
Happy reading guys!
Sebulan kemudian setelah kejadian penyerangan di rumah sakit keluarga Setiawan, Rezki tidak berani lagi meninggalkan istrinya barang sedikitpun. Dia sengaja mengurung wanita yang sangat dicintainya itu didalam kamar pribadinya dengan segala fasilitas dan kebutuhan yang sudah di lengkapinya. Semua itu membuat Arshi sangat bosan, dia merasa seperti burung yang terkurung dalam sangkar emas. Hidup mewah dengan harta berlimpah namun tidak bisa bebas kemana-mana.
CEO tampan yang bucin akut itu sudah berjanji sebulan yang lalu untuk membantu Radi menjemput kedua orangtuanya di Bali, setelah istrinya sehat kembali seperti sedia kala. Dia juga sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk mengajak wanita yang telah mengandung buah cintanya itu ikut serta dengannya sekalian Babymoon.
Didalam kamar pribadinya Arshi tengah asyik menonton film drama Korea yang bergenre action romantis, Rezki baru saja selesai mengurus pekerjaannya di samping wanita yang sangat dicintainya itu, dia lalu menaruh laptopnya diatas meja kerjanya kemudian berbaring di pangkuan istrinya untuk melepaskan penatnya, dia mengelus-elus perut wanita yang telah mengandung buah cintanya itu untuk mengajak baby twins nya bercengkrama.
"Apa kabar kalian berdua didalam sana sayang?" Tanyanya sambil menciumi perut buncit istrinya."Papah udah lama loh gak nengokin kalian berdua." Ujarnya memberi kode keras kepada kekasih halalnya itu.
Arshi hanya mengulum senyumnya mendengar apa yang dikatakan suaminya, dia terus fokus menatap layar televisi didepannya sambil memakan cemilannya.
"Sayang kamu ikut aku ke Bali ya." Pinta Rezki sembari menatap wajah cantik istrinya.
"Kenapa aku harus ikut?" Arshi menaikkan satu alisnya menatap wajah tampan suaminya yang ada dipangkuannya.
"Kita sekalian Babymoon Sayang." Jawab Rezki sambil terus menciumi perut istrinya.
"Kamu disana nanti pasti sibuk banget bantuin Radi untuk menjemput kedua orang tuanya, sedangkan aku kesepian nungguin kamu gak bisa kemana-mana. Aku juga gak ada teman disana, apa kamu tega ninggalin aku sendirian nantinya?" Tanya Arshi dengan melipat kedua tangannya di atas dada.
Dia benar-benar kesal suaminya selalu mengekangnya dengan mengatur semua yang harus dilakukannya.
"Aku juga akan ajak Wava sama Arsha Sayang, biar bisa nemenin kamu saat aku gak ada." Jawab Rezki sambil membelai wajah istrinya dengan lembut.
"Arsha kan belum pulih banget Yank." Arshi mengingatkan tentang kondisi saudara kembarnya itu.
"Aku yakin dia bisa cepat pulih kembali seperti semula, kalau ikut kita liburan sekaligus Babymoon disana. Sebab dia juga sama kayak aku sudah sebulan lebih puasa batin karena kondisinya yang belum pulih seutuhnya itu." Ujar Rezki sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya.
"Sok tau kamu!" Cebik Arshi dengan memajukan bibir bawahnya.
"Aku bisa menebaknya karena Arsha bawaannya selalu berusaha menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang gak seharusnya dia kerjakan Sayang." Rezki mengemukakan pendapatnya.
"Darimana kamu tau Arsha sok sibuk? Dia kan memang gak bisa diam orangnya." Ujar Arshi membela saudara laki-lakinya itu.
"Aku liat hampir setiap hari dia bantuin Mamah menanam berbagai macam jenis sayuran dan bunga di dalam pot, padahal seharusnya dia perlu banyak istirahat biar cepat pulih kembali. Iya kan Sayang?" Ujar Rezki sambil menciumi kembali perut istrinya.
"Iya juga sich." Arshi menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan suaminya." Beda banget ya sama kamu yang suka godain aku walaupun tau istrinya sedang sakit." Ujarnya sambil beranjak dari duduknya setelah suaminya bangun dari rebahannya.
Rezki menarik tangan istrinya dengan kuat hingga terduduk di pangkuannya lalu berkata.
"Beraninya kamu menyindirku Sayang!" Rezki menatap lekat wajah cantik istrinya lalu menyelipkan anak rambutnya ke telinganya." Mau dapat hukuman sekarang plus bonusnya sekalian?" Bisiknya sambil menggigit telinga kekasih halalnya itu.
"Siapa takut?" Arshi melipat kedua tangannya di atas dada.
"Jadi kamu nantangin aku?" Rezki mendekatkan wajahnya ke wajah cantik istrinya hingga jarak antara mereka hanya satu jengkal saja.
"Iya." Singkat Arshi lalu menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu.
