
Happy reading guys!
Derasnya hujan telah berganti dengan gerimis yang semakin mengundang kemesraan di antara pasangan halal yang masih bergelut dalam selimutnya, tiba-tiba dering handphone Arshi dengan nada sambung lagu terlena yang diletakkannya di atas nakas mengusik tidur lelapnya.
🌿Terlena🌿 By Ikke Nurjanah-
Masih terngiang di telingaku
Bisik cintamu
Betapa lembut dan mesranya
Aku terlena
Terlena
Kuterlena
Tiada terasa air mataku
Basahi pipi
Aku terharu dan terbuai
Aku terlena
Terlena
Kuterlena
Sungguh aku bahagia
Benih cinta yang kau tanam
Bersemi indah di hati
Air mata bahagia
Jangan menjadi duka
Bersama kita selamanya
Kuterlena
Dalam buai
Asmara
Sungguh aku bahagia
Benih cinta yang kau tanam
Bersemi indah di hati
Air mata bahagia
Jangan menjadi duka
Bersama kita selamanya
Kuterlena
Dalam buai
Asmara
Masih terngiang di telingaku
Bisik cintamu
Betapa lembut dan mesranya
Aku terlena
Terlena
Kuterlena
Terlena
Kuterlena
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Arshi mengerjapkan matanya lalu menjangkau handphonenya tanpa memperhatikan siapa yang menghubunginya, dia menggeser tombol hijau di layar ponsel android nya itu kemudian menaruhnya di telinganya.
📱"Halo assalamualaikum, siapa ini?" Sapa Arshi dengan suara serak khas bangun tidur.
Dia sebenarnya sangat malas menerima panggilan tersebut karena suaminya semakin mengeratkan pelukannya.
📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arsha sambil beranjak dari tempat tidurnya. Shi tadi Papah telpon, kita disuruh balik secepatnya ke rumah sakit, Mamah sama Papah mau pulang kampung, Nenek sedang kritis. Cepat siap-siap gue tunggu satu jam dari sekarang!" Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.
📱"Ok."Singkat Arshi lalu meletakkan handphonenya kembali di atas nakas.
-
Arsha mengetik pesan di grup chat Dokter Cinta Spesialis Hati lalu mengirimnya untuk memberitahukan kepada teman-temannya.
"Honey aku mandi duluan ya, kamu beresin semua pakaian dan barang-barang kita terus masukin ke dalam koper." Pinta Arsha pada istrinya setelah meletakkan handphonenya di atas nakas.
"Iya Bee." Wava langsung mengerjakan apa yang harus dilakukannya.
-
Dikamar Rezki dan Arshi.
"Yank bangun Yank." Arshi menepuk pipi suaminya dengan lembut.
Sebenarnya Rezki sudah bangun sejak tadi Arshi menerima telepon dari Arsha namun dia sengaja untuk mengerjai istrinya supaya bisa bermanja kepada kekasih halalnya itu.
"Kiss dulu." Pinta Rezki sembari memajukan bibirnya kedepan.
Cup...Arshi mencium bibir suaminya sekilas lalu berusaha melepaskan lingkaran tangan kekasih halalnya itu dari pinggangnya, namun tidak berefek apa-apa karena Rezki sengaja menguatkan rangkulannya.
"Itu kecupan Sayang bukan ciuman." Rezki menarik tengkuk istrinya lalu menempelkan bibirnya dengan lembut.
Awalnya Arshi hanya mengikuti permainan bibir dan lidah suaminya yang mengeksplor seluruh rongga mulutnya, namun ternyata Rezki semakin memperdalam ciumannya hingga terjadilah olahraga yang menguras emosi dan tenaga season 2 selama satu jam lamanya.
Tok...tok..tok... Suara pintu diketuk dari luar Rezki semakin mempercepat ritme permainannya hingga akhirnya mencapai puncaknya. Dia berguling ke samping istrinya lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil handuknya kemudian melilitkan di pinggangnya.
"Biar aku yang buka pintunya Sayang." Ujar Rezki setelah mengecup kening istrinya.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan melilitkan selimut ke tubuhnya. Sedangkan Rezki berjalan menuju pintu lalu membuka kuncinya.
