Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#39 "Hukuman"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah memakai bajunya dan menyiapkan sajadah untuk mereka berdua, Rezki kembali menghampiri istrinya yang masih sibuk memilih baju yang hendak dipakainya, karena didalam lemari hanya ada lingerie seksi yang menerawang.


"Apa yang kamu cari Sayang kok lama banget? Perasaan sudah dari tadi milihnya?" Tanya Rezki seakan tidak tahu apa yang di pikirkan istrinya.


Rezki sengaja menyimpan baju-baju yang tertutup untuk istrinya supaya dia bisa melancarkan aksinya untuk memberi hukuman spesialnya.


"Aku bingung Yank, kok gak ada baju yang tertutup sama sekali?" Arshi mengacak-acak seisi lemarinya.


"Udah daripada bingung pakai aja baju yang ada." Rezki menyarankan seraya tersenyum penuh arti.


"Ishhh, itu sama aja aku gak pakai baju Yank!" Kesal Arshi lalu membanting pintu lemarinya.


Arshi lebih memilih tetap memakai jubah handuknya untuk tidur malam ini, walaupun pasti akan terasa tidak nyaman, dengan menghentakkan kakinya kelantai dia lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudhu. Rezki semakin gemes melihat kelakuan istrinya dia terkikik geli dibelakangnya karena berhasil melancarkan proses hukumannya. Setelah selesai berwudhu Arshi langsung memakai mukenanya, dia menekuk wajahnya karena sangat kesal dengan ucapan suaminya tadi yang menyuruhnya untuk tetap memakai baju kurang bahan itu. Sebab itu pasti akan sangat menguntungkan Rezki, padahal dia ingin istirahat total tanpa di ganggu siapapun juga.


"Wajahnya gak usah ditekuk kayak gitu nanti tambah cantik loh!" Goda Rezki dengan mengedipkan sebelah matanya.


Arshi lalu menyunggingkan senyumnya dengan terpaksa hingga menampakkan barisan giginya, dia menundukkan kepalanya untuk meredam emosinya mendengar godaan suaminya yang membuatnya semakin kesal saja.


Astagfirullah al azdim jangan biarkan emosiku ini membelenggu hatiku, gantikan sabarku lebih mendominasi agar aku bisa memaafkan suamiku ya Allah," doa Arshi dalam hatinya.


Sesudah menunaikan sholat berjamaah, berzikir dan berdoa, seperti biasa Arshi mencium tangan suaminya lalu Rezki mencium kening istrinya dengan penuh cinta. Setelah itu Arshi melepas mukenanya lalu melipatnya, dia bergegas naik keatas ranjang untuk merebahkan tubuhnya yang sangat lelah sehabis melakukan perjalanan jauh seharian, dia terpaksa menahan kantuknya ketika didalam mobil tadi untuk menghindari Arya yang selalu mengambil kesempatan mendekatinya. Rezki yang melihat istrinya langsung berbaring dan terlelap, terpaksa membatalkan pesanan makanannya. Dengan perlahan dia ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu memiringkan posisinya untuk menatap wajah cantik kekasih halalnya itu.


Wajahmu pucat banget Sayang, apa kamu sakit?" Rezki menyentuh kening dan leher istrinya." Gak panas kok! Mungkin cuma kecapean sama belum makan aja kali ya. Selamat malam Sayang semoga mimpi indah." Rezki mengecup kening kekasih halalnya Itu, lalu memeluknya seperti guling.


Ketika tengah malam Arshi terbangun dari tidurnya, dia merasakan perutnya keroncongan karena belum makan apa-apa sejak tadi siang. Arshi menggeser posisinya dengan hati-hati supaya tidak membangunkan suaminya yang tertidur sangat nyenyak, dia meraih guling yang ada dibelakangnya lalu meletakkannya dipelukan Rezki untuk menggantikannya.


Dengan perlahan Arshi melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mencari makanan yang bisa mengenyangkan perutnya, dia mulai membuka pintu kitchen set dan menemukan mie instan disana. Arshi segera merebus air untuk memasaknya, sambil menunggu airnya mendidih dia membuka kulkas untuk menambahkan telur dan sayuran didalamnya. Arshi sangat terkejut ketika melihat isi kulkas yang sudah penuh dan lengkap, dia lalu mengambil apa yang dibutuhkannya secukupnya. Setelah itu Arshi mencuci sayuran lalu memotongnya menjadi kecil-kecil, dia memasukkan semua bahannya kedalam air yang sudah mendidih bersama mienya. Sesudah semuanya matang dia menyajikannya di dalam mangkok, karena sudah sangat kelaparan Arshi langsung memakannya walaupun masih panas.


