
Happy reading guys!
Uhuk...uhuk... Arshi tiba-tiba terbatuk dalam tidur panjangnya, setelah mendapatkan pertolongan CPR dari laki-laki tampan yang memang sudah lama mencarinya bersama tim SAR tanpa mengenal putus asa.
-
Sedangkan Rezki didunia nyata tampak terlelap disamping istrinya sambil memeluk tubuh wanita yang sangat dicintainya itu, setelah menunaikan sholat Zuhur berjamaah di mesjid bersama Radi yang ada di area rumah sakit tersebut. Dia menggenggam erat tangan istrinya yang masih terpasang infus hingga membawanya ke alam mimpi yang sama seperti halnya dengan yang dirasakan oleh Arshi. Dalam mimpinya mereka berdua saling menatap lekat satu sama lain setelah Arshi membuka matanya sehabis menerima nafas buatan yang ternyata dari suaminya sendiri, Rezki langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya karena sangat merindukannya.
"Aku sudah dua bulan mencarimu bersama tim SAR Sayang, syukurlah hari ini aku sendiri yang menemukanmu ditengah laut." Rezki menciumi puncak kepala istrinya dengan penuh cinta tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang memperhatikan dan menyaksikannya.
"Cepat bawa Arshi ke rumah sakit, kondisinya sangat lemah!" Perintah Arsha yang ikut melakukan pencarian dan melihat adegan mesra pasangan suami istri itu.
Rezki menganggukkan kepalanya, lalu menggendong istrinya kedalam mobilnya yang sudah standby di pinggir jalan, dengan dikemudikan oleh Radi yang selalu setia menemaninya.
-
Didunia nyata tepatnya ruang VVIP rumah sakit keluarga Setiawan.
Uhuk...uhuk... Arshi kembali terbatuk karena merasa tenggorokannya sangat kering, setelah terbangun dari tidur panjangnya. Rezki langsung terjaga mendengar suara istrinya, dia segera mengambilkan air putih yang ada di atas meja, lalu menyodorkan ke mulut kekasih halalnya itu.
"Syukurlah akhirnya kamu bangun juga setelah dua bulan koma Sayang." Rezki kembali memeluk tubuh istrinya lalu menciumi puncak kepalanya setelah Arshi menghabiskan air yang ada dalam gelasnya." Aku rindu banget sama kamu Sayang, Apa kamu juga merindukanku?" Tanyanya karena ingin sekali mendengar suara istrinya.
"Aku jugaYank." Lirih Arshi dalam pelukan hangat suaminya." Aku mau ketemu sama Mamah dan Papah sekarang." Pinta Arshi sembari menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Aku hubungi Mamah dulu ya." Rezki merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya tanpa melepaskan pelukannya.
Tut...Tut...Tut... panggilan suara tersambung.
📲"Assalamualaikum Mah." Salam Rezki dari balik telepon.
📱" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ada apa Ki?" Khardha meletakkan handphone di telinganya.
📲"Arshi udah sadar Mah, dia mencari Mamah sama Papah." Jawab Rezki sambil menghujani wajah istrinya dengan ciumannya. Bisakah kalian kesini sekarang?" Pintanya tanpa menghentikan ulahnya.
📱"Tentu, kami akan segera kesana." Khardha memastikan dengan sangat antusias.
📲"Yaudah, assalamualaikum Mah." Rezki mengakhiri panggilan suaranya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha seraya tersenyum sangat bahagia.
-
Khardha bergegas menghampiri suaminya yang berjalan hendak keluar dari rumahnya setelah berpamitan dan mencium keningnya.
"Sayang tunggu!" Panggilnya sembari melangkahkan kakinya menuju ke arah suaminya.
"Ada apa Sayang?" Dokter Hasan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.
"Barusan Rezki nelpon aku, katanya Arshi udah sadar, dia mau ketemu sama kita berdua." Jawab Khardha menjelaskan.
"Yaudah yuk kita kesana sekarang!" Dokter Hasan menggandeng tangan istrinya.
Pasangan yang tidak lagi muda itu selalu tampak mesra di setiap kesempatan, hingga membuat para karyawan dan staf rumah sakit sangat iri melihatnya. Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju kamar rawat Arshi dengan tangan yang masih bertaut mesra layaknya anak muda yang dimabuk cinta.
"Pah, Mah kalian berdua mau menjenguk Arshi ya?" Tanya Arsha yang kebetulan baru keluar dari ruang operasi.
"Iya, tadi Rezki nelpon Mamah katanya Arshi udah sadar." Jawab Khardha seraya mengulas senyumnya.
"Alhamdulillah!" Seru Arsha karena sangat bahagia mendengarnya.
