
Happy reading guys!
Dua bulan kemudian kehamilan Arshi dan Wava sudah memasuki trimester kedua.
Sedari awal kehamilannya Wava tidak mabuk berat separah Arshi, bahkan tidak merepotkan Arsha sama sekali dengan segala keinginan ngidamnya.
Setelah melewati masa-masa beratnya di trimester pertama kehamilannya, Arshi akhirnya bisa bernafas lega karena tidak lagi mengalami morning sicknees. Sekarang di trimester kedua kehamilannya justru suaminya lah yang merasakannya.
Rezki mengalami mabuk berat setiap kali berjauhan dengan wanita yang telah mengandung buah cintanya itu, dia selalu merasa tidak enak badan, mual dan muntah ketika berada dekat dengan orang lain khususnya wanita.
Semua itu membuatnya terpaksa harus bekerja dari rumah dan meminta kekasih halalnya itu untuk mengambil cuti hamil lebih awal supaya bisa menemaninya setiap saatnya.
-
Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, cahayanya mengintip dari celah jendela kaca besar yang ada di dalam kamar CEO muda tampan yang kembali tertidur pulas setelah selesai menunaikan sholat subuh berjamaah bersama istrinya. Dia mengerjabkan matanya ketika merasa silau terkena sinar matahari yang menerpa wajah tampannya itu, dia lalu meraba-raba tempat tidur yang ada di sampingnya untuk memeluk erat guling hidupnya yang selalu menjadi candu baginya itu.
"Sayang!" panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.
Namun tidak ada jawaban dari kekasih halalnya itu karena memang tidak ada siapa-siapa disana selain dirinya sendiri. Karena merasa tidak tanda-tanda keberadaan istrinya Rezki akhirnya mengucek matanya lalu mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
"Sayangggg!" Panggilnya kembali dengan lantangnya.
Hingga suaranya menggema di dalam kamar yang kedap suara itu. Dia akhirnya beranjak dari tempat tidurnya lalu mencari wanita yang sangat dicintainya itu disetiap sudut kamarnya. Dia berjalan ke arah balkon, ruang kerjanya yang terletak di balik lemari perpustakaan mininya, bioskop pribadinya, walk in closet hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi karena rasa mualnya sudah tidak bisa ditahannya lagi.
Ceklek... Rezki membuka pintu kamar mandinya dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan sekelilingnya. Dia lalu berjongkok di depan closed untuk mengeluarkan apa yang sudah masuk ke dalam perutnya tadi malam.
Hoek...Hoek...Calon Papah muda itu selalu saja begitu bila tidak ada istrinya disampingnya.
Arshi yang tengah asyik berendam di dalam bathtub langsung bergegas menghampiri suaminya tanpa mengenakan sehelai benangpun. Dia memijit tengkuk kekasih halalnya itu dengan lembut sampai akhirnya kekasih halalnya itu berhenti muntah-muntah.
Rezki mencuci mulutnya lalu membalikkan badannya kemudian merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
"Kenapa tadi kamu gak bangunin aku Sayang?" Tanyanya dengan nada manja sambil menghirup aroma wangi tubuh istrinya yang bisa menjadi obat paling mujarab untuk menghilangkan rasa mualnya.
"Kamu tadi tidurnya nyenyak banget Yank, aku gak tega bangunin kamu." Jawab Arshi seraya mengulum senyumnya.
Sebab CEO tampan yang terkenal kharismatik, tegas dan berwibawa itu sering bertingkah seperti anak kecil bila sudah berdekatan dengannya.
"Aku tadi bingung banget nyariin kamu Sayang." Rezki semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak mau melepaskannya lagi.
"Maafin aku Yank." Ucap Arshi sambil mengusap punggung suaminya.
"Ok, aku mau maafin kamu tapi ada syaratnya." Rezki memberi jarak antara mereka berdua lalu menatap lekat mata hazel milik istrinya.
"Apa syaratnya?" Arshi mengangkat satu alisnya menatap wajah tampan suaminya yang terlihat pucat sehabis muntah.
"Layani aku sampai aku benar-benar puas dengan goyanganmu yang paling hot!" Bisiknya dengan nada sangat menggoda.
"Apaaaa!" Arshi membulatkan matanya dengan sempurna.
"Kalau kamu keberatan aku gak bakal maafin kamu!" Rezki melipat tangannya di atas dada sembari menatap tajam ke arah istrinya.
