
Happy reading guys!
Dokter Murni Sp.Og, yang kebetulan mendapat shift malam dan bertugas di UGD segera menangani Arshi. Dia sangat terkejut ketika mengetahui Arshi mengalami pendarahan dan ternyata janin nya tidak bisa diselamatkan. Dokter Murni keluar sebentar untuk memberitahukan kondisi Arshi kepada keluarganya.
"Maaf apakah anda suaminya Dokter Arshi?" Tanya Dokter Murni ketika melihat Rezki yang duduk di kursi panjang depan pintu ruang UGD.
"Iya Dokter, gimana keadaan istri saya?" Rezki beranjak menghampiri Dokter Murni.
"Dokter Arshi mengalami keguguran kami harus melakukan operasi kuretase untuk membersihkan rahimnya." Dokter Murni memberitahukan tindakan yang harus dilakukannya.
"Apaaa! Istriku keguguran?" Rezki terduduk merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Silahkan tanda tangan disini sebagai tanda persetujuan dari anda sebagai suaminya atas tindakan yang akan kami lakukan." Asisten Dokter Murni menyerahkan surat persetujuan yang harus di tandatangani Rezki.
Dengan tangan bergetar Rezki terpaksa harus menandatanganinya agar Arshi bisa ditangani secepatnya. Rezki benar-benar sangat terpukul menghadapi kenyataan bahwa istrinya mengalami keguguran, anak yang sangat diharapkannya bisa menjadi pelengkap kebahagiaannya kini telah tiada. Dokter Hasan dan Khardha yang mendapat kabar dari Arsha sesudah melaksanakan sholat tahajjud langsung menyusul ke UGD.
"Rezki gimana keadaan Arshi?" Khardha menatap Rezki yang tampak menundukkan kepalanya.
"Arshi keguguran Mah." Rezki berkata dengan mata memerah karena menahan tangis atas kesedihannya.
Dia merasa sangat terpukul atas apa yang terjadi kepada istrinya.
Perasaannya sangat hancur, hatinya sangat pilu ketika menghadapi kenyataan bahwa dia benar-benar kehilangan buah cintanya yang sangat diharapkannya itu. Rezki akhirnya menangis dalam diamnya, dia juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga istri dan anaknya didepan matanya.
"Apaaa!" Khardha sangat syok mendengarnya.
Dokter Hasan dengan sigap menahan tubuh istrinya yang hampir jatuh kelantai. Dia segera menuntunnya untuk duduk dikursi disamping menantunya.
"Kenapa Arshi bisa keguguran?" Dokter Hasan belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Rezki akhirnya menceritakan semua kejadian yang mereka alami dari awal sampai akhir tanpa ada yang ditutupinya hingga akhirnya Arshi mengalami keguguran.
"Arsha dijebak oleh seorang Dokter wanita?" Dokter Hasan dan Khardha sangat terkejut mendengarnya mereka saling pandang merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Pantesan Arsha tadi sedikit pincang jalannya, tangannya sepertinya cidera, wajahnya juga lebam." Ucap Khardha mengingat keadaan anak laki-laki nya itu.
Satu jam kemudian Arshi di pindahkan ke kamar VVIP. Rezki, Khardha dan Dokter Hasan mengikuti brankar yang membawanya ke sana. Sesampainya di kamar itu Arshi di angkat lalu dipindahkan ke bed pasien, perawat mengontrol laju tetesan selang infus ditangan kiri Arshi dan selang kantong darah ditangan kanannya.
"Kami permisi dulu Pak, Bu, assalamualaikum." Pamit para petugas medis itu dengan sangat sopan dan hormat kepada pemilik rumah sakit itu.
"Iya terimakasih banyak, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Dokter Hasan menjawab salam mewakili istri dan menantunya.
Khardha dan Rezki hanya menganggukkan kepalanya kepada para perawat itu. Rezki segera menarik kursi yang ada didekat bed pasien lalu mendudukinya, dia menggenggam tangan istrinya lalu menciumnya.
Maafin aku Sayang karena gak bisa jagain kamu sama anak kita didepan mataku sendiri, aku sungguh gak tega liat kamu harus terbaring lemah lagi kayak gini, apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu hingga ujung usiaku Sayang, karena kamu adalah penyemangat hidupku, separuh jiwaku." Batin Rezki dengan mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Rezki mamah sama papah keatas dulu ya, kalau ada apa-apa dengan Arshi kabari kami secepatnya, assalamualaikum." Khardha dan Dokter Hasan menepuk pundak menantunya.
