
Happy reading guys!
Tok...tok...tok..."Rezki!" Seru seseorang dari luar sambil mengetuk pintu kamar VVIP itu.
Rezki melangkahkan kakinya menuju pintu lalu membukanya, dia sangat terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Kenapa Opa sama Papa membawa Mama dan Stephani kesini?" Tanyanya dengan mengangkat satu alisnya menatap ke arah mereka semua yang ada di hadapannya itu.
🌿Flashback on🌿
Setelah kepergian Rezki membawa istrinya yang mengalami pendarahan menuju rumah sakit keluarga Setiawan, Rina dan Stephani langsung berkemas untuk melarikan diri secepatnya dari kejahatan yang telah dilakukannya kepada Arshi. Namun ketika hendak keluar dari rumah kediaman milik CEO tampan itu, ternyata anak buah Putra Pratama dan Riki Pratama yang selalu disiagakan di sekitar rumah itu bersitegang dengan anak buah tuan Danuarta yang hendak menjemput Rina dan Stephani, sehingga baku hantam dan tembakan pun tidak bisa dihindarkan lagi. Setelah anak buah keluarga Pratama berhasil melumpuhkan kekuatan lawannya mereka langsung meringkus kedua wanita ular bermuka dua itu, lalu menyerahkannya kepada Putra Pratama dan Riki Pratama. Kedua wanita itu terpaksa harus menuruti semua keinginan Ayah dan anak itu untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada Rezki dan Arshi, sebelum di bawa ke tempat eksekusi mereka.
🌿Flashback off 🌿
"Kami sengaja membawa mereka berdua kesini terlebih dulu untuk minta maaf sama kamu dan istrimu, sebelum mereka kami bawa ke tempat eksekusi nya." Jawab Putra Pratama sambil menatap serius kepada cucu pertama kesayangannya itu.
"Sebaiknya jangan sekarang Opa." Ujar Rezki sembari menatap sendu ke arah kakeknya itu.
"Memangnya kenapa?" Putra Pratama merasa heran dengan apa yang dikatakan cucunya itu.
Rezki melangkahkan kakinya untuk mendekati kakeknya itu lalu merangkul bahunya.
"Kondisi istriku masih belum stabil Opa, dia juga belum tau bahwa baby twins kami sudah tiada." Bisik Rezki dengan lirihnya bahkan matanya terasa panas menahan kesedihannya.
"Ok kalau begitu kami akan segera pergi dari sini, supaya kamu dan istrimu bisa istirahat." Putus Putra Pratama sambil menepuk pundak cucunya itu.
"Makasih ya Opa atas pengertiannya." Ucap Rezki dengan suara bergetar menahan tangisnya.
"Kita berangkat sekarang!" Perintah Putra Pratama kepada semua anak buahnya yang tengah memegangi Rina dan Stephani.
"Baik Tuan Besar." Sahut mereka semua serempak.
"Nanti aku menyusul Pa, aku mau bicara sebentar sama Rezki." Ujar Riki Pratama sembari menatap ke arah ayahnya.
"Ok." Putra Pratama menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit keluarga Setiawan tersebut menuju ke arah parkiran mobilnya.
-
"Papa mau bicara soal apa?" Rezki mengerutkan keningnya menatap wajah orang tuanya itu.
"Papa cuma mau bilang, apapun yang terjadi dalam kehidupan rumah tanggamu akibat ulah mamamu, tolong jangan pernah membencinya. Sebab itu gak akan bisa merubah kenyataan bahwa dia adalah wanita yang telah mengandung dan melahirkanmu ke dunia ini. Opa dan Papa akan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya supaya dia benar-benar menyesali apa yang telah dilakukannya selama ini." Jawab Riki Pratama sembari menatap lekat wajah tampan anak semata wayangnya yang sangat mirip dengannya sewaktu muda itu.
"Memangnya hukuman apa yang akan diberikan Opa sama Papa buat Mama?" Rezki kembali bertanya karena penasaran atas apa yang dikatakan papanya.
"Kami akan mengirimkannya ke pulau pribadi yang sangat
terpencil milik Opa, disana Rina dan Stephani akan belajar bertahan hidup dengan mengandalkan kemampuannya sendiri. Supaya mereka berdua benar-benar merasakan bagaimana hidup susah tanpa kemewahan yang selama ini menjadi gaya hidupnya. Siapa tau dengan begitu mereka berdua akhirnya menjadi manusia yang bersyukur atas apa yang dimilikinya selama ini dan menjadi lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya." Jelas Riki Pratama sejujurnya.
