"Yank kita jadikan pulang hari ini?" Arshi berjalan menghampiri suaminya yang masih sibuk memindahkan baju-baju nya.
Rezki buru-buru menutup lemarinya supaya istrinya tidak melihat apa yang dilakukannya. Perasaan takut ketahuan karena sudah menjahili kekasih halalnya itu bergelayut dalam hatinya.
"Inshaallah Sayang kalau gak ada halangan." Rezky mengulas senyumnya untuk menutupi semuanya.
"Kamu kenapa berdiri didepan lemari pakaianku Yank?" Arshi mengangkat satu alisnya menatap curiga pada suaminya.
"Aku cuma mau liatin ukiran pintu lemari kamu Sayang." Jawab Rezki memberikan alasannya.
"Masa sich? Kurang kerjaan banget Ceo kayak kamu liatin ukiran lemari istrinya, mending liat email atau bursa saham aja daripada hal yang unfaedah kayak gitu."
Arshi memicingkan matanya sambil melangkahkan kakinya mendekati suaminya.
Rezki benar-benar dibuat skakmat mendengar kata-kata istrinya, dia buru-buru memakai bajunya, sarung dan peci nya untuk menghindarinya. Arshi yang masih menggunakan handuknya lalu membuka pintu lemarinya, dia sangat terkejut ketika melihat baju-baju nya kembali seperti semula.
Aku yakin ini pasti ulah kamu yang menyembunyikan baju-bajuku tadi malam, tunggu pembalasan aku Yank!" Batin Arshi lalu mengambil bajunya untuk dipakainya seraya tersenyum smirk.
"Ayo Sayang jangan lama-lama milih bajunya nanti keburu habis waktu sholat subuhnya!" Seru Rezki ketika melihat istrinya terkejut melihat isi lemarinya.
"Iya Yank tunggu sebentar!" Arshi bergegas memakai bajunya dan mukenanya.
Mereka pun akhirnya menunaikan sholat subuh berjamaah dengan khusuk, setelah selesai sholat, berzikir, berdoa Rezki sengaja melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an, Arshi pun melakukan hal yang sama. Hingga memasuki waktu sholat dhuha mereka kembali sholat berjamaah, seusai sholat seperti biasa Arshi mencium punggung tangan suaminya lalu Rezki mencium kening istrinya.
"Yank aku jadi takut lama-kelamaan tinggal disini." Ujar Arshi sambil melipat mukena dan sajadahnya lalu beranjak menuju dapur.
"Loh emangnya kenapa Sayang?" Rezki mengerutkan keningnya sambil mengikuti langkah istrinya.
__ADS_1
"Masa baju-bajuku yang tadi malam hilang pagi ini udah ada lagi dalam lemari? Kalau bukan jin ifrit atau hantu ogoh-ogoh yang biasa di arak orang sini yang mindahinnya, terus siapa? Disini kan cuma ada kita berdua sejak tadi malam sampai sekarang." Arshi sengaja memancing kejujuran suaminya sembari menyeduh kopi untuk kekasih halalnya itu lalu menaruhnya di atas meja.
Rezki sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan istrinya, hingga dia tersedak kopi yang baru diminumnya.
Uhuk...uhuk...Rezki menatap sendu kearah istrinya lalu meninggalkannya untuk berolahraga di tempat gym pribadinya, tanpa memakan sandwich yang sudah disiapkan wanita yang sangat dicintai itu.
"Kamu kenapa tiba-tiba ninggalin aku Yank? Apa ada yang salah?" Arshi menghampiri suaminya yang sedang sibuk mengangkat barbel sambil menundukkan kepalanya.
Rezki mendongakkan kepalanya lalu meletakkan barbelnya ditempat semula, dia tahu istrinya tidak akan pernah berhenti menyinggungnya sampai akhirnya dia harus berkata sejujurnya.
"Maafin aku Sayang, sebenarnya aku yang menyimpan dan mengembalikan baju-baju kamu." Jujur Rezki sembari menarik kuat tangan istrinya yang ada di depannya hingga terduduk di pangkuannya.
"Akhirnya kamu mau mengakuinya juga Yank." Arshi berbisik ditelinga suaminya lalu menggigitnya
Dia sengaja melakukan itu untuk membalas perlakuan suaminya tadi malam, namun Rezki justru mengartikannya lain.
Awww... "Kamu berani menggigit telingaku Sayang? Itu sama aja kamu mau menggodaku, hemmmm." Rezki akhirnya mengunci pergerakan istrinya dengan memeluk erat pinggangnya.
"Lepasin Yankkk!" Arshi memberontak sambil memukuli otot lengan suaminya.
"Jangan terlalu banyak gerak, kamu justru membangunkan king cobra yang lagi tidur Sayang." Rezki melepaskan pelukannya lalu menarik tengkuk istrinya.
Arshi langsung menutup matanya karena tahu apa yang akan dilakukan suaminya. Rezki tersenyum menatap wajah istrinya yang sudah siap untuk diciumnya, tiba-tiba ide untuk menjahilinya terlintas di kepalanya.
Arshi langsung beranjak lalu berjalan sambil menghentakkan kakinya kelantai, dia benar-benar kesal karena suaminya berhasil menjahilinya lagi, Rezki langsung mengejar istrinya untuk meminta maaf kembali.
"Tunggu Sayang, kumohon maafin aku!" Rezki menarik kuat tangan istrinya hingga membentur dadanya.
"Kamu jahat Yankkkk! Kamu selalu mempermainkan aku! Apa salah dan dosaku sama kamu, hiks... hiks...." Arshi memukuli dada suaminya untuk melampiaskan kekesalannya sembari meneteskan airmatanya.