"Iya Mah, Pah, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki sembari menganggukkan kepalanya.
Rezki menelungkupkan wajahnya disamping ranjang yang ditempati istrinya sambil terus menggenggam tangan wanita yang sangat dicintainya itu, dia berusaha memejamkan matanya barang sebentar sebelum azan subuh terdengar karena waktu sudah menunjukkan pukul 03:00. Rezki tidak bisa tidur dia beranjak menuju kamar mandi untuk buang air kecil lalu berwudhu. Dia melaksanakan sholat tahajjud, hajat dan taubat disambung dengan witir, berzikir, berdoa serta tadarus membaca alquran diaplikasi qur'an digital di handphonenya.
Tidak terasa kumandang azan subuh terdengar dari speaker mesjid yang ada diarea rumah sakit itu, Rezki bergegas melangkahkan kakinya menuju mesjid memenuhi seruan dan makna dari azan itu sendiri, sebagai seorang hamba yang harus kembali kepada Rabb nya dikala suka maupun duka, susah maupun senang kita tetap harus taat kepadaNya. Sesudah menunaikan sholat berjamaah Rezki langsung kembali ke kamar istrinya di rawat. Dia duduk di samping kekasih halalnya itu lalu menggenggam tangannya lagi. Rezki berusaha memejamkan matanya kembali sebab sebenarnya dia sangat mengantuk namun karena tidak bisa memeluk istrinya dia sangat susah untuk terlelap.
Kebiasaannya itu membuatnya tidak bisa jauh dari istrinya bila hendak tertidur dengan nyenyak siang maupun malam. Rezki benar-benar gelisah dia ingin sekali naik keatas ranjang akan tetapi terhalang oleh selang kantong darah yang ada ditangan kanannya dan infus ditangan kiri istrinya. Dia kembali menelungkupkan wajahnya di ranjang tetap saja tidak bisa tertidur, hingga akhirnya jari-jari Arshi bergerak dalam genggamannya. Arshi membuka matanya perlahan lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
"Sayang kamu sudah bangun?" Rezki mengulas senyumnya lalu mencium kening istrinya.
"Yank kenapa perutku masih sakit? Kandunganku baik-baik aja kan?" Arshi menatap sendu kearah Rezki yang berusaha menutup rapat mulutnya karena tidak tega mengatakan semuanya.
Arshi semakin bingung melihat Rezki yang tidak biasanya mendiamkannya tanpa menjawab pertanyaannya. Arshi berusaha bangkit dari rebahannya namun dia merasakan nyeri dibagian perutnya karena bekas operasi kuretase yang belum kering.
Awww...Arshi meringis menahan sakitnya sembari memegangi perutnya.
"Astagfirullah al azdim, kenapa kamu duduk Sayang, luka bekas operasi kamu belum kering!" Seru Rezki sembari menaikkan bed pasien istrinya secara otomatis agar Arshi tetap berbaring dengan nyaman.
"Operasi? Maksud kamu apa?" Arshi mengerutkan keningnya semakin curiga dengan apa yang dikatakan suaminya.
__ADS_1
"Kamu keguguran Sayang." Jawab Rezki dengan lirihnya hampir tidak terdengar jelas ditelinga Arshi.
"Apaaaa!" Arshi sangat syok mendengarnya karena ternyata dia mendengarkan dengan jelas apa yang diucapkan Rezki suaminya.
Dia langsung menyibak selimut yang menutupi tubuhnya untuk memeriksa bagian perutnya.
"Anakku mana anakku? Kumohon jangan ambil anakkuuuuuu!" Teriak Arshi dengan histeris sambil mengusap perutnya.
Rezki langsung merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukkannya lalu menyadarkan kepalanya di dada bidangnya.
"Sayang tenanglah Sayang, kita sama-sama kehilangan tapi kamu jangan kayak gini. Aku juga sangat terpukul banget, aku minta maaf karena gak bisa jagain kamu sama anak kita. Kita memang sangat mencintai dan menyayanginya tapi Allah lebih sayang kepadanya, dia nanti inshaallah akan memberi syafaat untuk kita sebagai orangtuanya diakhirat kelak. Ikhlaskanlah Sayang semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Seperti ayat dibawah ini." Rezki membacakan surat Al-Baqarah ayat 155-157 beserta artinya.
