
Happy reading guys!
Seusai makan pasangan suami istri itu segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu. Mereka berdua menunaikan sholat zhuhur berjamaah dengan khusyuknya. Setelah salam, berzikir, berdoa dan bersalaman seperti biasa Arshi mencium punggung tangan suaminya lalu dibalas oleh Rezki dengan mencium kening istrinya sambil mengelus-elus perutnya.
"Yank aku mau ke rumah Mamah sama Papah sekarang." Rengek Arshi dengan nada manja.
"Ok Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyum menawannya.
"Aku siap-siap dulu ya." Arshi berusaha beranjak sendiri dari duduknya sambil memegangi perutnya.
"Sini biar aku bantu Sayang." Rezki mengulurkan tangannya lalu menarik istrinya supaya bisa berdiri.
"Yank perutku kram banget." Keluh Arshi sambil memegangi perutnya dan tangan suaminya dengan erat.
Rezki dengan sigap menggendong tubuh istrinya, lalu membaringkannya kembali di atas ranjang king size super empuk miliknya.
"Istirahatlah Sayang aku gak mau kamu sama baby twins kenapa-napa." Ujar Rezki sembari mengusap kepala istrinya dan perut buncitnya.
"Kalau kita gak bisa pergi sekarang, paling gak izinin aku video call sama Mamah ya." Pinta Arshi dengan nada sangat lembut.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu mengambil handphonenya yang diletakkannya di atas nakas.
Dia langsung mencari nomor kontak mertuanya lalu melakukan panggilan video call nya.
Tut...Tut...Tut... Panggilan video call tersambung.
"Assalamualaikum Mah." Ucap Arshi ketika melihat wajah mamahnya nan masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak lagi muda.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha seraya mengulas senyumnya.
"Maafin kami ya Mah, karena belum bisa kesana, sebab kondisiku masih kurang fit." Arshi berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Gak papa Sayang, yang penting kamu jaga kesehatan, jangan lupa makan yang teratur dan jangan stres ya." Nasehat Khardha dengan nada sangat lembut.
"Iya Mah." Arshi menganggukkan kepalanya.
Dia benar-benar terharu mendengar apa yang dikatakan wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu, sebab mamahnya adalah teladan baginya dalam setiap langkah, amal dan perbuatannya.
Tidak lama kemudian datanglah dokter Hasan lalu duduk di samping istrinya, kemudian berpesan dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
"Rezki jaga Arshi baik-baik, jangan sampai dia kenapa-napa, apalagi sekarang ada mamamu dirumahmu." Ujarnya sembari menatap tajam kearah anak dan menantunya itu.
"Iya Pah, aku akan selalu jadi suami siaga untuk Arshi." Tegas Rezki sambil menggenggam tangan istrinya.
"Papah sama Mamah tenang aja, dia adalah suami yang number one untukku." Arshi mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda kekasih halalnya itu.
"Jangan menggodaku didepan Mamah sama Papah." Bisik Rezki ditelinga istrinya sambil menghembuskan nafasnya dengan berat lalu menciumi tengkuknya.
"Gak usah bermesraan di depan Mamah sama Papah, kami sudah senior dalam hal itu." Ketus dokter Hasan dengan nada sinisnya.
Hehehe..."Maafin aku ya Pah, Mah." Rezki menangkup kedua tangannya di atas dada.
__ADS_1
"Iya gak papa, Mamah sama Papah ngerti kok." Khardha mengulas senyumnya melihat kemesraan yang tersaji di depannya.
"Sudahlah nanti kita sambung lagi, assalamualaikum." Dokter Hasan memutuskan panggilan video call dari anak dan menantunya itu.
Sebab dia ingin sekali melanjutkan keinginannya yang tertunda untuk bercinta dengan istrinya, akibat kedatangan Arsha dan Wava tadi.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi dan Rezki serempak.
-
"Yank temenin aku bobo ya." Pinta Arshi dengan nada manja.
"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu berbaring di samping istrinya.
CEO tampan itu merentangkan kedua tangannya lalu Arshi merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya dengan memberi jarak untuk perutnya supaya tidak tergencet. Rezki menempelkan bibirnya dikening kekasih halalnya itu lalu mendekapnya erat dengan penuh cinta, setelah membaca doa sebelum tidur keduanya akhirnya terlelap dalam posisi seperti itu.
-
Sementara itu di kediaman keluarga Setiawan. Dokter Hasan segera beranjak dari duduknya lalu tanpa aba-aba dia langsung menggendong tubuh istrinya menuju kamar pribadinya setelah memastikan Arsha dan Wava sudah tidak ada lagi di sekitarnya.
"Sayang kamu mau ngapain?" Khardha mengangkat satu alisnya menatap wajah suaminya sambil mengalungkan tangannya di leher kekasih halalnya itu.
