Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#103 "Surga yang Tak Dirindukan"


__ADS_3

Happy reading guys!


"Rezki!" Seru kedua orang yang baru datang itu tanpa mengucapkan salam ketika melihat CEO tampan itu membantu istrinya merapikan jilbabnya dan memakai sandalnya.


Rezki mendongakkan kepalanya lalu menolehkan kepalanya ke belakang.


"Mama, Stephani!" Rezki sangat terkejut melihatnya.


Dia langsung beranjak lalu menyembunyikan istrinya di belakangnya.


"Siapa yang mengizinkan kalian masuk?" Rezki menatap tajam kearah kedua wanita yang selalu berusaha mencelakai istrinya itu.


"Inikan hari lebaran Ki, kamu sendiri yang open house. Mama sengaja datang ke sini untuk minta maaf sama kamu dan Arshi." Jawabnya sembari menatap sendu kearah anak dan menantunya itu.


"Iya aku juga mau minta maaf sama kalian berdua." Timpal Stephani dengan nada sangat memelas.


"Apakah permintaan maaf kalian itu tulus dari dalam hati atau hanya sekedar ingin mengelabui kami saja? Jujur aku sendiri gak bisa membedakannya!" Rezki memicingkan matanya.


"Yank gak boleh gitu." Arshi berusaha mengingatkan suaminya dengan nada sangat lembut.


"Diamlah Sayang, aku gak mau tertipu lagi oleh mereka." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.


Arshi hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, dia kembali duduk di sofa karena merasa tidak dianggap oleh kekasih halalnya itu. Percuma saja mengingatkan kalau suaminya sendiri tidak mau mendengarkan nasehatnya.


"Rezki Mama mohon maafkan semua kesalahan Mama yang telah lalu. Mama cuma mau memelukmu seperti dulu sayang, karena Mama sangat merindukanmu." Rina langsung menghambur ke pelukan anak semata wayangnya itu.


Wanita paruh baya itu menangis tersedu-sedu mengingat semua yang telah terjadi diantara mereka, namun Rezki hanya diam terpaku di tempatnya. CEO tampan itu tidak berniat untuk membalas perlakuan wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu. Sebab feeling-nya mengatakan bahwa mamanya tidak mungkin meminta maaf begitu saja tanpa ada sesuatu yang direncanakannya.


"Yank kenapa kamu diam aja?" Tegur Arshi sambil meraih tangan suaminya.


Rezki menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, dia akhirnya membalas perlakuan mamanya ketika mendengar suara lembut dari wanita yang telah mengandung buah cintanya itu. Rina melepaskan pelukannya pada Rezki, lalu beralih merengkuh tubuh Arshi kedalam pelukannya sambil berkata.


"Ingatlah baik-baik! Aku gak akan pernah sudi menerima keturunan yang terlahir dari rahimmu itu! Aku juga akan membuat Rezki gak percaya lagi dengan semua yang kamu katakan padanya!" Bisik Rina di telinga Arshi dengan nada penuh penekanan di setiap kata-katanya.


Deg...Jantung Arshi seakan berhenti berdetak, dia sangat terkejut mendengarnya. Sebab Arshi yang sangat polos mengira mertuanya itu benar-benar sudah insyaf dan bertaubat, namun kenyataannya apa yang dikatakan suaminya ternyata benar adanya. Rina segera melepaskan pelukannya dari Arshi lalu mengajaknya duduk di sofa panjang.


"Berapa bulan usia kehamilanmu Arshi?" Tanyanya sambil mengelus-elus perut menantunya itu.


"Tujuh bulan Ma." Jawab Arshi dengan suara bergetar menahan tangisnya.


Rezki menatap lekat kearah mamanya lalu duduk di samping istrinya.


"Kamu kenapa Sayang? Ada yang sakit?" Tanyanya sambil menggenggam tangan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Aku mau istirahat dulu ya." Arshi melepaskan genggaman tangan suaminya lalu beranjak dari duduknya.


Apa yang dikatakan Mama sama istriku? Sehingga membuatnya tampak sangat ketakutan seperti itu?" Rezki bertanya dalam hatinya.


Arsha, Radi dan Wavi yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Rina, Rezki dan Arshi langsung menyuruh istri-istri mereka untuk menemaninya.


"Temani Arshi Honey." Pinta Arsha dengan nada lembut.


