
Happy reading guys!
Setelah hampir tiga jam mengantri di GraPARI barulah Rezki dipanggil untuk pengaktifan kembali nomer kartunya yang dulu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Arshi yang menunggu di tempat yang telah disediakan tampak mengantuk karena bosan dan kelelahan, dia yang awalnya menyandarkan kepalanya di bahu suaminya tanpa sadar merebahkan tubuhnya di sofa yang didudukinya, sebab Rezki langsung beranjak setelah dipanggil namanya.
"Mbak bangun Mbak, tolong geser saya juga mau duduk." Seorang laki-laki tampan dengan nada lembut membangunkannya.
Arshi mengerjapkan matanya, dia sangat terkejut melihat laki-laki yang ada dihadapannya bukan suaminya. Arshi langsung beranjak dari duduknya tanpa memperdulikan laki-laki yang terus menatapnya itu.
Mata wanita itu mengingatkanku pada kekasihku yang telah lama tiada, mungkinkah aku bisa memilikinya? Semoga, aamiin." Batinnya sembari terus menatap Arshi yang berdiri didepannya sambil mengedarkan pandangan matanya.
Arshi berusaha mencari sosok suaminya ditengah keramaian orang-orang yang antri menunggu giliran dipanggil oleh petugas customer servis GraPARI. Rezki yang kebetulan sudah selesai dengan urusannya segera menghampiri istrinya yang tampak kebingungan, lalu meraih tangan kekasih halalnya itu dari belakang. Arshi sangat terkejut dibuatnya karena mengira bahwa orang lain yang menyentuh tangannya, namun ketika mencium aroma parfum maskulin yang biasa dipakai oleh suaminya dia akhirnya langsung mengulas senyumnya.
"Kamu kenapa Sayang? Mencari aku ya? Udah kangen sama suamimu yang tampan ini? Atau takut aku ninggalin kamu sendiri disini?" Rezki menaikturunkan alisnya untuk menggoda istrinya yang bergelayut manja di lengannya sambil mendongakkan kepalanya menatap wajahnya.
"Ishh kamu narsis banget sich Yank! Siapa juga yang mencari kamu." Arshi mencubit perut six pack suaminya.
"Tapi kamu makin cinta kan sama suamimu yang narsis ini!" Rezki mencubit pipi istrinya dengan gemesnya.
"Kamu nyebelin Yank!" Arshi melepaskan tautan tangannya lalu pergi mendahului suaminya sambil menghentakkan kakinya menuju mobil yang terparkir apik di area parkir.
Ternyata wanita itu sudah memiliki kekasih rupanya, namun aku akan tetap mencari tau informasi tentang dia." Ujarnya bermonolog sambil terus memperhatikan Arshi hingga sampai parkiran lewat kaca besar yang menjadi pembatas gedung GraPARI itu.
-
"Mau cari makan? Apa sholat dulu Sayang?" Tanya Rezki sembari membukakan pintu mobil untuk wanita yang sangat dicintainya itu." Maafkanlah suamimu yang memang menyebalkan ini Sayang." Ucapnya sambil menatap lekat mata hazel istrinya lalu mencium keningnya.
"Mending kita sholat aja dulu Yank biar gak kepikiran lagi." Jawab Arshi dengan menyentuh dada bidang suami yang hanya berjarak beberapa centi darinya ketika membantunya untuk memakai seat belt nya.
"Baiklah Sayang kita cari mesjid terdekat dulu ya, habis itu baru kita cari makan." Rezki menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyum menawannya.
Rezki segera menutup pintu mobil di bagian samping istrinya lalu bergegas menuju kursi kemudinya, setelah duduk dia langsung memutar kunci kontaknya untuk menghidupkan mesin kendaraan roda empatnya itu. Dia melajukan mobilnya ke jalan raya untuk mencari mesjid terdekat. Ketika melihat mesjid yang ada di pinggir jalan dengan lahan parkir yang cukup luas Rezki segera memarkirkan mobilnya. Arshi yang sudah kebelet pipis bergegas membuka pintu mobil sendiri tanpa menunggu suaminya lagi membukakan pintunya.
"Jalan kaki aja Sayang gak usah lari!" Seru Rezki dari belakang karena sangat mengkhawatirkan kondisi kandungan istrinya.
"Iya!" Singkat Arshi sambil berjalan cepat.
Setelah buang air kecil dan berwudhu pasangan suami istri itu melaksanakan sholat Zuhur berjamaah. Sehabis menunaikan kewajibannya kepada sang pencipta mereka kembali melanjutkan perjalanan mencari restoran untuk makan siang.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Rezki mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Aku mau mie pangsit hijau asli sayuran Yank, pasti enak banget dimakan plus minumnya es kelapa muda ditengah terik matahari siang ini. Emmm yummy!" Arshi langsung membayangkannya dengan nada sangat menggoda selera.
