
Happy reading guys!
Seminggu kemudian Radi dan Dira melangsungkan ijab-kabul di rumahnya, secara sederhana karena mereka ingin acara yang sakral itu hanya dihadiri oleh keluarga dan para sahabat dekatnya saja. Namun semua biaya MUA, wedding organizer, catering dan lainnya ditanggung oleh Riki Pratama sebagai orang tua angkat Radi. Rezki bahkan mengundang seluruh karyawan perusahaannya dan staf rumah sakit mertuanya tanpa sepengetahuan Radi dan Dira, sebab dia tidak mau catering pernikahan yang sangat banyak itu mubajir terbuang begitu saja karena tidak ada yang membantu menghabiskannya.
-
Arshi dan Rezki baru saja sampai di halaman rumah Radi, keduanya tampak sangat serasi dengan memakai baju couple sasirangan kain khas orang Banjar tentunya.
Maklumlah authornya asli orang Banjar jadi cinta produk daerah sendiri, walaupun sekarang tinggal di Samarinda-Kalimantan timur ikut suami.
"Yank aku mau samperin Dira dulu ya." Pamit Arshi sembari melepaskan genggaman tangan suaminya yang selalu menggandengnya sejak turun dari mobil.
"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya." Hati-hati naik tangganya ya, jangan terlalu cepat jalannya. Ingat kamu lagi hamil." Ujarnya mengingatkan sambil mengelus perut istrinya.
"Iya." Singkat Arshi lalu melangkahkan kakinya menuju ke lantai dua tempat Dira dirias oleh MUA.
Setelah sampai di depan pintu kamar Arshi mengetuk pintunya terlebih dulu walaupun sudah terbuka.
"Assalamualaikum." Ucapnya sambil berjalan menghampiri Dira.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dira, ibunya dan tim MUA seraya mengulas senyumnya.
"Gimana udah siap belum?" Tanya Arshi untuk mencairkan suasana.
Sebab dia melihat wajah Dira tampak sangat tegang seperti orang yang menahan hendak buang air besar.
"Siap gak siap Shi." Jawab Dira sambil menatap wajah Arshi dari balik pantulan cermin meja riasnya.
"Loh kok gitu!" Arshi mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik Dira yang sudah di make up oleh MUA.
"Rasanya deg degan banget!" Jujur Dira sembari memegangi dadanya.
"Itu sich wajar Ra, aku dulu juga gitu. Nanti kalau Radi sudah selesai mengucapkan ijab-kabul dan orang-orang mengatakan sah secara bersamaan, insha Allah semuanya akan terasa plong." Ujar Arshi sambil memegangi bahu Dira." Kamu banyak-banyak berdoa aja ya Ra, biar Radi lancar dan hanya dalam satu tarikan nafas mengucapkan ijab-kabul nya.
"Iya Shi, makasih ya." Ucap Dira sembari memegangi tangan Arshi.
"Iya sama-sama." Arshi menganggukkan kepalanya lalu duduk di sofa yang ada di dalam kamar tersebut.
-
Sementara itu di bawah tempat ijab-kabul akan dilaksanakan.
"Gimana rasanya bro? Lo gak gugup kan?" Rezki menaikturunkan alisnya untuk menggoda saudara, sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.
"Lo gak usah tanya soal itu. Sebab Lo sendiri kan udah pernah ngalamin sendiri gimana rasanya." Jawab Radi sembari mendelik tajam ke arah Rezki.
Rezki menutupi mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara tawanya, sebab dia tidak pernah melihat wajah Radi setegang itu sebelumnya. Pak penghulu membacakan khotbah nikah yang berfungsi sebagai pembekalan bagi pasangan yang menikah, khotbah ini juga menjadi penyemangat bagi para hadirin yang masih belum menikah untuk segera menikah. Selain itu, khutbah nikah juga menjadi pengingat bagi semua yang hadir tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.
"Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari setitik air', lalu Dia menjadikannya keturunan dan kekerabatan, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad saw, seutama-utama penciptaan makhluk dan atas keluarga dan shahabatnya dengan limpahan rahmat ta'dhim serta kesejahteraan yang banyak. Setelah itu, wahai yang hadhir, aku mewasiatkan padamu dan diriku untuk bertaqwa kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kemenangan (yang besar) bagi orang-orang yang bertaqwa. Allah swt berfirman dalam kitab-Nya yang mulya: Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan sekali-kali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah (beragama Islam) Ketahuilah bahwa nikah itu adalah sunah dari beberapa sunah Rasulullah saw. Nabi saw bersabda: Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku. Dan beliau bersabda lagi: Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (menafkahi keluarga), maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga ********, dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya. Dan beliau bersabda lagi: Istri yang baik adaalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, apabila kamu perintah ia mentaatimu, apabila kamu tiada ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan hartamu Dan Allah swt berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Dan Allah swt berfirman pula: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Semoga Allah memberi berkah kepadaku dan kepadamu dalam Qur'an yang agung. Dan memberi manfaat kepadaku dan kepadamu terhadap apa yang ada di dalamnya, dari ayat-ayat dan peringatan yang bijak, dan semoga Allah menerima dariku dan darimu dalam membacanya, karena sesungguhnya Allah Maha penerima Tobat lagi Maha Penyayang Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Aku katakan perkataanku ini, dan mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung untukku dan untukmu, untuk kedua orang tua dan guru-guru serta untuk orang Islam lainnya. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesunggunya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab." Pak penghulu mengakhiri khotbah nya.