"Bersabarlah dan ucapkanlah " Innalillahi wa inna ilaihi rojiun"
"Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan." Innalillahi wa inna ilaihi rojiun." Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya serta mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." ( QS. Al-Baqarah ayat 155-157).
Arshi akhirnya bisa tenang setelah mendengarkan apa yang dikatakan suaminya, Rezki melonggarkan pelukannya lalu merebahkan kembali tubuh istrinya yang masih belum pulih itu ke bed pasien nya.
"Istirahatlah Sayang, kondisimu masih lemah jangan terlalu banyak bergerak dulu, nanti lukanya berdarah lagi." Rezki mengusap kepala istrinya lalu mencium keningnya cukup lama untuk menyalurkan rasa cinta kasih dan sayangnya yang tidak pernah luntur walau telah kehilangan buah hatinya.
Arshi memejamkan matanya merasakan betapa besar cinta, kasih dan sayang yang diberikan suaminya kepadanya, dia sangat bersyukur karena Allah memberikan jodoh seorang Rezki yang ternyata lebih mengerti tentang agama daripada dirinya. Sebab Rezki sebenarnya alumni pesantren namun karena pergaulan bebas ketika kuliah membuatnya menjadi seorang playboy setelah dikhianati oleh Rani cinta pertama sekaligus tunangannya itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
Tok...tok...tok... bunyi pintu diketuk dari luar.
"Aku bukain pintu dulu ya Sayang." Rezki beranjak untuk membukakan pintu masuk.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu menatap punggung suaminya yang berjalan menuju pintu.
"Assalamualaikum." Arsha, Khardha dan Dokter Hasan melangkah masuk.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Rezki menjawab salam sembari mengikuti langkah ipar dan mertuanya.
"Kamu udah bangun sayang, kita sarapan sama-sama yuk!" Sapa Khardha kepada Arshi sambil menyiapkan makanan di atas meja.
Rumah sakit keluarga Setiawan juga menerima pasien tidak mampu secara gratis dengan surat keterangan dari pihak yang terkait. Jadi fasilitas dirumah sakit itu tidak hanya diperuntukkan untuk kaum yang berduit tapi juga masyarakat miskin yang kurang beruntung.
*****
"Mau aku suapin Sayang?" Rezki mengambil makanan yang sudah di sajikan oleh Khardha mertuanya.
Arshi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menatap suaminya yang membawakan makanan untuknya.
"Kita makan sama-sama ya Sayang, jangan lupa baca doa dulu." Rezki mengingatkan lalu menaruh makanannya di atas nakas sebentar.
Dia mengangkat tangannya memimpin doa sebelum makan, Arshi pun mengikuti apa yang dilakukan suaminya lalu mengusap wajahnya setelah selesai berdoa.
"Sekarang buka mulutmu Sayang." Pinta Rezki dengan mengarahkan sendok berisi makanan kemulut istrinya.
Arshi menatap intens kearah suaminya matanya berkaca-kaca karena terharu atas semua perlakuan Rezki kepadanya.
"Yank kamu gak kekantor hari ini?" Arshi membelai wajah tampan nan menawan milik suaminya.
"Biar Radi yang menghandle semuanya, aku mau nemenin kamu aja supaya bisa manjain kamu hari ini." Jawab Rezki seraya tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu selalu bisa bikin aku bahagia Yank, aku merasa sangat beruntung punya suami kayak kamu, makasih atas semuanya." Arshi meraih tangan Rezki lalu menciumnya.
"Iya sama-sama Sayang, kamu juga selalu jadi penyemangat dalam hidupku, tetaplah di sampingku walau apapun yang terjadi diantara kita. Aku akan selalu berusaha membahagiakanmu disetiap nafas kehidupan ini." Rezki membelai lembut wajah istrinya.
"Kalian belum selesai makannya?" Khardha menghampiri anak menantunya yang asyik dengan adegan romantisnya.
"Sebentar lagi Mah, istriku yang cantik masih susah makannya." Rezki mencubit pipi Arshi dengan gemesnya untuk membuatnya tersenyum dan melupakan kesedihannya karena kehilangan buah hatinya.