"Ok my lovely wife!" Rezki mengacak rambut istrinya dengan gemesnya, karena Arshi selalu menginginkan sesuatu yang berwarna hijau.
Dia lalu memutar kembali kemudinya menuju parkiran sebuah restoran yang menawarkan berbagai macam menu berbahan dasar mie. Sebab tidak jauh dari jalan yang baru saja di lewatinya tadi. Setelah memarkirkan mobilnya di area parkir yang sudah disediakan, Rezki kembali membukakan pintu mobilnya untuk wanita yang telah mengandung buah cintanya itu, lalu menggandeng tangannya masuk ke dalam restoran. Pasangan suami istri itu memilih duduk dimeja yang paling ujung dekat pemandangan sebuah air terjun kecil yang didesain khusus seperti aslinya, pelayan restoran langsung menghampiri Rezki dan Arshi yang sibuk melihat daftar menu yang ada di atas meja.
"Mas sama Mbak nya mau pesan mie apa?" Tanya pelayan restoran sambil membawa buku catatannya.
"Mie ayam pangsit hijaunya dua porsi, es kelapa muda nya dua. Satu original gak usah dimasukkan gelas, pilihkan yang kulitnya warna hijau, satu lagi campur gula merah masukkan dalam gelas." Jawab Arshi mewakili suaminya yang sibuk mengotak atik handphonenya.
"Baik Mbak tunggu sebentar ya." Pelayan itu mencatat pesanan Arshi kemudian berlalu pergi ke pantry.
-
"Yank mulai besok aku mau bertugas lagi di rumah sakit, kamu gak keberatan kan?" Arshi menyentuh tangan suaminya yang diletakkan di atas meja untuk meminta izin darinya.
"Terserah kamu aja Sayang yang penting jangan sampai terlalu capek dan harus kabari aku setiap jamnya." Rezki menekankan kata-katanya.
"Kenapa harus tiap jam Yank? Kalau aku atau kamu sibuk gimana? Apa gak mengganggu aktivitas kita masing-masing?" Cecar Arshi tanpa jeda sambil menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan suaminya.
"Kalau kamu keberatan mending gak usah ke rumah sakit lagi sekalian." Jawab Rezki tanpa mengalihkan pandangannya dari handphonenya.
"Kok kamu gitu sich Yank? Itu sama aja kamu gak ngizinin aku untuk melakukan tugasku lagi!" Seru Arshi sambil beranjak dari duduknya.
Dia benar-benar kesal karena suaminya mulai mengekangnya, padahal Arshi sangat rindu dengan pekerjaannya sebagai seorang Dokter spesialis anak. Rezki mendongakkan wajahnya lalu memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya.
__ADS_1
"Sayang duduklah pesanannya belum datang nanti kamu sama baby kelaparan, jangan mudah emosi ya." Pinta Rezki dengan nada sangat lembut karena dia tahu istrinya semakin sensitif semenjak mengetahui kehamilannya." Aku cuma khawatir dengan kondisi kandungan kamu yang masih rentan itu Sayang. Apakah salah jika aku gak bisa jauh dari kamu?" Rezki menggenggam tangan istrinya lalu mengecupnya.
Arshi terdiam tanpa suara, dia tidak bisa lagi berkata-kata untuk menyangkal apa yang ungkapkan suaminya.
Jujur aku juga gak bisa jauh darimu Yank, entah mengapa sejak mengetahui kehamilanku yang sekarang rasanya aku ingin selalu berada dekat denganmu." Batinnya seraya menatap lekat wajah tampan suaminya yang juga menatapnya secara intens.
"Jujur sejak mengetahui kehamilanmu yang sekarang aku selalu ingin bermanja dan bercumbu denganmu Sayang." Rezki mengungkapkan isi hatinya tanpa memfilter apa yang diucapkannya.
"Semua yang kamu rasakan aku juga merasakannya Yank." Gumam Arshi namun masih terdengar di telinga suaminya.
Ternyata kita benar-benar sehati Sayang, i love you so much my lovely wife." Batin Rezki seraya tersenyum penuh arti.
Tidak berselang lama datanglah pelayan restoran membawakan pesanan Arshi tadi. Dua porsi mie ayam pangsit hijau dan kelapa muda yang sangat menyegarkan tenggorokan ketika diminum saat cuaca terik disiang hari.
Arshi langsung menambahkan sambel dan kecap manis dimangkok mie ayam pangsit hijaunya, dengan asap yang masih mengepul dia segera melahapnya. Rezki juga melakukan hal yang sama karena perutnya sedari tadi sudah keroncongan minta diisi.