"Aamiin ya mujibassailin, semoga Allah mengabulkan hajat kita semua, baik untuk urusan dunia maupun akhirat." Ujar Rezki sembari menatap lekat wajah orang tuanya itu.
"Ya udah kalau begitu, papa pergi dulu ya. Assalamualaikum." Riki Pratama memeluk tubuh anaknya itu, lalu melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit besannya itu menuju ke arah parkiran mobilnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki sembari menatap punggung papanya hingga menghilang dari pandangannya.
-
"Tunggu sebentar Pak!" Seru seseorang ketika Rezki membalikkan badannya hendak kembali masuk ke dalam.
CEO tampan itu mengurungkan niatnya lalu menolehkan kepalanya ke arah belakang.
"Ada apa?" Tanyanya dengan mengangkat satu alisnya menatap ke arah orang tersebut.
"Apakah Anda yang bernama Rezki Aditya Pratama?" Bukannya menjawab pertanyaan Rezki orang itu justru balik bertanya.
"Iya." Singkat Rezki sambil menganggukkan kepalanya.
"Ini ada paket untuk Anda. Silahkan tanda tangan disini sebagai tanda terima." Ujar orang yang ternyata kurir pengantar pesanan Rezki lewat online itu.
Rezki langsung menerimanya lalu memberikan tanda tangan dan uang tip untuk kurir tersebut sebagai tanda terima kasih. Setelah itu dia kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar VVIP tersebut lalu menghampiri bed pasien istrinya.
"Kamu darimana aja Yank? Kok lama banget? Kamu gak malu gak pakai baju gitu? Emangnya siapa sich yang memanggilmu tadi? Kayaknya suaranya gak asing dech ditelingaku?" Cecar Arshi tanpa jeda sembari menatap wajah tampan suaminya.
"Aku tadi cuma bicara diluar sama Papa dan Opa, mereka berdua pamit untuk pergi ke suatu tempat. Setelah kepergian mereka ada kurir yang mengantarkan pesanan bajuku, jadi suamimu ini agak lama diluar." Jawab Rezki sambil menoel hidung istrinya lalu memakai pakaiannya satu persatu.
"Ohh." Arshi membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O, sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah selesai berpakaian Rezki langsung naik ke atas ranjang pasien istrinya lalu merengkuhnya ke dalam pelukannya.
"Sayang seandainya doa dan harapan kita gak sesuai dengan kenyataannya apa kamu bisa menerima semuanya?" Tanyanya sambil menciumi puncak kepala istrinya.
"Tentu aja kita harus ikhlas menerima semua itu." Jawab Arshi sembari mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Meskipun itu menyangkut baby twins kita?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya yang masih terlihat pucat.
Deg... Jantung Arshi seakan berhenti berdetak mendengar apa yang dikatakan suaminya, dia
mulai merasa ada sesuatu yang terjadi dengan anak-anaknya.
"Memangnya apa yang terjadi sama baby twins kita?" Lirihnya sembari menatap lekat wajah tampan suaminya.
"Baby twins kita...," Rezki tidak jadi melanjutkan kata-katanya.
Karena handphonenya yang diletakkannya di atas meja tiba-tiba berdering terus-menerus.
"Sebentar ya Sayang." Ujarnya sambil meraih handphonenya.
Arshi menganggukkan kepalanya tanpa mau beralih dari posisinya ternyaman nya itu, sebab dia tengah asyik memainkan jarinya di atas dada bidang kekasih halalnya itu dengan membentuk pola sesuka hatinya.
"Jangan menggodaku dengan apa yang kamu lakukan saat ini Sayang." Bisik Rezki sebelum menerima panggilan suaranya.
" Ishh dasar omes!" Kesal Arshi dengan memajukan bibirnya.
"Assalamualaikum." Ucap Rezki lalu menyalakan load speaker handphonenya, supaya istrinya juga bisa mendengarnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab orang yang menghubunginya dari balik teleponnya." Saya kurir yang ditugaskan untuk mengantarkan pesanan makanan Anda." Ujarnya sambil memarkirkan kendaraan roda duanya.