Rezki tiba-tiba terbangun ketika meraba yang dipeluknya bukan istrinya, dia juga mengendus aroma masakan dari dapur. Matanya langsung terbuka dengan sempurna ketika menyadari wanita yang sangat dicintainya itu tidak ada disampingnya, dia melompat dari tempat tidurnya lalu berlari mencari istrinya.


"Sayang, kamu dimanaaaa!" Teriaknya dengan lantang hingga menggema keseluruh penjuru ruangan.


Arshi tampak cuek sambil menikmati mie instan yang baru dimasaknya, dia sudah biasa dengan kepanikan yang dialami suaminya itu, bila tidak mendapati keberadaannya ketika membuka matanya. Rezki yang baru menemukan keberadaan istrinya langsung memeluknya dari belakang, dia memutar kursi yang diduduki oleh kekasih halalnya itu supaya menghadap kearahnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak menyahuti panggilanku Sayang?" Rezki menangkup kedua pipi istrinya lalu mengecup bibirnya sekilas.


Arshi menepis tangan suaminya lalu melanjutkan makannya sampai habis, tanpa menawarinya sedikitpun. Rezki yang melihat istrinya makan mie dengan lahap tanpa menawarinya, hanya bisa meneguk saliva yang hampir menetes karena begitu tergoda dengan apa yang dimakannya.


Aku tadi sengaja gak jadi pesan makanan biar bisa makan bareng sama kamu Sayang, tapi kenapa sekarang kamu makan sendiri gak nawarin aku? Apa kamu gak dengar perutku juga keroncongan minta di isi?" Rezki merasa kesal dengan ketidak pekaan istrinya.


Setelah menghabiskan mienya Arshi beranjak dari duduknya, dia lalu mencuci semua perabotan yang dipakainya tadi tanpa berbicara sepatah kata pun pada suaminya.


"Sayang aku juga laper, kenapa kamu gak ngajakin aku makan?" Rezki akhirnya mengungkapkan kekesalannya, sambil berjalan mendekati istrinya yang masih sibuk mencuci di wastafel.


Dia memeluk istrinya dari belakang lalu menarik tali pengikat jubah handuk yang dipakai istrinya, Arshi menepis tangan suaminya yang tidak dapat dikondisikan itu.


"Ok tunggu sebentar ya aku masakin dulu mienya." Arshi kembali merebus air dalam panci yang baru dicucinya.


Dengan cekatan Arshi memasak mie instan plus telur dan sayuran untuk suaminya, setelah masak dia menuangkannya ke dalam mangkok lalu menyajikannya di hadapan kekasih halalnya itu. Rezki menghirup aroma mie yang baru disajikan istrinya dihadapannya terlebih dulu sambil menutup matanya.


"Baunya aja udah enak banget pasti orang yang masak juga ngenakin banget ." Rezki mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya." Makasih ya Sayang udah mau masakin aku." Rezki mengecup kening wanita yang sangat dicintainya itu sekilas.


"Iya sama-sama Yank, udah cepetan makan mienya nanti keburu dingin gak enak lagi jadinya, aaa...." Arshi meraih garpu dan sendok lalu menyuapi suaminya.


Rezki yang awalnya kecewa dengan sikap istrinya akhirnya jadi terharu dibuatnya, dia mengulas senyumnya lalu membelai wajah kekasih halalnya itu dengan penuh kasih sayang.


"I love you too my husband." Balas Arshi dalam pelukan suaminya.


Rezki melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipi istrinya kemudian berkata.


"Aku akan tetap memberi hukuman yang spesial untukmu Sayang." Ujarnya lalu menempelkan bibirnya ke bibir ranum istrinya.


Tanpa melepaskan tautan bibirnya Rezki menggendong istrinya dengan posisi saling berhadapan. Dia membawa kekasih halalnya itu ke pinggir kolam renang lalu menceburkannya kedalamnya, Arshi sangat terkejut dibuatnya karena dia sudah membayangkan suaminya akan membawanya ke kamarnya dan melewati malam yang hangat penuh cinta, namun sekarang justru sebaliknya.


"Yank kamu jahat bangettttt!" Teriak Arshi dari dalam kolam renang yang bertabur bunga itu.