"Temani Arshi Sweety." Perintah Wavi pada kekasih halalnya itu.


"Anae." Radi mengisyaratkan kepada istrinya untuk mengikuti langkah Arshi.


Wava, Lida dan Dira menganggukkan kepalanya lalu bergegas menghampiri Arshi, yang melangkahkan kakinya dengan hati-hati menaiki tangga menuju ke kamar utamanya yang terletak di lantai dua. Arshi terus menggigit bibirnya supaya tidak mengeluarkan suara isak tangisnya, namun deraian air mata sudah tidak bisa dibendungnya lagi. Setelah sampai di dalam kamarnya dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Arshi Lo kenapa nangis?" Tanya Wava mewakili teman-temannya.


Hiks...hiks..."Gue gak papa Va, tolong biarin gue sendiri dulu." Jawab Arshi dari balik selimutnya.


"Lo beneran gak papa kan Shi?" Dira berusaha memastikan keadaan istri atasannya itu.


"Iya." Singkat Arshi dengan lirihnya.


"Yaudah yuk kita biarkan Arshi sendiri dulu." Ajak Lida sambil berjalan menuju pintu keluar.


Setelah kepergian teman-temannya Arshi semakin terisak dalam selimutnya, dia sangat takut kalau mama mertuanya itu bertindak nekat untuk mencelakai anak yang ada dalam kandungannya.


-


Wava, Lida dan Dira turun ke bawah menuju ruang tamu. Mereka bertiga duduk kembali disamping suaminya masing-masing.

__ADS_1


"Mana Tante Rina sama wanita yang bernama Stephani tadi?" Tanya Wava sambil bersandar di sofa.


"Tuh lagi ambil makanan." Jawab Arsha sembari menatap wajah cantik istrinya itu.


"Gimana keadaan istriku?" Tanya Rezki sembari menatap ke arah Wava, Lida dan Dira.


"Arshi nangis dalam selimut, dia bilang ingin sendiri dulu." Jawab Lida mewakili teman-temannya.


Rezki segera beranjak dari duduknya lalu berlari menuju kamar pribadinya. Sesampainya disana dia menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuh istrinya, lalu mengusap kepalanya dengan lembut penuh cinta.


Apa yang dikatakan Mama sama kamu Sayang? Hingga membuatmu bersedih seperti ini?" Tanyanya dalam hati sambil terus mengusap kepala wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


Arshi terus terisak dalam tidurnya, matanya terpejam namun butiran bening tetap menetes di pipinya. CEO tampan itu menghapus air mata istrinya dengan ibu jarinya lalu menghujani wajahnya dengan ciumannya hingga akhirnya Arshi terusik dalam tidurnya.


"Yank." Lirihnya setelah membuka matanya lalu menangkup wajah tampan suaminya yang terus saja menciuminya.


"Kenapa kamu nangis Sayang?" Rezki menatap sendu wajah cantik istrinya yang tampak sembab.


"Aku takut Yank." Jawab Arshi dengan berurai air mata.


"Takut kenapa?" Rezki kembali menghapus jejak butiran bening yang mengalir di pipi istrinya dengan ibu jarinya.


"Aku takut terjadi sesuatu hal yang gak kita inginkan sama baby twins." Jujur Arshi sambil mengusap perutnya sendiri.


Rezki mengerutkan keningnya menatap wajah cantik istrinya yang ada di hadapannya.


"Jujur sama aku, Mama tadi bilang apa sama kamu?" Tanyanya sembari menatap lekat wanita yang sangat dicintainya itu.


Hiks...hiks...Arshi kembali terisak mengingat apa yang dikatakan mertuanya.


"Sayang." Rezki merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu menciumi puncak kepalanya." Apapun yang dikatakan Mama, aku gak akan pernah biarin semua itu terjadi." Tekadnya sambil terus menciumi puncak kepala wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


Tidak lama kemudian Arshi kembali terlelap dalam pelukan kekasih halalnya itu, karena kelelahan sehabis menangis terus-menerus. Rezki melonggarkan pelukannya ketika mendengar suara dengkuran halus dari wanita yang sangat dicintainya itu, dia lalu membaringkannya kembali di atas tempat tidurnya.