"Selalu aja gitu!" Kesal Arshi sambil memajukan bibirnya.
"Jangan menggodaku dengan bibirmu itu Sayang, apalagi kamu kayaknya udah benar-benar siap." Rezki menaikturunkan alisnya menatap istrinya dari atas kebawah.
Arshi meneguk salivanya lalu menutupi area sensitifnya karena baru sadar dengan tubuh polosnya.
Rezki memangkas jarak antara mereka berdua lalu menempelkan bibirnya kebibir ranum yang selalu menjadi candunya itu, dengan lembut namun menuntut untuk melakukan hal yang lebih daripada itu. Tanpa melepaskan tautan bibirnya dia menggendong tubuh kekasih halalnya itu menuju bathtub lalu menurunkannya secara perlahan.
"Berikan servis yang memuaskan untukku Sayang." Pintanya sambil mendudukkan istrinya dipangkuannya dengan posisi saling berhadapan.
Arshi yang sudah ***** karena Rezki terus memainkan tangannya di area sensitifnya langsung menganggukkan kepalanya lalu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai keinginan suaminya. Hingga hampir satu jam lamanya mereka berdua bergantian memberikan kepuasan kepada kekasih halalnya itu, barulah mereka menyelesaikan proses mandi plus-plus nya. Keduanya keluar dari kamar mandi lalu masuk ke dalam walk in closet untuk memilih pakaian luar dan dalam mereka.
"Yank aku sama baby twins laper." Rengek Arshi dengan nada manja sambil duduk di pangkuan suaminya setelah memakai pakaiannya.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Rezki mengelus-elus perut istrinya yang mulai terlihat membuncit itu.
"Aku mau makan soto Banjar tapi kamu yang masak ya, pliss." Arshi menangkup kedua tangannya di atas dada dengan menampilkan mata Poppy eyes nya.
"Ok, tapi kamu harus temenin aku masak ya, supaya aku gak mual dan muntah lagi." Pinta Rezki sembari menciumi pipi istrinya.
"Iya, Pah." Singkat Arshi dengan menirukan suara anak kecil.
"Jangan menggodaku lagi dengan suaramu itu Sayang, bikin aku gak tahan untuk tidak memakanmu!" Rezki mencubit hidung istrinya dengan gemesnya.
"Ishh sakit Yank!" Arshi menepis tangan suaminya lalu beranjak dari duduknya.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu sambil menghentakkan kakinya karena kesal dengan ulah suaminya yang mencubit hidungnya sampai memerah.
"Heyy tungguin Sayang! Jangan ngambek gitu dong!" Rezki mensejajarkan langkah kakinya mengikuti langkah istrinya.
Mereka berdua akhirnya turun ke bawah menuju dapurnya, lalu menyiapkan bahan-bahan untuk keperluan memasaknya sambil diiringi canda tawa yang senantiasa mengiringi kebersamaan calon papah dan mamah muda itu karena Rezki selalu menggoda istrinya dengan berbagai macam tingkah lakunya.
-
Sementara itu di tempat lain tepatnya di rumah Arsha dan Wava. Mereka berdua baru saja selesai memanen berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan di belakang rumahnya yang ditanam oleh Arsha sendiri.
"Bee kita ke rumah Arshi sama Rezki yuk! Sekalian ngasih sayuran dan buah-buahan segar ini." Ajak Wava sambil memasukkan ke dalam tas.
"Ok." Singkat Arsha sembari menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai menyiapkan segala sesuatunya Arsha dan Wava masuk ke dalam mobilnya lalu melakukan perjalanan menuju rumah saudaranya itu. Tiga puluh menit kemudian sampailah mereka didepan rumah Rezki dan Arshi.
Tin...tin...Arsha membunyikan klakson mobilnya supaya satpam yang berjaga di depan pintu gerbang mengetahui kedatangannya.
"Assalamualaikum." Sapa Arsha dan Wava seraya mengulas senyumnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab satpam itu dengan wajah datarnya.
"Rezki sama Arshi ada di dalam kan Pak?" Tanya Arsha sembari menatap wajah satpam yang sudah tidak lagi muda namun tampak masih sangat gagah itu.
__ADS_1
Rezki sengaja memperkerjakan orang-orang yang terlatih dalam berbagai macam ilmu beladiri untuk menjaga rumahnya dan terutama istrinya. Disekitar sana juga banyak para bodyguard bayangan yang menyamar sebagai penjual kue, es krim, bakso dan lainnya untuk memantau situasi dan kondisi dirumah itu.
