
Happy reading guys!
Malam harinya setelah selesai menunaikan sholat isya berjamaah dan menyantap makan malam, Rezki naik ke atas ranjang pasien istrinya yang memang cukup luas dan berukuran besar itu untuk ditempati mereka berdua. Dia berbaring di samping wanita yang sangat dicintai itu lalu menjadikan lengannya sebagai bantal kepala kekasih halalnya itu.
"Sayang...!" Panggil Rezki dengan nada sangat lembut sambil menciumi puncak kepala istrinya.
Arshi yang hendak memejamkan matanya karena sudah mengantuk akibat efek obat yang diminumnya, terpaksa kembali membuka indera penglihatannya.
"Iya ada apa Yank?" Arshi mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Kemarin Radi bilang dia akan melamar Dira setelah kamu bangun dari koma, sampai sekarang belum juga terealisasikan, gimana kalau kita bantu dia mewujudkan impiannya itu?" Rezki menatap wajah cantik istrinya sembari membelainya dengan lembut.
"Aku setuju banget Yank, rencananya kapan ngelamarnya?" Arshi mengerjabkan matanya sambil sesekali menguceknya.
"Nanti aku kasih tau lagi sama kamu kalau semuanya sudah siap. Sekarang tidurlah Sayang, kayaknya kamu udah ngantuk berat. Jangan lupa baca doa dulu ya, semoga mimpi indah istriku tercinta." Rezki mencium kening istrinya tanpa melepaskan bibirnya yang terus menempel dikening wanita yang sangat dicintai itu.
Hingga akhirnya keduanya terlelap dengan posisi seperti itu dan larut dalam mimpinya masing-masing.
🌿Kemesraan pengantin baru itu wajar menurut semua orang.
🌿Namun pengantin lama rasa baru itu yang luar biasa bagiku.
🌿Kebahagiaan itu sederhana bila kita selalu mensyukuri nikmat Allah yang tiada terhingga.
🌿Suka duka, susah senang bersama menjalani biduk rumah tangga.
🌿Sabar dan syukur adalah kunci utama untuk mencapai bahagia.
🌿Jadilah orang yang bisa selalu membahagiakan, bukan selalu ingin dibahagiakan.
🌿Terimalah pasangan kita apa adanya bukan ada apanya.
🌿Jangan menuntutnya untuk selalu sempurna, karena sesungguhnya pasangan suami istri itu saling menyempurnakan satu sama lainnya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Keesokan harinya setelah selesai sarapan pagi bersama Rezki menghubungi Radi untuk membantunya melamar Dira.
Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.
📲"Assalamualaikum Bro." Sapa Rezki dari balik line telepon seraya mengulas senyumnya.
Untuk memberikan semangat kepada istrinya yang terlihat masih pucat sambil duduk diatas ranjang pasien dan memperhatikannya.
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Radi sambil melangkahkan kakinya menuju mobilnya." Pasti Lo mau bilang..., gue gak bisa masuk kantor hari ini, tolong Lo handle semuanya." Radi menirukan kata-kata yang selalu keluar dari mulut Rezki setiap kali tidak pergi ke kantornya." Gue udah hafal kebiasaan Lo!" Ketus Radi karena kesal rencananya untuk melamar Dira secara romantis selalu tertunda, akibat banyaknya pekerjaan yang sering dilimpahkan Rezki kepadanya.
"Baguslah kalau Lo udah hafal kebiasaan gue. Jadi jangan kaget ya kalau nanti akan ada sesuatu yang bikin Lo nangis." Ujar Rezki dengan menekankan kata-katanya lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
"Dasar asisten gak ada akhlak, belum juga gue bilang apa-apa udah di sambut gitu!" Kesal Rezki lalu membanting handphonenya diatas sofa.
"Gak usah emosi Yank." Tegur Arshi dengan nada sangat lembut.
Sebab dia sangat terkejut melihat apa yang dilakukan suaminya, ketika menggerutu lalu membanting handphonenya.
"Iya Sayang." Rezki berjalan mendekati istrinya lalu duduk di sampingnya." Kamu udah minum obat?" Tanyanya sambil menyelipkan rambut istrinya kebelakang telinganya.
"Udah baru aja." Jawab Arshi sembari merebahkan tubuhnya." Kamu gak ke kantor?" Arshi mengerutkan keningnya menatap suaminya yang hanya memakai baju santainya.
