Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#77 "Keyakinan"


__ADS_3

Happy reading guys!


Khardha, Dokter Hasan, Rezki, Arsha dan Wava berusaha membujuk Arshi supaya menghentikan tangisannya, namun karena tidak ada yang bisa membuatnya diam. Rezki akhirnya berinisiatif untuk membungkam mulut istrinya dengan menciumnya, hingga akhirnya Arshi langsung terdiam seketika.


Mertua dan iparnya membulatkan matanya dengan sempurna menyaksikan adegan yang dilakukan Rezki untuk mendiamkan Arshi.


Mereka terpaku di tempatnya sambil melongo. Arshi yang merasa kehabisan oksigen dan jadi pusat perhatian kedua orangtuanya, Arsha dan Wava


mendorong tubuh suaminya karena sangat malu dibuatnya.


Brukkk...Rezki langsung terjatuh ke lantai. Pantatnya mendarat dengan sempurna diatas lantai keramik berwarna putih milik mertuanya itu.


Awww..."Kamu tega banget sich Sayang!" Rezki memegangi pantatnya yang terasa sakit.


"Oops sorry Yank, aku sengaja!" Seru Arshi sambil membantu suaminya berdiri.


"Aku akan memberimu hukuman yang setimpal Sayang." Bisik Rezki ditelinga istrinya sembari menghembuskan nafasnya yang memburu menahan emosinya kepada kekasih halalnya itu.


"Ok! Siapa takut!" Tantang Arshi dengan mendelik tajam ke arah suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.


Kamu benar-benar menggemaskan Sayang, aku gak mungkin tega menyakitimu. Namun aku akan menghukum mu dengan sentuhan kenikmatan yang gak mungkin bisa kamu lupakan setiap harinya." Batinnya seraya tersenyum penuh arti menatap wajah cantik istrinya yang kelihatan berbeda dari biasanya.



Ehemmm... Dokter Hasan membuyarkan pikirkan liar menantunya yang selalu ingin berpetualang menjelajahi lekuk tubuh istrinya.


Rezki dan Arshi menolehkan kepalanya ke arah papahnya lalu memberi jarak antara keduanya.


"Rezki!" Panggil Dokter Hasan." Papah mau bicara sama kamu!" Ujarnya sembari melangkahkan kakinya menuju sofa ruang keluarga.


Rezki langsung mengikuti langkah mertuanya setelah mendaratkan bibirnya di kening istrinya. Khardha, Arsha dan Wava hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan adegan pasangan suami istri itu yang selalu menunjukkan kemesraannya di depan umum. Terutama Rezki yang selalu berpikiran mesum bila berada dekat dengan istrinya, sebab semua yang ada di dalam diri Arshi benar-benar menjadi candu untuknya.


-


"Rezki apa Arshi sedang mengandung anakmu?" Dokter Hasan mengangkat satu alisnya menatap ke arah menantunya yang duduk berhadapan dengannya.


"Aku gak tau pasti Pah, pagi tadi waktu di testpack hasilnya masih samar." Jujur Rezki sembari menghembuskan nafasnya perlahan.


Sebab tadi dia sempat berpikir bahwa akan di marahi oleh mertuanya, karena melakukan kesalahan yang mungkin sangat fatal menurutnya karena berani mencium anaknya didepannya. Ternyata ketakutannya tidak terbukti, papah mertuanya justru menanyakan kehamilan istrinya.


"Kenapa gak periksa ke Dokter spesialis kandungan aja?" Dokter Hasan menyarankan sambil merentangkan kedua tangannya di atas sandaran sofa.


"Tapi sepertinya Arshi gak mau Pah." Rezki berkata dengan lirihnya.


"Loh emangnya kenapa?" Dokter Hasan mengerutkan keningnya.


"Dia takut akan kecewa dan mengecewakanku serta kita semua Pah, padahal aku gak pernah memaksanya untuk hamil lagi kalau dia memang belum siap." Jujur Rezki apa adanya.


