
Happy reading guys!
Jam 22:00 Arshi terbangun lalu mengubah posisi tidurnya kemudian membuka matanya. Dia menatap wajah suaminya yang sangat dekat dengannya.
"Yank aku kebelet pipis." Bisik Arshi ditelinga suaminya.
Rezki membuka matanya lalu mencium kening istrinya kemudian melepaskan pelukannya, dia segera beranjak untuk melihat teman-temannya. Arshi juga bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.
"Udah pada kenyang ya?" Rezki menatap sepupu dan teman-temannya bergantian.
"Iya, tuh kalau lo mau masih ada kami sisakan." Wavi menunjuk dengan dagunya.
Tidak lama kemudian Arshi datang dengan menggosok-gosok tangannya ke lengannya.
"Rezki jangan biarkan Arshi kedinginan dia punya hipotermia persis kayak Mamah." Jelas Arsha dengan menekankan kata-katanya kepada iparnya itu.
Rezki segera berlari kedalam rumah untuk mengambil mantelnya lalu memakaikan ketubuh istrinya.
"Makasih Yank." Ucap Arshi dengan tulus.
"Iya sama-sama Sayang, yuk kita gabung sama mereka." Ajak Rezki dengan merangkul pinggang istrinya.
"Mentang-mentang pengantin baru bawaannya mesra terus, nempel kayak perangko." Wavi memajukan bibirnya.
"Emangnya kenapa masalah buat lo? Ngiri bilang bos!" Rezki semakin mengeratkan rangkulannya dipinggang Arshi.
"Sha gimana tadi hasil keputusan rapat dewan direksi?" Arshi berusaha mengalihkan pembicaraan sembari duduk disamping Arsha.
"Semuanya menerima pengunduran diri lo dari kepempimpinan dibidang departemen anak, jadi lo bisa leluasa mengurus rumah tangga dan suami lo yang super duper manja ini." Jawab Arsha dengan tersenyum tipis menatap kearah Rezki yang menyandarkan kepalanya di bahu Arshi.
"Gue kan manja sama istri sendiri bukan dengan yang belum muhrim." Rezki membela diri." Sini gue pinjam gitar lo." Ujarnya sembari mengambil gitar Rasya.
🌿Cantik🌿
Cantik ...
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu...
Ooo Cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu...
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Ooo Cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu, selalu...
*****
"Sekarang giliran kami yang nyanyi!" Seru Wava dan Lida dengan meraih tangan Arshi.
🌿Kasmaran🌿
Tatapanmu, senyumanmu
Tak pernah bisa aku lupakan
Bisikanmu, suaramu
Merdu merayu menggoda
Tiada siang, tiada malam
Raut wajahmu terbayang
Beginilah oh rasanya
Pabila sedang kasmaran
Jatuh cinta berjuta rasa
Ada rindu bila tak jumpa
Jatuh cinta berjuta rasa
Ingin selalu mesra berdua
Didekatmu aku bahagia
Dan tanpamu ku kan setia
Bersamamu aku bahagia
__ADS_1
Kepadamu ku kan setia
*****
"Ayo siapa lagi yang mau nyanyi?" Rezki memetik gitar Rasya sambil menatap istrinya." Ok aku akan menyanyikan lagu ini untuk menghibur istriku yang sangat aku cintai, karena hari ini banyak kejadian yang membuatnya salah paham kepadaku." Ujar Rezki tanpa mengalihkan pandangannya pada Arshi yang sekarang duduk diapit oleh Wava dan Lida.
🌿Aku takut🌿
Katamu cintaku berlebihan
Cemburuku tak beralasan
Membuat dirimu tak nyaman
Maafkan aku sayang
Aku takut kehilangan dirimu
Aku takut, takut kehilanganmu
Aku takut kehilangan cintamu
Aku takut hidup tanpa dirimu
Aku takkan bisa, aku yang bisa gila
Bila kau pergi meninggalkanku
Oh....
Katamu cintaku berlebihan
Cemburuku tak beralasan
Bagaikan burung dalam sangkar
Maafkan aku sayang
*****
"Gue juga mau nyanyi." Radi merebut gitar dari Rezki.