Rezki tidak mau menyia-nyiakan keberanian istrinya untuk mengajaknya bertarung mesra itu, dia langsung memegangi kepala wanita yang sangat dicintainya itu untuk memperdalam ciumannya lalu mengeksplor lidahnya ke dalam rongga mulut kekasih halalnya itu. Perlahan-lahan tangannya mulai membuka kancing baju yang dipakai istrinya lalu meraba-raba punggungnya untuk melepaskan pengait bra nya, setelah berhasil melepaskan benda berbentuk kacamata besar berwarna hitam itu dia
menyentuh gunung kembar yang menurutnya semakin membesar setiap harinya.
__ADS_1
"Sayang aku mau mimi." Bisiknya dengan nada serak menahan hasratnya sambil terus memainkan benda kenyal favoritnya itu.
Arshi hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan suaminya. Mendapat lampu hijau dari istrinya Rezki langsung melanjutkan aksinya dengan memainkan jarinya di area sensitifnya dengan penuh semangat, hingga wanita yang telah mengandung buah cintanya itu merasakan pelepasannya berkali-kali. Namun tiba-tiba handphonenya yang diletakkannya di atas meja sofa disampingnya itu berbunyi terus-menerus menandakan ada panggilan masuk. Rezki tidak menghiraukannya karena hasratnya sudah naik ke ubun-ubun ketika menyaksikan wanita yang sangat dicintainya itu terus mendesah menikmati setiap sentuhannya.
"Angkat dulu Yank siapa tau penting." Lirih Arshi dengan nada lembutnya.
"Biarin aja." Kesalnya sambil terus mencumbu kekasih halalnya itu.
Rezki melepaskan pakaiannya dan istrinya secara keseluruhan untuk melanjutkan permainannya namun tiba-tiba pintu kamarnya di gedor dari luar.
"Kurang ajar banget sich! Siapa orang yang berani mengganggu kesenanganku? Awas aja kalau gak penting!" Kesal Rezki sambil beranjak dari sofa panjang super empuk miliknya itu lalu melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya.
Arshi bergegas merapikan pakaiannya lalu mengikuti langkah suaminya yang lupa memakai baju dan celananya.
"Stop Yank! Jangan dibuka dulu kamu belum berpakaian!" Cegahnya dari belakang sambil membawakan pakaian kekasih halalnya itu.
Rezki langsung tersadar ketika mendengar suara istrinya, dia membalikkan badannya lalu memakai pakaiannya kemudian membuka pintunya.
"Ngapain Lo kesini?" Tanyanya sembari menatap tajam kearah orang yang ada di hadapannya dengan meninggikan intonasi suaranya.
"Yank gak boleh gitu." Tegur Arshi sambil menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tangan suaminya.
"Gue mau ngomong empat mata sama Lo!" Jawab Radi dengan menekankan kata-katanya.
"Mau ngomongin soal apa?" Rezki menaikkan satu alisnya menatap ke arah Radi.
"Gue pinjem suami Lo dulu ya." Radi menatap ke arah Arshi yang tampak acak-acakan dengan banyak tanda cinta dilehernya.
Radi menarik ujung baju kaos yang dipakai Rezki dengan kuat, supaya CEO tampan itu langsung mengikutinya turun ke bawah menuju ruang kerjanya.
-
Setelah Radi dan Rezki hilang dari pandangan matanya, Arshi kembali masuk kedalam kamarnya untuk melanjutkan hobinya, yaitu menonton drama Korea lewat YouTube melalui jaringan WiFi yang tersambung di televisinya sambil memakan cemilannya.
-
Didalam ruang kerjanya Rezki langsung duduk di kursi kebesarannya sedangkan Radi duduk di kursi putar yang berseberangan dengan meja kerja CEO tampan itu.
"Sekarang katakan apa yang mau Lo omongin!" Perintahnya dengan tegasnya.
"Pak Danu berhasil membebaskan Stephani dari tuduhan penculikan dan penyerangan istri Lo." Ujar Radi sembari menatap ke arah Rezki.
"Apaaaa! Kok bisa? Padahal bukti-bukti yang kita kumpulkan sudah lengkap kan?" Rezki mengerutkan keningnya dengan tatapan tajamnya.
"Iya, tapi pak Danu memberikan surat keterangan dari dokter bahwa Stephani melakukan semua itu karena gangguan kejiwaan, sebab wanita itu tampak sangat depresi ketika berada di dalam sel tahanan. Dia terus menangis setiap harinya siang dan malam tanpa mau makan sedikitpun hingga akhirnya dia jatuh sakit. Begitu juga dengan nyokap Lo, dia bahkan sering berteriak histeris tertawa dan menangis gak jelas. Mereka berdua terpaksa di bawa ke rumah sakit jiwa untuk memastikan keadaannya." Jawab Radi menjelaskan apa yang disampaikan oleh pihak kepolisian kepadanya ketika datang ke rutan.
"Gue kecewa banget sama nyokap, gue berharap gak usah ketemu lagi sama dia." Ujar Rezki sambil menelungkupkan wajahnya diatas meja.