"Istirahatlah Sayang aku tau kamu sangat lelah menjalani hari ini, dari bangun tidur tadi pagi tadi sudah melayaniku, berjalan pulang pergi dari rumah ke mesjid, hingga kedatangan Mama yang membuatmu menangis." Ujarnya sembari menatap sendu kearah wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


Papah akan selalu menjaga dan melindungi kalian semua sayang." Rezki menciumi dan mengelus-elus perut istrinya dengan lembut.


Setelah puas melakukannya CEO tampan itu beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu kamarnya, dia mengunci pintunya supaya Mamanya atau siapapun tidak bisa masuk sembarangan ke sana. Dia kembali menuruni anak tangga lalu menghampiri teman-temannya yang duduk santai di sofa ruang tamunya.


"Kemana?" Tanya mereka semua serempak.


"Ke ruang kerja." Jawab Rezki sambil berjalan mendahului teman-temannya.


Mereka semua akhirnya melangkahkan kakinya mengikuti langkah Rezki menuju ruang kerjanya. Sesampainya di sana CEO tampan itu langsung mengunci pintunya supaya Mamanya dan Stephani tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka semua, sebab ruangan itu memang di desain khusus kedap suara.


"Teman-teman, gue mau ajak kalian semua liburan. Gimana menurut kalian?" Tanya Rezki sembari menatap ke arah teman-temannya satu persatu secara bergantian.


"Gue sich setuju-setuju aja, tapi kemana dulu?" Arsha mengangkat satu alisnya.


"Kalian maunya kemana?" Bukannya menjawab pertanyaan iparnya itu Rezki justru balik bertanya.


"Lo yang ngajakin kita-kita, masa Lo balik nanya? Hadeuh!" Wavi menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepalanya.


Hehehe... Rezki terkekeh mendengar apa yang dikatakan sepupunya itu, dia lalu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan kemudian berkata dengan nada seriusnya.


"Sebenarnya gue cuma mau menghindar dari nyokap yang selalu berusaha mengusik ketenangan rumah tangga gue sama Arshi." Jujurnya sembari menatap sendu kearah teman-temannya.


"Gimana kalau ke rumah Opa?" Usul Wava seraya tersenyum penuh arti.


Rezki menganggukkan kepalanya lalu mengulas senyumnya.


"Gue setuju! Nyokap Lo pasti gak bakal berani gangguin Arshi lagi kalau kita pergi ke sana." Ujar Wavi seraya tersenyum.


"Ok, nanti kabarin gue lagi siapa aja yang mau ikut? Kira-kira kita ngumpul di mana dulu? Berapa buah mobil yang diperlukan? Biar bisa berangkat sama-sama." Ujar Rezki mengakhiri pembicaraan mereka.


"Ok siap!" Seru mereka semua serempak.


Setelah selesai melakukan meeting dadakan itu, Arsha, Wava, Radi, Dira, Wavi dan Lida berpamitan untuk pergi ke rumah orang tua mereka masing-masing. Mereka semua membawa timun suri yang di beli Arshi kemarin 1 pick up penuh, untuk dibagikan kepada para tetangga dan sanak keluarga serta rekan-rekannya.


-


Sementara itu di dalam kamar pribadinya Arshi terbangun dari tidurnya, dia merasakan matanya berat dan bengkak sehabis terlalu lama menangis.

__ADS_1


Ceklek... bunyi pintu dibuka dari luar. Rezki melangkahkan kakinya menghampiri istrinya lalu mengecup keningnya.


"Kamu mau kemana Sayang?" Tanyanya sembari menatap wajah cantik istrinya yang memiringkan posisinya supaya bisa bangun sendiri.


"Aku mau ke kamar mandi Yank." Jawab Arshi sambil terus berusaha bangun dari rebahannya karena terhalang perutnya yang sudah sangat besar.


"Sini biar aku bantu." Rezki langsung menggendong istrinya menuju bathroom lalu mendudukkannya di atas closed duduk yang ada di sana.


"Kamu keluar dulu Yank." Pinta Arshi sembari mendorong tubuh atletis suaminya.


"Aku mau tungguin kamu disini aja Sayang." Tolak Rezki sambil bersandar di dinding kamar mandi.


"Aku malu kalau kamu liatin kayak gitu." Kesal Arshi sembari memajukan bibirnya.


"Gak usah malu Sayang, aku udah hafal setiap inci bagian tubuhmu itu." Ujar Rezki lalu mengecup bibir kekasih halalnya itu karena sangat gemas melihatnya.