"Selamat menikmati hukuman mu Sayang!" Rezki melambaikan tangannya lalu menutup pintu kaca yang menjadi pembatas menuju kolam renang.

__ADS_1


Rezki lupa bahwa istrinya alergi dingin hingga dengan santainya dia membiarkannya kedinginan diluar. Arshi langsung naik kepinggir kolam renang dalam keadaan basah kuyup, dia mendekap tubuhnya sendiri karena menggigil kedinginan, dengan tertatih dia melangkahkan kakinya menuju pintu kaca.


Tok...tok...tok... Arshi mengetuk pintunya dengan mengepalkan tangannya yang sudah mulai kaku.


"Yank cepat bukain pintunya!" Seru Arshi dengan suara bergetar.


Rezki tidak menghiraukannya, dia justru duduk santai sambil menikmati kopi yang baru dibuatnya, seraya tersenyum menatap istrinya dibalik pintu kaca tembus pandang itu.



"Yank, aku udah gak kuat, disini dingin banget,"....brukk...Arshi tergelatak didepan pintu dan tidak sadarkan diri.


Rezki yang awalnya senyum-senyum sendiri karena merasa berhasil menghukum istrinya, akhirnya sangat panik ketika melihat wanita yang sangat dicintainya itu jatuh pingsan di depan pintu. Dia berlari lalu bergegas membuka pintunya, dengan perasaan sangat menyesal Rezki menggendong istrinya kemudian membawanya masuk kedalam kamarnya. Dia melepaskan baju handuk yang masih melekat ditubuh istrinya lalu melucuti pakaian yang dipakainya satu persatu, dengan penuh kasih sayang dia


melakukan metode skin to skin lagi. Setelah itu dia menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polos mereka.


Maafin aku Sayang, aku benar-benar lupa dengan alergi dinginmu, aku hanya ingin menghukummu dengan mandi kembang tengah malam supaya jejak Arya hilang dari tubuhmu, tapi ternyata apa yang kulakukan ini justru membuatmu seperti ini, sekali lagi maafkanlah suamimu yang bodoh ini." Batinnya lalu mencium kening istrinya sangat lama hingga dia terlelap dengan perasaan bersalahnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Keesokan harinya ketika sang fajar mulai menyingsing Arshi terbangun dalam keadaan yang sangat lemah, dia merasakan seluruh tubuhnya sangat lemas, kepalanya sakit, dan rasa mual yang tidak bisa ditahannya lagi. Arshi menyibak selimutnya lalu berjalan kekamar mandi dengan sekuat tenaganya yang tersisa, Rezki terbangun ketika merasa istrinya hilang dalam pelukannya.


Hoek...hoek...Arshi mengeluarkan seisi perutnya hingga terkulai lemas tidak berdaya lagi. Rezki yang mendengar suara istrinya muntah-muntah langsung berlari kekamar mandi setelah memakai boxer nya, dia mendapatinya terhuyung ke belakang dan hampir jatuh kelantai, untung saja Rezki dengan sigap menahannya. Tangan kekarnya pun kembali menggendong kekasih halalnya itu kembali keatas tempat tidurnya lalu menyelimutinya.


"Sayang maafin aku ya karena udah nyeburin kamu ke kolam renang, pasti kamu sakit gara-gara itu." Rezki mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Yank tolong nanti beliin aku testpack ya." Pinta Arshi sembari mata memejamkan matanya.


"Testpack? Buat apa itu?" Rezki mengerutkan keningnya karena baru mendengarnya.


"Untuk mengetahui aku hamil apa gak!" Jawab Arshi masih dengan mata terpejamnya.


"Ohh kirain buat apa." Rezki manggut-manggut mengerti maksud istrinya." Aku harap hasilnya positif Sayang." Ujarnya sambil mengelus perut istrinya yang masih rata itu." Tapi kenapa gak langsung ke Dokter spesialis kandungan aja?" Rezki menatap lekat wajah istrinya yang terlihat sangat pucat.


"Nanti aja ke Dokternya kalau kita udah pulang ke Kalimantan Yank, aku periksanya di rumah sakit keluarga aja." Jawab Arshi tetap dalam mata terpejam." Yank tolong buatin minuman jahe plus madu ya." Pintanya dengan nada lembut.

__ADS_1


"Yaudah kalau begitu terserah kamu aja. Tunggu ya Sayang aku buatin minuman jahe plus madunya." Rezki mengecup kening istrinya lalu beranjak menuju dapurnya.


Bersambung.....


__ADS_2