"Gak Sayang, aku mau temenin kamu aja." Jawab Rezki seraya tersenyum penuh arti.
Biar gak ada lagi Dokter yang berani menyentuhmu tanpa seizinku." Batinnya ketika mengingat kejadian kemarin waktu di UGD.
-
Dasar Tuan muda gak ada akhlak! Belum juga gue selesai ngomong udah main putus aja." Kesal Radi sambil membanting setir mobilnya ke area parkiran basemen kantor.
Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, Radi berpapasan dengan Dira yang kebetulan hendak masuk ke dalam lift. Moodnya seketika berubah menjadi baik karena sang pujaan hati memberikan senyuman manisnya.
"Assalamualaikum Dira." Sapa Radi seraya tersenyum penuh arti.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dira sembari membalas senyuman Radi.
"Saranghaeyo!" Seru Radi ketika mereka hanya berdua didalam lift dengan menyilangkan ibujari dan telunjuknya.
Dira membulatkan matanya dengan sempurna, mendengar ungkapan cinta dengan bahasa Korea dari Radi yang diucapkannya secara tiba-tiba itu. Radi melangkahkan kakinya mendekati Dira hingga tersudut di dinding lift lalu menaruh tangannya di atas kepalanya. Dira memejamkan matanya dengan tubuh gemetar ketakutan mendapatkan perlakuan Radi yang tidak pernah diduganya.
Apa yang akan dilakukan Bos Radi? aku takut banget jangan-jangan dia mau melecehkanku?." Batinnya sambil mendekap tubuhnya sendiri.
"Dira apa kamu juga mencintaiku?" Bisik Radi ditelinga Dira dengan nada lembut namun terdengar sangat menggoda.
Ting.... Pintu lift terbuka Dira merunduk lalu berlari sekencang mungkin ke meja kerjanya yang berada di depan pintu ruangan Radi.
__ADS_1
"Aku tunggu jawaban kamu secepatnya." Ujar Radi sambil berlalu dari hadapan Dira lalu masuk ke dalam ruangannya.
Aku harus jawab apa ya?" Dira menutupi wajahnya dengan tangannya." Kenapa dadaku berdebar banget seperti ini? Rasanya jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya." Batinnya sambil memegangi dadanya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Sementara itu di dalam kamar VVIP tempat Arshi dirawat tampak Arsha, Wava, Wavi, Lida, Rasya dan Tasya berdiri mengelilingi ranjang pasien yang ditempatinya. Mereka semua sedang asyik bercengkrama merencanakan liburan akhir dan awal tahun bersama. Rezki duduk dibelakang istrinya sambil memeluk pinggangnya dan menaruh kepalanya dibahunya yang tidak cedera.
"Kira-kira destinasi wisata mana yang akan kita kunjungi di liburan akhir dan awal tahun ini?" Tanya Arshi mengawali pembicaraan mereka.
"Kamu mau kemana Sayang?" Rezki balik bertanya.
Arshi mengangkat bahunya karena dia bingung harus menjawab apa, sebab dia kurang tahu tempat rekreasi yang menyenangkan untuk mereka semua.
"Gimana kalau kita nanti ke villa yang ada di dekat air terjun dan pemandian air panas?" Usul Rezki sembari menatap istrinya lalu beralih ke arah semua saudaranya dan teman-temannya.
"Boleh juga tuh!" Sahut Wava dengan antusiasnya." Gimana Bee?" Wava melirik suaminya yang hanya diam setelah memeriksa kondisi Arshi.
Arsha memperhatikan Rezki yang selalu menempel pada Arshi tanpa ada rasa malu memamerkan kemesraannya di depan semua orang.
Kasian disini masih banyak yang jomblo Ki." Batinnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Terserah kamu aja Honey." Jawab Arsha lalu merangkul pinggang istrinya.
Arsha merasa iri melihat kemesraan yang ditunjukkan Rezki, karena dia tidak bisa melakukannya. Sebab dia bukan tipe cowok romantis yang suka mengumbar kemesraan di depan umum seperti iparnya itu.
"Kalau gratis gue pasti ngikut lah!" Seru Wavi seraya tersenyum hingga menampakkan barisan giginya.