Ishh...." Dasar omes!" Arshi melipat kedua tangannya di atas dada.


Hehehe... Rezki terkekeh melihat ekspresi kekesalan dari istrinya, dia sangat bahagia karena bisa menggoda wanita yang sangat dicintainya itu.


Arshi akhirnya terpaksa buang air kecil dihadapan suaminya, sambil menutup mata kekasih halalnya itu dengan tangannya. Sedangkan Rezki hanya mengulum senyumnya karena merasa apa yang dilakukan istrinya sia-sia saja, sebab dengan menutup mata pun dia bisa membayangkan keseksian tubuh kekasih halalnya itu.


-


Sedangkan dibawah tepatnya di meja makan. Rina dan Stephani sangat kesal karena Rezki tidak memperdulikan keberadaan mereka, padahal kedua wanita cantik berbeda usia itu sudah berusaha terlihat baik dihadapan CEO tampan itu dan semua orang yang ada di sana. Namun ternyata Rezki justru tampak cuek, sebab dia tidak bisa percaya begitu saja dengan sikap mamanya dan Stephani yang datang secara tiba-tiba kerumahnya.


-


Dirumah kediaman keluarga Setiawan. Khardha sudah menyiapkan berbagai macam hidangan khas lebaran yang dibuatnya sendiri dibantu suaminya Dokter Hasan. Ada ketupat karau atau ketupat Kandangan plus iwak haruan babanam, soto Banjar limau kuit + sate, nasi kuning bumbu Bali, dengan lauk ikan gabus, telur, ayam, dan daging sapi. Minumannya ada teh hangat, es jeruk, es teh, timun suri dicampur cendol, cincau dan syirup rasa coco pandan. Semuanya sudah siap tersaji di meja makan, namun sayangnya anak dan menantunya belum juga datang. Wanita yang masih cantik walaupun sudah tidak lagi muda itu menumpu wajahnya dengan tangannya sembari menatap sendu kearah semua makanan yang ada di hadapannya.


"Sayang kamu dari pagi belum makan apa-apa, aku suapin ya?!" Dokter Hasan mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut istrinya.


Khardha menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya.


"Sayang kamu mau kemana?" Dokter Hasan mencekal lengan istrinya.


"Aku mau pulang kampung ke rumah Ibu sama Arshi Sayang." Jawab Khardha dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya.


"Sabar ya Sayang, nanti kalau sudah gak ada lagi penjagaan di mana-mana, kita pulang ke kampung halaman sama-sama." Dokter Hasan merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu menciumi puncak kepala kekasih halalnya itu.


"Beneran Sayang?" Khardha mendongakkan wajahnya, menatap wajah tampan suaminya meskipun sudah tidak lagi muda.


"Iya." Singkat Dokter Hasan sambil menganggukkan kepalanya lalu menempelkan bibirnya kebibir wanita yang sangat dicintainya itu dengan lembut, lalu mengeksplor lidahnya ke dalam rongga mulut istrinya.


Khardha mengalungkan tangannya di leher suaminya lalu mencecap dan menghisap kedua benda kenyal milik kekasih halalnya itu, mereka tidak sadar apa yang dilakukannya itu dilihat oleh Arsha dan Wava yang baru saja sampai ke rumahnya.


-


Di kediaman Riki Pratama. Laki-laki yang sudah tidak lagi muda itu sangat terkejut melihat layar handphonenya, ketika Rezki mengirimkan foto mantan istrinya dan Stephani yang datang ke rumah anak dan menantunya itu.


Apalagi yang direncanakan kedua wanita licik ini? Aku gak akan pernah biarin sesuatu terjadi pada anak menantu dan calon cucu-cucu ku." Batinnya sambil mengepalkan tangannya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Apa yang akan dilakukan Rina dan Stephani selanjutnya?


Mau tau kelanjutan ceritanya?


Tunggu jawabannya di episode selanjutnya ya!


Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian ya.


Melalui tanda cintanya


Mawar merahnya


Like yang tiada henti


Komen yang sesuai alur ceritanya, itu menandakan bahwa kalian benar-benar membaca cerita novelku ini.


Itulah salah satu kebahagiaan seorang penulis remahan sepertiku ini.


Rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya!

__ADS_1


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


See you next time!


__ADS_2