"Maaf anda berdua ini siapa ya dan ada keperluan apa dengan tuan rumah disini?" Bukannya menjawab satpam itu justru balik bertanya.
Sebab dia baru saja menggantikan posisi satpam yang biasanya berjaga di pos itu karena berganti shift.
"Saya saudara kandungnya Arshi dan ini istri saya sepupunya Rezki Aditya Pratama." Jawab Arsha menjelaskan.
"Nama kalian berdua siapa?" Tanyanya lagi berusaha memastikan.
"Arsha dan Wava." Sahut pasangan suami istri itu serempak.
"Ok, kalau begitu tunggu sebentar ya." Satpam itu langsung menuju pos jaga lalu menghubungi nomor telepon rumah.
📞"Assalamualaikum. Bi disini ada dua orang tamu yang bernama Arsha dan Wava, mereka ingin bertemu dengan Tuan Muda dan Nyonya Muda.
☎️"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sebentar ya aku sampaikan kepada Tuan dan Nyonya Muda dulu." Jawab Bi Sri lalu melangkahkan kakinya menuju dapur tempat Rezki dan Arshi sedang asyik memasak berdua.
"Assalamualaikum. Maaf mengganggu, diluar ada dua orang tamu yang bernama Arsha dan Wava ingin bertemu dengan Tuan dan Nyonya Muda.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Suruh mereka berdua masuk Bi." Jawab Arshi mewakili suaminya.
"Ngapain mereka berdua kesini Sayang? Gangguin aja!" Kesal Rezki sebab dia tidak mau bertemu dengan Wava yang suka menggodanya karena tidak bisa jauh dari Arshi.
-
Setelah dipersilahkan masuk kedalam rumah Arsha dan Wava langsung menemui Rezki dan Arshi didapur.
"Kalian berdua lagi masak apa?" Wava menengok panci diatas kompor.
"Soto." Jawab Arshi mewakili suaminya yang langsung menghindar dari samping Wava.
"Kebetulan banget kami juga udah laper." Ujar Arsha seraya mengulas senyumnya sambil duduk di kursi meja makan.
"Kalian berdua ngapain sich kesini?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap Wava dan Arsha secara bergantian.
"Ini kami mau ngasih hasil panen sayur dan buah-buahan segar yang ditanam di kebun belakang rumah." Wava memberikannya kepada Arshi.
"Makasih ya." Ucap Arshi seraya mengulas senyumnya.
"Kita bikin rujak yuk Shi!" Ajak Wava sambil menarik tangan sahabat sekaligus iparnya itu.
"Ok, tapi kita makan soto dulu ya." Tolak Arshi dengan halus." gue sama baby twins udah laper banget Va." Ujarnya sambil mengusap perutnya sendiri.
"Sip." Wava mengacungkan jempolnya lalu membantu menyiapkan piring dan gelas diatas meja makan.
"Lo pakai parfum apa sich Va, baunya gak enak banget!" Rezki menutupi hidungnya dengan tangannya.
"Itu sich penciuman Lo aja yang bermasalah! Orang wangi kayak gini di bilang bau!" Kesal Wava sambil memajukan bibirnya.
"Tutupin aja hidung kamu pakai tisu Yank." Ujar Arshi menyarankan supaya suaminya tidak merasa mual.
Rezki langsung menggeser posisi duduknya untuk merapat ke arah kekasih halalnya itu, sebab Arshi duduk di kursi yang ada di ujung meja. Dia menelusupkan wajahnya kebawah ketiak wanita yang sangat dicintainya itu untuk menghirup aroma wangi tubuhnya.
"Gue juga sebenarnya gak pengin kayak gini, tapi mau gimana lagi. Setiap mencium wangi parfum wanita lain gue benar-benar enek banget jadinya." Sahut Rezki setelah puas menghirup aroma wangi tubuh istrinya lalu memasukkan tisu kedalam lubang hidungnya.
"Dasar emang Lo nya aja yang manja!" Ketus Wava sambil mendelik ke arah sepupu sekaligus iparnya itu.
"Sudahlah gak usah di bahas lagi, lebih baik kita makan aja yuk!" Arshi berusaha mengalihkan pembicaraan sambil menyajikan soto yang sudah siap disantap.
Setelah selesai menyantap makan siangnya, mereka berempat melangkahkan kakinya menuju taman belakang rumah, lalu duduk di gazebo yang tersedia di sana.