"Mungkin dia masih trauma dengan kehamilannya yang dulu, karena selalu berisiko tinggi mengalami keguguran. Mamah dulu juga begitu Ki, kamu harus bisa meyakinkannya bahwa setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya. Setiap proses kehamilan itu berbeda-beda, ada yang rentan keguguran, ada juga baik-baik saja tanpa mengalami proses yang mengkhawatirkan. Ujar Dokter Hasan menjelaskan berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri.


"Iya Pah, aku akan selalu berusaha menasihatinya, membimbingnya dan mengayominya." Sahut Rezki dengan menekankan kata-katanya untuk meyakinkan mertuanya.


"Papah yakin kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Arshi." Dokter Hasan mengulas senyumnya." Jadilah suami siaga bila Arshi beneran mengandung anakmu." Ujarnya kemudian beranjak dari duduknya menuju meja makan untuk menghampiri istri, anak-anak dan menantunya.


"Duduk sini Pah dekat aku." Arshi menepuk kursi yang ada di sampingnya.


"Terus aku duduk di mana Sayang?" Rezki menatap istrinya yang tidak memperdulikan kehadirannya.


"Kamu duduk dekat Arsha aja Yank, aku mau diapit sama Mamah dan Papah." Jawab Arshi seraya tersenyum manis hingga menampakkan barisan giginya.


Rezki menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan untuk meredam emosinya karena merasa diabaikan oleh istrinya, dia terpaksa duduk dikursi paling ujung bersebelahan dengan Arsha.


Mereka semua akhirnya menikmati makan siang bersama tanpa berkata-kata lagi, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang mengiringi santap siang mereka.


Setelah selesai makan Arshi dan Wava tiba-tiba sama-sama merasa mual, keduanya berlari menuju wastafel yang ada ditempat cucian piring untuk memuntahkan apa yang telah masuk ke dalam perut mereka. Rezki dan Arsha segera menyusul istri-istri mereka lalu membantunya memijit tengkuknya dengan lembut. Setelah selesai memuntah semua makanan yang ada diperutnya Arshi dan Wava membersihkan mulutnya.


"Cepatlah bawa Arshi dan Wava ke Dokter spesialis kandungan sekarang juga!" Perintah Dokter Hasan ketika anak dan menantunya itu duduk kembali di kursi meja makan yang sudah di bersihkan istrinya.


"Baik Pah!" Sahut Rezki dan Arsha serempak.


"Nanti aja Yank aku mau istirahat dulu." Ujar Arshi sambil beranjak dari duduknya.


"Aku juga mau istirahat Bee." Lirih Wava sambil menggenggam tangan suaminya.


"Yaudah kalau begitu bawa Arshi dan Wava kekamar aja dulu. Mereka berdua pasti lemes karena habis muntah." Khardha menatap ke arah anak menantunya itu.


"Baik Mah." Rezki dan Arsha menganggukkan kepalanya lalu menuntun istri-istrinya menuju kamar mereka masing-masing.


Setelah sampai di kamarnya Arshi langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang queen size yang super empuk itu lalu memejamkan matanya.


"Sayang kita sholat Zuhur berjamaah dulu yuk!" Ajak Rezki sembari duduk ditepi ranjang lalu mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Aku mau istirahat sebentar Yank, badanku rasanya lemes banget, kamu duluan aja ya." Sahut Arshi tanpa membuka matanya.


"Yaudah istirahatlah Sayang, aku mau sholat dulu baru nemenin kamu tidur." Rezki mengecup kening istrinya lalu beranjak dari duduknya.


-


Suasana didalam kamar Arsha yang bersebelahan dengan kamar Arshi.


"Honey kita sholat Zuhur berjamaah dulu yuk!" Ajak Arsha ketika melihat istrinya hendak merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya." Habis sholat baru kita istirahat sama-sama." Ujarnya seraya mengulas senyumnya.


"Ok." Singkat Wava sembari menganggukkan kepalanya.