🌿Se**dap betul🌿**
Malam minggu malam yang panjang
Malam yang asyik buat pacaran
Pacar baru, baru kenalan
Kenal dijalan Jendral Sudirman
Singkat kata, singkat cerita
Aku dan jatuh cinta
Cinta yang dalam, sedalam laut
Jatuh cinta, ayo ta
Tahan lama, ayo ma
Mati aku, ayo ku
Kurang bumbu
Bumbu rindu, ayo du
Kurang lama duduk berdua denganmu
Mari pacaran, pacarku
Wiu...wiu...wiu...
Mari pacaran, sayangku
Wiu...wiu...wiu...
Cinta ketemu cinta
Panas membara
Sedap betul
Rindu ketemu rindu
Tegangan tinggi
Tinggi sekali
*****
🌿Romantis🌿
Kau bilang ku romantis metal tapi manis
Awalnya tak ku gubris tapi kau makin sadis
Kau bilang ku romantis (rokok, makan, gratis) semua dilahap habis
Tidak kusangka kau keji, kau minta ganti rugi
Bukankah cinta itu suci tak mengenal untung rugi
Reff...
Kau bilang ku romantis rokok, makan gratis
__ADS_1
Semua dilahap habis
Kau takut aku metal (merrid tanpa modal)
Kau tak mau rugi total
Ku pria baik hati
Kau buang pasti rugi
Meski seret rezeki
Tapi cintaku suci
*****
"Heyy Radi lagu lo ngenes banget, hahaha!" Wava tertawa ngakak begitu juga dengan yang lainnya.
"Kalian semua mau menginap di sini?" Arshi beranjak dari duduknya berusaha menutupi perasaan terharunya sehabis mendengarkan lagu yang dinyanyikan Rezki untuknya.
Semuanya berubah jadi lucu gara-gara lagu yang dinyanyikan Radi barusan.
"Kami balik aja biar kalian berdua bisa istirahat dengan tenang." Arsha mengajak teman-temannya pulang secepatnya.
"Kalau kalian mau nginap disini banyak kamar tamu yang kosong." Rezki menawarkan sembari menarik tangan Arshi yang berusaha menghindarinya.
"Ini udah tengah malam loh, mending kalian nginap aja, kasian Wava dan Lida kalau harus pulang selarut ini." Arshi menatap teman-temannya yang bersiap untuk tetap pulang.
"Yaudah kita nginap aja daripada kenapa-napa nanti dijalan." Radi mengajak semuanya bermalam di rumah Rezki dan Arshi.
Mereka semua akhirnya sepakat untuk menginap. Wava dan Lida satu kamar diatas bersebelahan dengan kamar utama Rezki dan Arshi. Radi sekamar berdua dengan Arsha bersebelahan dengan Wavi juga Rasya dikamar tamu yang ada dibawah. Setelah membersihkan dirinya Arshi terpaksa mengganti bajunya dengan gaun tidur berbahan satin tipis, lingerie itu sengaja dibelikan Rezki untuk memenuhi isi lemari istrinya. Arshi segera merebahkan tubuhnya
di atas ranjang dengan menggulung selimut ke badannya lalu memiringkan tubuhnya. Rezki yang baru keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya melihat kelakuan istrinya, dia menarik selimut yang membungkus wanita yang sangat dicintainya itu.
"Sayang kenapa kamu menggulung tubuhmu kayak kepompong gini?" Rezki semakin penasaran dengan apa yang dilakukan istrinya.
"Aku gak papa, kamu tidur aja sana gih." Arshi masih mempertahankan selimutnya.
"Tapi kok kamu kayak gini, aku juga mau masuk dalam selimut Sayang." Rezki menarik kuat selimut yang membungkus tubuh istrinya.
Dia membulatkan matanya dengan sempurna melihat lingerie yang dipakai istrinya lalu menindihnya.
"Kamu ingin menggodaku Sayang?" Rezki menarik tali kecil yang menutupi dada istrinya.