"Huhh dasar cowok gak mau modal!" Ketus Lida karena kesal dengan Wavi yang selalu menggantungnya.
"Gue boleh ikut gak?" Rasya menatap ke arah Rezki dan Arshi yang selalu membuatnya iri melihat kemesraan mereka dimana pun berada.
"Boleh gak Sayang?" Bukannya menjawab Rezki justru bertanya pada istrinya untuk menggoda Rasya.
Sebab dia tahu Rasya masih punya perasaan lebih pada istrinya.
"Tentu aja boleh, siapapun boleh ikut kok!" Arshi mengulum senyumnya ketika melihat Rasya yang menekuk wajahnya dan mendelik tajam ke arah Rezki.
"Jauh gak dari sini?" Dokter Tasya spesialis bedah yang baru bertugas di rumah sakit itu tampak mempertimbangkan untuk ikut serta dalam liburan ala para Dokter itu.
Mereka semua membentuk grup chat yang bernama "Dokter Cinta Spesialis Hati" Sejak awal mengemban tugas sebagai Dokter spesialis di bidang mereka masing-masing di rumah sakit itu, untuk mempermudah komunikasi diantara mereka. Semuanya memang berprofesi sebagai Dokter hanya Rezki yang tidak, namun semenjak menikah dengan Arshi, Rezki sering memfasilitasi semua kegiatan mereka semua secara gratis. Maklum karena Rezki seorang anak sultan yang bisa melakukan apa saja sesuai keinginannya.
"Gak jauh kok paling cuma tiga setengah jam perjalanan dari sini." Jawab Rezki yang memang ikut berinvestasi di villa tersebut bersama papanya.
"Ok kalau begitu aku juga ikut ya." Lida meraih tangan Arshi lalu menggenggamnya.
"Ok, tiga hari lagi kita berangkat dengan mobil masing-masing, setelah sholat isya berjamaah di mesjid dekat rumah kami." Ujar Rezki mengakhiri pembicaraan mereka." Sekarang Arshi harus banyak istirahat biar bahu dan kakinya cepat sembuh, iya kan Sha?" Rezki sengaja bertanya pada iparnya supaya bisa mengusir mereka semua secara halus.
"Iya." Singkat Arsha.
"Ya udah yuk kita keluar!" Ajak Lida sambil menarik tangan Tasya yang terpaku di tempatnya menatap wajah tampan Rezki tanpa berkedip.
-
"Da masih ada gak stok laki-laki ganteng, tajir, setia dan romantis kayak Rezki?" Tasya bertanya secara tiba-tiba ketika mereka berdua melangkahkan kakinya di koridor rumah sakit.
"Mungkin." Lida menatap ke arah Tasya." Kalau ada gue juga mau!" Seru Lida seraya tersenyum penuh arti.
"Kasian Wavi kalau Lo mau cari pengusaha sukses kayak Rezki." Celutuk Wava sambil berjalan bergandengan tangan dengan Arsha lalu mendahului mereka berdua karena ada pasien yang harus secepatnya ditanganinya.
"Gue sebel sama Wavi sebab dia cuma ngasih janji buat ngelamar gue secara romantis, tapi mana buktinya? Sampai sekarang belum ada tanda sedikitpun persiapannya!" Kesal Lida sambil menghentakkan kakinya di lantai yang dipijaknya.
"Tenang aja My lovely gak lama lagi aku pasti akan buat lamaran romantis buat kamu." Ujar Wavi sambil berlalu melewati Lida dan Tasya.
Ternyata sejak tadi Wavi dan Rasya berjalan dibelakang para wanita yang tengah asyik bergosip ria sambil curhat itu.
"Prett! Omong kosong!" Ketus Rasya dengan memajukan bibirnya.
"Lo yang jomblo gak usah banyak omong!" Wavi menoyor kepala sepupunya yang berusia paling muda diantara dia, Wava dan Rezki itu.
Rasya memang enam bulan lebih muda dari Wava dan Wavi, sedangkan dengan Rezki cuma tiga bulan lebih tua darinya.
-
Di tempat lain tampak seorang wanita paruh baya tengah asyik merencanakan liburan ke luar kota lewat aplikasi di handphonenya, sekaligus mencari informasi tentang wanita yang selama ini membuatnya membenci anak dan suaminya, karena kehilangan perhatian mereka. Dia menyuruh orang-orang memata-matai setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh wanita yang sangat dibencinya itu.
