Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#92 "Mengungkap Misteri"


__ADS_3

Happy reading guys!


Keesokan harinya sebelum berangkat ke kantor Radi dan Dira mampir ke rumah sakit untuk menjenguk Arshi sekaligus menemui Rezki tentunya. Sebab sahabat sekaligus saudara angkatnya itu mulai bermain rahasia dengannya, itulah yang ada pikiran Radi tentang Rezki sejak menemukan foto anak kecil di ruangan CEO tampan tersebut.


Tok...tok...tok...Radi mengetuk pintu kamar rawat Arshi setelah bertanya kepada resepsionis rumah sakit dimana letaknya.


Ceklek... Rezki membukakan pintunya.


"Assalamualaikum." Ucap Dira mewakili suaminya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki sembari menatap ke arah Radi dan Dira dari atas kebawah." Silahkan masuk." Ujarnya sambil memiringkan badannya untuk memberikan akses masuk kedalam.


Radi menggandeng tangan istrinya lalu menghampiri Arshi yang tengah sibuk memainkan handphonenya, dia tersenyum-senyum melihat postingan Wavi dan Lida yang tengah asyik menikmati kado spesial honeymoon mereka.


"Sayang." Panggil Rezki sambil duduk di samping istrinya.


"Iya." Singkat Arshi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya.


Rezki mengambil benda pintar itu dari tangan istrinya untuk mengalihkan perhatiannya lalu berkata.


"Tuh ada Radi sama Dira." Tunjuknya dengan


matanya dan dagunya lalu meletakkan handphone kekasih halalnya itu diatas meja kecil yang ada di sampingnya.


"Maaf ya aku gak tau kalian ada disini." Ucap Arshi sambil menangkupkan kedua tangannya di atas dada.


"Gak papa kok." Dira dan Radi mengulas senyumnya.


"Gimana keadaan Lo hari ini?" Tanya Radi sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


"Alhamdulillah udah lebih baik dari kemarin." Jawab Arshi seraya tersenyum menatap ke arah Radi dan Dira.


"Syukurlah kalau begitu." Radi mengulas senyumnya.


Lalu mengalihkan pandangannya ke arah Rezki yang selalu menempel bagaikan perangko kepada istrinya. Sebab CEO tampan itu tanpa tahu malu terus menciumi pipi wanita yang sangat dicintainya itu.


Dasar suami bucin!" Batinnya sambil memutar bola matanya jengah.


"Ada yang perlu gue tanyain sama Lo." Ujarnya dengan nada seriusnya.


"Nanya apa sich?" Rezki mengangkat satu alisnya.


Radi merogoh saku celananya lalu mengeluarkan foto yang didapatnya kemarin dari dompetnya.


"Lo dapat foto ini darimana?" Tanyanya sambil memperlihatkan kepada Rezki.


"Dari kedua orang tua yang nolongin gue sama Arshi waktu kami terdampar di hutan yang ada Bali." Jujur Rezki sembari menatap ke arah foto tersebut.


"Dimana mereka sekarang?" Radi kembali bertanya untuk mengorek informasi tentang kedua orang tua itu.


"Di hutan yang sangat jauh dari pemukiman penduduk, perlu waktu satu hari penuh untuk sampai kesana. Kita juga harus melewati hutan yang cukup lebat, sungai yang arusnya deras dan gunung yang mengelilinginya." Jawab Rezki sambil mengenang kembali perjalanan survival nya.


"Kenapa mereka tinggal di tempat seperti itu?" Radi mengerutkan keningnya sembari menunggu jawaban dari Rezki.


"Dari ceritanya mereka berdua sengaja untuk menghindari semua orang yang mengenalnya karena malu selalu di bully dan dikucilkan, sejak mereka bangkrut serta kehilangan anak semata wayangnya." Rezki menceritakan apa yang diketahuinya secara detail tanpa mengurangi dan melebihkannya.


"Tolong bantu cariin anak kecil yang ada di foto ini sampai dapat ya." Pinta Arshi karena baru ingat dengan janji suaminya kepada kedua orang tua itu.

__ADS_1


"Umumkan secepatnya di medsos, media cetak dan elektronik tentang anak hilang ini." Perintah Rezki dengan menekankan kata-katanya.


"Gak usah!" Tolak Radi dengan tegasnya.


"Loh kok gitu!" Seru Arshi karena sangat terkejut mendengarnya.


Sebab tidak biasanya Radi berani menolak perintah dari suaminya meskipun itu sangat sulit dilakukannya, dia pasti akan selalu berusaha melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sesuai keinginan tuan muda Rezki Aditya Pratama tersebut.


"Apa alasannya Lo berani menolak perintah gue?" Rezki menatap tajam kearah Radi dengan meninggikan intonasi suaranya.


"Karena anak kecil yang ada di foto itu adalah diri gue sendiri!" Jawab Radi dengan menekankan kata-katanya.


"Apaaaa!" Rezki dan Arshi sangat terkejut dibuatnya.


Mereka menatap lekat wajah Radi dan anak kecil yang ada di foto itu dengan seksama.



"Menurut kamu mirip gak Sayang?" Rezki melirik kearah istrinya yang ada di sampingnya.


"Mirip sich tapi lebih ganteng yang sekarang." Jawab Arshi seraya menyunggingkan senyumnya.


"Gak usah memuji laki-laki lain dihadapan ku!" Rezki mendelik tajam ke arah istrinya.