"Siapa juga yang mau menggodamu, semua ini karena kamu sendiri yang menyiapkan gaun tidur kurang bahan ini." Arshi memajukan bibirnya tidak terima di tuduh menggoda suaminya.
Arshi berusaha menarik kembali selimut yang tadi dibuang Rezki, namun Rezki justru mencegahnya lalu mematikan lampu tidurnya. Dia kembali melakukan aksinya untuk berolahraga malam, hingga terjadilah apa yang selalu diinginkannya. Arshi hanya bisa pasrah melayani semua yang dikehendaki suaminya sampai pagi menjelang barulah Rezki menghentikan aktivitasnya. Setelah sholat subuh pasangan suami istri itu kembali ke peraduannya karena masih sangat mengantuk akibat begadang hampir semalaman.
"Rezki, Arshi kami mau sarapan terus pulang!" Seru Wava dan Lida dari balik pintu.
Tidak ada sahutan dari dalam, karena memang kedap suara, Rezki memeluk erat istrinya tanpa memperdulikan teman-temannya yang menginap di rumahnya.
"Biarin aja mungkin mereka habis begadang semalaman." Ujar Wava lalu mengajak Lida turun kebawah untuk sarapan.
"Iya juga ya, maklumin aja namanya juga pengantin baru." Radi menimpali dengan meminum susunya.
"Kamu mau makan roti pakai selai apa Vi?" Tanya Lida berusaha menunjukkan perhatiannya kepada Wavi dengan menatapnya tanpa berkedip.
"Aku selai kacang aja." Jawab Wavi dengan membalas tatapan dari Lida.
Rezki dan Arshi tiba-tiba turun lalu bergabung dengan teman-temannya di meja makan.
"Gue kira kalian udah pada balik." Rezki berkata sembari meminum susu yang baru dibuatkan istrinya.
"Kita sarapan dulu sekalian nungguin tuan rumah bangun." Radi menatap Rezki yang masih tampak mengantuk dengan lingkaran hitam di matanya.
"Rotinya mau di olesi sama apa Yank?" Arshi menyenggol lengan suaminya yang menatapnya tanpa berkedip hingga menampakkan barisan giginya.
"Selai blubery sama strawberry." Jawab Rezki tanpa mengalihkan pandangannya dari istrinya yang memang selalu tampak cantik natural.
Arshi meletakkan roti dipiring suaminya lalu duduk disampingnya, ketika hendak menikmati sarapannya Rezki berbisik di telinganya.
"Jangan tersenyum manis kayak tadi sama orang lain Sayang, aku gak mau banyak orang yang terpesona melihat senyumanmu itu." Ujar Rezki dengan menekankan kata-katanya.
Arshi mengerutkan keningnya menatap ke arah Rezki yang posesifnya luar biasa, dia merasa serba salah dengan sikapnya.
Masa cuma senyum aja dipermasalahkan? Apalagi kalau beneran tebar pesona, pasti tambah overdosis cemburunya," gumam Arshi dalam hatinya.
"Makasih ya atas semuanya kami mau balik dulu, untung hari ini kita dapat shift siang, jadi masih bisa santai dijalan." Ujar Rasya dengan menatap Arshi yang berpelukan dan cipika cipiki bersama Wava juga Lida.
Wava dengan wajah lembutnya menatap ke arah Arsha yang bersiap untuk mengendarai mobilnya.
Arsha dengan gaya so cool nya yang diam-diam menaruh hati pada Wava tampak melirik dibalik spionnya.
Rasya dengan status Jones nya yang masih gagal move on dari Arshi hanya bisa memandang wanita yang kini sudah jadi istri sepupunya sendiri.
Radi sahabat sekaligus sekertaris Rezki yang selalu bisa diandalkan dalam urusan kantor maupun pribadi.
Bersambung....
Sampai jumpa lagi diepisode selanjutnya.
__ADS_1
Happy weekend jangan lupa kritik dan sarannya, vote, like, komen, koin juga rate bintang lima nya ya.
Jaga kesehatan selalu, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.