Detik-detik menjelang akad nikah.
Radi sudah duduk di berhadapan dengan ayahnya Dira, disamping beliau ada penghulu dan Dokter Hasan sebagai saksi dari pihak Dira. Sedangkan disamping kanan Radi, ada Riki Pratama dan Rezki Aditya Pratama disamping kirinya.
"Baiklah untuk mempersingkat waktu silahkan berjabat tangan!" Perintah pak penghulu kepada Radi dan ayahnya Dira.
Radi mengulurkan tangannya yang mengeluarkan keringat dingin karena sangat tegang begitupula dengan pak Syarifuddin yang baru pertama kali menikahkan putri sulungnya. Pak Penghulu membimbing keduanya untuk melakukan ijab-kabul sesuai ketentuan yang ada terlebih dulu baru ayahnya Dira mengatakannya dengan lantang melalui pengeras suara yang dipegangnya.
"Saudara Raditya Dika bin Abdullah saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak perempuan saya yang bernama Nadira Kayla binti Syarifuddin dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set berlian dibayar tunai." Ayahnya Dira menghentakkan tangannya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Nadira Kayla binti Syarifuddin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Radi dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" Tanya pak penghulu sembari menatap orang-orang yang ada didepannya dan sekelilingnya.
"Sah!" Jawab semua orang yang menyaksikannya dengan lantangnya.
-
Pak penghulu segera membaca doa lalu memanggil mempelai wanita untuk menandatangani buku nikahnya.
__ADS_1
Arshi dan Wava segera menggandeng Dira turun ke bawah lalu mendudukkannya di samping Radi yang sekarang sudah sah jadi suaminya. Radi mengulas senyumnya lalu mengulurkan tangannya, yang disambut oleh Dira dengan mencium punggung tangan suaminya itu, Radi pun membalasnya dengan mengecup kening istrinya. Setelah proses penandatanganan selesai Radi dan Dira menyematkan cincin kawin dijari manis mereka berdua secara bergantian lalu memamerkannya kepada semua orang.
"Selamat ya bro." Rezki memeluk tubuh Radi dengan gaya manly nya.
"Thanks ya bro atas semuanya." Radi menepuk pundak Rezki.
"Iya sama-sama." Rezki menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya.
Arsha, Wavi dan Rasya ikut memberikan ucapan selamatnya sambil menjabat tangan Radi dan Dira secara bergantian. Begitupula dengan para wanita pasangan mereka masing-masing.
"Selamat menempuh hidup baru ya Ra." Ucap Arshi sambil cipika cipiki dengan Dira.
"Selamat ya Ra, semoga selalu samawa." Ucap Wava dengan tulusnya.
"Selamat ya Ra, semoga cepat dapat momongan." Ucap Lida seraya tersenyum penuh arti.
"Salamat Ra lah, mudahan baisi anak sajurut."
"Selamat ya Ra, semoga punya anak yang banyak." Ucap Tasya seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Sajurut!" Seru Arshi, Wava dan Lida serempak.
"Kayak bebek aja." Dira menekuk wajahnya karena tidak suka dengan apa yang dikatakan Tasya.
"Gak usah di tunda ya, apalagi kalau pakai alat kontrasepsi! Jangan sama sekali!" Ujar Lida menimpali.
"Kalian berdua ini ya, kayak yang udah nikah aja! Pintar banget nasehatin orang!" Arshi melipat kedua tangannya.
"Iya." Timpal Wava sambil menatap tajam ke arah kedua rekan kerjanya itu.
Hehehe...."Peace ya!" Lida dan Tasya mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
"Ya udah nikmati prasmanan nya dulu sana gih!" Ujar Dira mempersilahkan teman-temannya itu.
"Ok!" Sahut Wava, Lida dan Tasya sambil menganggukkan kepalanya.
Para undangan yang lain ikut menyalami dan memberikan ucapan selamatnya setelah para Dokter itu berlalu pergi dari hadapan kedua mempelai.
Kamu dimana Sayang? Jangan bikin aku takut kehilanganmu lagi." Batinnya sambil terus berjalan mencari kesana-kemari.