"Tunggu sebentar saya akan segera keluar untuk mengambilnya." Sahut Rezki lalu melepaskan pelukannya pada wanita yang sangat dicintainya itu.
CEO tampan itu segera beranjak dari bed pasien istrinya lalu melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Yank jangan lama-lama ya aku udah laper banget." Pinta Arshi sembari menatap punggung suaminya.
"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu membuka pintunya.
Dia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya mencari keberadaan kurir yang membawakan pesanannya itu sambil menyusuri koridor rumah sakit.
"Baik Pak saya segera kesana." Kurir itu langsung berjalan menuju pintu masuk lobi rumah sakit.
Setelah menerima pesanan makanannya, Rezki kembali melangkahkan kakinya menuju kamar VVIP dengan menggunakan lift. Sesampainya di depan pintu masuk ruang rawat istrinya dia bertemu dengan dokter Bayu dan dokter Adli yang baru saja keluar dari dalam kamar VVIP tersebut, dia menatap tajam kearah keduanya karena masuk tanpa seizinnya ketika dia tidak ada disamping istrinya.
"Maafkan kami berdua karena sudah lancang masuk menemui istri Anda, kami hanya ingin mengetahui kondisi dokter Arshi saat ini setelah kehilangan baby twins nya." Ujar dokter Bayu mewakili dokter Adli yang bersikap dingin terhadap Rezki karena pernah menghajarnya.
Rezki hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apa-apa, dia kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam kamar VVIP itu lalu mengunci pintunya.
"Sayang ini makanannya." Ujarnya setelah menyiapkan piring dan sendok nya.
Dia langsung duduk di kursi yang ada di samping bed pasien istrinya lalu mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut kekasih halalnya itu, namun Arshi justru mencecarnya dengan pertanyaan yang membuatnya kembali mengingat betapa pilu hatinya saat ini.
"Yank apa benar baby twins kita sudah tiada? Kenapa kamu gak langsung jujur sama aku?" Tanya Arshi dengan suara bergetar menahan tangisnya.
Rezki langsung meletakkan piring berisi makanan itu ke atas meja lalu merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
"Maafin aku Sayang, aku takut kamu drop lagi seperti tadi malam. Aku hampir gak bisa mengendalikan diriku sendiri, karena dalam waktu yang bersamaan kamu dan baby twins kita dalam keadaan kritis. Hingga akhirnya mereka berdua menghembuskan nafas terakhirnya sebelum bertemu denganmu." Jawabnya sambil menciumi puncak kepala istrinya.
Tangis Arshi akhirnya pecah dalam pelukan suaminya, begitupula sebaliknya. Rezki tidak bisa lagi membendung air matanya. Pasangan suami istri itu larut dalam kesedihannya menumpahkan segala rasa yang berkecamuk dalam hatinya.
🌿Setiap kita pastinya pernah diuji dengan berbagai macam cobaan dalam hidup ini, namun janganlah terlalu berlarut-larut dalam kesedihan dan memikirkannya, hingga membuat kita putus asa.
**Move on!
Fighting!
🌿Karena Badai Pasti Berlalu 🌿**
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Dua bulan kemudian Arshi dengan telaten menyusui baby twins Arsha dan almarhumah Wava yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri itu. Dia memberikan ASI eksklusif kepada keduanya karena produksi ASI-nya sangat berlimpah sehingga membuat Rezki merasa terabaikan.
"Sayang aku juga mau mimi boleh?" Pintanya sambil merebahkan kepalanya di atas pangkuan istrinya yang baru saja selesai menyusui keponakannya itu lalu meletakkannya di dalam box bayinya.
"No, no, no." Arshi menggoyangkan jari telunjuknya di depan wajah suaminya.
__ADS_1
"Sayang aku udah lama loh puasa batin." Ujar Rezki dengan tangan yang tidak bisa dikondisikan.
"Terus kamu mau ngapain?" Tanya Arshi seakan tidak mengerti kemauan suaminya.
"Aku mau bercinta denganmu sekarang juga!" Jawab Rezki sambil beranjak dari rebahannya lalu mengukung tubuh istrinya.