"Aku mau melanjutkan permainan kita yang sempat tertunda tadi." Jawab dokter Hasan seraya tersenyum penuh arti.
Sesampainya di kamarnya dia membaringkan tubuh wanita yang sangat dicintainya itu diatas ranjang super empuk miliknya, lalu mengukungnya dengan bertumpu pada kedua tangannya.
"I love you so much my wife." Ucap dokter Hasan sambil membelai wajah istrinya.
Dokter Hasan menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu lalu mencecap dan menghisap kedua benda kenyal milik wanita yang sangat dicintainya itu. Khardha memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan suaminya yang mulai melucuti pakaiannya satu persatu hingga akhirnya pasangan yang sudah tidak lagi muda itu melakukan penyatuannya dengan penuh cinta, disuasana siang hari nan disertai hujan deras yang terus mengguyur seluruh kota itu.
-
Di kediaman keluarga Wicaksono. Wavi dan Lida tengah asyik menikmati momen romantis ala mereka dengan menonton film dewasa dikamarnya sambil mempraktekannya supaya cepat menyusul Rezki, Arshi, Arsha dan Wava yang sebentar lagi akan menjadi orang tua. Tiba-tiba ketika keduanya tengah asyik melakukan penyatuannya terdengar bunyi pintu diketuk dari luar.
Tok...tok...tok..."Wavi, Lida cepat keluar! Disini ada Papa Gunawan sama Mama Gina!" Seru dokter Selvi sembari menempelkan telinganya didaun pintu, karena mendengar suara aneh dari dalam kamar anak dan menantunya itu.
"Iya Mommy sebentar lagi kami keluar!" Sahut Wavi sambil terus mempercepat ritme permainannya.
Setelah mendengar sahutan dari anaknya dokter Selvi kembali melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk menemui besannya itu.
"Mana mereka?" Dokter Wahyu mengangkat satu alisnya menatap ke arah istrinya.
"Kayaknya lagi kerja rodi buatin cucu untuk kita." Jawab dokter Selvi seraya tersenyum penuh arti.
"Masa sich?" Dokter Wahyu memicingkan matanya.
"Kalau gak percaya, ayo sini ikut aku." Ajak dokter Selvi sambil menarik tangan suaminya.
"Ok." Dokter Wahyu menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya.
Dia juga tidak lupa menarik tangan besannya, yang dilihatnya juga tampak penasaran dengan apa yang dilakukan anak menantunya itu.
__ADS_1
Keempat orang tua yang kurang kerjaan itu mengendap-endap mendekati pintu kamar anak dan menantunya, lalu menempelkan telinganya didaun pintu. Mereka berempat menutupi mulutnya menahan tawanya ketika mendengar suara-suara aneh dari dalam yang membuat keempatnya meneguk salivanya berkali-kali.
"Sweety gantian ya, aku udah capek banget." Pinta Wavi sambil tengkurap.
Setelah bercinta pasangan suami istri itu melanjutkannya dengan saling memijat secara bergantian namun dengan cara yang ekstrim.
"Iya." Lida menanganggukkan kepalanya lalu berjalan di atas tubuh suaminya.
"Pelan-pelan aja Sweety." Ujar Wavi ketika merasakan istrinya bergoyang-goyang mengikuti irama musik dari handphonenya lewat headsetnya.
"Ini juga udah pelan Dear, kamu aja yang terlalu lemah." Gerutu Lida sambil menghentakkan kakinya di atas panggung suaminya.
"Sweety pliss, burungku sakit!" Teriak Wavi sambil meringis menahan sakitnya.
Lida tidak memperdulikannya, dia terus bergoyang-goyang ala tik tok sambil berdendang ria.
-
Sementara itu keempat orang tua yang menguping pembicaraan anak dan menantunya itu tidak bisa lagi menahan dirinya. Mereka berempat segera pergi dari sana lalu duduk kembali di sofa ruang tamu.
"Lida memang luar biasa." Puji dokter Selvi sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Anak siapa dulu dong." Dokter Gina menaikturunkan alisnya menatap ke arah besannya itu.
"Aku juga jadi pengin." Ujar dokter Wahyu dan dokter Gunawan bersamaan.
"Apaaaa?!" Dokter Selvi dan dokter Gina sangat terkejut dibuatnya.
Sebab mereka sudah melakukan tugasnya masing-masing dengan baik tadi malam.
🌿Tidak semua apa yang kita dengar itu sesuai dengan kenyataannya.
🌿 Jadi jangan menyimpulkan semuanya dengan terburu-buru ya!
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian ya!
Melalui tanda cintanya ❤️
Setangkai mawar 🌹
Komen yang sesuai alur ceritanya.
Rate bintang 🌟
Dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!
__ADS_1