Hampir satu jam Rezki dan anak buahnya mengelilingi sekitar rumah Radi namun tetap tidak menemukan keberadaan Arshi. Hingga akhirnya Rezki tidak sengaja melihat seseorang yang memakai baju yang sama persis dengannya. Orang itu terlindung dibalik pohon besar nan rindang yang ada di belakang rumah Radi. Dia bergegas berlari menuju kesana dan menemukan kekasih halalnya itu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Sayang kamu kenapa duduk sendirian di sini?" Tanyanya dengan nada sangat lembut sambil mengusap kepala istrinya." Aku sangat takut kehilanganmu lagi Sayang." Rezki merengkuh tubuh wanita yang sangat dicintainya itu lalu membawanya ke dalam pelukannya.
"Aku gak tahan mencium aroma makanan dan wangi parfum semua orang yang ada di sana." Jawab Arshi dengan lirihnya.
"Kita pulang aja ya, nanti aku masakin makanan buat kamu." Ajak Rezki sambil membantu istrinya beranjak dari duduknya.
Arshi menganggukkan kepalanya dengan lemah, Rezki segera menggendong tubuh istrinya menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah Radi. Setelah mendudukkan wanita yang sangat dicintainya itu di kursi penumpang yang ada di sebelahnya dan memakaikan seat belt nya, Rezki langsung menyalakan mesin kendaraan roda empatnya itu lalu memutar kemudinya menuju rumahnya sendiri.
Sejak tahu dirinya hamil Arshi benar-benar tidak bisa mencium apalagi memakan makanan selain masakan suaminya sendiri. Rezki selalu berusaha sabar menuruti semua kemauan istrinya itu, sebab dia tahu wanita yang telah mengandung buah cintanya itu tengah mengidam dan selalu ingin dimanja olehnya setiap waktu.
-
Malam harinya di dalam kamar pengantin baru, setelah selesai menunaikan sholat isya berjamaah dengan istrinya. Radi mengajak Dira untuk melakukan hubungan suami istri seperti yang seharusnya dilakukan oleh pasangan halal lainnya, namun sebelum memulai foreplay nya mereka berdua bercengkrama terlebih dulu.
"Anae bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan itu?" Radi membelai wajah istrinya dengan lembut sambil memiringkan tubuhnya.
"Apakah kamu sangat menyukai drama Korea?" Bukannya menjawab Dira justru balik bertanya.
"Bisa dibilang begitu, tapi gak terlalu juga sich, kadang-kadang aja. Apabila banyak waktu luang untuk menonton film-film romantis, apalagi kalau lagi gelisah, galau merana." Jawab Radi sambil menatap wajah cantik istrinya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Terus aku panggil kamu apa?" Dira mengerutkan keningnya menatap wajah tampan suaminya sambil menopang kepalanya untuk menghadap ke arahnya.
"Yeobo atau Oppa terserah kamu aja." Radi mengulas senyum manisnya sambil menyentuh ujung hidung istrinya.
"Baiklah Yeobo." Dira membalas senyuman suaminya tidak kalah manisnya.
"Bolehkah aku meminta hak ku sekarang?" Radi semakin memangkas jarak antara mereka berdua.
__ADS_1
Dira menganggukkan kepalanya lalu menutup matanya ketika Radi mulai menempelkan bibirnya dengan mesra kebibir ranumnya. Hingga akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi di first night pengantin baru itu.
Selamat berimajinasi semuanya!
Author lagi malas menjabarkan secara detailnya takut ada yang pengin nantinya, hahaha.
🌿Surga dunia 🌿 By Elvie Sukaesih
Alangkah nikmatnya dunia kurasa saat ini, saat ini
Karena malam ini malam bahagia
Alangkah nikmatnya dunia kurasa saat ini, saat ini
Karena malam ini malam bahagia
Oh, dunia kurasa bagaikan di Surga
Kudirayunya, kudicumbunya
Aduhay, sungguh mesranya
Kudipeluknya, kudiciumnya
Aduhay, sungguh nikmatnya
Tercapailah segala gelora di jiwa ini
Tercapailah segala gelora di jiwa ini
Angan-anganku melayang-layang tinggi
Bagaikan di alam khayalan mimpi-mimpi yang indah
Alangkah nikmatnya dunia kurasa saat ini, saat ini
Karena malam ini malam bahagia
Oh, dunia kurasa bagaikan di Surga
Kudirayunya, kudicumbunya
Aduhay, sungguh mesranya
Kudipeluknya, kudiciumnya
Aduhay, sungguh nikmatnya
Tercapailah segala gelora di jiwa ini
Tercapailah segala gelora di jiwa ini
Angan-anganku melayang-layang tinggi
Bagaikan di alam khayalan mimpi-mimpi yang indah
Alangkah nikmatnya dunia kurasa saat ini, saat ini
Karena malam ini malam bahagia
Oh, dunia kurasa bagaikan di Surga
Ha-aa
Haaa-aa
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!