Ceklek...pintu kamar terbuka tampaklah Arsha dan Wava berdiri didepannya dengan pakaian yang sudah rapi.
"Kami belum siap!" Ujar Rezki sebelum Arsha bertanya kepadanya.
Arsha dan Wava memperhatikan penampilan Rezki yang masih acak-acakan dengan banyak tanda cinta di dadanya, apalagi Rezki hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya sehingga membuat perut six pack nya terpampang jelas dihadapan mereka.
Arsha menutupi mata istrinya lalu menariknya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kalau kalian mau duluan ikut mobil Rasya aja ya, biar aku sama Arshi, Radi dan Dira menyusul belakangan." Rezki menyarankan kepada Arsha dan Wava untuk mengajak teman-temannya lebih dulu.
"Ok."Singkat Arsha dan Wava.
Pasangan pengantin baru itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar teman-temannya.
"Kayaknya Rezki dan Arshi lebih ganas daripada kita ya Bee? Padahal Arshi sudah kamu telpon satu jam yang lalu." Ujar Wava sambil tersenyum membayangkan permainan mereka.
"Udah gak usah mikir macam-macam nanti kamu pengin lagi di jalan." Goda Arsha sembari menyentuh hidung istrinya dengan telunjuknya.
"Ishh apa gak kebalikannya?" Wava menaikturunkan alisnya untuk membalas godaan suaminya.
"Kalau ditawarin lagi aku gak mungkin nolak Honey." Arsha mengedipkan sebelah matanya.
-
Sementara itu di dalam kamar lain tiga laki-laki dewasa sedang membereskan pakaian dan barang-barang mereka masing-masing, lalu memasukkan kedalam koper. Sebab setelah menghubungi Arshi tadi Arsha langsung memberitahukan kepada teman-temannya lewat grup bahwa mereka semua harus pulang secepatnya karena alasan mendesak sesuai instruksi papahnya.
-
"Semoga Neneknya Arsha dan Arshi cepat sembuh ya." Ucap Radi penuh harap dalam doa tulus ikhlasnya.
"Aamiin ya rabbal alamiin." Rasya dan Wavi mengaminkan.
Tok...tok...tok...Arsha mengetuk pintu kamar dari luar. Wavi segera beranjak untuk membukakan pintunya setelah selesai membereskan pakaian dan barang-barangnya ke dalam koper.
"Kalian sudah siap?" Tanya Arsha to the poin.
"Iya gue sama Rasya sudah siap cuma Radi lagi di kamar mandi." Jawab Wavi lalu mengajak Arsha untuk masuk ke dalam.
Arsha mengikuti langkah Wavi lalu mendudukkan dirinya di sofa yang ada di sana.
"Tadi gue habis dari kamar Rezki sama Arshi, mereka belum pada siap. Jadi Rezki meminta kita untuk pulang duluan nanti mereka menyusul sama Radi dan Dira." Ujar Arsha menjelaskan.
"Ok kalau begitu." Wavi menganggukkan kepalanya.
"Yaudah yuk let's go!" Ajak Rasya sambil menarik kopernya.
Tok...tok..tok..."Wavi mengetuk pintu kamar mandi.
"Bro kami pulang duluan ya, Lo sama Rezki, Arshi dan Dira belakangan aja nanti menyusul!" Seru Wavi dari balik pintu.
Hemmm...sahut Radi dari dalam kamar mandi karena dia lagi buang air besar.
-
Sementara itu di dalam kamar para wanita, Wava baru saja masuk lalu duduk di pinggir ranjang teman-temannya, sembari menunggu kaum hawa itu memasukkan pakaiannya dan barang-barangnya ke dalam kopernya masing-masing.
"Lida, Tasya kita pulang duluan sama-sama naik mobil Rasya, Dira nanti ikut dengan Radi, Rezki dan Arshi, seperti awal kita berangkat." Ujar Wava menyampaikan.
"Kenapa kita harus duluan?" Lida menatap Wava dengan kening berkerut.
"Rezki sama Arshi belum siap apa-apa lagi, padahal udah dikasih tau dari satu jam yang lalu." Jelas Wava sembari memainkan handphonenya.
