Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#28 "Surprise"part1


__ADS_3

Happy reading guys!


Rezki memarkirkan motornya diarea parkiran khusus supaya Radi bisa mengamankan motornya nanti ketika sampai di tujuannya. Arshi yang mengira mereka masih diperjalanan tetap saja memejamkan matanya sembari memeluk pinggang suaminya dengan sangat eratnya. Dia mengira Rezki masih melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga ketakutannya belum hilang dan tanpa sadar dia tetap bertingkah seperti masih dalam perjalanan tadi. Walaupun sebenarnya sudah berhenti sejak sepuluh menit yang lalu, Rezki mengulum senyumnya memperhatikan tingkah istrinya dari balik kaca spion motornya.


"Sayang kita udah sampai, kamu gak mau turun?" Rezki menggoyangkan tangan dan badan istrinya yang merangkul pinggangnya dengan erat dari belakangnya itu dengan lembut.


Arshi akhirnya sadar lalu melonggarkan pelukannya, dia membuka matanya perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang menyilaukan indera penglihatannya. Tiba-tiba ada pesawat yang terbang rendah diatasnya silih berganti layaknya di bandar udara karena mereka memang di bandara.


"Bandara? Kenapa kita kesini? Mau ngapain? Bingung Arshi sembari turun dari motor sport suaminya itu.


"Surprise!" Seru Rezki lalu meraih tangan istrinya mengajaknya masuk ke area bandara.


Arshi semakin bingung dibuatnya dia menatap suaminya penuh tanda tanya sambil menggandeng tangannya. Didepan pintu masuk bandara sudah berdiri Radi dan anak buahnya yang menyambutnya dengan dua lembar tiket pesawat ditangannya.


"Kita mau kemana Yank?" Arshi mengerutkan keningnya dengan sempurna menatap Rezki yang hanya tersenyum melihatnya seperti orang kebingungan.


"Kita akan honeymoon Sayang." Jawab Rezki sembari mengambil tiket ditangan Radi.


"Sekarang? Tanpa persiapan apapun?" Arshi tidak habis pikir dengan rencana mendadak suaminya.


Dia menggelengkan kepalanya sembari mengikuti langkah Rezki yang kembali menggandeng tangannya.


"Kamu tenang aja Sayang aku udah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari, kamu tinggal duduk manis aja disampingku." Jawab Rezki seraya tersenyum penuh arti.


Mereka hampir terlambat untuk check point dan check in terpaksa Rezki menarik tangan istrinya dengan kuat agar Arshi mempercepat langkahnya. Setelah semuanya selesai pasangan suami istri itu sudah berada didalam pesawat menuju bandara Ngurah Rai Bali. Rezki akan melakukan opening bisnis hotel dan resort barunya di sana sekaligus honeymoon nya yang selalu tertunda sejak awal pernikahannya bersama Arshi karena kesibukan masing-masing. Semuanya sebenarnya diperuntukkannya sebagai hadiah ulangtahun pernikahannya tahun depan, namun karena dia sudah tidak sabar lagi untuk honeymoon bersama wanita yang sangat dicintainya itu terpaksa semua rencananya dirubah. Radi lah orang yang paling dibuat pusing olehnya sebagai sekertaris, sahabat sekaligus asisten pribadinya. Radi harus menghandle semuanya dari urusan di kantor yang ditinggalkan Rezki untuk liburan sekaligus honeymoonnya hingga urusan pembukaan hotel serta resort di Bali tersebut. Belum lagi mengatasi masalah Tuan Danu yang sudah memanipulasi perusahaan penyedia jasa pengiriman barang milik Rezki karena tidak bisa menjodohkan anaknya dengan Ceo muda tersebut. Untung saja Radi juga dibantu oleh asisten cantiknya yang sudah lama membantunya dalam setiap gerak geriknya. Radi memang menaruh hati padanya secara diam-diam, dia juga sudah menyelidiki latarbelakang asisten yang bernama Dira Wardana itu.



Dira adalah seorang wanita cantik anak seorang sekuriti di rumah sakit Setiawan dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang selalu menyayangi keluarganya. Setiap hari dia menyiapkan bekal untuk anak-anak dan suaminya sebab Dira dan Deri adik laki-lakinya itu selalu menyukai masakan ibunya sekaligus menghemat uang agar bisa ditabung untuk masa depannya kelak, itulah yang dipikirkan kakak beradik itu untuk meringankan beban kedua orangtuanya. Mereka berdua tidak mau menambah beban orangtuanya yang sudah membesarkan mereka dengan susah payah hingga sekarang ini.


🌿🌿🌿🌿🌿


Rezki dan Arshi sedang dalam pesawat business class waktu yang ditempuh hanya 2 jam 45 menit dari bandara Syamsudin Noor ke bandara Ngurah Rai Bali namun Rezki merasa sangat lama karena tidak sabar lagi untuk menikmati honeymoon bersama istri tercintanya. Pramugari menyajikan makanan untuk para penumpang Rezki mengerutkan keningnya ketika menatap istrinya yang tidak menyentuh makanan sama sekali.