"Kalian berdua gak ke rumah sakit?" Tanya Arshi sambil mengusap kepala suaminya yang berbaring di pagkuannya.
"Kami lagi free." Jawab Wava mewakili suaminya.
"Ohh." Arshi membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.
"Katanya mau bikin rujak? Kenapa buahnya gak di bawa ke sini aja sekalian?" Tanya Rezki sambil menciumi perut istrinya dari balik bajunya.
"Nantilah Ki, kita semua kan habis makan! Rasanya masih kenyang banget." Jawab Wava sembari mengusap perutnya yang mulai membuncit.
"Kenapa disekitar rumah kalian sekarang banyak orang-orang berjualan?" Arsha mengerutkan keningnya menatap ke arah Arshi dan Rezki.
"Bagus kan biar gak jauh-jauh lagi kalau ada yang pengin jajan." Jawab Rezki seraya tersenyum penuh arti.
"Tapi anehnya menurut gue para pedagang itu gak seharusnya ada di lingkungan perumahan elite seperti ini." Ujar Arsha mengungkapkan pendapatnya.
"Mereka semua para bodyguard bayangan suruhan gue yang sengaja menyamar, sebab ada orang-orang yang selalu ingin mencelakai Arshi. Apalagi dia sekarang lagi hamil! Gue gak mau sesuatu hal yang buruk terjadi lagi sama dia." Bisik Rezki ditelinga iparnya itu.
"Ohh pantesan." Arsha menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud iparnya itu.
"Kenapa harus bisik-bisik sich Yank? Ada yang kalian rahasiakan dari kami ya!" Arshi melipat kedua tangannya di atas dada sembari menatap tajam ke arah suami dan saudara kembarnya itu.
Rezki dan Arsha menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari bertatapan langsung dengan Arshi.
-
Sayup-sayup terdengar suara azan zhuhur dari speaker mesjid yang ada di dekat rumah, Arsha dan Rezki segera beranjak dari duduknya lalu menunaikan sholat zhuhur berjamaah di mesjid terdekat. Sesudah menunaikan kewajibannya masing-masing sebagai seorang muslim yang taat kepada sang pencipta segalanya, mereka berempat langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat rujak buah.
Arshi bertugas mencuci dan mengupas buahnya sedangkan Wava menyiapkan bumbu rujaknya. Arsha mengulek bumbunya dan Rezki memotong-motong buah-buahannya lalu meletakkan di atas piring.
Mereka berempat benar-benar menikmati rujak buah segar itu sampai habis tidak bersisa, sambil menonton film drama romantis di ruang keluarga. Hingga akhirnya mereka berempat terlelap dalam posisi duduk sambil merangkul pasangannya masing-masing.
-
Sore harinya setelah menunaikan shalat ashar berjamaah Rezki dan Arshi mengantarkan saudaranya itu sampai ke depan mobilnya yang terparkir di halaman rumah mereka.
__ADS_1
"Hati-hati dijalan ya." Ujar Arshi mengingatkan saudaranya itu.
Arsha menganggukkan kepalanya lalu menyalakan mesin roda empatnya itu.
"Kami pulang dulu ya, sampai ketemu lagi." Pamit Wava sambil melambaikan tangannya.
Rezki dan Arshi membalas lambaian tangan Wava lalu masuk kembali kedalam rumahnya.
-
"Yank tolong kamu jawab dengan jujur." Pinta Arshi setelah mereka berdua duduk di sofa.
Arshi duduk bersila di atas sofa lalu menatap wajah tampan suaminya dengan sangat intens.
"Kamu mau tanya apa Sayang?" Rezki menaikan satu alisnya menatap wajah cantik istrinya.
"Apakah kamu sudah tahu siapa dalang di balik semua peristiwa yang terjadi sama kita selama ini?" Tanya Arshi dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
"Aku masih menyelidikinya secara detail supaya bisa mengumpulkan bukti-bukti Sayang." Jujur Rezki sambil membelai wajah cantik istrinya dengan lembut.
Sebab dia tidak mau gegabah dalam bertindak untuk menindak lanjuti laporan dari orang-orang suruhannya yang selama ini membantunya menyelidiki semua orang yang memang patut dicurigainya.
"Apakah orang itu sangat dekat dengan kita?" Arshi berusaha mengorek informasi tentang siapa dalang dibalik semuanya.