Arshi hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan kekasih halalnya itu, sebab sebenarnya dia juga sangat merindukan setiap sentuhan suaminya. Rezki langsung melucuti pakaiannya dan istrinya satu persatu, lalu mencumbunya tanpa henti. Hingga akhirnya mereka berdua kembali menyatu setelah dua bulan berpuasa secara batin, keduanya bergerak mengikuti simponi cinta nan tercipta dalam setetes kenikmatan surga dunia yang mereka reguk bersama itu.
-
Sementara itu di kediaman Radi dan Dira. Laki-laki yang baru saja mengetahui kehamilan istrinya ini benar-benar kelabakan menghadapi ngidam sang wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.
"Yeobo pokoknya aku mau makan siput air tawar yang kamu ambil sendiri disawah!" Tegas Dira sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"Tapi Anae kita kan jauh dari persawahan." Sahut Radi sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Iya aku tau, kita kan bisa ke kampung halamannya Tante Khardha. Disana banyak sawah sepanjang jalannya, kita juga bisa ajak Arshi sama Rezki sekalian liburan." Usul Dira sembari membalikkan badannya menghadap suaminya.
"Arshi masih sibuk mengurus keponakannya, Rezki sibuk mengembangkan bisnis barunya. Jadi aku juga harus selalu ada untuk membantunya Anae." Radi memberikan alasannya.
"Ya udah kalau begitu aku pulang ke rumah Ayah sama Ibu aja!" Ujar Dira dengan menekankan kata-katanya.
"Jangan Anae." Bujuk Radi dengan nada sangat lembut.
"Makanya kamu harus bisa menuruti semua keinginanku." Ancam Dira sembari mendelik tajam ke arah suaminya.
"Baiklah Anae, aku bilang dulu sama Rezki ya." Radi merogoh saku celananya lalu mengambil handphonenya yang disimpannya didalamnya.
-
Di tempat lain tepatnya di rumah Wavi dan Lida. Dokter spesialis kandungan itu tengah sibuk memasak nasi goreng spesial untuk istrinya yang tengah hamil dua bulan.
"Dear!" Panggil Lida sembari melangkahkan kakinya menuju dapur." Kamu masak apa?" Tanyanya sambil memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.
"Nasi goreng spesial buat kamu Sweety." Jawab Wavi lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
"Aku mau yang pedes banget ya." Pinta Lida sambil menambahkan satu sendok makan lada hitam dan putih, segenggam cabe rawit, cabe kriting, dan cabe merah besar kedalam bumbu yang di ulek suaminya.
Wavi hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan istrinya karena jika tidak dituruti Lida pasti akan merajuk dan itu akan berakibat pada dirinya juga.
-
Dikediaman dokter Hasan dan Khardha. Pasangan yang sudah tidak lagi muda itu selalu tampak mesra disetiap kesempatan, keduanya tampak menonton film action romantis bersama. Dokter Hasan duduk bersandar di sofa sambil melingkarkan tangannya di perut istrinya yang duduk di depannya.
"Sayang, Arsha tadi mana?" Tanyanya sambil menciumi tengkuk istrinya.
"Mungkin di kamarnya." Jawab Khardha sembari terus menatap ke arah layar televisi yang ada di hadapannya.
"Kalau begitu kita bisa bebas melakukan apa aja disini." Dokter Hasan langsung membalikkan badan istrinya lalu menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu.
-
Hari berganti hari berlalu tanpa terasa dua tahun kemudian Rasya dan Tasya akhirnya melangsungkan pernikahannya, di ballroom hotel milik keluarga Pratama.
Rezki dan Arshi memberikan hadiah paket honeymoon gratis di hotel and resort miliknya yang ada di Bali untuk pasangan pengantin baru itu.
Sedangkan mereka berdua juga kembali melakukan honeymoon yang kesekian kalinya ke luar negeri.
Rezki juga menepati janjinya untuk membawa kedua orangtuanya Radi ke Kalimantan supaya bisa menghabiskan masa tuanya bersama anak, menantu dan cucunya.
Arsha tetap memilih setia kepada almarhumah Wava istrinya, walaupun banyak wanita yang menawarkan diri untuk menjadi pendamping hidupnya.
..._Tamat_...
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Alhamdulillah akhirnya novel
"Dokter Cinta Spesialis Hati"
Berakhir sampai disini.
Semoga teman-teman semuanya bisa mengambil hikmah dari kisah nyata maupun imajinasi ku ini.
Wassalam dari Khardha Love.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi di novel ku yang lain!