"Kamu mau ikut kesana sekalian?" Tawar Dokter Hasan sambil menatap anak laki-lakinya itu.
"Aku mau bersih-bersih dulu Pah, baru menyusul kesana sama istriku." Jawab Arsha sambil melepaskan masker dan sarung tangannya.
"Kalau begitu kami duluan kesana ya Sha." Pamit Khardha sembari menepuk bahu anaknya dengan lembut.
"Iya Mah." Arsha menganggukkan kepalanya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Sementara itu di dalam kamar rawat Arshi. Rezki yang sangat merindukan istrinya dengan penuh semangat menciuminya hingga memberikan tanda-tanda cinta dileher dan dadanya, dia tidak menyadari mertuanya membuka pintu masuk dan menyaksikan apa yang dilakukannya.
-
"Biarkan mereka berdua melepas kerinduannya Sayang, kita tunggu diluar aja ya." Khardha menarik tangan suaminya untuk menutup pintu secara perlahan lalu mengajaknya duduk di kursi yang tersedia di sana.
"Kenapa mereka gak mengunci pintunya dulu? Kalau orang lain yang melihatnya gimana?" Dokter Hasan menekuk wajahnya sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"Gak usah sewot gitu Sayang, kamu juga waktu muda suka gitu." Khardha menyenggol bahu suaminya seraya tersenyum penuh arti.
"Jangan mengingatkanku tentang masa muda kita Sayang, aku bisa aja mengulanginya sekarang!" Bisik Dokter Hasan ditelinga istrinya.
"Dasar Dokter mesum! Udah tua, ingat umur!" Bisik Khardha lalu mendorong tubuh suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
-
Rezki menghentikan permainannya karena tidak tega melihat istrinya yang semakin lemas dibuatnya.
"Makasih Sayang untuk semuanya, i love you so much my wife." Rezki kembali mendekap erat tubuh istrinya yang masih lemah.
"Love you too." Lirih Arshi dalam dekapan suaminya.
Drettt...drettt...drettt Handphone Rezki bergetar disaku celananya. Dia lalu melonggarkan pelukannya kemudian menerima telepon yang ternyata dari mertuanya.
📲" Assalamualaikum. Apa kalian sudah selesai mesra-mesraannya? Kami sudah dari tadi menunggu di luar!" Kesal Dokter Hasan karena sudah hampir satu jam menunggu.
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. I...i...iya, masuk aja Pah." Gugup Rezki karena sangat malu ketahuan mertuanya.
Dokter Hasan langsung memutuskan panggilan suaranya, lalu masuk ke dalam bersama istrinya. Rezki segera beranjak dari ranjang pasien istrinya ketika melihat raut wajah papah mertuanya yang tidak bersahabat.
"Aku keluar dulu ya Sayang." Rezki mencari alasan untuk tidak bertatapan langsung dengan mertuanya.
Arshi hanya menganggukkan kepalanya seraya mengulum senyumnya, karena mendengar percakapan suaminya dan papahnya ditelepon.
"Kamu mau kemana Rezki?" Tanya Khardha sengaja menggoda menantunya itu.
"Aku mau keluar sebentar Mah, beliin eskrim buat Arshi." Jawab Rezki beralasan sambil memegangi handle pintu.
"Aku gak mau makan eskrim Yank." Arshi ikut menggoda suaminya.
__ADS_1
"Gak usah banyak alasan, bilang aja kamu mau menghindari papah." Dokter Hasan mendelik tajam ke arah menantunya itu.
"E..e... enggak kok Pah. Aku ada urusan sebentar sama Radi!" Rezki langsung bergegas pergi keluar.
Dokter Hasan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku menantunya yang kadang membuatnya jengkel itu. Namun sebenarnya dia juga sangat menyayanginya karena Rezki selalu setia kepada anaknya dalam keadaan apapun juga.
"Papah periksa kamu dulu ya." Dokter Hasan mengarahkan stetoskop nya kedada anaknya untuk memastikan kondisi Arshi setelah bangun dari koma nya.
Dia membulatkan matanya ketika mendapati tanda kissmark dileher dan dada anaknya. Arshi sendiri tidak menyadari banyak jejak kepemilikan yang ditinggalkan suaminya.
Dasar Rezki baru juga Arshi sadar udah gak bisa menahan dirinya, pantesan hampir satu jam melepas kerinduannya." Gumam Dokter Hasan dalam hatinya.
Khardha yang memperhatikan ekspresi suaminya ketika melihat kondisi anaknya hanya mengulum senyumnya.
"Maklumin aja Sayang, namanya juga udah lama gak tersalurkan." Bisik Khardha dengan sangat pelan supaya Arshi tidak mendengarnya.