"Gue ngerti kok apa yang Lo rasakan." Radi menepuk-nepuk pundak Rezki dengan lembut." Seandainya gue yang ada di posisi Lo, gue juga pasti akan kecewa berat kepadanya, tapi Lo juga gak boleh jadi anak durhaka Bro. Setidaknya jenguklah dia, carikan psikiater yang terbaik untuk menyembuhkannya. Siapa tau setelah itu dia bisa insyaf dan menjadi orang baik." Nasehatnya lalu beranjak dari duduknya.
Rezki hanya diam tanpa mau berkomentar lagi, sebab dia merasa bagaikan buah simalakama kalau sudah menyangkut orang yang telah mengandung dan melahirkannya itu.
__ADS_1
"Jadi kapan kita ke Bali?" Tanyanya untuk mengalihkan pembicaraan sambil mendongakkan wajahnya.
"Gue sich terserah Lo aja! Jawab Radi menegaskan." Kalau kita semua ke Bali, siapa yang akan menghandle perusahaan?" Radi menaikkan satu alisnya.
"Dira kan bisa diandalkan." Jawab Rezki dengan santainya.
"Itukan dulu waktu dia belum nikah sama gue! Kalau sekarang gue juga mau ajak dia liburan plus honeymoon." Kesal Radi sambil menatap tajam kearah Rezki." Lo udah ngasih kado honeymoon gratis buat Wavi dan Lida! Sedangkan gue selalu disibukkan oleh semua pekerjaan yang Lo limpahkan sama gue! Bahkan Lo berencana untuk Babymoon sama Arshi!" Ujarnya mengungkapkan semua unek-uneknya.
"Ok! Tapi gak usah ngegas juga Bro!" Rezki beranjak dari duduknya lalu berjalan mendekati Radi untuk merangkul bahunya." Kita minta tolong sama bokap gue aja kalau begitu, selama kita liburan ke Bali. Biar Lo dan Dira bisa menikmati honeymoon dan gue sama Arshi bisa Babymoon. Gimana Lo setuju gak?" Rezki menaikturunkan alisnya.
"Baguslah kalau begitu." Radi mengacungkan jempolnya." Jadi kapan berangkat?" Tanyanya dengan antusiasnya.
"Gimana kalau besok?" Rezki balik bertanya untuk meminta pendapat sahabat sekaligus asisten pribadi yang sudah seperti saudara sendiri baginya itu.
Radi menganggukkan kepalanya lalu menegapkan posisinya sambil menghadap ke arah Rezki.
"Ok siap Tuan Muda!" Serunya dengan menaruh tangannya diatas keningnya seperti sikap hormat bendera.
"Ya udah pergi sana!" Perintah Rezki dengan mengibaskan tangannya.
Radi kembali menganggukkan kepalanya lalu membalikkan badannya, dia tersenyum-senyum sendiri karena sangat bahagia dapat mengajak istrinya liburan sekaligus honeymoon, dia juga sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan kedua orang tua kandungnya sekalian memperkenalkan Dira kepada mereka.
Rezki bergegas melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya, namun baru saja dia menaiki anak tangga kedua Radi kembali datang menghampirinya.
"Hey Bro kita kesana naik pesawat jam berapa? Biar nanti gue urus tiketnya!" Seru Radi sambil berdiri di bawah tangga.
"Kita naik jet pribadi gue, jam sembilan pagi." Sahut Rezki lalu berjalan kembali menaiki tangga yang berbentuk setengah lingkaran itu.
"Ok." Radi menyatukan ibujari dan telunjuknya lalu melangkahkan kakinya keluar menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah Rezki.
-
Setelah masuk ke dalam kamarnya Rezki berjalan mengendap-endap mendekati istrinya untuk mengejutkannya.
"Dor!" Serunya dari belakang sambil menepuk bahu kekasih halalnya itu dengan kedua tangannya.
Namun ternyata Arshi tertidur pulas dengan posisi duduk bersandar di sofa yang ada dalam kamarnya itu, sedangkan film yang ditontonnya masih berlangsung dengan adegan paling romantis, hingga membuat Rezki harus meneguk salivanya berkali-kali. Dia berusaha untuk meredam hasratnya yang kembali menjalari tubuhnya dengan menekan tombol off, CEO tampan itu lalu menggendong wanita yang telah mengandung buah cintanya itu ke tempat tidurnya.
Kenapa kamu harus tidur sich Sayang? Aku kan mau melanjutkan permainan kita yang sempat tertunda tadi." Batinnya sambil menekuk wajahnya karena sangat kecewa dengan istrinya.
Walaupun begitu dia tetap memberikan kecupan mesra di perut dan kening kekasih halalnya itu, diapun akhirnya berbaring di samping istrinya sambil merengkuhnya ke dalam pelukannya.
Sabar ya Rezki nanti juga bisa buka puasa lagi kalau sudah waktunya, hehehe.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1
See you next time!