Aku gak akan pernah membiarkanmu hidup tenang selamanya wanita j*****." Batinnya sambil membanting gelas berisi minuman keras yang ada di tangannya.
-
Dirumah kediaman keluarga Hendrik Choi. Para pelayan sibuk mempersiapkan liburan akhir dan awal tahun untuk mereka dan majikannya yang akan pergi ke luar kota tepatnya tempat kelahiran Hendrik yang pasti akan mengingatkannya tentang Khardha. Sebab keduanya memang sepupu yang lahir di tempat yang sama yaitu dirumah neneknya, karena Hendrik sudah lama amnesia hingga dia bisa melupakan obsesinya untuk memiliki adik sepupunya itu.
Kalau readers ingin tahu lebih detail bagaimana cerita tentang Hendrik Choi yang menghalalkan segala cara untuk memiliki Khardha silahkan baca novelku yang berjudul "MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season 2"
-
"Papa yakin ngajak kami liburan dikampung yang selama ini gak pernah kita datangi sebelumnya?" Tanya Pripta istrinya Hendrik yang selama ini membantunya melakukan terapi supaya bisa menjalani hari-harinya sebagai manusia biasa.
__ADS_1
Sebab Hendrik sempat koma dan amnesia serta kehilangan semangat hidupnya, akibat peluru yang bersarang di kepalanya ketika hendak menghabisi Dokter Hasan.
"Aku yakin Ma, sebab aku sudah rindu banget sama adikku. Gimana ya sekarang keadaannya?" Hendrik menatap ke arah jendela kaca kamarnya yang berada di lantai dua.
Aku juga penasaran banget sama wanita yang sering ada di mimpiku selama ini, siapa dia sebenarnya? Ada hubungan apa denganku?" Batinnya sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"Gimana kalau kita gak usah nginap di sana Pa? Kita cari hotel atau destinasi rekreasi untuk liburan di tempat lain." Usul Pripta karena takut Hendrik akan mengingat semuanya, lalu meninggalkannya untuk kembali mencari Khardha.
-
Ditempat lain Khardha sedang menerima telepon dari Riki Pratama mantan terindahnya yang sekarang jadi besannya. Riki menanyakan kondisi Arshi, lalu menceritakan tentang proses perceraiannya dengan Rina tanpa diminta oleh Khardha. Dokter Hasan yang mendengarkan percakapan istrinya dengan besannya itu tampak mengepalkan tangannya, karena cemburu kepada Riki yang berbicara begitu terbuka tentang masalah rumah tangganya. Khardha mengusap kepala suaminya untuk menenangkannya, karena Dokter Hasan berbaring di pangkuannya sambil menonton televisi, namun tatapan matanya yang sangat tajam terarah kepadanya.
🌿Masa lalu🌿 By Inul Daratista
Kau kira tak menyakiti aku, apabila dia menelponmu
Meskipun kau tlah resmi miliku, karena dia bekas pacarmu
Kau kira hatiku tak cemburu, disaat dia bersamamu
Ku takut terulang masa lalu, saat dia jadi pacarmu
Jujur saja aku takut nanti, kisah kasih masa lalu terulang lagi
Tak rela sungguh ku tak rela, bila nanti ku harus kehilanganmu
Masa lalu biarlah masa lalu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap cemburu
-
Kau kira tak menyakiti aku, apabila dia menelponmu
Meskipun kau tlah resmi miliku, karena dia bekas pacarmu
Kau kira hatiku tak cemburu, disaat dia bersamamu
Ku takut terulang masa lalu, saat dia jadi pacarmu
Jujur saja aku takut nanti, kisah kasih masa lalu terulang lagi
Tak rela sungguh ku tak rela, bila nanti ku harus kehilanganmu
Masa lalu biarlah masa lalu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap cemburu
Jujur saja aku takut nanti, kisah kasih masa lalu terulang lagi
Tak rela sungguh ku tak rela, bila nanti ku harus kehilanganmu
Masa lalu biarlah masa lalu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap cemburu
Masa lalu biarlah masa lalu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap cemburu
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote, like, komen, koin, rate bintang limanya ya dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
Tetap jaga kesehatan ya!
Happy holiday!
__ADS_1