"Iya aku tau, untung aku yang periksa kalau Dokter yang lain pasti Arshi bakal malu banget." Jawab Dokter Hasan ikut berbisik di telinga istrinya.
"Mamah sama Papah ngomongin apa sich? Kenapa harus bisik-bisik?" Arshi mengerutkan keningnya menatap kedua orangtuanya.
"Gak papa sayang, habis ini kamu makan ya, biar cepat pulih." Khardha mengusap kepala anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Iya Mah." Arshi menganggukkan kepalanya.
-
Arsha dan Wava baru saja sampai di depan pintu kamar Arshi, mereka berdua merasa heran melihat Rezki duduk sendirian dikursi yang ada di sana sambil menggaruk-garuk kepalanya dan mengacak-acak rambutnya.
Bodoh banget sich, kenapa aku gak bisa menahan diri. Pasti Papah kesal banget sama aku! Apalagi kalau liat hasil karya ku dileher dan dada anaknya." Batinnya sambil mengacak-acak rambutnya.
"Lo kenapa Ki? Apa Arshi koma lagi?" Wava menatap sepupu sekaligus iparnya itu dengan kening berkerut.
Rezki mendongakkan wajahnya mendengar suara Wava, lalu menyunggingkan senyum manisnya.
Hehehe..."Gue gak papa, Arshi baik-baik aja, kalian masuklah ke dalam." Rezki menampakkan barisan giginya.
"Dasar aneh!" Wava menggelengkan kepalanya.
"Ya udah Honey kita masuk aja yuk!" Arsha menarik tangan istrinya.
Sebab dia juga merasa aneh melihat tingkah laku iparnya itu.
-
Setelah selesai memeriksa anaknya Dokter Hasan langsung melepaskan semua alat-alat yang masih menempel di tubuh Arshi.
"Assalamualaikum." Ucap Arsha dan Wava sembari melangkahkan kakinya menghampiri bed pasien Arshi.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha, Dokter Hasan dan Arshi serempak.
"Alhamdulillah kamu udah kembali lagi ke tengah-tengah kita Shi." Wava langsung cipika cipiki dengan sahabat sekaligus iparnya itu.
Arshi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis, walaupun wajahnya masih terlihat pucat.
"Kamu ada keluhan Shi?" Arsha menatap wajah saudara kembarnya itu.
"Aku cuma lemes Sha." Jawab Arshi dengan nada lembut.
"Iya Pah." Arshi menganggukkan kepalanya.
-
Diluar Rezki menatap handphonenya dengan memasang headset bluetooth ditelinganya untuk mendengarkan percakapan semua orang yang ada di dalam kamar istrinya. Dia sengaja meletakkan kamera kecil di vas bunga dekat ranjang Arshi sejak hari pertama istrinya itu koma, atas usulan dari Radi supaya dia bisa mendengarkan sekaligus melihat apa saja kegiatan semua orang yang ada di dalam kamar tersebut, ketika dia berada di luar. Kamera itu langsung tersambung dengan smartphonenya, itulah yang membuatnya bisa tenang meninggalkan istrinya selama bekerja.
Ketika mendengar papah mertuanya menyuruh istrinya untuk makan makanan yang bertekstur lembut, Rezki langsung memesan bubur dan sup ayam, oatmeal dengan bermacam-macam jenis dan rasa, yogurt, serta buah-buahan segar yang dipesannya lewat online. Tidak lama kemudian semua pesanannya datang Rezki langsung membawanya masuk ke dalam kamar istrinya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Kamu habis belanja darimana Ki?" Khardha menatap heran kearah menantunya itu yang sedang menenteng tas belanjaan dengan kedua tangannya.
"Di online Mah." Jawab Rezki sembari meletakkan belanjaannya.
Rezki menyiapkan makanan untuk istrinya lalu duduk di kursi yang ada di samping ranjangnya.
"Makan dulu Sayang, aaa." Rezki langsung menyuapi istrinya tanpa memperdulikan semua orang yang memperhatikannya.
Dokter Hasan yang awalnya sangat jengkel dengan ulah menantunya itu hanya menghela nafasnya, ketika menyaksikan betapa perhatiannya Rezki kepada anaknya.
"Yaudah yuk kita keluar." Ajak Dokter Hasan kepada istri dan anak menantunya.
"Ingat ya Ki, kalau ada apa-apa cepat hubungi kami." Ujar Arsha mengingatkan.
"Iya." Singkat Rezki sembari terus menyuapi istrinya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Ditempat lain tepatnya di rumah mewah kediaman keluarga Hendrik Choi.