"Mungkin mereka berdua ketiduran lagi, habis cuacanya kan dingin-dingin empuk." Ujar Dira seraya tersenyum membayangkan nyamannya bergelut dalam selimut.
"Kalau menurut gue mereka pasti bercinta." Lida tersenyum penuh arti menatap tanda merah dileher Wava yang tampak samar karena ditutupinya dengan syal.
"Terserah mereka lah, kan udah halal juga!" Seru Tasya sambil menarik nafasnya setelah selesai membereskan kopernya.
"Yaudah yuk kita jalan!" Ajak Wava setelah melihat Tasya dan Lida suda selesai membereskan kopernya.
"Ok!" Singkat Lida dan Tasya." Kami duluan ya Ra, sampai ketemu lagi di lain waktu!" Seru keduanya sembari melambaikan tangannya ketika di dekat pintu.
"Iya."Singkat Dira sambil menganggukkan kepalanya.
-
"Sayang." Panggil Rezki dengan nada sangat lembut.
Dia baru saja keluar dari kamar mandi lalu berjalan mendekati istrinya yang tengah sibuk memasukkan pakaian dan barang-barang mereka ke dalam koper.
"Baju kamu udah aku siapin Yank, itu aku taruh di atas ranjang." Tunjuk Arshi tanpa menghentikan aktivitasnya.
Rezki langsung memakai pakaiannya dengan cepat lalu memeluk istrinya dari belakang.
"Oh ya Sayang, Dira bilang apa alasannya menolak Radi tadi malam?" Rezki menaruh dagunya dibahu istrinya sambil menciumi pipinya tanpa melepaskan pelukannya.
"Dira bilang dia mau Radi melamarnya langsung kepada kedua orangtuanya." Jawab Arshi lalu membalikkan badannya setelah selesai membereskan kopernya.
"Syukurlah kalau begitu, nanti aku bilangin sama Radi biar dia gak gelisah galau merana lagi. Makasih ya Sayang kamu selalu bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah." Rezki kembali menghujani wajah cantik istrinya dengan ciumannya.
"Ya udah yuk kita berangkat!" Ajak Arshi dengan mendorong tubuh atletis suaminya supaya melepaskan pelukannya.
"Kita makan dulu ya Sayang, perutku udah keroncongan minta diisi." Rezki menampilkan wajah memelasnya.
"Ok." Singkat Arshi sembari menganggukkan kepalanya." Kita ajak Radi sama Dira sekalian ya." Pinta Arshi dengan bergelayut manja di lengan kekar suaminya.
"Iya Sayang." Rezki mengecup kening istrinya lalu mengajaknya keluar dari kamar.
-
Radi baru saja keluar dari kamar sambil menarik kopernya begitu juga dengan Dira tanpa sengaja keduanya bertabrakan, hingga membuat Dira kehilangan keseimbangannya. Radi dengan sigap menangkap tubuh Dira supaya tidak terjatuh ke lantai, tatapan mata keduanya saling beradu hingga beberapa menit lamanya. Sampai akhirnya Rezki dan Arshi datang ke arah mereka berdua berniat untuk mengajak keduanya makan bersama, namun pasangan suami istri itu justru menyaksikan adegan yang bisa dibilang romantis ala drakor.
Ehemmm...Rezki sengaja berdeham dengan keras untuk menyadarkan keduanya. Radi dan Dira tersentak kaget hingga akhirnya keduanya terjatuh secara bersamaan, dengan posisi Radi yang berada di atas Dira.
"Bangun! Kalian belum Mahram!" Tegas Rezki dengan tatapan tajamnya.
Radi segera beranjak dari posisi yang sangat memalukan bagi mereka itu. Sedangkan Arshi mengulum senyumnya menatap Radi dan Dira secara bergantian, keduanya terlihat salah tingkah didepannya.
"Kamu dulu sebelum kita nikah lebih parah dari mereka Yank." Bisik Arshi di telinga suaminya.
"Aku dulu belum insyaf Sayang, habisnya kamu terlalu menggoda sich, hingga menghancurkan pondasi keimananku." Kilah Rezki karena tidak mau disalahkan.