"Kenapa makanannya gak dimakan Sayang? Kamu gak suka?" Rezki membelai rambut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Aku mabuk Yank gara-gara kamu gak bilang dulu mau ngajak aku melakukan perjalanan jauh." Arshi menutup matanya karena merasakan mual, sakit kepala, dan tidak enak badan.


"Aku kan mau ngasih surprise buat kamu Sayang." Rezki akhirnya memijit pelan kepala istrinya.


"Iya tapi kalau kamu bilang dulu, aku kan bisa siapin obat anti mabuk biar gak kayak gini jadinya." Arshi segera beranjak menuju toilet karena tidak tahan lagi menahan rasa mualnya.

__ADS_1


Hoek...hoek... Arshi akhirnya memuntahkan seisi perutnya, Rezki bergegas menyusulnya lalu memijit tengkuk istrinya dengan lembut.


"Maafin aku ya Sayang, aku gak tau kalau kamu gampang mabuk perjalanan kayak gini, nanti kalau udah sampai di hotel kamu langsung istirahat aja ya sesudah melayani aku tentunya." Rezki menatap pantulan wajah istrinya dibalik cermin seraya tersenyum penuh arti.


Arshi hanya menganggukkan kepalanya lalu keluar dari sana untuk kembali ketempat duduknya, Rezki mengikutinya dari belakang kemudian duduk di samping istrinya.


"Aku suapin ya Sayang biar kamu gak masuk angin." Rezki mengarahkan sendok kemulut istrinya.


"Gak usah Sayang aku gak selera." Arshi menggelengkan kepalanya sembari menutup mulutnya.


"Kalau kamu gak mau makan nanti sakit Sayang, itu berarti gagal dong rencanaku untuk mengajak kamu honeymoon disana." Rezki menghembuskan nafasnya yang terasa berat karena tidak bisa memaksa istrinya.


Arshi membuka matanya lalu menggenggam tangan suaminya seraya berkata.


"Kamu juga harus makan Yank, aku juga gak mau kalau kamu nanti sakit." Arshi membelai wajah suaminya yang menatapnya dengan sendu.


"Aku akan makan kalau kamu juga mau makan!" Tegas Rezki lalu memalingkan wajahnya seakan benar-benar marah kepada istrinya.


"Ok, aku akan makan tapi kamu jangan marah ya." Arshi mengoyangkan tangan suaminya agar menatap ke arahnya.


Arshi paling tidak bisa suaminya marah lalu mendiamkannya dengan waktu yang lama, itulah sifat Rezki bila dia sudah benar-benar marah kepada istrinya itu.


"Aku mau kamu habiskan semua makanannya!" Rezki menatap tajam istrinya dengan menekankan kata-katanya.


Sesampainya di bandara Ngurah Rai Bali, Rezki dan Arshi langsung dijemput oleh anak buah Rezki yang sudah stanby sedari tadi. Sopir melajukan mobilnya menuju hotel yang akan diresmikan oleh Rezki esok harinya. Semua Karyawan hotel sudah siap menunggu kedatangannya dengan menggelar karpet merah dari depan pintu lobi hingga kedalamannya, mereka juga sudah menyiapkan kamar presiden suite plus honeymoon untuk Rezki dan Arshi. Pasangan suami istri itu selalu bergandengan tangan sejak dari bandara hingga sampai kedalam hotel, karena Rezki tidak mau melihat istrinya di remehkan orang-orang lagi.



"Yank kenapa semua karyawan hotel ini menyambut kita dengan sangat hormat? Menurutku sikap mereka terlalu berlebihan." Ujar Arshi sembari mendekati suaminya yang langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang.


"Kamu akan tau semuanya besok Sayang." Rezki menarik tangan istrinya dengan kuat sehingga Arshi langsung tengkurap di atas dadanya.


"Aku mau mandi Yank tapi baju gantinya mana?" Arshi mendongakkan kepalanya hingga keningnya langsung menyentuh bibir suaminya.


"Semuanya ada di lemari Sayang kamu tinggal pilih aja, mana yang mau kamu pakai." Rezki semakin tidak bisa mengkondisikan


tangannya.


"Enak banget ya nginap di hotel ini, fasilitasnya sudah lengkap." Arshi membiarkan tangan suaminya yang sudah masuk kedalam bajunya dan bergerilya kemana-mana.


Rezki mulai membungkam mulut istrinya dengan bibirnya lalu melucuti pakaiannya satu-persatu begitu juga dengan Arshi yang juga melakukan hal yang sama.


"Yank aku mau mandi dulu gerah." Ujar Arshi setelah Rezki melepaskan tautan bibirnya.