Hendra baru saja mengatakan kepada kedua orangtuanya bahwa dia sudah menikah dengan Amara dua bulan yang lalu, Hendrik yang pada dasarnya tempramental sangat marah dibuatnya.
"Kenapa kamu gak bilang sejak awal sama papa dan mama? Apa kamu sudah gak menganggap kami sebagai orangtuamu? Sehingga kamu bisa menikahi wanita ini tanpa sepengetahuan kami!" Hendrik menatap tajam ke arah Hendra dan Amara yang duduk di sofa ruang tamunya.
Amara tersentak kaget mendengar suara papa mertuanya yang menggema di ruangan tersebut. Tangannya terasa sangat dingin karena takut tidak diterima sebagai menantu, Hendra menggenggam erat tangan istrinya untuk menguatkannya.
"Aku memang mendadak menikahi Amara karena ibunya meninggal dan gak ada lagi yang menjaganya Pa." Jawab Hendra sembari membalas tatapan tajam papanya.
"Sudahlah Pa, toh mereka berdua sudah menikah dan Sah secara hukum juga agama. Memangnya Papa mau apalagi?" Pripta istrinya Hendrik berusaha menenangkan suaminya dengan mengusap punggungnya.
"Kita harus mengadakan resepsi pernikahan mereka secara besar-besaran dan undang semua keluarga juga rekan bisnis kita tanpa terkecuali." Tegas Hendrik dengan menekankan kata-katanya.
"Ok Pa, kalau itu maunya Papa aku akan segera merealisasikannya." Hendra langsung memeluk papanya.
Amara yang awalnya sangat tegang karena takut dimarahi mertuanya, karena baru pertama kali bertemu dengan mereka akhirnya bisa bernafas lega. Pripta juga beranjak mendekati menantunya lalu memeluknya.
"Maafkan mama dan papa ya karena gak hadir dihari pernikahan kalian." Ucap Pripta sambil mengusap punggung menantunya itu.
"Gak papa Ma, justru aku yang minta maaf karena langsung menerima lamaran Kak Hendra dan menikah dengannya, tanpa menemui kalian terlebih dahulu." Amara membalas pelukan mertuanya.
__ADS_1
"Sudahlah sayang semuanya sudah berlalu, Mama yakin kamu adalah wanita yang istimewa sehingga bisa membuat Hendra jatuh cinta sama kamu. Sebab selama ini setahu kami Hendra gak pernah dekat dengan seorang wanita manapun, tau-tau udah nikah aja, makanya tadi Papa sempat emosi." Ujar Pripta sambil mengajak menantunya itu ke dapur untuk membuat minuman.
Amara sangat bahagia mendengarnya, senyum sumringah penuh kebahagiaan terlukis dari binar matanya.
"My lovely wife kamu lagi bantuin Mama bikin minuman ya! Kok lama sich, aku udah haus banget nich." Ujar Hendra sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Iya sebentar lagi selesai Hubby." Amara menuangkan air ke dalam gelas yang berisi syrup.
Mama dan para asisten rumah tangganya langsung keluar dari dapur karena malu menyaksikan kemesraan pengantin baru itu. Hendra yang sudah bucin akut kepada istrinya tidak mengindahkan situasi dan kondisi yang ada di sekitarnya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Jam delapan malam Arsha dan Wava baru saja datang ke rumah baru mereka. Setelah memarkirkan kendaraan roda empatnya di garasi rumahnya Arsha langsung keluar dari mobilnya lalu menggendong istrinya yang baru saja tertidur ketika dijalan tadi. Bi Atun yang sudah membukakan pintu untuk majikannya itu langsung menawarkan makan malam kepadanya.
"Pak Dokter mau makan sekarang?" Tanya Bi Atun sembari mengikuti langkah Arsha.
"Nanti aja Bi, setelah istriku bangun." Jawab Arsha lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar utamanya yang terletak di lantai dua.
Sesampainya di kamarnya Arsha perlahan membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang yang berukuran king size itu lalu mengecup keningnya.
Honey semenjak Arshi hamil dan mengalami koma aku perhatiin kamu semakin sibuk aja menangani pasien anak-anak. Kapan kita bisa honeymoon dan fokus bikin anak sendiri?" Batinnya sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut seraya menatap intens wajah cantik kekasih halalnya itu." I love you so much my wife." Arsha kembali mencium kening istrinya lalu beranjak dari duduknya.
Dia melepaskan pakaiannya satu persatu lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
🌿My Heart 🌿 By Irwansyah
Di sini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia 'ku denganmu
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Kuukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Kuukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk mendukung karya receh ku ini ya melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang limanya.
Bisakan menghargai karya orang lain jika kamu juga ingin dihargai.
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
Tetap jaga kesehatan ya!"