☘️☘️☘️☘️☘️
Ditempat lain Radi yang sebelumnya tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan lemah akibat tabrak lari dari pengendara mobil yang sengaja mengarahkan kepadanya, tiba-tiba bertemu dengan orang yang pura-pura menolongnya lalu mengemudikan mobilnya. Orang yang mengaku bernama Dayat itu menyuruh Radi untuk beristirahat selama perjalanan menuju rumah sakit.
Radi yang merasa sakit di seluruh tubuhnya langsung memejamkan matanya. Setelah dirasanya Radi tertidur pulas Dayat segera membekap mulut Radi dengan obat bius yang sudah disiapkannya untuk melancarkan aksinya. Tanpa ada perlawanan dari Radi, Dayat mengarahkan mobil milik Radi ke markas persembunyiannya yang cukup jauh dari kota itu, yaitu ditempat penangkaran buaya. Sesampainya di sana Dayat menyuruh bawahannya untuk mengikat Radi ditiang dekat pintu kandang yang dipenuhi para buaya lapar.
Sore hari menjelang malam Radi terbangun dari tidurnya karena efek obat bius itu hanya lima jam lamanya. Dia tersentak kaget ketika melihat pemandangan dibawahnya, Radi berusaha menggerakkan tangannya yang sakit dan terikat kuat untuk mengirimkan sinyal SOS kepada Rezki melalui jam tangannya. Mereka berdua memang memakai jam tangan yang sama persis pemberian Riki Pratama papanya Rezki, yang dibuat khusus untuk digunakan apabila salah satu diantara mereka benar-benar membutuhkan bantuan secepatnya dalam keadaan bahaya. Asal masih ada sinyal analog disekitarnya, jam tangan itu akan mengirimkan sinyal SOS kepada salah satunya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Dirumahnya Rezki dan Arshi sudah bersiap untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, tiba-tiba jam tangannya terus berbunyi sehingga mengganggu konsentrasinya untuk beribadah.
"Kenapa jam tangan kamu mengeluarkan suara seperti itu Yank?" Arshi mengerutkan keningnya merasa ada yang salah dari ekspresi suaminya.
"Radi dalam bahaya Sayang, aku harus secepatnya mengabari Papa untuk mencari keberadaannya. Sebentar ya aku telpon Papa dulu." Rezki mengambil handphonenya yang diletakkan di atas nakas lalu menghubungi papanya.
📱"Assalamualaikum, ada apa Ki?"
📲" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pah Radi dalam bahaya, dia menghilang sejak siang tadi. Aku sudah mencarinya dan mencoba menghubungi handphonenya tapi gak aktif, sekarang dia mengirim sinyal SOS lewat jam tangan pemberian Papa." Jawab Rezki menjelaskan.
"Ok, kita bergerak setelah sholat Maghrib. Papa akan mengerahkan seluruh anak buah kita untuk berpencar mencari titik keberadaan Radi."
"Baik Pa, aku mau sholat berjamaah dulu sama istriku. Sampai ketemu di rumah utama setelah aku mengantar istriku ke rumah orangtuanya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Memang lebih aman istrimu dititipkan di rumah orangtuanya.
Rezki mengakhiri panggilan suaranya, lalu menunaikan sholat Maghrib berjamaah dengan istrinya. Setelah selesai sholat pasangan suami istri itu bersiap-siap untuk pergi ke rumah orangtuanya masing-masing.
"Doain kami semua ya Sayang, supaya bisa menemukan lokasi Radi secepatnya dan kembali dengan selamat." Rezki merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya ketika keluar dari mobil." Maaf aku gak bisa mengantarkanmu sampai ke dalam, bilang sama Papah, Mamah dan Arsha aku akan segera menjemputmu, bila sudah menemukan keberadaan Radi dan membawanya pulang kembali ketengah keluarga kita." Rezki menciumi puncak kepala istrinya lalu mengecup keningnya.
"Yank kamu hati-hati ya, jangan sampai kenapa-napa. Ingatlah aku akan selalu menunggumu disini bersama calon anak kita." Arshi memeluk erat tubuh suaminya karena sebenarnya dia tidak rela melepas kepergiannya.
"Sayang aku pasti akan kembali dalam keadaan apapun." Rezki melonggarkan pelukan istrinya lalu menangkup wajah kekasih halalnya itu.
Rezki mencium bibir istrinya dengan lembut sebagai tanda perpisahan untuk sementara waktu, lalu mengelus-elus perutnya yang masih rata.
"Papa pergi dulu ya Sayang, jangan nakal diperut mama. Jagain mama selama papa gak ada, papa akan segera kembali." Rezki berjongkok lalu mencium perut istrinya yang terlindung dibalik baju.