Arshi memajukan bibirnya sembari menepis tangan suaminya yang suka menjahilinya.
__ADS_1
"Kalian berdua memang pasangan serasi sayang, suaminya suka becanda, istrinya suka jutek dan merajuk, jadi klop dech biar gak berantem terus." Khardha tersenyum melihat kelakuan anak menantunya yang menggambarkan dirinya dan suaminya ketika masih muda .
"Mah aku sama Papah mau kekantor polisi dulu ya." Pamit Arsha kepada Khardha.
"Ngapain kekantor polisi?" Arshi mengerutkan keningnya.
"Beresin masalah tadi malam."Jawab Arsha dengan memasukkan tangannya kesaku celananya." Lo udah gak papa kan Shi?" Arsha menatap saudara perempuannya itu dengan sendu.
Arsha sangat sedih sebab Arshi keguguran karena menolongnya dari jebakan Yenny tadi malam. Arsha benar-benar merasa bersalah secara tidak langsung mengakibatkan saudaranya kehilangan anaknya.
Semoga kalian diberi momongan lagi secepatnya, maafin aku ya Shi, Ki, kalian berdua kehilangan anak kalian karena nolongin aku," gumam Arsha dalam hatinya.
"Kami pergi dulu ya, assalamualaikum." Ucap Dokter Hasan setelah mencium kening istrinya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab mereka yang ada disana.
"Mah sementara kami tinggal disini dulu ya, biar aku gak terlalu khawatir bila harus ninggalin Arshi kekantor." Rezki meminta izin kepada mertuanya.
"Iya, mamah justru sangat senang kalian mau tinggal lagi sama-sama kami." Khardha menepuk bahu Rezki seraya tersenyum.
"Makasih Mah, mamah memang orangtua yang sangat pengertian sama anak-anaknya." Arshi memeluk Khardha yang berdiri di sampingnya.
"Yaudah kalian istirahat aja dulu, mamah liat Rezki kayaknya gak bisa tidur semalaman." Tebak Khardha dengan benar karena melihat kantong mata panda diwajah menantunya itu.
"Iya Mah, aku ngantuk banget tapi gak bisa tidur karena mikirin istriku ini." Rezki menaikturunkan alisnya.
Tok...tok...tok...Pintu diketuk dari luar. Khardha membukakan pintunya.
"Assalamualaikum, permisi saya mau memeriksa keadaan Dokter Arshi dulu." Dokter Murni dan asisten nya datang menghampiri mereka untuk mengontrol kondisi Arshi.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, silahkan masuk." Jawab Khardha seraya tersenyum.
Dokter Murni memeriksa jahitan diperut Arshi lalu memberikan obatnya, asistennya melepaskan selang kantong darah ditangan kanan Arshi karena tidak memerlukannya lagi.
"Tolong infusnya juga dilepaskan saja." Pinta Arshi karena tidak bisa bebas bergerak.
"Apa kamu sudah makan?" Dokter Murni menatap Arshi dengan mengangkat satu alisnya.
"Iya Dokter." Jawab Arshi dengan mengulas senyumnya.
"Baiklah kalau begitu." Dokter Murni menganggukkan kepalanya lalu melepaskan selang infus di tangan kiri Arshi." Jangan lupa minum obatnya ya, kami permisi dulu assalamualaikum." Pamit Dokter Murni setelah melakukan tugasnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi mewakili semuanya.
"Kalau begitu mamah mau keatas dulu ya, assalamualaikum." Pamit Khardha sembari melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi dan Rezki bersamaan.
Rezki bergegas mengunci pintunya lalu naik keatas ranjang istrinya.
"Aku gak bisa tidur kalau gak meluk kamu Sayang, kamu udah minum obat kan? Kita bobo dulu ya." Rezki langsung memeluk erat istrinya setelah mengecup keningnya.
Karena efek obat yang diminumnya Arshi juga ikut terlelap dalam dekapan suaminya.
Bersambung...
Hai teman-teman ketemu lagi dengan author yang suka telat up ini karena kehidupan nyataku lebih utama dari dumay ku.
Mohon doa dan dukungannya terus ya, supaya aku selalu semangat untuk nulisnya.
Jangan lupa vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang membangun, koin seikhlas nya, rate bintang lima nya ya.
Salam sayang selalu, sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.
Tetap jaga kesehatan ingat selalu pesan ibu!
__ADS_1