Pasangan suami istri itu segera berwudhu secara bergantian lalu melaksanakan kewajibannya kepada sang maha pencipta segalanya.

__ADS_1


-


Malam harinya setelah menunaikan sholat isya berjamaah keluarga besar Setiawan mengadakan yasinan dan tahlilan untuk mendoakan almarhumah bi Tutik, bersama dengan para karyawan serta staf rumah sakit yang tidak bertugas. Setelah selesai menjamu mereka semua dan membereskan peralatan yang dipakai untuk keperluan pengajian, keluarga Setiawan akhirnya menuju kamarnya masing-masing untuk beristirahat.


-


"Yank aku pengin." Arshi memainkan jarinya diatas dada suaminya.


"Pengin apa Sayang? Tadi kan udah makan." Rezki menaikan satu alisnya menatap wajah cantik istrinya yang terlihat pucat karena kelelahan.


"Aku pengin tidur sama Mamah malam ini." Jawab Arshi seraya mengulas senyum manisnya.


"Terus aku gimana kalau kamu tidur sama Mamah? Kamu tega biarin aku gak bisa tidur nyenyak tanpa ada kamu disampingku!" Rezki meninggikan intonasi suaranya karena tidak terima kalau harus pisah ranjang dengan istrinya.


"Kan cuma malam ini Yank." Bujuk Arshi dengan bergelayut manja di lengan suaminya sambil menciumi pipinya.


"Pokoknya aku gak rela kamu tidur sama Mamah!" Rezki membalikkan badannya membelakangi istrinya.


"Kok kamu marah sich Yank? Aku kan cuma mau tidur sama Mamah, bukan mau keluar rumah." Arshi beranjak dari tempat tidurnya sambil meneteskan air matanya.


Dia segera membuka pintu kamarnya lalu membantingnya.


Arshi berlari menuju kamar orangtuanya lalu mengetuk pintunya.


Tok...tok...tok..." Mah buka pintunya Mah!" Teriak Arshi dari balik pintu.


Ceklek... Khardha membukakan pintu kamarnya.


"Ada apa Shi? Kenapa kamu nangis?" Khardha mengerutkan keningnya menatap wajah anak perempuannya yang terlihat semakin pucat.


"Mah aku mau tidur sama Mamah malam ini." Arshi langsung menghambur ke pelukan mamahnya.


Tiba-tiba Rezki, Dokter Hasan, Arsha dan Wava datang menghampiri mereka berdua.


"Sayang maafin aku ya." Ucap Rezki sambil menatap ke arah istrinya dan mertuanya yang berdiri di hadapannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian berdua?" Tanya Arsha untuk menghilangkan rasa penasarannya.


"Kenapa Arshi sampai menangis begini?" Wava ikut bertanya.


"Arshi mau tidur sama Mamah malam ini, tapi aku gak izinin makanya dia nangis." Jujur Rezki sembari menatap sendu kearah istrinya yang masih memeluk erat tubuh mamahnya.


" Kalau begitu ceritanya Papah juga gak bakal izinin kamu tidur sama Mamah!" Tegas Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.


"Tapi kenapa Pah? Aku kan cuma mau tidur sama Mamah malam ini aja, masa gitu aja gak boleh!" Arshi menangis semakin kencang hingga memekakkan telinga semua orang yang mendengarnya.


"Baiklah Shi kita tidur di kamar kamu aja ya Nak." Bujuk Khardha sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah suaminya dan menantunya.


Dokter Hasan hanya bisa pasrah mengikuti kemauan istri dan anak perempuannya itu.


"Masa anak sudah dewasa dan punya suami sendiri, minta di keloni Mamahnya!" Gerutu Dokter Hasan sambil menggelengkan kepalanya lalu kembali ke tempat tidurnya.


"Iya." Singkat Arsha lalu mengajak istrinya kembali masuk ke dalam kamarnya.