"Kamu gak usah mikirin macam-macam Sayang, cukup jaga kesehatan dan baby twins yang ada di dalam sini." Rezki merebahkan tubuh istrinya dengan lembut supaya bisa leluasa menciumi perutnya.
"Aku cuma penasaran aja Yank, habisnya kamu juga sich yang bikin aku kepikiran." Kilah Arshi sambil mengusap kepala suaminya yang ada diatas perutnya.
"Kapan kamu USG lagi Sayang?" Tanya Rezki untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kayaknya seminggu lagi dech Yank." Jawab Arshi sambil menahan tawanya karena merasa geli akibat suaminya memainkan lidahnya di perutnya.
"Hahaha...Arshi tidak bisa lagi menahan tawanya." Udah Yank hentikan!" Ujarnya dengan mengacak-acak rambut suaminya.
Bukannya berhenti Rezki justru semakin bersemangat untuk menggoda istrinya dengan menggelitik pinggangnya.
-
Tidak lama kemudian datanglah Radi dan Dira sambil membawa map yang berisi berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Rezki.
"Assalamualaikum." Ucap mereka berdua sambil berjalan masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Bi Sri seraya mengulas senyumnya menatap pasangan yang baru dua bulan menikah itu berjalan bergandengan tangan dengan mesranya.
"Tuan Muda ada di mana Bi?" Tanya Radi sambil menatap wajah asisten rumah tangga yang berbadan besar itu.
"Tuh di ruang tengah, lagi asyik bercanda sama istrinya." Tunjuk bi Sri dengan matanya.
Radi dan Dira mengalihkan pandangannya mengikuti petunjuk dari bi Sri, lalu melangkahkan kakinya menuju ke tempat Rezki dan Arshi berada.
"Wahhh enak banget ya Tuan Muda kerja dari rumah bisa santai-santai sambil godain istrinya!" Seru Radi sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
Rezki langsung menghentikan apa yang dilakukannya kepada istrinya, Arshi pun akhirnya bisa bernafas lega karena sudah kewalahan menghadapi kejahilan suaminya.
"Ngapain Lo berdua kesini? Gangguin aja!" Rezki menekuk wajahnya setelah membantu istrinya duduk kembali.
"Nich banyak berkas-berkas yang perlu Lo tandatangani." Radi meletakkan map yang dibawanya diatas meja.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu melakukan tugasnya sebagai pemimpin perusahaan.
"Kalian berdua mau minum apa?" Tawar Arshi sambil beranjak dari duduknya.
"Gak usah repot-repot Shi." Jawab Dira seraya tersenyum.
"Apa aja Shi yang penting bisa nyegerin tenggorokan sama makanannya sekalian juga gak papa." Radi mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Jangan ngelonjak Lo ya!" Rezki mendelik tajam ke arah Radi.
Hehehe..." Peace Bos!" Ujar Radi sambil mengangkat telunjuk dan jari tengahnya hingga membentuk huruf V.
"Ok, tunggu sebentar ya." Arshi melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuatkan makanan dan minuman.
Baru lima menit ditinggal oleh istrinya Rezki langsung berlari menuju dapur untuk memuntahkan apa yang sudah masuk ke dalam perutnya di wastafel yang ada di sana, sebab dia benar-benar tidak tahan mencium aroma parfum yang di pakai oleh Dira.
Hoek...Hoek...Rezki muntah-muntah lagi.
Arshi yang tengah sibuk membuatkan makanan dan minuman untuk Radi juga Dira segera menghentikan aktivitasnya, lalu memijit tengkuk suaminya dengan lembut.
"Sayang." Sebut Rezki dengan nada manja setelah mencuci mulutnya.
Dia segera memeluk erat istrinya lalu menghirup aroma wangi tubuh kekasih halalnya yang selalu menenangkannya itu.
"Mau aku buatin wedang jahe?" Tawar Arshi sambil mengusap punggung suaminya.
"Gak usah Sayang! Aku cuma mau kamu selalu ada di dekatku sampai kapanpun juga." Rezki semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak mau melepaskannya lagi.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya bi Sri yang menyaksikan majikannya itu berpelukan didapur.
"Iya Bi, tolong antarkan makanan dan minuman itu buat Radi sama Dira." Jawab Rezki mewakili istrinya lalu mengajaknya kembali duduk di sofa.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya maaf ya aku gak bisa up setiap harinya karena kesibukan dunia nyata ku yang harus diutamakan terlebih dahulu.
Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian semua melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya!
See you next time!