"Maafin aku Sayang, bukan maksud hatiku mempermainkanmu, aku hanya ingin bercanda supaya kehidupan rumah tangga kita gak boring dan garing." Rezki menatap lekat mata hazel istrinya lalu menghapus air matanya dengan ibujarinya.
Rezki akhirnya mendaratkan bibirnya kebibir wanita yang sangat dicintainya itu, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang dia membimbingnya menuju peraduan nan penuh cinta, hingga terjadilah apa yang selalu diinginkannya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Cahaya matahari tepat berada ditengahnya, hawa panas yang ditimbulkannya membuat Rezki terbangun dibalik selimut sehabis pergumulan hebatnya bersama istrinya. Dia menatap wajah kekasih halalnya itu yang masih terlelap dengan berbantalkan lengannya, dengan perlahan Rezki meletakkan kepala istrinya diatas bantalnya.
Makasih atas semuanya Sayang, i love you soo much my wife." Rezki mengecup kening istrinya.
Dia meraih boxernya yang tergeletak di lantai lalu memakai baju tanpa lengannya, kemudian menceburkan dirinya ke kolam renang. Arshi tiba-tiba terbangun dia mengerjap matanya untuk menyesuaikan cahaya yang ada disekitarnya, setelah nyawanya terkumpul semua indera penglihatannya tidak mendapati suaminya di sampingnya, dia segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seusai mandi dia memakai pakaiannya lalu kedapur untuk mencari makanan karena perutnya sudah meronta untuk diisi, Arshi tidak mendapatkan makanan yang diinginkannya, dia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan suaminya, ketika melihat suaminya berenang di tengah terik matahari dia lalu menghampirinya.
"Yank cepetan naik, aku udah laperrr!" Seru
Arshi memanggil suaminya yang berenang keujung kolam.
Rezki kembali berenang ketepi lalu naik keatas untuk mendekati istrinya.
__ADS_1
"Emangnya kamu mau makan apa Sayang? Mau aku masakin apa kita pesan aja?" Rezki menatap istrinya dengan memiringkan kepalanya sembari menerima handuk yang diberikan kekasih halalnya itu.
"Aku mau makan pizza di mall sekalian beli handphone Yank." Jawab Arshi seraya mengulas senyum manisnya.
"Ok Sayang, tunggu sebentar aku mau siap-siap dulu ya." Rezki mengacak rambut istrinya dengan gemesnya lalu pergi menuju kamar mandi.
🌿🌿🌿🌿🌿
Setelah menunaikan sholat zuhur berjamaah pasangan suami istri itu langsung berangkat menuju mall, dengan diantar oleh sopir pribadi Pak Hermawan Direktur hotel dan resort milik Rezki. Mereka berdua minta diturunkan di depan mall lalu menyuruh sopir itu untuk kembali ke hotel tanpa harus menunggu mereka. Dengan bergandengan tangan keduanya melangkahkan kakinya menuju pintu masuk mall.
Setelah masuk pasangan suami istri itu langsung menuju counter penjual handphone. Rezki sangat bersyukur ternyata dompetnya yang berisi semua kartu debit dan surat-surat pentingnya tertinggal diatas nakas, ketika dia dan anak buahnya berangkat untuk menyelamatkan istrinya sebulan yang lalu. Dia juga sudah menyuruh Radi untuk mengurus kompensasi kematian anak buahnya sebagai ucapan terimakasih kepada keluarga yang ditinggalkan. Rezki tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengembalikan mereka semua, namun semoga dengan uang yang diberikannya itu bisa meringankan beban hidup keluarga anak buahnya yang ditinggalkan, itulah harapannya untuk mereka semua.
Arshi tampak melihat-lihat semua handphone yang dipajang di etalase lalu menanyakan harganya dengan penuh pertimbangan.
" Udah Sayang ambil aja yang mana kamu mau, gak usah mikirin harganya. Aku juga gak bakalan jatuh miskin dengan membelikan handphone termahal sekalipun buat kamu." Gerutu Rezki karena kesal dengan istrinya yang terlalu banyak pertimbangan sehingga buatnya lama menunggu.
"Ngapain beli yang mahal, buang-buang duit aja Yank mending yang harganya standar tapi kualitas handphonenya bagus." Sergah Arshi sembari membandingkan handphone yang disodorkan oleh pemilik counter itu." Kamu juga mau beli handphone baru kan?" Arshi menunjukkan handphone dengan merk yang sama dengan warna yang sama pula.
"Iya!" Singkat Rezki sembari memperhatikan handphone yang dipegangi istrinya.
"Gimana kalau kita couple aja Yank?" Arshi menaikturunkan alisnya.
"Terserah kamu aja Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya.
Setelah membayar handphone yang dipilih istrinya, Rezki kembali menggandeng tangannya menuju restoran yang menyediakan pizza. Ketika masuk kedalam restoran tiba-tiba Arshi ditabrak oleh seseorang yang berjalan dengan tergesa-gesa, hingga tubuhnya terhuyung ke belakang untung saja Rezki dengan sigap menahannya.
"Heyy tunggu!" Seru Rezki sambil mengejar orang yang menabrak istrinya karena dia mengenalinya.
"Yank kamu mau kemana!" Arshi ikut mengejar suaminya hingga tanpa sengaja menabrak seseorang yang langsung mencekal tangannya.
Kira-kira siapa orang yang dikejar Rezki?
Siapa orang yang ditabrak Arshi?
Kalau mau tau tunggu aja episode selanjutnya!
Bersambung....
Hai teman-teman maaf ya telat up lagi karena kesibukan diduta ku.
Semoga kalian selalu setia menunggu karya receh ku ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya ya.
Salam sayang selalu, tetap jaga kesehatan ya.
__ADS_1