-


Setelah masuk ke dalam kamarnya Arshi langsung minta dipeluk dan diceritakan dongeng sebelum tidur oleh mamahnya. Sedangkan Rezki terpaksa rebahan di sofa yang ada di dalam kamar tersebut sambil memeriksa email yang dikirimkan Radi untuk rencana kedepannya setelah banjir tidak menggenangi jalanan dan perusahaannya lagi. Sebab semua karyawannya terpaksa diliburkan karena sebagian besar diantara mereka rumahnya terendam banjir, namun Rezki tetap memberikan gaji pokok pada mereka semua.


-


Ditempat lain tepatnya dirumah Radi yang baru ditinggalinya selama satu tahun ini setelah Rezki menikah dengan Arshi, sebab dahulu mereka berdua tinggal di bawah atap yang sama yaitu di rumah Riki Pratama papanya Rezki. Setelah seminggu melakukan pencarian terhadap orangtua dan adiknya Dira, Radi akhirnya menemukan mereka semua mengungsi di emperan toko yang tidak terkena banjir. Radi membawa mereka semua ke rumahnya yang bergaya minimalis modern dua lantai.



"Rumah ini cukup besar bila kutempati sendiri jadi lebih baik kalian semua ikut tinggal disini saja ya." Radi mengajak mereka semua masuk ke dalam rumahnya.


"Tapi kami malu kalau harus tinggal gratis disini." Sahut kedua orangtuanya Dira secara bersamaan.


"Ayah sama Ibu gak usah sungkan anggap saja rumah sendiri karena aku akan secepatnya menikahi Dira." Tegas Radi dengan menekankan kata-katanya.


"Benarkah? Berarti Kak Dira udah gak jomblo lagi dong!" Ujar adiknya seraya tersenyum penuh arti.


"Benarkah itu Nak?" Ibunya Dira ikut bertanya untuk memastikan pendengarannya.


"Iya." Singkat Dira dengan menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya.


"Syukurlah kalau begitu." Ucap kedua orangtuanya dan adiknya.


"Mendengar dari ceritamu tadi tentang Nak Radi, kami yakin dia akan menjadi imam yang baik untukmu kelak." Ujar ayahnya Dira seraya mengulas senyum penuh maknanya.


Alhamdulillah wa syukurillah ternyata doaku disepertiga malamku telah Engkau kabulkan ya Allah.


🌿Di Sepertiga Malam 🌿By Rey Mbayang


Saat kuputuskan bertemu orang tuamu


Kuyakinkan dirimu lah yang terbaik


Dan saat kau memilih


Aku yang pantas untukmu


Hati ini berikrar tuk selalu menjagamu


Reff:

__ADS_1


Ku yakin kaulah jawaban


Di setiap pintaku walau kubelum tahu namamu


Bisikan di sujudku di sepertiga malamku


Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku


Saat kau memilih


Aku yang pantas untukmu


Hati ini berikrar tuk selalu menjagamu


Reff:


Ku yakin kaulah jawaban


Di setiap pintaku walau kubelum tahu namamu


Bisikan di sujudku di sepertiga malamku


Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku


Buang cerita lama


Rangkai cerita baru


Menua bersama...


...☘️☘️☘️☘️☘️...


🌿Doaku Untukmu Sayang 🌿 By Wali


Kau mau apa pasti 'kan ku beri


Kau minta apa akan aku turuti


Walau harus aku terlelah dan letih


Ini demi kamu, sayang


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti


Tahukah kamu apa yang ku pinta


Di setiap doa sepanjang hariku?


Tuhan, tolong aku, tolong jaga dia


Tuhan, aku sayang dia


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti


Oh


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Buat pasangan halal


Yang menginginkan


Kebahagiaan dunia akhirat


Melangkahlah seiring sejalan


Baik untuk urusan dunia maupun akhirat.


Semoga selalu samawa ya!


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung....


Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya teman-teman melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya!

__ADS_1


Salam sayang selalu dariku Khardha Love!


See you next time!


__ADS_2