"Maafin aku Yank." Bujuk Arshi sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


"Ok, aku maafin tapi ada syaratnya." Bisik Rezki ditelinga istrinya.


"Loh kok gitu!" Arshi memajukan bibirnya karena suaminya selalu minta imbalan bila cemburu melanda hatinya.


"Gak usah menggodaku dengan bibirmu itu Sayang." Rezki langsung mengecup bibir istrinya sekilas.


"Kalau begitu kita akan jemput mereka secepatnya." Tegas Rezki sembari menatap ke arah Radi.


"Sekalian aja ajak mereka berdua tinggal disini Yeobo." Ujar Dira ikut menimpali.


"Ok Anae." Radi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti menatap wajah cantik istrinya.


"Kita berangkat ke sana setelah istri gue udah gak sakit lagi." Ujar Rezki sambil mengelus-elus perut istrinya.


"Baiklah Tuan Muda." Radi kembali menganggukkan kepalanya dengan sapaan formalnya.


"Kami mau ke kantor dulu ya." Pamit Dira mewakili suaminya." Semoga kamu cepat sembuh ya Shi." Doanya sambil cipika cipiki dengan Dokter spesialis anak itu.


"Aamiin ya mujibassailin." makasih ya Dira udah ditengokkin." Ucap Arshi seraya mengulas senyumnya.


"Iya sama-sama, ini buat kamu." Dira menyerahkan paper bag yang dari tadi ditentengnya.


"Apa ini? Kenapa kamu harus repot-repot bawa buah tangan?" Arshi menatap sendu kearah Dira.


"Gak repot kok! Kebetulan tadi malam aku bikin bolu kukus pelangi, jadi sekalian aja aku bawain buat kamu sama baby twins." Dira mengulas senyumnya lalu mengelus perut Arshi dengan lembut.


-


"Gimana istri Lo udah isi belum?" Tanya Rezki sambil menyenggol bahu Radi.


"Doain aja ya." Jawab Radi seraya tersenyum penuh arti menatap ke arah istrinya.

__ADS_1


"Yaudah kami permisi dulu, assalamualaikum." Pamit Radi mewakili istrinya lalu menggandeng tangan kekasih halalnya itu.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki dan Arshi serempak.


-


Setelah kepergian Radi dan Dira. Pasangan suami istri itu langsung membuka paper bag yang diberikan Dira, lalu memakan kue bolu kukus pelangi tersebut.


"Enak banget Yank, aku jadi ingat kue buatan Mamah." Ujar Arshi sambil mengunyah kue nya.


"Kalau Mamah pintar buat kue macam-macam, kenapa gak bikin toko kue aja Sayang?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya.


"Papah yang gak ngizinin Yank. Kata Papah, Mamah gak usah mikir untuk cari uang sendiri. Papah masih bisa menafkahi keluarganya, Mamah cukup jadi ibu rumah tangga aja, biar fokus melayani suami sama anak-anaknya." Jawab Arshi menjelaskan alasannya.


"Aku juga sebenarnya maunya kamu jadi ibu rumah tangga aja Sayang, biar fokus melayani aku sama anak-anak kita nantinya." Rezki mengungkapkan keinginannya yang selama ini dipendamnya.


"Aku belum bisa memutuskan Yank, liat nanti aja ya." Arshi menatap sendu kearah suaminya.


Sebab dia masih ingin mengabdikan dirinya di rumah sakit keluarganya itu.


"Aku gak mau memaksamu untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani kamu Sayang." Rezki membelai wajah cantik istrinya dengan lembut." Aku gak akan mengekangmu Sayang, lakukanlah apa yang kamu inginkan. Asal kamu bisa membagi waktumu untuk aku dan anak-anak kita kelak." Ujarnya dengan nada sangat lembut.


"Makasih Yank, kamu selalu berusaha mengerti apa yang aku mau." Arshi langsung memeluk tubuh suaminya karena sangat terharu mendengar apa yang dikatakan kekasih halalnya itu.


"Iya sama-sama Sayang." Rezki merengkuh tubuh istrinya lalu menciumi puncak kepalanya.


-


Sementara itu di tempat lain tepatnya di atas roof top gedung yang berseberangan dengan rumah sakit keluarga Setiawan.


Tampak seorang wanita paruh baya bersama wanita cantik nan seksi sekutunya dan anak buahnya bersiap-siap untuk melakukan rencananya.


Mereka semua memantau kamar VVIP yang ditempati Arshi dengan alat penyadap suara, komplotan orang-orang yang berniat jahat itu menunggu sampai Rezki lengah dan meninggalkan wanita yang telah mengandung buah cintanya itu meskipun hanya sebentar.


"Kita pancing Rezki keluar dari kamar istrinya lalu jalankan tugas kalian." Perintah wanita paruh baya yang berpenampilan glamor itu.


"Ok." Sahut para anak buahnya itu sambil membawa senjatanya masing-masing.


"Ingat jangan sampai meleset sedikitpun!" Tegas wanita cantik yang selalu berpakaian seksi itu.


-


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Siapakah kedua wanita yang berbeda usia itu?


Kenapa mereka berdua memerintahkan anak buahnya untuk mencelakai Arshi?


Tunggu episode berikutnya ya!


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Aku akan berusaha menamatkan cerita ini sebelum bulan Ramadhan tiba, karena aku akan Hiatus dulu untuk sementara waktu.


Semoga kalian selalu suka dengan karya recehku ini ya.

__ADS_1


See you next time!


__ADS_2