Arshi yang awalnya sangat sedih karena akan berpisah dengan suaminya, akhirnya mengulum senyumnya mendengar Rezki mengajak anaknya yang masih berkembang didalam perutnya berbicara.
"Iya Pa, aku pasti jagain mama, yang penting Papa harus pulang dalam keadaan selamat." Arshi menirukan suara anak kecil.
Rezki tersenyum mendengar suara istrinya yang menyahutinya, dia langsung berdiri lalu mencium kening istrinya sambil memejamkan matanya cukup lama.
"Masuklah Yank, aku akan masuk ke dalam rumah sakit bila kamu sudah pergi." Arshi mendorong tubuh suaminya kedalam mobil, karena Rezki tidak beranjak dari tempatnya.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu Sayang. Sepertinya aku juga gak bisa tidur nyenyak malam ini, karena gak ada kamu disampingku untuk kujadikan guling." Rezki menatap sendu ke arah istrinya yang berdiri di samping mobilnya.
__ADS_1
"Udahlah Yank, makanya cepatlah pergi dan pulanglah dengan selamat." Arshi mengecup bibir suaminya lalu menutup pintu mobilnya.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu menghidupkan mesin mobilnya menuju ke rumah orangtuanya. Arshi menatap mobil suaminya hingga hilang dari pandangan matanya, lalu segera melangkahkan kakinya menuju lantai paling atas menggunakan lift yang ada dalam rumah sakit. Sesampainya di rumah orangtuanya Arshi memencet bel pintu sambil terus menahan sesak di dadanya karena sedari tadi dia berusaha membendung air matanya. Khardha yang mendengar suara bel berbunyi segera beranjak dari duduknya lalu membukakan pintu.
-
"Assalamualaikum Mah." Arshi langsung menghambur ke pelukan mamahnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sayang kok kamu sendirian? Rezki mana?" Khardha menuntun anaknya masuk ke dalam rumah lalu mendudukkannya di sofa ruang keluarga.
"Kenapa Lo nangis Shi?" Tanya Arsha yang baru keluar dari kamarnya.
"Apa kamu bertengkar dengan Rezki?" Dokter Hasan ikut bertanya karena melihat anaknya yang tampak sangat bersedih.
"Enggak Pah, Mah, Sha. Aku cuma sedih aja karena Rezki ninggalin aku buat mencari keberadaan Radi yang hilang sejak siang tadi.
Arshi akhirnya menceritakan secara detail dari awal sampai akhir, kenapa Rezki harus pergi meninggalkannya. Dia juga menyampaikan permohonan maaf suaminya kepada keluarganya karena tidak bisa mengantarkannya sampai ke dalam rumah.
-
Sesampainya di rumah orangtuanya Rezki langsung menemui papanya untuk menyusun rencana mencari keberadaan Radi lewat sinyal yang dikirimkan kepadanya, dengan menggunakan peta yang ada di GPS. Setelah mengambil senjata api dan perlengkapan lainnya Riki, Rezki dan anak buahnya meluncur menggunakan dua buah mobil ke lokasi yang sudah mereka pastikan disitulah letak keberadaan Radi.
☘️☘️☘️☘️☘️
Hancur berantakan
Aku tak ada kamu disampingku Sayang
Walaupun cinta kita pasti akan bersatu kembali
Air yang tenang Menghilangkan jejak sempurna di tengah gelapnya malam ketika kamu pergi meninggalkan aku
Aku pasti akan selalu merindukan pelukan hangatmu disepanjang penantianku ini
Hariku akan selalu indah bila ada kamu disampingku
Kita hanya akan berpisah untuk kembali itulah janjimu kepadaku
Bersamamu takkan terganti kebahagiaan ini
Sebab kamu adalah sumber kebahagiaanku
Jangan pernah kau menyalahkan air mata yang membasahi pipiku
Aku di sini selalu menunggumu
Menghadirkan bayangan indah saat bercinta denganmu
Cepatlah kembali dengan selamat wahai kekasih hatiku
🌿🌿🌿🌿🌿
Bersambung...
☘️☘️☘️☘️☘️
Maaf ya teman-teman semuanya aku selalu telat up, karena kehidupan riil ku yang gak bisa aku abaikan begitu saja.
Maaf juga belum bisa berkunjung ke karya teman-teman author hebat yang selalu mendukung karya receh ku ini.
Insha Allah nanti malam aku akan berkunjung kepada kalian semua, kalau gak ada halangan lagi ya!
Salam sayang selalu dari author Khardha Love.
Tetap jaga kesehatan ya!
Sampai bertemu di episode selanjutnya.
I love you all !
__ADS_1