"Huhhh dasar omes (otak mesum) selalu ngeles!" Ketus Arshi dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Kalau aku gak mesum kamu gak bakal hamil Sayang." Goda Rezki sembari merangkul pinggang istrinya.
"Kita makan dulu yuk!" Ajak Arshi kepada Radi dan Dira.
"Ok!" Seru Radi dan Dira serempak.
"Kalian kompak banget sich!" Ujar Arshi dengan gemesnya melihat pasangan itu." Semoga kalian berdua benar-benar berjodoh." Doanya dengan tulus.
Mereka berempat akhirnya melangkahkan kakinya menuju restoran untuk mengisi perut mereka masing-masing terlebih dulu sebelum melakukan perjalanan pulang ke kota.
-
Di rumah sakit tampak Dokter Hasan menatap lekat wajah pucat istrinya yang masih cantik di usianya yang tidak lagi muda.
"Sayang kumohon sabar ya, kita tunggu anak-anak sampai kesini dulu baru kita pulkam. Aku gak bisa ninggalin rumah sakit gitu aja Sayang tanpa ada yang menggantikanku, tolong mengertilah. Aku tau kamu sangat mengkhawatirkan keadaan Ibu dikampung, aku juga begitu Sayang." Dokter Hasan mengusap kepala istrinya dengan lembut lalu mengecup keningnya.
"Iya Sayang, aku ngerti kok. Tapi kenapa kamu gak pernah biarin aku pulkam sendirian?" Khardha menatap lekat wajah suaminya.
"Karena aku gak mau dianggap sebagai suami yang gak bertanggungjawab terhadap istrinya, bila membiarkanmu pergi sendiri. Kamu tau kan aku cinta dan sayang banget sama kamu jadi jangan pernah merasa aku selalu mengekangmu." Jawab Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.
"Maafin aku Sayang karena udah salah menilaimu." Ucap Khardha dengan mata berkaca-kaca.
"Gak papa Sayang aku hanya ingin melindungimu dari semua orang yang berniat dan berprasangka buruk sama kamu." Dokter Hasan merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
-
Sementara itu di tempat lain tepatnya di rumah kediaman ibu Hana orangtuanya Khardha, tampak semua orang berkumpul mengelilinginya. Termasuk
Hendrik Choi, istri dan anak menantunya yang hendak berpamitan untuk pulang ke rumahnya yang ada di kota.
"Tante kami sekeluarga mau pulang dulu, semoga cepat sembuh ya." Ujar Hendrik sembari meraih tangan Bu Hana lalu mencium punggung tangannya diikuti oleh istri, anak dan menantunya.
"Hendrik maafkan semua kesalahan Tante dan Khardha ya." Pinta Bu Hana dengan ambigu.
"Iya Tante." Jawab Hendrik sambil menatap wajah bu Hana dengan kening berkerut.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Tante Hana minta maaf padaku?" Batinnya bertanya-tanya dalam hatinya.
Semua orang yang mengetahui kejadian sebenarnya dimasa lalu merasa terkejut dibuatnya, sebab mereka semua sepakat untuk menyimpan kenangan buruk itu supaya Hendrik yang masih mengalami amnesia tidak mengingatnya lagi.
"Apa maksudnya Hubby?" Bisik Amara ditelinga suaminya.
"Aku juga gak tau My lovely wife." Jawab Hendra dengan mengangkat bahunya.
"Nek sudah waktunya minum obat." Ujar Merlin untuk mengalihkan pembicaraan.
Merlin segera menyodorkan obat yang dianjurkan oleh Dokter Hasan lewat telepon ketika dia menghubunginya, Bu Hana langsung menerimanya lalu meminumnya. Tidak lama kemudian dia terlelap akibat efek obat yang diminumnya, Merlin segera beranjak dari tempat tidur neneknya untuk mengantarkan kepergian Hendrik dan keluarganya. Setelah berpamitan kepada semua orang Hendrik sekeluarga melakukan perjalanan menuju ke kota Banjarmasin. Hendra yang menyetir mobilnya tampak bingung menatap wajah papanya dibalik kaca spion yang ada di atas kepalanya, terlihat Hendrik menatap ke arah luar jendela kaca mobil sambil menerawang jauh entah kemana.