__ADS_1


"Kita mandi sama-sama yuk!" Ajak Rezki sembari menggendong istrinya ala bridal style ke kamar mandi.



"Yank aku kebelet pipis!" Arshi menahan tangan Rezki yang ingin memainkan area sensitif nya didalam bathtub.


"Yaudah cepeten!" Rezki memukul air yang ada didepannya hingga muncrat kemana-mana karena kesal kesenangannya terpaksa terhenti tiba-tiba.


Arshi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum melihat kelakuan suaminya yang bertingkah seperti anak kecil kehilangan mainannya. Sesudah selesai membuang air kecil Arshi menghampiri suaminya yang memajukan bibirnya karena kesal kepadanya.


"Yank kamu marah sama aku?" Arshi masuk kedalam bathtub dengan hati-hati agar Rezki tidak langsung menerkamnya secara kasar.


"Enggak!" Cebik Rezki sembari menarik istrinya agar duduk dipangkuannya dengan posisi saling berhadapan.


Dengan penuh gairah yang lama terpendam Rezki mengeksplor setiap inci tubuh istrinya yang sudah menjadi candu untuknya itu dengan penuh kelembutan, hingga terjadilah apa yang selalu diinginkannya setiap kali menatap dan bersentuhan dengan kekasih halalnya itu. Seusai mandi bersama yang sangat menguras tenaga itu, mereka berdua menunaikan sholat isya berjamaah karena belum sempat melaksanakannya ketika baru sampai tadi, sebab Rezki yang sudah tidak sabar lagi untuk bercinta dengan istrinya. Arshi yang selalu berusaha menuruti kemauan suaminya hanya bisa pasrah melayani apa yang diinginkan kekasih halalnya itu. Sesudah berzikir dan berdoa, Arshi langsung mencium punggung tangan suaminya begitupula dengan Rezki yang selalu mencium kening istrinya setiap kali selesai sholat. Rezki merengkuh tubuh wanita yang sangat dicintainya itu kedalam pelukannya.


"Makasih untuk malam ini Sayang, boleh gak kalau aku minta tambah lagi jatah' nya?" Rezki menciumi puncak kepala istrinya yang masih tertutup mukena dengan penuh cinta.


"Besok aja lagi Yank aku udah capek banget." Jawab Arshi sembari memejamkan matanya dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Baiklah tapi besok harus tambah lagi rondenya ya Sayang. Ingat besok pagi kamu juga harus dandan yang cantik, aku gak mau kamu dipandang remeh lagi sama orang-orang." Rezki mengingatkan istrinya yang ternyata sudah tertidur dalam dekapannya.


Rezki melonggarkan pelukannya ketika mendengar dengkuran halus dari nafas teratur istrinya, dia menggendongnya lalu membaringkannya diatas ranjang yang sudah ditata sedemikian cantik oleh karyawannya itu.



Rezki menyingkirkan handuk berbentuk sepasang angsa itu dengan melemparkannya ke sembarang arah, lalu membuka mukena yang menutupi istrinya agar merasa nyaman dalam tidurnya. Namun dia tetap membiarkan bunga mawar berbentuk love itu ada diatas ranjangnya karena dia tahu bahwa istrinya sangat menyukai bunga seperti Khardha mertuanya. Hal itu mengingatkannya ketika Dokter Hasan mertuanya membantunya merancang kamar pengantinnya untuk malam pertamanya, yang akhirnya gagal total akibat ulah Rina mamanya yang meracuni istrinya waktu itu.


Rezki sangat murka dengan apa yang dilakukan mamanya kepada istrinya, namun dia juga tidak mau jadi anak durhaka yang menyimpan dendam kepada orangtua yang sudah mengandung dan melahirkannya itu. Sedangkan Arshi sendiri hanya bisa berusaha memaafkan dan mengikhlaskan apa yang dilakukan mertuanya itu kepadanya, sebab dia yakin suatu saat nanti Rina akan berubah menjadi orangtua yang baik akhlaknya dan budi pekertinya.


Rezki membaringkan tubuhnya disamping wanita yang sangat dicintainya itu, dia memiringkan tubuhnya lalu menyusupkan tangannya diantara leher istrinya menjadikan lengannya sebagai bantal kepala kekasih halalnya itu. Rezki sengaja melakukannya agar bisa mendekapnya dan memeluknya dengan leluasa ketika tidur, sebab dia tidak bisa tidur nyenyak bila tidak menjadikan istrinya sebagai guling hidupnya.


Bersambung....


Hai teman-teman jangan lupa tinggalkan jejaknya ya melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.


Mari saling mendukung dalam jempol dan telunjuknya.


Ingat selalu pesan ibu ya, pakai maskermu, cuci bersih tanganmu, jaga jarak, hindari kerumunan.


Tetap jaga kesehatan kapanpun dan dimanapun kita berada.


Salam sayang selalu dari author Khardha Love.

__ADS_1


__ADS_2