Apa yang terjadi sama Papa dan Tante Khardha sebenarnya? Kenapa semua orang seperti menyembunyikan sesuatu sama Papa?" Batinnya dengan pikiran yang melayang kemana-mana.
"Hubby awas!" Pekik Amara karena Hendra hampir saja menabrak seorang anak kecil yang melintas secara tiba-tiba.
Hendra langsung menginjak pedal rem nya secara mendadak sehingga membuat kedua orangtuanya sangat terkejut dibuatnya. Mereka semua akhirnya turun untuk memastikan keadaan anak tersebut karena terdengar suara orang-orang yang berteriak-teriak mengetuk-ngetuk pintu mobil.
"Bagaimana keadaannya? Apakah harus dibawa ke rumah sakit?" Tanya Hendra dengan rasa tanggung jawabnya.
"Gak usah Tuan, anak saya yang salah karena menyebrang sembarangan." Jawab ibu dari anak itu sambil mendekap tubuh anaknya yang menangis tersedu-sedu karena lecet di bagian lutut dan sikutnya.
"Ya sudah kalau begitu ini untuk biaya pengobatannya." Hendra menyerahkan beberapa lembar uang ketangan ibu itu.
"Terima kasih banyak Tuan." Ucap ibu itu dengan mata berkaca-kaca menatap ke arah Hendra yang mulai masuk ke dalam mobilnya.
Hendra menyalakan mesin kendaraan roda empatnya itu lalu melanjutkan perjalanannya.
-
Didalam mobil yang lain yang juga menuju ke arah kota Banjarmasin. Tampak Radi dan Dira yang salah tingkah bila tanpa sengaja mata mereka saling bertemu satu sama lain, keduanya tersenyum lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Rezki dan Arshi yang duduk di jok belakang terus saja memperhatikan interaksi antara keduanya, karena bosan dengan keheningan yang tercipta diantara mereka Rezki langsung memencet tombol sound system yang ada didalam mobilnya tersebut.
🌿 Kasmaran 🌿 By Evie Tamala
Tatapanmu, senyumanmu
Tiada pernah aku lupakan
Bisikanmu, suaramu
Merdu merayu menggoda
Tiada siang, tiada malam
Raut wajahmu s'lalu terbayang
Beginilah oh rasanya
Pabila sedang kasmaran
Jatuh cinta berjuta rasa
Ada rindu bila tak jumpa
Jatuh cinta berjuta rasa
Ingin selalu mesra berdua
Bersamamu aku bahagia
Kepadamu ku 'kan setia
Kemarilah, oh sayangku
Jangan kau jauh-jauh dariku
Bernyanyilah bersamaku
Dalam irama yang syahdu
Tatapanmu, senyumanmu
Tiada pernah aku lupakan
Bisikanmu, suaramu
Merdu merayu menggoda
Jatuh cinta berjuta rasa
Ada rindu bila tak jumpa
Jatuh cinta berjuta rasa
Ingin selalu mesra berdua
Bersamamu aku bahagia
Kepadamu ku 'kan setia
Jatuh cinta berjuta rasa
Ada rindu bila tak jumpa
Jatuh cinta berjuta rasa
Ingin selalu mesra berdua
Bersamamu aku bahagia
Kepadamu ku 'kan setia
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Sambil mendengarkan lagu Rezki berbaring dan menjadikan paha istrinya sebagai bantalnya, Arshi membelai rambut suaminya hingga akhirnya Rezki terlelap di pangkuannya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai readers semuanya maaf ya telat up lagi karena dunia riil ku yang tidak bisa ku abaikan begitu saja, kebetulan juga aku lagi sakit.
Maaf juga kepada teman-teman author yang belum bisa aku kunjungi semuanya.
Terima kasih atas dukungan dan jejak yang kalian tinggalkan melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang limanya.
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya dengan memberikan kesehatan kepada kita semua, aamiin ya rabbal alamiin.
Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya, kapanpun dan di manapun berada.